
Gunung Xi Xia?
Sebelum Chu Xian bertanya lagi, Wang Ziyan melanjutkan: “Ya, tempat ini bisa juga di sebut dengan Kerajaan Feng Xia, dan di sini adalah istana kerajaan. Dan istana ku ini berada di salah satu dari gunung...”
“Kerajaan?!”Sekarang Chu Xian sangat bingung. Benarkah dia kembali ke zaman Kerajaan? Lalu bagaimana dia harus kembali? Tunggu dulu, tadi Ziyan mengatakan kalau ini adalah istana, bukankah wanita ini adalah seorang putri atau sesuatu seperti itu!
Chu Xian menatap Wang Ziyan.
Menyadari tatapan Chu Xian, Wang Ziyan berkata lagi: “Ya, aku adalah seorang putri, dan sebenarnya tempat ini kamu bisa menyebutnya dengan dunia tersembunyi...”
Apa!
Chu Xian kaget dengan apa yang di dengarnya, tapi itu hanya kaget saja, sebenarnya dia sama sekali tidak mengerti.
“Kamu menyebutnya dunia tersembunyi, kalau boleh tau apa itu sebenarnya?”Tanya Chu Xian mengesampingkan tentang Ziyan yang merupakan seorang putri.
Wang Ziyan cukup terkejut dengan reaksi Chu Xian yang cukup tenang, dan hanya ingin tau tentang tempat ini sebenarnya. Biasanya, jika orang lain tau kalau ia adalah seorang putri maka pandangan mereka terhadap dirinya langsung berubah menjadi hormat dan sopan. Tapi melihat Chu Xian, seperti tak peduli dengan identitasnya.
Wang Ziyan cukup kagum dengan Chu Xian, awalnya dia tak ingin memberitahu identitasnya kepada Chu Xian, tapi setelah melihat reaksi Chu Xian yang tenang, dia pun menghela nafas lega. Dia tidak ingin orang-orang melihatnya, dan berbicara dengan hormat, yang di butuhkan olehnya adalah keakraban, karena di sini ia selalu merasakan kesepian. Yah, walaupun dia punya seorang kakak laki-laki, tapi orang itu selalu saja pergi keluar dan sangat jarang untuk kembali.
“Dunia Tersembunyi—”
“Putri, penatua agung memanggil putri untuk menghadap.”
Perkataan Ziyan terhenti, karena tiba-tiba di sela oleh seseorang dari balik pintu. Di dengar dari nadanya, seseorang ini adalah seorang pelayan.
“Maaf, aku harus pergi dulu...”Ucap Ziyan meminta maaf, “Nanti aku kesini lagi, dan sebaiknya kamu beristirahat dulu... Dan untuk pertanyaan mu tadi, aku akan menjawabnya nanti.”
Setelah mengatakan itu Ziyan terlihat sedang terburu-buru, dan berlari keluar.
Chu Xian yang ditinggalkan pun tak bisa berkata apa-apa, apa lagi memangnya yang bisa dia katakan, dia lalu berdiri berniat untuk melihat-lihat sekitar.
Membuka pintu menuju ruang balkon, Chu Xian merasakan hangatnya sinar matahari yang sudah lama tidak mengenai nya.
“Di sini ternyata sangat hidup,”Melihat kebawah, istana ini sepertinya berada di atas puncak gunung, dia melihat dalam jarak 100 meter dari tempat ini ada gunung lagi, dan jumlahnya ada 9 gunung, dan itu saling terhubung, jadi tempat ini hanyalah salah satu dari gunung ini. Dan di bawah, di tengah-tengah gunung, ada sebuah danau yang sangat luas. Danau ini di kelilingi oleh 9 gunung.
Bukan itu saja, samar-samar Chu Xian melihat ada banyak orang yang berada di danau itu seperti rumah-rumah. Tapi karena jarak penglihatan yang cukup jauh, karena dia berada di atas puncak, hanya sedikit saja yang bisa dilihatnya.
“Apa?”Chu Xian segera terkejut karena melihat ada beberapa orang yang terbang dengan menggunakan pedang.
Bukankah ini dunia Xiu Xian tempat di mana peri berada?
