
Langkah Petir~
Walaupun Chu Xian tidak bisa terbang seperti yang di lakukan oleh para pahlawan abadi (menggunakan pedang terbang), tapi ia bisa melompat, dan lompatan nya itu hampir menyamai terbang.
Dari satu gunung ke gunung yang lain, Chu Xian mendarat di gunung pertama di mana tempat dua orang Petarung Hebat yang sedang bertarung.
Kedua orang itu baru saja terpisah.
“Hei, aku adalah teman Wang Zi, dan aku di sini untuk membantu mu.”
Teriak Chu Xian kepada seorang lelaki tua yang kelihatan nya adalah anggota dari Kerajaan tersembunyi. Dia mengenalinya dari pakaian yang di kenakan oleh lelaki tua itu.
Kedua orang itu baru saja terpisah dari pertempuran jarak dekat.
Lelaki tua itu memandang Chu Xian, dan dari matanya dapat di lihat bahwa dia mengenali Chu Xian, “Apakah kamu teman Wang Zi, baiklah, tolong bantu aku menghadapi orang ini, sudah dua hari aku menghadapi nya, dan hati-hati, orang ini begitu sulit.”
“Tenang saja.” Chu Xian mengangguk paham mendengar penjelasan lelaki tua itu.
Sepertinya lawan ini ahli pertempuran jarak dekat.
Ini yang aku suka.
Langkah Petir~
Tubuh Chu Xian di selimuti guntur dan kilat, dan detik berikutnya dia sudah melesat dengan kecepatan yang membutakan mata.
Tinju~
Bang! Ledakan!
Chu Xian mundur sejauh sepuluh meter.
Wow, tubuh orang ini cukup keras.
Benar saja, lawannya adalah Petarung hebat tingkat puncak, sedangkan ia masih dalam tahap pertengahan. Celah ranah memang sulit untuk di atasi. Fakta bahwa dia bisa bertarung dengan melompati level dan masih seimbang itu adalah sesuatu yang langka.
“Pak tua, ayo kita bekerja sama untuk menghadapinya!”
Lelaki tua itu mengangguk paham, lalu lelaki tua itu mengeluarkan sebuah pedang yang terlihat berapi-api.
Chu Xian juga mengeluarkan pedangnya.
Pedang Naga Petir!
Bilah pedang di selimuti oleh jalinan guntur dan kilat.
Sekarang Chu Xian terlihat seperti Dewa Petir. (Thor kali ya, hahaha)
Dengan kerja sama Chu Xian dan lelaki tua itu, Chu Xian pun tanpa ragu lagi untuk menyerang.
Tebas!
Pertama Chu Xian menggunakan langkah Petir nya untuk berpindah tempat dan seketika dia pun berada di belakang lawan.
Lelaki tua itu juga menyerang dari depan.
Dua Bilah energi pedang dari depan dan belakang. Yang satu adalah Petir dan yang satu adalah api.
Lawan terjepit di antara serangan keduanya.
Karena prosesnya sangat cepat, dan lawan nya pun belum sempat merespon, akhirnya orang itu terkena serangan antara Chu Xian dan lelaki tua itu.
“Ahh!”
Mati!
Boom!
Lawan berubah menjadi abu terbang.
Lelaki tua itu terduduk. Jelas sekali bahwa energinya sekarang benar-benar telah habis karena serangan tadi menggunakan seluruh energi yang di miliki olehnya.
“Terima kasih.” Lelaki tua itu mengucapkan kalimat itu sebelum pingsan karena kehabisan energi.
“Ha,” Chu Xian tercengang, apakah lelaki tua itu bercanda, dia baru saja tiba di sini dan kamu sudah pingsan.
Chu Xian tidak tau bahwa selama dua hari ini, Orang-orang tidak ada yang berhenti bertempur.
Baik!
Mari pindah tempat.
Ya, sekalian mencari titik points.
Di sini adalah medan perang orang-orang dengan tingkat Prajurit dan di dalamnya juga termasuk Wang Zi dan yang lainnya.
