Achievement System

Achievement System
Bab 92 : Tidak bisa masuk!



Chu Xian saat ini tidak memutuskan untuk kembali. Dia membawa mobilnya ke suatu tempat yang ingin dia tuju.


Siang hari.


Chu Xian berhenti di sebuah restoran dan memilih untuk makan di sini terlebih dahulu.


Dan tak lama kemudian dia kembali lagu ke mobil dalam keadaan yang sudah kenyang. Lalu dia melanjutkan perjalanan nya.


Dua jam lagi telah berlalu di perjalanan.


Konsorsium Abadi.


Chu Xian turun dan langsung memasuki perusahaan. Hari ini perusahaan berada di sebuah gedung yang sangat besar dan perkembangan nya berada di jalur yang benar dan itu sangat cepat. Chu Xian tidak tau bagaimana Shi Yuan mengelola perusahaan sehingga sampai seperti sekarang ini.


Masuk ke dalam perusahaan. Chu Xian melihat banyak wajah-wajah baru yang tak dikenali nya. Dan sebenarnya hanya sedikit orang yang mengenal Chu Xian sebagai bos di perusahaan ini. Dan itu juga tidak bisa di salahkan kepada orang-orang ini tapi Chu Xian memang sangat jarang untuk melihat perusahaan nya sendiri.


Sehingga Chu Xian yang baru ingin masuk ke dalam tiba-tiba di hentikan oleh para penjaga di sini.


“Maaf tuan, apakah ada yang tuan perlukan dari perusahaan sehingga membuat tuan datang kemari?”Tanya salah seorang penjaga di sana yang tidak mengenali Chu Xian.


“Eh hum... Saya ingin bertemu dengan Presiden dari perusahaan ini...”Jawab Chu Xian agak malu. Dia lupa untuk membawa kartu Identitas nya untuk menunjukkan kepada orang-orang ini, jika tidak dia tidak akan di tahan seperti ini.


“Maaf, ibu Shi hari ini sedang rapat dan tidak bisa di ganggu!”Kata orang itu menahan Chu Xian.


“Baik...”Chu Xian berkata dengan dalam, “Aku akan menunggu di sini...”


Mengatakan itu Chu Xian lalu duduk di sebuah bangku yang ada di depan gedung.


Para penjaga itu tercengang. Hei, apakah kamu pikir ini tempat untuk menunggu? Para penjaga itu tak bisa berkata apa-apa lagi dan membiarkan Chu Xian duduk di sana sendiri.


Banyak orang yang keluar masuk gedung tapi tak satupun dari mereka yang memperhatikan Chu Xian di samping. Chu Xian pun tidak peduli dan duduk dengan santai sambil menghisap rokoknya dalam-dalam.


Tak lama lewat lah seorang yang dikenal Chu Xian. Itu adalah Si Ma, yang menjadi manajer di salah satu cabang. Dia baru saja berjalan keluar dari perusahaan.


“Tuan Si...”Para penjaga itu dengan hormat menyapa Si Ma.


“Ya”Si Ma mengangguk pelan dan tersenyum. Dia lalu melihat sekeliling dan melihat Chu Xian yang sedang duduk secara sekilas. Tapi dia menggelengkan kepalanya dan kembali menatap para penjaga lalu dia berjalan pergi.


Dia merasa tidak mungkin Chu Xian yang duduk di sana.


“Eh tunggu!”Pak tua Si menghentikan langkahnya. Lalu berbalik dan melihat kembali kebelakang. Dia memandang dengan seksama sebelum terkejut.


Itu benar-benar dia!


Pak tua Si berteriak di dalam hati.


Chu Xian juga melihat Pak tua Si tapi dia tidak terlalu peduli. Bagaimana pun yang dia tunggu adalah Shi Yuan.


Pak tua Si lalu langsung berlari mendekati Chu Xian, dan langsung bertanya: “Bos, sejak kapan kamu ada di sini?”


“Sudah agak lama...”Jawab Chu Xian enteng.


