
“Mati!~” Satu orang lagi telah terbunuh oleh Chu Xian.
Ini sudah orang keseratus yang dia bunuh dengan pedangnya. Dia tidak terburu-buru untuk membunuh dengan gila. Perang ini baru berlangsung selama beberapa jam, tapi sudah banyak sekali korban yang berjatuhan. Mayat-mayat bergelimpangan, darah mengalir ke sungai, dan pertempuran pecah dengan sengit. Tempat ini telah menjadi tempat penggilingan daging dan darah. Bagaimana menggambarkan nya ya, satu kata saja, ini... Mengerikan!
Perang ini begitu kacau, praktisi dari tiga Kekaisaran Dunia berkumpul di tempat ini, jadi tentu saja sangat kacau. Jumlahnya saja sangat mengejutkan, mungkin kalau dihitung-hitung diperkirakan mencapai 300 ribu lebih, dan itu belum dihitung dengan pasukan bantuan yang akan datang.
Menurut perkiraan jumlah korban akan memakan jumlah yang tidak sedikit, dan katanya perang ini tidak akan berhenti sebelum Kekaisaran Yiwu kalah ataupun menang. Karena yang menentukan berakhir atau tidaknya perang ini adalah pihak Kekaisaran Yiwu.
Ting!
[20.191.764]
[29.537.929]
Titik points Chu Xian bertambah setiap dia membunuh musuh, saat ini sudah lewat sehari sejak dimulainya Perang ini. Korban yang gugur sudah tak terhitung lagi. Saat ini pasukan bantuan telah datang dari pihak masing-masing, dan membiarkan yang mengikuti Perang saat pertama kali untuk mundur dan memulihkan diri masing-masing.
Chu Xian jelas tidak mundur, semakin sengit dan kacau Perang ini, dia semakin bersemangat. Seakan-akan energinya tak pernah habis (tentu saja tidak habis, itu karena setiap kali dia kehabisan energi dia meminta agar sistem memulihkan dirinya), dia menggila di medan perang dan membunuh siapapun yang ada di dekatnya.
Ting!
[Titik Points mu mencukupi untuk menerobos ke ranah berikutnya. Apakah kamu ingin meningkatkan?]
“Ya, tingkatkan sekarang!” Teriak Chu Xian dengan semangat.
[20.000.000 Titik points telah dikurangi]
[Ranah kultivasi mu sedang di tingkatkan]
[Mohon jangan bergerak...]
Di tengah-tengah medan perang, Chu Xian berdiri diam. Dia merasakan arus hangat memasuki tubuhnya, detik berikutnya terdengar suara "pecah" yang berasal dari dantian nya, lalu dia merasakan seluruh aspek kemampuannya sedang ditingkatkan. Tubuhnya mulai berubah, dia merasa dia telah memasuki dunia yang sama sekali baru.
Kekuatannya, kecepatannya, dan pertahanannya menguat setiap detik, dan itu belum berhenti selama beberapa detik berikutnya. Ingin sekali Chu Xian tidur saat ini, karena rasanya sangat nyaman. Tapi dia juga sadar bahwa dirinya saat ini berada di medan perang, jadi dia harus menjaga kesadarannya dari situasi di luar.
Ting!
[Terobosan berhasil]
[Selamat telah naik ke ranah Suci atau di sebut juga Dewa Besar]
[Selamat, Anda telah menyelesaikan misi: capai ranah suci dalam 6 bulan (berhasil)]
Chu Xian membuka matanya dan tersenyum. Satu misi telah selesai, tinggal dua lagi. Sekarang saatnya mencoba seberapa kuat dirinya saat ini.
Yang terbaik saat ini adalah menggunakan pedang, jadi dia mengeluarkan pedangnya dari cincin ruang yang di berikan oleh Jun Qing. Sebuah pedang bermata dua sepanjang satu meter di tarik keluar. Pedang ini masih terbilang bagus, dan kekuatan berada di atas pedang naga petir miliknya. Kira-kira berada di tingkat semu-kekaisaran. Yah, cukup bagus untuk membunuh beberapa orang.
“Sekarang matilah!~” Chu Xian mengangkat pedangnya yang berapi-api tinggi-tinggi, dan menebas ke depan.
