Achievement System

Achievement System
Bab 63 : Tugas ini?



Sekarang semua belah pihak sudah berada di posisinya masing-masing, dan terlihat sedang bersiap-siap dengan serius.


“Siap...” Chu Xian memberi aba-aba, dengan mengangkat tangannya, dia berseru, “Mulai!”


"..." (Wang Zi yang di samping, terdiam melihat kelakuan Chu Xian)


Siapa yang akan mendengarkan mu?


Ini Perang oke, anak sial, ini bukan main-main! Kamu kira ini perlombaan atau apa!


Wang Zi tak bisa muntah di dalam hatinya, dan memaki Chu Xian di dalam hatinya.


Dor!


Dang! Dang! Dang!


Dengan dimulainya tembakan pertama dari pihak lawan, pertempuran antar senjata api pun langsung tanpa berhenti dan terus-menerus terdengar.


Duduk kembali di tepi gedung, Chu Xian mengeluarkan sebungkus kuaci yang tidak tau datangnya dari mana, lalu dia dengan santai memakannya tanpa menawarkan kepada Wang Zi.


Wang Zi yang melihat itu pun wajahnya langsung menghitam seketika.


Dari mana kamu dapat hal ini?


Wang Zi mau tak mau jadi penasaran, tapi yang membuatnya jengkel adalah Chu Xian yang tidak menawarkan kuaci itu kepada dirinya, sehingga membuatnya tidak jadi bertanya.


"Ah, lihat, tembakan nya meleset!" seru Chu Xian menunjuk kepada Cao Ren yang seperti penembak amatir. Sehingga membuat kuaci nya terlempar kebawah.


"..." (Chu Xian langsung terdiam seketika)


"Ha ha ha! Rasakan itu nak, itu karena kamu tidak menawarkan nya kepadaku jadinya terlempar kebawah! Ha ha ha!" Wang Zi tertawa beberapa kali, dan merasa sangat bahagia di hatinya.


"..." (Chu Xian semakin terdiam)


Mendengar Wang Zi yang menertawakan dirinya, Chu Xian tidak peduli, lalu dia mengeluarkan sebungkus kuaci lagi dari sakunya, dan dengan santainya memakannya sendiri.


"..." (Sekarang Wang Zi yang terdiam)


Oke, kamu menang!


Wang Zi tidak ingin bicara lagi.


Dang!


Meleset?


“Cih. Kalo aku sendiri yang menembak pasti tidak akan meleset!” Chu Xian mendecih di dalam hatinya.


Karena melihat orang-orang ini, menembak tanpa henti, tapi tidak ada yang mengenai satu musuh pun.


Apakah ini yang namanya tim terlatih?


Chu Xian mau tak mau menanyai, ke-profesionalan mereka.


Mengingat dirinya punya skill penembak jitu, yang di dapat dari Sistem, tapi dia tidak pernah menggunakan nya, sehingga dia pun sudah lupa. Tapi sekali dia memegang pistol ataupun senapan serbu, dia yakin dia pasti bisa meratakan para musuh dalam sekejap mata.


"Kenapa kamu tidak turun saja, dan menggantikannya?" tanya Wang Zi dengan senyuman yang suram di bibirnya.


Hanya karena Wang Zi hanya tau Chu Xian seorang petarung seni beladiri secara langsung, dia ingin melihat lelucon Chu Xian yang memegang senjata api.


"Bukankah kamu yang melarang ku?" Chu Xian balas bertanya dengan wajah polosnya.


Jleb!


Wang Zi merasa hatinya tertusuk.


“Oke-oke...” Wang Zi melambaikan tangannya dan menyerah untuk berdebat dengan Chu Xian, “Kita liat aja dari sini...” katanya mengakhiri pembicaraan.


.....


Di pihak lawan.


"Tuan! Rudal sudah siap!" kata seorang anak buah dari pihak lawan, memberitahukan kepada bosnya.


"Oke, siap luncurkan!" kata bos itu dengan tegas, dan memerintahkan anak buahnya tanpa ragu-ragu.


"Baik tuan!" orang itu melaksanakan perintah dari bosnya.


Lalu dia pergi ke belakang, dimana rudal sudah di persiapkan, dan hanya tinggal menekan tombolnya saja maka, roket rudal akan di luncurkan.


Klik!


Hanya dengan sekali tekan, rudal meluncur dengan cepat, ke arah tempat di mana anggota tim Pak tua Lie Yang.


Di pihak Lie Yang.


"Ketua Lie! Rudal kita sudah siap!" kata Bai Long yang bertubuh kekar dengan suara tegas.


"Oke, segera luncurkan!" Lie Yang segera memerintah Bai Long untuk memulai perang ledakan rudal.


