
Hari yang lain di pagi hari yang cerah, Chu Xian sekarang sedang bersiap-siap dengan memakai pakaian yang bisanya dia pakai, dan dia juga memakai jaket hitam dan kacamata.
Setelah memakai sepatunya, Chu Xian keluar dari kamarnya dan turun ke bawah, dia melihat LingJi dan Xia yang sedang menunggu di ruang tamu.
"Kenapa kalian menatapku seperti itu?" Chu Xian bertanya dengan heran.
"Apakah kakak ingin pergi sendiri dan meninggalkan kami di sini?" tanya LingJi dengan tidak puas. Sedangkan Xia hanya mengangguk diam, dia juga ingin tau kenapa Chu Xian tiba-tiba ingin pergi.
“Uhh...” Chu Xian menggaruk pipinya, sedang memikirkan alasan mengapa dia ingin pergi sendirian, karena dia tau pasti LingJi ingin ikut dengan dirinya, “Yah, sebenarnya kakak ada urusan yang sangat mendesak di sana, kamu tau kakak kan seorang pekerja keras...” katanya merasa bahwa ini adalah alasan yang paling tepat.
Dia tidak ingin bilang bahwa dia punya tugas ke negara J, bisa-bisa LingJi dan Xia tidak akan pernah mengizinkan dirinya untuk pergi, apalagi LingJi yang selalu ingin pergi kemanapun dia pergi.
"Apakah lama?" tanya LingJi menyelidiki.
“Ini...” Chu Xian segera memikirkan jawaban yang paling tepat, karena dia sendiri juga tidak tau apakah dia akan perginya lama atau tidak.
"Ini apa? Jangan-jangan kakak nggak pulang ke sini lagi." LingJi langsung berekspresi sedih.
“Tidak-tidak.” Chu Xian langsung berkata, “Kakak hanya pergi sebentar kok, nanti kakak akan pulang juga yah...” membujuk LingJi agar tidak menangis.
Lalu dia berkata lagi, “Yah, sebenarnya kakak juga tau kalian berdua ingin ikut dengan kakak kan?”
LingJi dan Xia mengangguk.
“Jika urusan biasa sih kakak pasti akan membawa kalian, tapi kali ini kakak memang benar-benar memiliki tugas yang sangat penting dan ini menyangkut persoalan negara!” jelas Chu Xian berkata, “Dan jika kalian tidak percaya, kalian bisa menghubungi kakak setelah sampai ke sana, biar kakak tunjukkan kepada kalian lewat video call...”
"Apakah tugas ini berbahaya?" LingJi bertanya dengan khawatir.
Sekarang LingJi tidak perlu lagi mendengarkan alasan Chu Xian, karena dia yakin apa yang di katakan oleh Chu Xian adalah kejujuran, tapi setelah mendengar Chu Xian akan melakukan sebuah tugas, dia jadi sangat khawatir akan keselamatan Chu Xian, mengingat tugas-tugas yang Chu Xian jalani selama ini adalah tugas yang sangat berbahaya sampai mengancam nyawa.
Mengingat dulu Chu Xian yang hampir mati, LingJi jadi menggigil, karena dia tidak ingin kehilangan Chu Xian yang sudah dia anggap sebagai kakaknya sendiri yang sangat dia sayangin.
"Apaka..."
"Tidak ada bahaya apapun yang akan mengancam kakakmu ini!" Chu Xian langsung memotong perkataan yang ingin ditanyakan LingJi. "Karena itu kalian sebaiknya baik-baik aja dirumah, dan menunggu kepulangan kakak ya..." katanya tersenyum hangat kepada LingJi dan juga Xia.
Lalu dia menatap Xia dan berkata, “Dan kamu Xia, kamu jaga LingJi sewaktu aku tidak ada ya...” pintanya dengan lembut.
"Baiklah..." Xia mengangguk pelan dan menghela nafasnya di dalam hati, berpikir kenapa dia tidak bisa ikut bersama dengan Chu Xian, padahal kan dia ingin selalu bersama.
"Baik, jika sudah maka aku akan berangkat dulu." Chu Xian melangkahkan kakinya dan pergi keluar dari pintunya dan menuju mobil Cheng Hai yang sudah menunggu sejak tadi di depan rumahnya.
"Bos, apakah kita akan berangkat?" tanya Cheng Hai melihat Chu Xian yang sudah memasuki mobil dan duduk di belakang.
"Ya, antarkan aku langsung ke bandara kota." kata Chu Xian sambil mengeluarkan rokoknya.
"Baik, dan ini bos tiketnya." Cheng Hai mengeluarkan sebuah tiket pesawat dari sakunya dan menyerahkan nya kepada Chu Xian.