Sebuah celah panjang muncul dari udara tipis, energi pedang yang sangat besar keluar dan membunuh ratusan orang di depan sekaligus.
“Hei, apa yang terjadi!?”
“Seseorang yang berada di ranah Suci bertindak!”
“Cepat mudur, kita bukan lawannya!”
Jadi satu-persatu orang-orang menjauh dari Chu Xian.
“Ingin lari, jangan mimpi!” Chu Xian mencibir dan mengejar mereka.
Setiap dia lewat, kehancuran mengikutinya. Dia berdiri di udara dan melepaskan serangan demi serangan yang membunuh ribuan orang. Sekarang dia sudah terlepas dari gaya gravitasi bumi, dan menyatu dengan langit dan bumi. Terbang sudah menjadi ciri khas seorang yang telah memasuki ranah Suci.
Sekarang tidak ada yang bisa menghentikan aksi tirani nya dalam membunuh musuh. Bahkan sengaja tidak sengaja, dia mulai membunuh orang-orang dari Kekaisaran Yiwu yang merupakan satu kubu dengan dirinya.
“Hei, hei, kamu salah orang!”
“Musuh kita di sana, kenapa kamu membunuh teman-teman mu!?”
Orang-orang yang berkata seperti itu telah mati di penggal oleh Chu Xian. Karena sekarang dia tak peduli lagi. Semakin banyak orang yang di bunuh, semakin banyak titik points nya akan dia dapat.
“Hahaha, mati!” Chu Xian tertawa liar sembari membunuh siapapun yang masuk ke matanya.
Pedangnya entah sudah berapa kali di ganti karena rusak, bahkan pedang naga petir miliknya juga retak. Sekarang hanya tinggal satu senjata lagi yang enggan dia gunakan, yaitu Rantai Matahari miliknya. Tapi mengingat titik points yang dia dapat kali ini, hal ini memang bisa di ganti jika memang Rantai ini rusak.
Perang berlanjut ke hari berikutnya, yang masih sanggup bertarung maju ke depan dengan gagah berani, sedangkan yang sudah tidak sanggup, satu persatu mulai mundur.
Chu Xian sekarang sudah menjadi musuh publik, di mana pun dia lewat, yang tak bisa melawan sebisa mungkin untuk menghindari nya, sedangkan yang memiliki keberanian, mereka menyerangnya secara mati-matian. Bahkan ada kalanya orang-orang dari Kekaisaran Yiwu dan Lawan bergabung untuk melawan Chu Xian. Musuh bergabung, Chu Xian tak peduli, yang pasti siapapun yang mendekati nya akan mati, tak peduli siapapun itu.
“Hei prajurit, di pihak mana kamu sebenarnya? Kenapa kamu membunuh tanpa pandang bulu!”
Seorang Jenderal tingkat Suci turun tangan dan mendatangi Chu Xian. Dia bertanya dengan nada yang dalam dengan berdiri tinggi di udara.
Dan bukan hanya itu saja, beberapa saat kemudian beberapa jendral dengan tingkat yang sama juga datang.
Sial, orang-orang ini berada dua tingkat di atas ku!
Bagaimana aku bisa melawan!
Di antara listrik dan batu, tanpa menjawab pertanyaan dari para jendral-jendral ini Chu Xian naik tinggi ke udara dan melarikan diri. Melihat hal itu, para jenderal pun langsung marah dan mengejar Chu Xian.
Tapi Chu Xian bukannya benar-benar melarikan diri dari Perang ini. Mereka hanya main kejar-kejaran. Dengan mengelilingi medan perang, Chu Xian dikejar oleh 10 jenderal Suci tingkat puncak.
Kecepatan mereka telah melampaui kecepatan suara, dan mendekati kecepatan cahaya. Bahkan melihat aksi mereka, orang-orang di bawah mulai berhenti bertarung dan tercengang dengan apa yang mereka lihat.
Kenapa para jenderal bersatu untuk mengejar satu orang?
Siapa orang yang di kejar itu?
Satu persatu orang-orang itu benar-benar bingung.
“Ahh!”
Satu orang tingkat Legenda mati oleh Chu Xian, dan diikuti oleh beberapa orang lainnya.
“Ingin menghentikan ku untuk membunuh. Heh, mimpi!” Chu Xian berlari sambil membunuh orang yang bisa dicapainya.
(Akhir bab ini)