"Siap Ketua!" kata Bai Long bersiap untuk melaksanakan perintah dari Lie Yang.


Lalu Bai Long melakukan hal yang sama dengan pihak lawan, yaitu meluncurkan roket rudal dan meluncurkan nya dengan cepat.


.....


Boom!


Boom!


Karena rudal di luncurkan pada saat yang sama, rudal tersebut saling bertabrakan, sehingga membuat ledakan yang cukup keras, dan membuat getaran gempa yang terasa bahkan oleh Chu Xian dan juga Wang Zi dari atas gedung.


Aneh!


Chu Xian merasa ada yang salah, melihat orang-orang ini, baik dari pihak mereka atapun dari pihak lawan, karena dia memiliki firasat bahwa orang-orang ini semua akan mati.


[Anak muda, jika kamu tidak bergerak sekarang, maka orang-orang ini akan mati!]


Kenapa?


Chu Xian yang mendengar peringatan dari Sistemnya pun tak bisa tidak bertanya dengan penuh penasaran.


[Ada sesuatu makhluk yang sangat berbahaya yang sedang mengintai di sekitar tempat ini, dan menunggu kesempatan untuk menghabisi orang-orang ini semua!]


[Karena mereka sudah mengganggu tidur tenangnya, anak muda, Sistem ini yakin kamu tidak ingin melihat hal itu terjadi bukan?]


Buruk!


Chu Xian segera melihat Wang Zi yang berada di sampingnya, dan merasa Wang Zi telah lebih dulu menyadarinya, tapi melihatnya yang hanya tersenyum santai tanpa merasakan beban sedikitpun, Chu Xian mau tak mau bertanya kepadanya.


"Hei Wang, apakah kamu tidak merasa aneh?" Chu Xian pertama-tama bertanya dengan basa-basi.


Wang Zi menoleh melihat Chu Xian.


Kenapa dia merasa Chu Xian sepertinya tau akan segala hal!


Tidak! Ini bukan perasaannya, tapi dia sangat yakin bahwa Chu Xian sudah tau.


"Apa yang kamu sembunyikan dari ku?" tanya Chu Xian dengan suara yang sedikit tersinggung, karena Wang Zi yang tidak berkata apa-apa kepada dirinya.


“Baik,” Wang Zi yang sedari tadi diam pun mengangguk sedikit, lalu berkata, “Karena kamu sudah tau, maka aku akan mengatakan nya kepadamu, ini adalah tugas utama kita!” berkata dengan sedikit menjelaskan, sedikit misterius.


Chu Xian diam tidak berkomentar, dan hanya ingin mendengarkan penjelasan dari Wang Zi selanjutnya.


"Benar, kotak yang di maksud oleh mereka adalah makhluk ini!" Wang Zi mengangguk dengan sungguh-sungguh.


Kenapa?


Chu Xian semakin penasaran di buatnya, sekarang dia hanya ingin mendengar penjelasan secara langsung, dan bukannya bertele-tele sedari tadi.


"Bicara yang jelas!" Chu Xian yang sudah tidak sabar pun menuntut penjelasan.


"Oh ok-ok, jadi begini..."


Wang Zi kemudian menjelaskan kepada Chu Xian.


Pertama-tama, kotak yang di maksud oleh para petinggi negara mereka adalah suatu benda berharga dari Dinasti Tang ribuan tahun yang lalu, dan di dalamnya terdapat makhluk hidup yang tersegel.


Makhluk itu merupakan sebuah bukti, bahwa dinasti-dinasti terdahulu, memiliki catatan tentang masa lalu yang hilang karena terseret waktu.


Tapi yang membuatnya semakin penting adalah, walaupun makhluk itu tersegel, makhluk ini tetap bisa mengeluarkan energi spiritual yang bisa membuat orang menjadi sangat terpengaruh, sehingga membuatnya menjadi rebutan dari beberapa negara, untuk digunakan sebagai senjata.


Coba pikiran, jika sebuah peperangan di lakukan, dan tiba-tiba kotak tersebut di lemparkan ke tengah-tengah medan perang, mungkin akan membuat kekacauan yang tidak bisa dihentikan!


Jadi untuk mencegah hal itu terjadi, maka petinggi negara membuat perintah kepada mereka, agar membawa kembali kota tersebut dengan aman, karena katanya mereka para petinggi itu memiliki sebuah metode untuk menekan energi spiritual yang bocor dari makhluk tersebut.


“Huft... Jadi begitulah yang sebenarnya...” Wang Zi menghela nafasnya dengan panjang, dan mengakhiri perkataannya.


"..." (Chu Xian terdiam mendengar penjelasan panjang dari Wang Zi)


Sekarang dia hanya ingin mencerna semua informasi itu dengan tenang.


Aku...


(Akhir bab ini)