Achievement System

Achievement System
Bab 51 : Pedang Naga Petir Debut!



Chu Xian sekarang dalam kondisi yang baik, karena luka dan energinya sekarang sudah pulih sepenuhnya, bahkan sekarang dia merasa lebih kuat 10 kali lipat dari sebelumnya.


"Hei, apakah kamu mendengarkan orang tua ini?" orang tua itu bertanya dengan geram, karena melihat Chu Xian yang sepertinya tidak melihat dirinya sama sekali.


"Heh, aku dengar apa yang kamu katakan orang tua, tapi kenapa aku harus takut?" Chu Xian bertanya dengan penuh percaya diri.


Sekarang dia sudah tidak seperti yang sebelumnya, dan sekarang juga dia bisa menghadapi sepuluh, tidak bukan sepuluh tapi seratus yang seperti orang tua ini, jadi buat apa dia takut hehe...


"Sekarang aku bertanya lagi dengan mu orang tua! Apakah kamu ingin kita berhenti di sini atau melanjutkan pertarungan kita yang masih belum selesai?" Chu Xian bertanya seperti itu karena dia merasa tidak ada untung nya mereka bertarung jika orang tua ini tidak menjelaskan alasan kenapa dia menargetkan dirinya.


“Tidak akan!” tolak orang tua itu dengan keras, lalu dia berkata lagi dengan kebenciannya terhadap Chu Xian, “Karena hari ini aku harus membunuhmu dan membalaskan dendam akan istriku yang kamu bunuh!”


???


Istri dari orang tua ini?


Chu Xian langsung tercengang mendengarkan alasan kenapa orang tua ini harus berjuang mati-matian dengannya.


Kapan dia membunuh istri orang tua ini, sedangkan dia saja tidak pernah merasa membunuh seseorang tahun lalu, dan juga kenapa dia harus membunuh jika dia saja sama sekali tidak mengenali orang tua ini dan juga istrinya.


Chu Xian muntah di dalam hatinya.


"Sistem!"


Sekarang dia hanya bisa bertanya kepada Sistemnya, karena hanya Sistem lah yang tau hal ini benar apa tidak.


[Sayang, apakah kamu tidak ingat sewaktu kamu menyembuhkan Su Yang tahun lalu?]


Ingat, dirinya sangat mengingat hal tersebut, tapi yang menjadi pertanyaan nya adalah, apa hubungannya menyembuhkan Pak tua Su dengan masalah ini.


[Yang membuat Su Yang menjadi seperti itu dulu kan adalah terkena Sihir jenis Voodoo...]


Iya, dia ingat itu lalu apa?


[Dan yang menggunakan Voodoo untuk menyakiti ayah Rukia adalah istri dari orang ini]


Ah, sekarang dia mengerti!


"Apakah kamu mengatakan sewaktu proses penyembuhan waktu itu menyebabkan sang pengguna sihir tersebut mati?" tanya Chu Xian merasa pemikirannya benar.


[Yah, seperti itu lah dan hal itu terjadi karena ada pembalikan energi yang membuat orang itu terkena serangan balasan dari apa yang di perbuat olehnya]


Sistem menjelaskan detailnya kepada Chu Xian.


Oke, jika seperti itu maka orang tua ini pasti sudah melakukan hal yang sama dengan istrinya, dan mungkin sudah membunuh banyak orang yang tak bersalah menjadi korbannya.


“Baik...” Chu Xian menatap orang tua itu lalu berkata, “Orang tua! Jika kamu berkata seperti itu maka jangan salahkan aku karena kejam!”


"Hah, apakah kamu ingin membunuh ku anak muda, sedangkan situasi kita berdua tidak berbeda jauh, apa yang membuatmu begitu percaya diri?" orang tua itu lalu melompat menuju ke bawah tempat Chu Xian berdiri sekarang ini.


"Yah, jika kamu ingin mati, maka aku akan mengabulkan nya wahai orang tua!" Chu Xian menghela nafasnya, lalu dia mengambil sesuatu dari ruang penyimpanan Sistemnya.


"Oke, ini adalah debut pertamamu, jadi jangan kecewakan aku ya..." Chu Xian berkata dengan lembut kepada Pedang Naga Petir yang di dapatkan oleh dirinya dari hadiah waktu itu.


Pedang ini terlihat indah dengan ukiran-ukiran simbol yang belum pernah di lihatnya, dan panjangnya adalah satu meter, dengan gagangnya yang berkepala naga.


Sekarang!


Pedang~


Sikat~


Chu Xian menebas pedang itu dengan memasukkan energinya ke arah pak tua yang sudah berada di depannya dan ingin menyerang dirinya, dan...


Crash!