“Fuhh...” Chu Xian menghembuskan asap rokoknya dengan pelan sambil memegang tiket itu, “Baik, ayo antarkan aku sekarang, semakin cepat semakin baik...” katanya sambil menyimpan tiket tersebut di dalam saku jaketnya.
.....
Tak lama di perjalanan, Chu Xian sampai di bandara kota Longnan, lalu dia turun dari mobil dan menuju ke tempat tunggu konfirmasi, dan meninggalkan Cheng Hai yang tidak mengikuti dirinya, karena katanya dia ada pekerjaan di perusahaan.
Melihat jam, sekarang masih menunjukkan pukul 10 pagi, artinya masih ada setengah jam lagi untuk pesawat berangkat ke tujuan kota Gansu.
Setengah jam kemudian.
"Para penumpang jurusan kota Gansu di persilahkan untuk menaiki pesawat karena kita akan segera berangkat."
Mendengar pengumuman itu, Chu Xian segera berdiri dan menuju ke tempat pesawat berada saat ini, lalu dia masuk dengan di pandu oleh pramugari disini.
Setelah semua penumpang di pesawat ini naik semua, akhirnya pesawat ini pun lepas landas dan melaju dengan kecepatan tinggi dan menuju ke kota Gansu.
.....
Dua jam kemudian, pesawat yang ditumpangi Chu Xian pun mendarat dengan selamat.
Turun dari pesawat Chu Xian langsung menghubungi Richard agar menjemput dirinya di bandara.
Dan tak lama Richard sampai dengan membawa mobilnya, lalu dia membawa Chu Xian masuk.
"Kemana bos?" tanya Richard karena dia tidak tau kemana yang akan di tuju oleh Chu Xian, entah itu membawa nya kesuatu tempat atau ke villa Chu Xian yang berada di kota ini.
"Kamu tau tempat Xu Chang'an, antar aku ke sana langsung." kata Chu Xian santai.
"Baik bos."
Richard membawa mobilnya ke arah tempat Xu Chang'an, dan dia juga tau bahwa Chu Xian adalah teman dekat Xu Chang'an yang merupakan Raja Gansu.
.....
Paviliun Chang'an.
Sampai ke sini, Chu Xian langsung turun dan menyuruh Richard agar segera pulang. Sedangkan dia sendiri langsung memasuki paviliun ini.
"Saudara Chu? Kenapa kamu di sini?" tanya Xu Chang'an keheranan, karena dia sendiri belum menghubungi Chu Xian untuk membahas tentang urusan mereka.
"Hehe, apakah kamu tidak menyambut ku di sini?" Chu Xian sedikit terkekeh dan duduk dengan santai. "Kamu tau Mo Fu menghubungi ku kemarin?" lanjut Chu Xian berkata tentang Mo Fu.
"Mo Fu? Orang itu aku tidak tau kenapa dia menghubungi kamu?" Xu Chang'an menggelengkan kepalanya, lalu dia bertanya dengan penasaran, "Apakah kamu tidak ingin menceritakan nya kepadaku?"
"Baik, jadi gini..." Chu Xian menceritakan tentang Mo Fu, Ri Xiang, dan juga Wang Zi bergantian meminta dirinya untuk melakukan sebuah tugas yang belum dia ketahui, oleh karena itulah dia berada di sini. "Jadi seperti itu." Chu Xian menyelesaikan perkataan nya.
"Baik, aku merasa jika tugas yang akan kamu lakukan ini berhubungan dengan hal-hal yang Supernatural, karena setelah mendengar ceritamu yang mengatakan bahwa orang-orang di organisasi Mo Fu tidak bisa melakukan tugas ini, karena hanya hal itulah yang membuat mereka meminta mu untuk melakukan ini." kata Xu Chang'an setelah mendengarkan cerita Chu Xian.
"Apakah seperti itu!" Chu Xian terkejut, tapi hanya sebentar dia tenang kembali, karena sekarang dia sudah tidak sama seperti sebelumnya, ranah kultivasi nya sudah meningkat dan dia juga memiliki senjata artefak yang sangat kuat di tangannya, jadi buat apa dia takut.
"Yah, sebaiknya kamu berhati-hati saja, karena tugas yang akan kamu lakukan ini tidak sederhana yang kamu pikirkan!" Xu Chang'an menghela nafas memperingati Chu Xian.
“Baiklah-baiklah,” Chu Xian melambaikan tangannya, “Mari kita bicarakan besok, sekarang ayo kita minum bersama dulu...” katanya dengan tersenyum.
Oke! Lalu mereka berdua minum dengan santainya.
(Akhir bab ini)