
Sekarang Chu Xian sedang dikelilingi oleh para pasukan Pak tua Zhang, mereka mengarahkan senjatanya ke arah Chu Xian, siap menembak kapan saja dan tinggal menunggu perintah.
“Tunggu!” mengangkat tangannya, dan menghentikan anak buahnya dari menembak Chu Xian, “Lepaskan anakku sekarang! Maka kamu akan mendapatkan hukuman yang sedikit lebih ringan.” Hai Zhang memerintahkan kepada Chu Xian.
“Hehe,” terkekeh sedikit, “Pak tua, apakah kamu bercanda, anakmu ini sudah kubuat cacat, kamu pikir saya akan percaya dengan omong kosong mu!” kata Chu Xian tidak percaya dengan perkataan Hai Zhang dan berbicara dengan suara yang dalam.
“Sialan!” teriak Hai Zhang tidak terima, “Bunuh dia!” pintanya kepada anak buahnya.
Dang.. Dang.. Dang..
Orang-orang itu pun mematuhi perintah Hai Zhang, dan menembaki Chu Xian.
"Perisai Otomatis" bisik Chu Xian mengaktifkan kemampuannya untuk menahan peluru yang menuju ke arahnya.
“Ha..” mulai memukul salah seorang dari mereka, “Mati!” kata Chu Xian dengan kungfu Wing Chun nya.
Chu Xian mulai menggila, dan menghajar orang-orang Hai Zhang, dan sebenarnya dia panik di dalam hatinya, mengingat bahwa kemampuan ini ada batas waktunya.
"Ini!" Pak tua Zhang tak bisa berkata-kata, terkejut, siapa yang dia singgung sebenarnya pikirnya dalam hati.
"Moster!"
"Orang ini bukan manusia!"
"Ampuni saya!"
Orang-orang itu pun mulai panik dan berteriak, mulai menyesali kenapa mereka mengikuti tuan Hai Zhang menghadapi moster berbentuk manusia ini.
Tak peduli, Chu Xian mulai membantai mereka, sepuluh menit kemudian, tak ada yang berdiri kecuali Hai Zhang.
"Kamu jangan mendekat." teriak Hai Zhang gemetaran, dan mengarahkan pistol ke Chu Xian.
“Hei pak tua!” dengan santainya berjalan menuju Hai Zhang, “Apakah kamu berani menembak?” kata Chu Xian menantang.
Tetapi di dalam hatinya dia hanya menggertak, karena waktu perisai otomatisnya sudah habis.
Mendekati Hai Zhang, Chu Xian berjalan selangkah demi selangkah, dan menakuti Hai Zhang. Hai Zhang yang ketakutan pun menjatuhkan pistol yang ada di tangannya.
Chu Xian pun tersenyum, terus berjalan mendekatinya, sambil berpikir rencana menakut-nakuti nya berhasil.
Bugh..
Uhuk!
Memukul Hai Zhang sampai terlempar ke tembok dan memuntahkan darah, Chu Xian berdiri didepan Hai Zhang dan berkata, "Ingat, bahwa kamu berhutang kompensasi kepada saya, dan saya akan menunggunya!"
Meninggalkan tempat tersebut dengan perasaan puas, Chu Xian memanggil Richards dan menyuruhnya untuk mengantarkan dirinya pulang ke hotel.
...----------------...
"Kamu sudah pulang.."
"Yah.. Dan hari ini saya sedang senang.."
"Apa yang membuatmu senang?"
"Saya sudah menghajar anjing liar!"
"??"
Xia tidak mengerti dengan perkataan Chu Xian, dan hanya melihat nya langsung pergi ke kamar mandi, tanpa menjelaskan.
Di dalam kamar mandi, Chu Xian membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaiannya yang kotor akibat pertarungan tadi.
Setelah mandi, Chu Xian keluar, dan dengan senyumannya yang masih belum hilang.
Melihat Chu Xian yang terus tersenyum, Xia yang penasaran pun melayang mendekatinya, dan bertanya, "Apa yang membuat mu senang?"
“Hmm..” berpikir sejenak, “Bagaimana saya mengatakannya ya, oh ya, hari ini saya menghancurkan seorang bajingan.” kata Chu Xian sambil duduk di sofa dengan santai.
"Owh.." kata Xia sebenarnya tidak mengerti dan tidak bertanya lagi.
"Sini.." menarik Xia dari atas ke pelukannya, Chu Xian berniat untuk menggodanya.
"Ahh.. Apa yang kamu lakukan!" teriak Xia mencoba untuk lari dengan wajahnya yang memerah karena malu.
"Haha.. Tidak, saya cuma merasa kamu lucu saja." melepaskan Xia, Chu Xian pun tertawa dengan puas.
...----------------...
"Apakah yang kamu katakan itu benar?"
"Ya.. Kami sudah memastikannya, dan memang benar jika anak itu bisa menahan peluru, meratakan para pasukan pak tua itu sendirian!"
