Achievement System

Achievement System
Bab 54 : Jadi berangkat tidak?



Keesokan harinya di paviliun Chang'an.


Karena Chu Xian menginap di tempat Xu Chang'an, makanya dia tidak khawatir akan berangkat tiba-tiba hari ini.


Mereka berdua di undang ke tempat Mo Fu, katanya sih ingin membahas tentang keberangkatan Chu Xian ke negara J untuk melakukan sebuah tugas yang telah dibahas sebelumnya.


"Yo, Chu Xian apakah kamu sudah siap untuk berangkat pagi-pagi, atau mari kita mencari makan terlebih dahulu bagaimana?" Xu Chang'an menyarankan sesuatu yang masuk akal.


Karena Chu Xian belum makan apa-apa sejak tadi malam, hanya karena Xu Chang'an mengatakan bahwa pelayan nya di paviliun ini sedang berlibur.


Menatap Xu Chang'an, Chu Xian sama sekali tidak mempercayai nya!


"Oke, mari kita mencari makan dulu." Chu Xian menghela nafasnya sambil melambaikan tangannya pergi duluan ke depan.


Lalu dia duduk di kursi depan mobil, mobil ini terletak di dalam garasi paviliun ini, dan dia sendirilah yang membawa mobil ini karena Xu Chang'an juga mengatakan kalau Bai Suchen juga pergi berlibur.


Sekarang dia semakin yakin, Xu Chang'an hanya meninggalkan mereka pelayan dan Bai Suchen di kota Longnan, dan pergi sendiri ke sini, hanya karena alasan saja dia mengatakan itu.


"Oke, mari dengarkan dimana kamu ingin makan." kata Xu Chang'an yang sudah masuk ke dalam mobil, dan duduk di kursi depan disamping Chu Xian.


"Cari saja restoran terdekat di sini." saran Chu Xian langsung.


"Baiklah, terserah kamu aja." Xu Chang'an tersenyum lebar menyetujui saran Chu Xian.


Lalu Chu Xian membawa mobil ini keluar dari paviliun dan melaju di jalanan kota, dan Chu Xian menatap layar GPS di ponselnya, mencari tempat makan yang paling terdekat.


Beberapa menit kemudian, Chu Xian menghentikan mobil di depan sebuah restoran sederhana yang letaknya berada di pinggir jalan.


Memarkirkan mobil di sana, Chu Xian dan Xu Chang'an pun turun dan langsung memasuki restoran ini dengan segera, karena Chu Xian sekarang merasa sangat lapar.


"Mbak! Ayam mekdi dua porsi!" teriak Chu Xian yang duduk pada salah satu meja di sini, dan memanggil pelayan restoran ini.


"Baik tuan, apa ada lagi yang ingin tuan pesan?" tanya pelayan itu dengan tenang sambil menuliskan pesanan Chu Xian.


"Saudara Xu, kamu mau pesan apa?" Chu Xian bertanya dengan Xu Chang'an, karena melihat Xu Chang'an yang diam dan tidak memesan makanan.


"..."


Xu Chang'an terdiam!


Dia pikir Chu Xian memesan dua porsi untuk mereka berdua, ternyata dua porsi itu hanya untuk Chu Xian seorang diri.


"Sama dengamu, tapi satu porsi." Xu Chang'an akhirnya berkata setelah terdiam sejenak.


Chu Xian tidak peduli, dia memanggil pelayan, "Ini, teman ku juga memesan yang sama, jadi semuanya tiga porsi." katanya kepada pelayan yang berdiri dan menuliskan pesanan mereka.


"Baik..."


“Oh iya, aku lupa!” potong Chu Xian menepuk kepalanya, lalu berkata lagi, “Minuman nya jus buahnya dua ya...”


"Baik tuan, di tunggu sebentar ya." pelayan itu pergi dengan tersenyum.


"..."


Xu Chang'an semakin terdiam melihat tingkah Chu Xian yang sedikit aneh hari ini.


Apa yang terjadi?


Ini di mulai dari tadi malam.


.....


Tadi malam, di paviliun Chang'an, Chu Xian dan Xu Chang'an sedang minum dengan santai tanpa makanan apapun.


"Saudara Xu! Aku ingin bertanya serius!" Chu Xian menatap Xu Chang'an.


"Apa yang ingin kamu tanyakan?" Xu Chang'an bertanya balik.


"Kenapa setiap kamu melihat Ri Xiang kamu terlihat tidak senang?" Chu Xian bertanya dengan penasaran.


Karena sejak pertama kali dia di perkenalkan kepada tiga orang Mo Fu, Wang Zi dan juga Ri Xiang. Chu Xian melihat jika Xu Chang'an terlihat sedikit tidak senang dengan Ri Xiang.


