Achievement System

Achievement System
Bab 83 : Hah wanita ini lagi?



—Kota Ryu


Pagi hari.


Chu Xian saat ini sudah keluar dari hotel dan pagi-pagi sekali dia berada di sebuah restoran dan sedang sarapan untuk mengisi perutnya.


“Apa aku cari seorang pemandu aja ya hmm...”pikir Chu Xian merasa sedikit suram. Karena tidak ada yang bisa di ajak bicara ataupun mengantarkan dirinya berkeliling kota ini.


“Halo, apakah aku boleh duduk di sini?”sapa seorang wanita yang tiba-tiba bertanya kepada Chu Xian yang sedang makan.


“Ha... Oke-oke silahkan duduk...”kata Chu Xian tersenyum dan tidak menolak.


Apakah ini yang namanya 'pucuk dicinta bulan pun tiba'?


Baru saja dia berpikir untuk mencari seseorang untuk di ajak mengobrol dan sekarang orangnya muncul tiba-tiba.


Wanita ini terlihat sangat cantik dengan pakaian formal dan sepertinya dia adalah seorang pekerja kantoran yang terlihat ramah.


Dengan senyuman yang indah, wanita itu lalu duduk di depan Chu Xian, dan mulai memesan makanan untuk dirinya sendiri.


“Apakah kamu luar?”tanya wanita itu tiba-tiba.


“Yah...”Chu Xian mengangguk sedikit. “Memangnya kenapa?” tanya dia balik sambil menatap wanita itu dengan tersenyum.


“Tidak apa-apa sih, cuma tebakan aja. Tapi bahasa negara K kamu kok lancar ya?”wanita itu menatap Chu Xian dengan tertarik.


Melihat wajah tampan Chu Xian membuatnya sedikit linglung. Dia tidak pernah bertemu dengan seorang pria yang setampan Chu Xian ini.


“Tidak juga sih, aku masih belum lancar menggunakan aksen di sini hehe...”Chu Xian yang sudah selesai makan pun berkata dengan santai.


Oke!


Wanita itu mengangguk sedikit dan mengerti, lalu dia diam karena makanan yang dia pesan sudah di antar kan di atas meja. Chu Xian pun tidak mengajak bicara lagi, dan menunggu wanita itu menghabiskan makanannya.


Setelah wanita itu selesai makan.


“Siapa nama kamu? Maaf jika aku tidak sopan dan tiba-tiba menanyakan hal ini!”kata wanita itu berbicara dengan senyuman yang lembut.


“Nama ku Chu Xian! Dari negara C...” jawab Chu Xian membalas senyuman nya. “Dan siapa nama kamu?” balas Chu Xian bertanya.


“Nama ku Megumi Junko...” jawabnya dan tidak menjelaskan yang lain.


“Hm, kalau begitu aku akan memanggil mu Junko saja, apakah boleh?”Chu Xian memikirkan bahwa panggilan ini seperti tepat.


“Yah, tidak apa-apa!”Junko menggelengkan kepalanya dan tersenyum.


Lalu mereka mulai berbicara dengan santai dan seperti teman yang sudah akrab sejak lama.


Setelah merasa lama mereka berdua berbicara, mereka pun saling mengucapkan selamat tinggal.


“Kamu orang yang menarik!”Junko meninggalkan kata itu dan berjalan keluar dari restoran ini.


Setelah wanita itu pergi, Chu Xian juga tidak terburu-buru untuk pergi juga, tapi dia mengeluarkan rokoknya terus menghisap nya dengan santai.


“Kamu juga menarik...”kata Chu Xian diam-diam.


Aku...


Di tempat lain.


Sebuah bangunan tua yang terlihat masih mempertahankan gaya arsitektur zaman dahulu.


Seorang pria tua dengan jenggot putih lebat dan terlihat ganas. Pria tua itu duduk di kursi seperti Raja dan ada beberapa orang yang juga duduk bersimpuh di bawahnya.


Pria tua itu menatap ke bawah dengan tajam dan bertanya: “Apakah benar yang kamu katakan itu? Ada seorang yang sangat kuat telah memasuki wilayah kita!”


“Y... Ya yang kami katakan itu memang benar Tuan!”jawab seorang pria dengan seluruh tubuh yang gemetar karena takut kepada pria tua itu.


“Huh!”pria tua itu menghentakkan tangannya pada pegangan kursinya dan mendengus dingin, “Kalian harus memastikan nya dengan benar, dan jika itu memang benar, maka orang tua ini sendiri yang akan menemukan orang itu!”katanya dengan dalam.


“Ba... Baik Tuan!”orang itu segera mematuhi perintah dari orang tua itu.


Aku...