Para penjaga itu langsung tercengang dan membuka mulut mereka masing-masing.


Apa yang mereka dengar tadi?


Tuan Si menyebut anak muda ini Bos!


Apakah ini adalah bos sesungguhnya dari perusahaan ini?


Para penjaga itu ketakutan dan menggigil di sudut. Mereka tidak tau apa-apa, dan hanya menjalankan peraturan dari perusahaan.


“Itu...”Chu Xian mengarahkan jarinya kepada para penjaga.


Mengikuti garis tunjuk Chu Xian, membuat Pak tua itu sadar dan mengerti apa yang sedang terjadi.


Jelas Chu Xian ingin masuk tapi di hentikan oleh orang-orang ini!


Apakah orang-orang ini tidak ingin hidup lagi!


Pak tua Si memikirkan dengan dalam, dan menatap orang-orang itu dengan tajam.


Tapi itu adalah aturan yang di buat oleh perusahaan agar tidak ada orang yang masuk sembarangan dan membuat masalah.


Melihat melalui pikiran Pak tua Si, Chu Xian pun melambaikan tangannya dan berkata: “Tidak apa-apa, aku juga ingin duduk di sini dan menunggu kepulangan Shi Yuan... Apakah rapatnya sudah selesai?”


Mendengar ucapan Chu Xian, Pak tua Si pun menghela nafas lega, dan menjawab: “Presiden Shi dia sedang berada di kantor dan katanya dia ingin menyelesaikan sedikit urusan. Mungkin tak lama lagi dia akan keluar...”


Chu Xian mengangguk dan berkata dia mengerti, lalu dia duduk kembali dan memutuskan untuk menunggu Shi Yuan di sini saja.


Pak tua Si juga tidak pergi dan menemani Chu Xian duduk. Mereka berbincang-bincang sedikit mengenai perkembangan perusahaan, dan Chu Xian juga sangat terkejut mendengarnya. Chu Xian tak menyangka bahwa perusahaan yang sebenarnya tidak terlalu di pedulikan nya akan berkembang pesat di bawah kepemimpinan Shi Yuan.


Chu Xian percaya dalam waktu satu atau dua tahun lagi, perusahaan ini akan berkembang menjadi perusahaan paling top di dunia.


Tak lama kemudian.


Akhirnya Shi Yuan keluar dari gedung perusahaan, dan melihat Chu Xian yang sedang duduk bersama Pak tua Si.


Shi Yuan pun mendekati mereka, dan langsung berkata: “Pak tua, siapa yang ada di samping mu itu, apakah dia orang baru?”


Mengatakan itu Shi Yuan sengaja menekankan kata Baru.


“...”(Pak tua Si diam)


Dia tak bisa berkata-kata. Baru kali ini dia mendengar ada orang yang berkata begitu kepada Bos nya sendiri, apalagi Chu Xian adalah seorang master tak terkalahkan di hatinya.


Wajah Chu Xian langsung menghitam seketika.


Sepertinya wanita ini berkata semakin buruk!


Baru saja dia ingin bicara.


“Hahaha!”tiba-tiba Shi Yuan tertawa melihat ekspresi Chu Xian dan Pak tua Si. Lalu dia berkata, “Maaf bos itu cuma bercanda. Haha...”


Pak tua Si dan Chu Xian langsung terdiam: “...”


“Baik...”Chu Xian tidak peduli dan berkata sambil melambaikan tangannya, “Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat!”


“Oh. Bos ingin mengajak ku kemana? Ke hotel? Atau ke rumah mu? Rumah ku juga boleh!”Shi Yuan berkata dengan nada yang indah!


Chu Xian langsung muntah darah mendengar nya.


Apa yang ada di pikiran wanita ini setiap hari?!


Chu Xian berteriak di dalam hatinya.


Melihat suasana yang canggung ini, Pak tua Si pun mengambil kesempatan dan segera mengucapkan selamat tinggal dan pergi dari sana.


“Sekarang hanya tinggal kita berdua! Apa yang ingin kamu katakan?”


(Akhir bab ini)