"Apakah sudah di selidiki indentitasnya?"
"Yah.. Yang kami tau, dia berada di kota Longnan beberapa bulan yang lalu, dan sedangkan informasi tentang sebelumnya dia berada, itu kosong tanpa sedikit pun informasi yang di dapatkan!"
"Dan kami curiga dia adalah seseorang dari sekte tersembunyi.."
"Haha.. Tidak peduli dia berasal dari mana, yang terpenting kita harus menjalin hubungan yang baik dengan dirinya, dan saya merasa jika di masa depan dia akan menjadi orang yang hebat."
"Apakah tidak terburu-buru?"
"Tidak, tidak.. Bahkan sebaiknya kita membantu dirinya dengan menengahi urusannya dengan keluarga Hai, dan saya juga ingin melihat Naga yang baru terlahir sendirian ini!"
"Baik.. Saya merasa jika saranmu masuk akal juga, jadi mari kita membuat kesepakatan dengan Hai Zhang."
...----------------...
Sedangkan dirumah keluarga Hai, terlihat Hai Zhang dengan wajahnya yang tenggelam sedang duduk dengan beberapa orang dan wajah mereka semua terlihat serius.
"Tuan." seorang pelayan masuk dengan tergesa-gesa dan memanggil Hai Zhang.
"Ada apa?" tanya Hai Zhang menatap pelayan itu.
"Ini.. Ada panggilan telpon." menyerahkan telpon kepada Hai Zhang dengan gemetaran.
Melihat pelayannya yang gemetar, Hai Zhang pun penasaran dan mengambil telpon dari tangan pelayan itu. Melihat siapa yang menelpon, diapun terkejut dan langsung berdiri.
"Ha.. Hallo!" ucap Hai zhang dengan sedikit gemetar.
"Ya.. Hai Zhang! Kamu diminta dan di suruh kemari oleh Tuan Xu!"
"Xu.. Tuan Xu?" Hai zhang semakin gemetar dan bertambah takut mendengar nama Xu Chang'an disebutkan.
"Hei.. Apakah kamu mendengarkan ku berbicara!"
"Y.. Ya, saya akan pergi kesana secepatnya!" mengatakan dengan hati-hati.
Panggilan pun diputuskan, dan Hai zhang pun menyerahkan ponselnya kembali kepada pelayan nya dengan lemah.
Duduk kembali, Hai Zhang mengerutkan keningnya, merasa ini terlalu kebetulan, dan dia merasa jika ini ada hubungannya dengan urusan dirinya dengan seorang master tiada tara Chu Xian.
"Siapa yang menelpon?" tanya seseorang di samping Hai zhang, tak bisa menahan penasarannya.
"Tuan Bai Suchen! Dan dia mengatakan bahwa Tuan Xu ingin bertemu dengan ku!" kata Hai zhang dengan suara yang dalam, dan dengan wajah yang bermartabat, mengejutkan orang-orang yang ada di sana.
"Apa! Tuan Xu, apakah Tuan Xu yang itu!"
"Ya." Hai Zhang mengangguk lemah, membenarkan perkataan orang itu.
"Bukankah dia sudah tidak mencampuri urusan duniawi lagi, dan sekarang dia sedang mencari ketenangan!"
"Kenapa dia bisa keluar dan mengurus permasalahan ini!"
Mereka ketakutan, siapa di negara ini yang orang-orang tingkat atasnya tidak mengetahui nama sengitnya. Dan sekarang mereka akan berurusan dengannya, apakah ini bukan mencari mati namanya.
Nama Xu Chang'an adalah legenda bagi mereka yang orang muda, tapi bagi orang yang bergenerasi yang sama dengannya, dan pernah melihatnya melakukan hal-hal yang menggemparkan dunia, namanya bukan lagi legenda tetapi Raja Sejati dari negara ini.
Mereka pun diam tidak berbicara, dengan menatap Hai zhang dengan tatapan kasihan, dan orang yang pernah berurusan dengan Xu Chang'an pasti akan menderita.
Melihat reaksi dari orang-orang ini, wajah Hai Zhang menghitam, apa yang kamu lihat dan mengerti kenapa orang-orang ini menatapnya dengan tatapan itu.
"Uhuk.. Tuan Hai sedang sibuk, maka kami akan kembali dulu." ucap mereka malu, karena mereka datang sebenarnya untuk membantu Hai zhang menghadapi Chu Xian.
Tapi setelah mendengar bahwa Xu Chang'an ikut campur dalam permasalahan ini orang-orang itu pun mundur.
Terdiam tak bisa berkata-kata, Hai Zhang menyesal mengundang orang-orang ini kesini, dan jika hanya akan memperlihatkan lelucon dirinya sendiri.
...----------------...
Sedangkan Chu Xian yang merupakan dalang yang membuat semua situasi ini terjadi pun cuma duduk-duduk santai di ayunan, menemani Xia yang bermain di taman hiburan, dan menepati janjinya kepada Xia.
(Akhir bab ini)