Saat ini Chu Xian sedang berada di sebuah bar dan sekarang hari juga sudah Malam. Dia duduk di pojok sendirian dan sedang minum beberapa botol anggur.


Chu Xian melihat ke sekeliling, dan merasa bar ini terlalu ramai, lalu bagaimana caranya dia untuk mencari target yang ingin carinya?


Chu Xian menghela nafasnya sedikit dan menggelengkan kepalanya. Dia merasa bahwa tugas ini agak berat, dan menyesal pun sudah terlambat. Bagian tersulit dari tugas ini menurut Chu Xian bukanlah bertarung dengan sengit, tetapi adalah mencari orang itu di antara jutaan manusia di negara ini.


Andai saja dia punya informan yang bisa menunjukkan di mana orang itu berada.


Mutan sialan!


Chu Xian membenci mutan ini di dalam hatinya.


Ha!


Chu Xian sepertinya mengingat sesuatu?


Bagaimana kalau dia mencari sebuah keluarga atupun klan yang cukup berkuasa di negara ini dan nantinya orang-orang itu akan membantunya untuk mencari target yang ingin dia cari.


Hehe, aku memang pintar dan jenius!


Chu Xian tertawa dalam hatinya, dan merasa ide ini bisa di coba. Tapi sekarang dia belum terburu-buru untuk melakukan itu dan menunggu saat yang tepat, karena dia merasakan firasat bahwa ada yang ingin mencari masalah dengan dirinya, dan dia tidak tau apakah itu benar atau tidak.


Setelah minum selama setengah jam, Chu Xian tiba-tiba di datangi oleh seorang kenalan yang dia temui tadi pagi.


“Hei halo! Kita bertemu lagi! Apakah aku boleh duduk di sini?”Junko menyapa Chu Xian dengan tersenyum.


Awalnya dia ke sini untuk melakukan pertemuan bisnis dengan bosnya, tapi setelah dia melihat Chu Xian yang duduk sendiri, dia pun lebih memilih untuk mendekati Chu Xian daripada bertemu dengan bos yang menurutnya akan melakukan hal yang tidak baik kepadanya.


“Ya”Chu Xian mengangguk setuju.


“Apa yang membawa mu ke sini?”tanya Junko dengan sikap yang akrab.


“Aku sedang minum sambil menunggu kedatangan seseorang!”jawab Chu Xian dengan jujur. Iya, dia memang saat ini sedang minum dan yang katanya untuk menunggu seorang maksudnya adalah mungkin target yang dia cari akan timbul di sini secara tiba-tiba.


Tapi Junko tidak merasa seperti itu, dan membuat Junko mengerutkan keningnya.


Apakah Chu Xian sudah punya seseorang yang dia tunggu?


Apakah itu wanitanya?


Melihat Chu Xian yang sangat tampan membuat Junko berpikir bahwa Chu Xian pasti sedang menunggu seorang yang sangat penting baginya.


Tak tau kenapa hatinya terasa sedih tiba-tiba.


Apakah aku sudah jatuh cinta kepadanya?


Junko terkejut dan bertanya-tanya kepada dirinya sendiri, dan merasa bahwa itu benar, karena sejak dia pertama kali melihat Chu Xian, tidak tau kenapa hatinya menjadi sangat tertarik dan penasaran dengan Chu Xian.


Tak ingin menunjukkan kesedihan nya, Junko pun tersenyum dan berkata: “Apakah aku mengganggu mu? Jika aku benar-benar menggangu mu maka aku akan segera pergi untuk melakukan bisnis...”


“Tidak-tidak”Chu Xian sedikit menggeleng dengan tersenyum, “Kamu sama sekali tidak menganggu dan mungkin orang yang aku cari tidak ada di sini...”Chu Xian langsung menjawab dengan tenang.


Iya, dia memang merasa kalau mutan sialan itu mungkin tidak akan pergi ke tempat-tempat yang seperti ini, dan mungkin saja mutan itu sedang berada di tempat lain dan sedang melakukan kejahatan!


“Baik”Junko yang mendengar itupun terlihat senang, dan tidak jadi untuk pergi meninggalkan Chu Xian. Dia sangat berharap agar dia bisa mengenal Chu Xian lebih dalam lagi.


Lalu mereka berdua berbicara dengan santai dan saling tertawa, hingga tidak sadar bahwa hari sudah sangat larut.


Sadar akan hal itupun Chu Xian berniat untuk pergi dan menawarkan diri untuk mengantarkan Junko kembali. Junko pun tidak menolak dan malah senang karena Chu Xian yang mengantarkan dirinya.


Tapi baru saja mereka berdua ingin berdiri dan segera pergi, tiba-tiba ada beberapa orang yang menuju ke arah mereka dengan sikap yang tidak baik.


“Itu orang yang kita cari!”


(Akhir bab ini)