Achievement System

Achievement System
Bab 41 : Ah Lupakan!



Kota Gansu, seminggu kemudian,~


"Hallo Ri Xiang! Aku sudah berada di jalan, dimana kamu sekarang?"


"Aku berada di hotel Fan, kamu datang saja kesini!"


"Hei bodoh! Mana mungkin aku tau dimana hotel Fan yang kamu sebutkan ini, kirimkan aku lokasinya!"


"Oke..."


Setelah mematikan telponnya, Chu Xian melihat pesan yang berisikan lokasi tempat Ri Xiang menunggu dirinya sekarang. Lalu ia memutar arah menuju ke sana dan mengendarai mobilnya dengan sangat cepat.


Hotel Fan,~


Chu Xian turun dari mobilnya dan memasuki hotel ini, setelah menanyakan ruangan yang digunakan untuk mereka bertemu kepada resepsionis hotel, dia pun diantarkan masuk kesana dan melihat Ri Xiang yang sudah menunggu dirinya bersama seseorang yang dia kenal.


"Chu Xian, mari duduk dulu. Mari kita minum bersama sebelum melakukan pembicaraan yang serius haha..."


Itu adalah Wang Zi yang berbicara kepada Chu Xian dan mempersilakan Chu Xian untuk duduk sambil tertawa.


"Hei Ri Xiang, kenapa kamu membawa orang lain untuk membicarakan urusan kita?" Chu Xian merasa tidak nyaman.


Bukankah perjanjian nya adalah tidak membawa orang lain kedalam masalah ini?


Chu Xian tidak mengerti kenapa Ri Xiang membawa Wang Zi kesini.


“Hah, jangan salah kan aku Chu Xian,” Ri Xiang menghela nafas panjang, dan berkata, “Dia, aku tidak tau kenapa dia bisa tau tentang pembicaraan kita waktu itu, mungkin ada intel yang dimasukkan olehnya ke dalam grupku!” bisiknya.


"Hei-hei, aku dengar itu, dan juga apakah kalian tidak menyambut ku disini?" Wang Zi bertanya dengan marah.


"Tidak-tidak, maksudku adalah kamu bisa duduk bersama kami dan ayo, mari kita minum terlebih dahulu, hehe..." Ri Xiang mengubah mulutnya dan membuat Wang Zi tidak jadi marah lagi.


"..."


Chu Xian benar-benar terdiam melihat hubungan mereka berdua, dan tak bisa untuk berkata apa-apa lagi.


Chu Xian mengambil gelas dan menuangkan nya untuk dirinya sendiri. Minum dengan tenang. Ri Xiang dan Wang Zi pun tak mau kalah, mereka pun menuangkan minuman untuk mereka sendiri dan langsung meminumnya dengan sekali teguk.


Setelah beberapa saat, dan sudah beberapa gelas minuman yang mereka habiskan, akhirnya mereka berhenti dan mulai serius.


"Hei Chu Xian, bagaimana kita akan mengurus Jendral Gala ini?" tanya Ri Xiang membuka pembicaraan.


“Aku sih, terserah kamu saja, yang penting orang ini kita harus menangkapnya!” Chu Xian benar-benar terlihat santai. Dengan menghisap rokoknya dia berkata lagi, “Fuhh. Dan aku hanya pejuang garis depan saja, dan kalo untuk membuat agar kita bisa menemukan nya itu adalah urusan mu...”


"Baik... Bagaimana jika besok kita berangkat?" saran Ri Xiang secara langsung, sambil tersenyum menunggu jawaban dari Chu Xian.


Baik! Apakah tidak terlalu cepat. Dia hanya mengatakan akan bersedia untuk pergi. Tapi dia tidak tau Ri Xiang menyarankan untuk mereka pergi secara tiba-tiba besok.


"Uhh, baiklah..." setelah agak lama memikirkan nya, Chu Xian akhirnya mengangguk dengan pelan dan menyetujui kondisi yang disarankan oleh Ri Xiang.


"Hei, apakah kalian mengabaikan ku? Kenapa kalian tidak membawaku untuk bermain juga, dan kamu Ri Xiang. Kamu sudah berjanji kepada ku untuk membawaku juga, apakah kamu sudah lupa!" Wang Zi yang sedari tadi diabaikan pun angkat bicara.


"Kapan aku mengatakan akan membawa mu?" Ri Xiang tidak ingat kapan dia berbicara seperti itu.


"Itu kemarin malam, sewaktu kamu mabuk!" Wang Zi mengatakan yang sebenarnya.