Jadi, menurut Chu Xian, dia mengambil kesimpulan bahwa bukan tidak mungkin dunia ini masih dunia yang dia tau, akan tetapi di sini mungkin saja merupakan sesuatu seperti sekte-sekte tersembunyi di dalam novel.
[Selamat, tebakan mu tentang dunia ini benar]
[Tapi, maaf tidak ada hadiah, haha...]
Wajah Chu Xian langsung menghitam seketika. Jangan keluar kalau hanya untuk mengejekku! Tak bisa menahan muntah di dalam hatinya.
“Sistem, berikan aku sebuah baju...”
[Oke, di potong 1 titik points, pakaian mu ada di ruang penyimpanan sistem]
Satu set pakaian di letakan di ruang penyimpanan sistem, dan langsung saja Chu Xian mengambilnya. Membuka pakaian wanita yang ada di tubuhnya, dia merasa sangat malu, jangan sampai hal ini di ketahui oleh teman-temannya!
Setelah mengganti pakaiannya. Chu Xian terlihat berbeda, karena pakaian yang di pakainya ini adalah sebuah pakaian tao seperti yang di pakai di dalam game Xiu Xian, dan ini terlihat cukup mewah, dia merasa kharisma dan wibawanya meningkat lagi.
Baik!
Jangan banyak berpikir lagi, sekarang yang terpenting adalah memulihkan dirinya secepat mungkin agar dia bisa keluar dari tempat ini dan kembali ke kota Longnan.
Kembali ke dalam kamar, Chu Xian duduk di lantai, ia memejamkan matanya sambil menenangkan pikirannya, dia mulai menghembuskan nafasnya perlahan. Perlahan-lahan, kesadarannya pun mulai tenang dan Chu Xian mulai menyerap aura dari tempat ini. Chu Xian cukup terkejut karena tenyata energi spiritual dari tempat ini sangat kaya, sehingga membuat kecepatan latihannya meningkat beberapa kali lipat.
Bagus! Dengan begini pemulihan ku pasti akan lebih cepat!
Chu Xian bersemangat di dalam hatinya, dan terus-menerus menyerap aura di tempat ini.
Dua jam kemudian.
Terdengar suara pintu yang terbuka. Tapi Chu Xian masih belum sadar dan masih tenggelam dalam latihannya.
“𝘚𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘵𝘢𝘮𝘱𝘢𝘯,”Wang Ziyan diam-diam mendekat. Wajahnya diam-diam memerah panas, “𝘛𝘢𝘱𝘪, 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘢𝘴𝘢𝘭𝘯𝘺𝘢 𝘱𝘢𝘬𝘢𝘪𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘰𝘭𝘦𝘩𝘯𝘺𝘢?”Wang Ziyan sedikit berpikir, tapi dia segera melupakan nya. Setiap orang punya rahasianya masing-masing.
Wang Ziyan duduk di tempat tidurnya dan menunggu Chu Xian bangun dalam kondisi kultivasi nya. Dia cukup terkejut, dan tidak terkejut kalau ternyata Chu Xian adalah seorang praktisi, karena dia merasa tidak mungkin kalau manusia biasa jatuh dari langit dan tidak terjadi apa-apa. Hanya koma selama satu bulan sudah merupakan keajaiban. Dan Chu Xian juga mengatakan kepadanya, kalau ia berakhir di sini karena pertempuran. Dan untuk pertempuran itu, dia merasa tidak berhak untuk menanyakan nya. Jadi Wang Ziyan tau dari awal Chu Xian adalah seorang praktisi yang sangat kuat. Dia tidak tau apakah Chu Xian sama kuatnya dengan kakak laki-laki nya itu.
Menunggu Chu Xian bangun, Wang Ziyan sama sekali tidak merasa bosan. Melihat wajah tampan dari pihak lain sudah membuatnya puas. Bukannya dia tidak pernah melihat pria tampan, akan tetapi dia tidak pernah melihat pria setampan Chu Xian yang juga memiliki sifat yang cukup baik. Perasaannya mengatakan begitu.
“Apakah kamu sudah lama menunggu?”Chu Xian membuka matanya sambil tersenyum.
(Akhir bab ini)