Jumlahnya, kalau di hitung-hitung mungkin mencapai puluhan ribu, dia juga tidak tau, karena gunung yang luas ini hampir di penuhi oleh orang-orang yang sedang bertempur. Belum lagi mayat-mayat manusia yang tidak terhitung jumlahnya tergeletak dimana-mana.
Di antara kerumunan, dia melihat Wang Zi yang sekarang tengah kesulitan menghadapi beberapa orang dengan tingkat yang sama.
“Pak tua, apakah kamu butuh bantuan!”
Sebelum Wang Zi bisa menjawab, Chu Xian sudah lebih dulu membunuh beberapa orang yang menghadapi Wang Zi.
“Bagus nak—”
Sebelum Wang Zi menyelesaikan perkataannya, Chu Xian sudah lebih dulu pergi ke tempat lainya untuk membunuh.
Dengan pedang di tangannya yang terjalin guntur dan kilat, keberadaan Chu Xian begitu mencolok.
Setiap satu tebasan untuk satu orang.
Satu pukulan membunuh musuh.
Sepertinya tidak ada yang bisa menghentikan Chu Xian dari membunuh. Untung saja anggota kerajaan tersembunyi mempunyai hal yang bisa di bedakan dari lawan, yaitu pakaiannya, jika tidak Chu Xian sudah menggunakan Cakar Dewa nya untuk membasmi mereka seluruhnya.
Ting!
Mendengar suara pengingat sistem yang terus berdering di telinganya, Chu Xian semakin bersemangat.
Hahaha, kali ini aku kaya, kaya.
Mati!
Dengan sekali tebasan, beberapa orang dengan tingkat Prajurit puncak mati tanpa tempat untuk mati.
Chu Xian menggila di medan perang ini!
Di gunung keempat.
Beberapa orang yang sedang bertarung di sini langsung berhenti ketika melihat Chu Xian yang sedang bertempur dengan gila.
“Apakah ada karakter seperti itu di Kerajaan tersembunyi?”
“Orang itu Petarung Hebat kan?”
Dua orang Legenda terkejut melihatnya, dapat di lihat dari sini bahwa Chu Xian memang benar-benar mampu untuk membalikan situasi. Tapi bukan itu masalahnya, tapi sejak kapan ada karakter yang begitu hebat di sini.
“Hahaha, Kerajaan tersembunyi ku terselamatkan!”
Kali ini Penatua Agung yang tertawa, dia sungguh lelah, 1 lawan 2 dan dia juga tanpa istirahat sehingga membuatnya terlihat lesu dan malu.
“Tunggu, sepertinya aku mengenalinya... Hei, hei, bukankah itu Chu Xian yang di rumor kan!”
“Apa! Maksudmu Raja Iblis Longnan!?”
“Jika begitu orang itu tidak bisa di biarkan, mari kita bunuh dia bersama-sama untuk menghilangkan bencana masa depan!”
Kedua orang itu bersiap untuk turun dan membunuh Chu Xian di seberang sana.
“Apakah aku membolehkan kalian untuk pergi!” Penatua Agung menghentikan kedua orang itu.
Lalu pertempuran sengit terjadi lagi di antara tiga orang tersebut. Dua lawan Satu hal itu memang merepotkan bagi Penatua Agung, untung saja dia lebih tinggi satu tingkat di bandingan kedua orang ini, jika tidak, mungkin Kerajaan tersembunyi akan berakhir di sini.
Sebenarnya Penatua Agung masih memiliki kartu truf, tapi itu tidak mudah di gunakan, kecuali jika ia menghadapi eksistensi yang lebih tinggi, barulah ia mengeluarkannya.
Di tempat Chu Xian.
“Kenapa tadi aku merasa dingin ya!?” Di sela-sela pembunuhan yang dilakukan olehnya, Chu Xian berhenti di tengah-tengah.
[Heh, anak muda, tadi ada yang memiliki niat membunuh terhadap mu]
“Siapa?” Chu Xian langsung kesal. Di saat seperti ini, siapa yang berani berniat untuk membunuh dirinya, apakah dia tidak takut aku akan menebas mu dengan pedang.
[Itu, yang sedang bertarung di gunung keempat]
Chu Xian: "..."
(Akhir bab ini)