Bayangan Petir mengenai orang tua itu, sehingga membuatnya menjerit kesakitan. Dengan perlahan orang tua itu mulai terbakar, dan tak lama orang tua itu benar-benar hancur menjadi debu.


"Fyuh! Oh akhirnya hal ini berakhir juga..." Chu Xian terduduk dan menghela nafasnya dengan lega.


"Chu Xian!"


Teriak Rukia dari atas lubang tempat Chu Xian berada sekarang.


"Ya, aku di bawah dan baik-baik saja!" balas Chu Xian berteriak sambil tersenyum.


Lalu Chu Xian melompat ke atas dan hanya sekejap mata dia sudah berada di depan Rukia.


Rukia langsung memeluk Chu Xian sehingga membuat mereka berdua terjatuh ke bawah, tapi Rukia tetap tidak melepaskan pelukannya terhadap Chu Xian, dengan menangis dia berkata, “Chu! Apakah kamu tidak tau aku sangat khawatir dengan mu?”


"Ya-ya, aku tau kok kamu sangat mengkhawatirkan diriku, tapi kan kamu lihat sendiri aku tidak apa-apa..." Chu Xian mengatakan nya sambil mengelus punggung Rukia dan mencoba untuk menghibur nya.


Tapi bukannya segera melepaskan pelukannya terhadap Chu Xian, Rukia malah semakin memeluknya dengan erat, dan sewaktu Chu Xian ingin berdiri...


Cup!


Rukia mencium Chu Xian dengan keras, sampai-sampai Chu Xian yang tidak siap hanya bisa pasrah dengan apa yang dilakukan oleh Rukia terhadapnya.


Tapi dia juga menikmatinya hehe, dan sepertinya mereka berdua sudah lupa jika di sini masih ada para polisi yang melihat mereka.


"Ehm! Tuan nyonya, ayah kalian sudah bangun..." seorang polisi berdehem dan menyadarkan mereka berdua.


"Ah! A... Aku ingin pergi melihat ayah!" Rukia yang wajahnya memerah malu pun segera berdiri dan berlari menuju ke tempat ayahnya berada agak jauh dari tempat Chu Xian dan orang tua tadi itu bertarung.


“Hehe, manis juga rasanya...” Chu Xian memegang bibirnya dengan tersenyum.


Lalu dia berdiri dan menepuk-nepuk tubuhnya yang sangat kotor.


"Ayo, bawa aku kembali..." kata Chu Xian kepada para polisi dengan tersenyum.


Sekarang dia dalam suasana hati yang sangat baik untuk apa yang sudah terjadi hari ini, karena dengan mengalahkan orang tua tadi dia mendapatkan keuntungan baik itu dari ranah kultivasi nya yang meningkat ataupun dari mendapat kan banyak point dari membunuh orang tua itu.


"Baik tuan!"


Ucap para polisi itu dengan serempak, sekarang setelah mereka melihat sendiri kemampuan Chu Xian yang sebenarnya, mereka sangat mengagumi Chu Xian, dan ada juga rasa takut akan kemarahan Chu Xian, dan mereka pun jadi sangat mematuhi permintaan Chu Xian.


Dan sekarang mereka percaya bahwa gelar Chu Xian yang di sebut Raja Iblis Longnan bukan sebutan yang main-main.


Lalu Chu Xian berjalan duluan dan segera memasuki mobil polisi yang tadi dia naiki, dan polisi yang menyetir mobil ini pun membawa mobilnya dengan jujur.


Sedangkan Rukia, dia sekarang juga sudah berada di depan membawa mobilnya sendiri, dan membawa ayahnya untuk segera pulang ke rumah mereka.


Tak ingin mengganggu reuni keluarga itu, Chu Xian pun meminta kepada polisi yang membawa dirinya agar dia di antarkan ke rumahnya sendiri.


Di dalam mobil sekarang Chu Xian merasa sangat senang, karena mendengar suara Sistemnya yang berkata.


[Selamat untuk mu anak muda! Kamu sudah membuat prestasi dengan mengalahkan musuh dan mendapatkan 50.000 point]


[Yah, dan kamu hari ini sangat beruntung karena sekarang tingkat kultivasi mu sudah meningkat dan kamu juga sudah bisa menguasai Pedang Naga Petir dengan mahir]


"Hehe, Sistem! Apakah aku mendapatkan bonus atau sesuatu seperti peti hadiah atau apa?" Chu Xian berharap dia mendapatkan lebih.


[No we, apakah kamu pikir Sistem ini akan memberikan hadiah secara gratis seperti tempat amal? Kamu sebaiknya jangan terlalu serakah, karena keserakahan akan membuatmu sengsara!]


Chu Xian langsung muntah darah mendengar perkataan Sistemnya, lalu dia tak bicara apa-apa lagi, sekarang dia hanya ingin tidur.


(Akhir bab ini)