"..."


"Kalau begitu, aku pergi dulu dan bersiap-siap untuk besok!" Chu Xian beranjak dari tempat duduknya dan keluar dari ruangan itu, meninggalkan kedua orang yang sedang bertengkar di dalam.


.....


Keesokan harinya,~


Tok... Tok... Tok...


"Kakak! Bangun, ada yang sedang mencari kakak diluar!" teriak LingJi memanggil Chu Xian dikamarnya sambil mengetuk pintu.


"Uhh... Siapa yang pagi-pagi mencariku?" Chu Xian yang baru membuka matanya, dan mendengar teriakan LingJi diluar kamarnya pun bangun sambil mengucek matanya yang masih belum terbuka sempurna.


"Kakak!" teriakan LingJi semakin keras.


"Iya-iya! Kakak sudah bangun!" teriak Chu Xian sambil menutup telinganya dengan kedua tangan, karena mendengar suara LingJi yang sangat keras di pendengaran nya.


Bangun dari tempat tidur, Chu Xian memasuki kamar mandinya dan mencuci mukanya sebelum mandi.


Tak lama, Chu Xian pun keluar dari kamarnya dan turun ke bawah. Melihat orang yang menunggunya adalah Wang Zi.


"..."


Kenapa kamu? Wajah Chu Xian menghitam, melihat ternyata orang yang menunggu dirinya adalah Wang Zi, seorang Raja yang aneh menurut Chu Xian. Dan sebenarnya Chu Xian tidak ingin terlalu dekat dengan orang ini, tapi apalah daya, dia hanya bisa menerimanya saja karena Wang Zi merupakan teman dari Xu Chang'an, Mo Fu dan juga Ri Xiang.


"Yo. Chu Xian! Baru bangun?" Wang Zi menyapa Chu Xian dengan melambaikan tangannya.


"Ya, kenapa kamu datang ke rumah ku?" Chu Xian bertanya dengan enggan.


"Haha... Semalam, setelah kamu pulang, aku dan Ri Xiang sudah membuat sebuah kesepakatan dan akhirnya setelah aku bernegosiasi, aku di ajak untuk pergi bersama kalian ke negara F!"


Mengatakan itu, Wang Zi terlihat begitu senang dan tertawa bahagia, hanya karena dia di ajak untuk pergi bersama mereka. Lalu Wang Zi berkata lagi, “Dan kita akan berangkat nanti siang dengan menggunakan pesawat pribadi yang sudah di persiapkan untuk kita...”


"Yah, baiklah-baiklah aku tau itu, dan sekarang aku hanya ingin makan saja dulu..." Chu Xian meninggalkan Wang Zi di ruang tengah. Tapi Wang Zi yang tidak ingin ditinggalkan pun mengikuti Chu Xian pergi kedapur.


"Kenapa kamu mengikutiku?" Chu Xian berteriak, buat apa Wang Zi mengikuti dirinya. Apakah dia ingin ikut makan bersamanya!


"Hehe... Tadi aku kesininya belum makan sama sekali. Apakah kamu tidak kasihan dengan Raja ini?" Wang Zi terkekeh.


"Baiklah-baiklah! Kamu boleh ikut makan tapi kamu harus membayar ku!"


Setelah mengatakan itu, Chu Xian lalu memanggil LingJi dan juga Gu Qingchen yang tinggal dirumahnya sekarang, bahkan Gu Qingchen tinggal secara gratis disini.


Mereka berempat lalu makan bersama, dan terlihat LingJi, Gu Qingchen dan juga Wang Zi yang terlihat berbicara sambil tertawa saat makan, sedangkan Chu Xian hanya diam dengan wajahnya yang terlihat tidak baik.


Setelah makan Chu Xian mengatakan kepada LingJi dan juga Xia bahwa dia hari ini akan berangkat ke negara F. Dan dia juga mengatakan kepada mereka untuk mengawasi Gu Qingchen yang berada di rumahnya.


Lalu Chu Xian dan Wang Zi segera berangkat ketempat pesawat pribadi yang sudah dipersiapkan untuk mereka dan di sana Ri Xiang juga sudah menunggu mereka berdua.


Melihat Chu Xian dan Wang Zi yang baru saja tiba, Ri Xiang mengangguk dan berkata, “Kita berangkat sekarang!”


Baik...


Mereka bertiga masuk kedalam pesawat dan duduk diruang pribadi, dan juga yang menjadi pilot dari pesawat ini adalah dari orang-orangnya Ri Xiang...


(Akhir bab ini)