"Ini..." Xu Chang'an terlihat tidak ingin menceritakan nya.


"Oh ayolah, aku pikir kamu teman yang baik." Chu Xian sedikit bercanda.


"Baiklah, aku akan mengatakan nya kepadamu..." Xu Chang'an menghela nafas berat, "Jadi begini..."


"Jadi seperti itu..." Xu Chang'an menyelesaikan ceritanya dengan sedih, lalu dia menenggak habis sebotol wine untuk menghilangkan kesedihannya.


"Wow, aku tak menyangka kalian punya cerita seperti itu, hehe..." Chu Xian dengan tidak berperasaan berkata seperti itu lalu bertanya, "Apakah kamu tidak berpikir untuk mencari yang lain?"


"Aku tidak bisa." Xu Chang'an menggeleng dengan sedih.


"Baik, jika begitu aku akan mencarikan nya satu untuk mu!" Chu Xian langsung memutuskan untuk nya.


"..."


Xu Chang'an terdiam.


.....


Kembali ke cerita.


Setelah Chu Xian dan Xu Chang'an selesai makan, mereka berdua segera pergi dari restoran itu, dan kembali ke mobil.


Chu Xian membawa mobil menuju ke tempat Mo Fu, karena pembicaraan yang akan mereka lakukan berada di tempat Mo Fu.


Dan tak lama mereka pun sampai, lalu tanpa menunda-nunda lagi, mereka berdua langsung memasuki paviliun Fu, dan di sambut dengan baik oleh pelayan di sana.


Masuk ke dalam ruangan, mereka melihat sudah menunggu tiga Wang Zi, Ri Xiang dan juga Mo Fu yang sedang duduk sambil berbincang-bincang.


"Selamat datang di tempat ku, Chu Xian, Xu Chang'an. Apakah perjalanan kalian ke sini lancar?" Mo Fu berdiri menyambut kedatangan mereka berdua yang baru masuk ke dalam ruangan Mo Fu.


"Jangan berkata seperti itu, kita tidak sedekat itu ya!" Chu Xian tidak ingin dekat-dekat dengan Mo Fu.


"Jangan seperti itu Chu Xian, kita ini teman bukan? Haha..." Wang Zi berdiri sambil tertawa hangat.


"Ya-ya, sekarang mari kita bahas tentang urusan kita." Chu Xian duduk di salah satu bangku di samping Wang Zi, sedangkan Xu Chang'an duduk di samping Ri Xiang dengan enggan.


"Apakah kalian ingin minum?" tanya Mo Fu menawarkan.


"..."


Chu Xian terdiam!


Muntah di dalam hati!


Kenapa kamu bertanya, seharusnya tidak perlu bertanya lagi dan suguhkan lah kami minum.


"Oke, kalian ternyata tidak ingin minum, sekarang mari kita mulai berbicara serius." Mo Fu berkata dengan tersenyum.


"..."


Chu Xian terdiam.


"Ha ha ha!" Wang Zi tertawa melihat ekspresi Chu Xian. "Hei sobat, jangan marah dengannya, dia sifatnya memang seperti itu." katanya menepuk bahu Chu Xian.


Chu Xian semakin terdiam di buatnya.


"Hei pelayan! Ambilkan temanku ini minuman yang paling enak di sini!" Wang Zi berteriak memanggil pelayan tanpa menghiraukan Mo Fu yang menatap dirinya dengan kebencian.


Apakah kamu pikir ini tempatmu?


Mo Fu tak bisa menahan muntah di hatinya, tapi dia tak bisa mengatakan nya, apalagi lawannya adalah Wang Zi. Tak bisa berkata-kata-Tak bisa berkata-kata.


Mo Fu hanya bisa pasrah dengan apa yang dilakukan oleh Wang Zi.


Tak lama, beberapa orang pelayan menghidangkan minuman dan buah-buahan di meja mereka.


Dan tanpa basa-basi lagi, Chu Xian pun langsung makan dan minum sendiri dan menghiraukan para orang tua yang menatap dirinya dengan tatapan horor.


"Hei Chu Xian! Apakah kamu tidak ingin membagikan nya dengan kami?" tanya Wang Zi dengan heran karena Chu Xian makan sendiri tanpa menawarkan mereka sama sekali. Tapi baru saja dia menanyakan itu, Chu Xian pun sudah menghabiskan semua makanan yang ada di meja, lalu dia minum dengan santai sebagai penutup.


"..."


Mereka semua terdiam, tapi Chu Xian hanya minum dengan santai seperti tidak terjadi apa-apa.


"Baik, mari kita mulai bicara." kata Chu Xian dengan tersenyum lebar, karena dia sekarang merasa sangat puas dan merasa kenyang.


(Akhir bab ini)