
"..."
“Agh! Katamu di sini ada pintu masuk gerbang dunia bawahnya, tapi kenapa aku tidak merasakannya sama sekali!?” Tanya Chu Xian kesal.
Dia sudah mengelilingi seisi gua ini dan tidak menemukan petunjuk manapun itu.
[Kenapa kamu marah, apakah kamu ingin mengajak berkelahi?]
Chu Xian terdiam dengan wajah yang menghitam sepenuhnya.
[Yah, pintu masuknya ada di bawah kakimu...]
Jawab sistem santai.
Bawah kaki?
Chu Xian mengangkat kakinya dan bersiap untuk menghancurkan tanah.
[Tunggu dulu!]
“Ada apa? Bukankah kamu bilang gerbang itu ada di bawah, yah ku hancurkan saja tanah ini agar aku bisa masuk...”
[Memangnya kalau kamu hancurkan maka kamu bisa masuk begitu?]
Memangnya bagaimana lagi sih!
Chu Xian kesal dengan sikap sistem yang bertele-tele seakan-akan mempermainkan dirinya.
[Kamu tau apa itu dunia bawah?]
Sistem malah bertanya.
“Ya, tentu saja sebuah dunia seperti dunia tengah ini...”
[Ya, tapi dunia bawah itu berbeda, di sana adalah tempat dimana roh dan hantu berasal, jadi untuk memasukinya kamu tidak bisa menggunakan tubuh fisik, akan tetapi masuk dengan menggunakan jiwa.]
“???” Chu Xian bingung sejenak, “Apakah kamu mengatakan bahwa aku perlu memisahkan diri dari tubuh dan berkeliaran dengan menggunakan jiwa?”
[Benar]
“Lalu bagaimana caranya?”
[Kamu hanya perlu duduk saja, biarkan aku yang melakukannya untukmu.]
Chu Xian mengikuti instruksi sistem, dan duduk bersila di tanah.
Cahaya berkilat, detik berikutnya Chu Xian merasa bahwa dirinya sudah berada di tempat lain.
Membuka matanya lagi, Chu Xian melihat sekeliling dan hamparan dunia yang luas memasuki pandangannya.
“Apakah ini dunia bawah?”
Dunia ini sangat aneh, di sini tidak memiliki cahaya matahari dan hanya langit yang berwarna merah suram dimana-mana. Seakan-akan akhir dunia telah tiba. Dan bukan hanya itu saja, Chu Xian juga menyadari bahwa sekarang dia hanya bentuk jiwa yang transparan seperti hantu.
“Cukup aneh, aku merasa kekuatan fisik ku telah benar-benar hilang, dan hanya energi spiritual saja yang ada. Apakah dengan seperti ini aku masih bisa bertarung?”
Chu Xian berdiri dan mencoba sebuah skill.
Boom!
“Benar saja, sekarang aku hanya bisa menggunakan skill yang berhubungan dengan kekuatan spiritual saja. Bahkan tinju ku tidak memiliki efek apapun ditempat ini...”
Ya, yang dia gunakan tadi adalah Cakar Dewa miliknya, sedangkan untuk skill seperti tombak, tinju, dan bela diri fisik lainnya benar-benar tidak berguna.
Ting!
Dering sistem berbunyi.
[Tugas 2. Bunuh Kaisar Iblis Pemakan Jiwa yang ada di pedalaman Jiyou]
[Hadiah dari penyelesaian misi: Seluruh Teknik Kultivasi meningkat satu tingkat pada tubuh asli]
"..."
Mendengar hal itu bukannya membuat Chu Xian senang, akan tetapi dia terdiam selama beberapa menit.
Tugas pertama oke. Ternyata Bendera Pengumpul 1 Juta jiwa juga membutuhkan jiwa untuk diisi dan dia baru tau hal itu. Tapi tak apa, karena menurut perkataan sistem, Dunia ini adalah tempat dimana para roh dan hantu berada, dan tentu saja di sini memiliki jiwa yang berlimpah. Tapi... Apa-apaan itu tugas kedua, kalau dia mendengarnya dengan benar, sistem tadi berkata dia harus membunuh Kaisar Iblis Pemakan Jiwa kan?
Mendengar nama Kaisar, artinya orang itu berada di tingkat Kaisar juga bukan. Ini... Apakah ada yang salah dengan sistemnya! Dia saja baru melarikan diri dari Kaisar mengerikan di dunia tengah dan sekarang dia disini juga harus menghadapi Kaisar lagi!? Bukankah itu cari mati namanya!
Chu Xian mau tak mau memuntahkan darah tua dihatinya.
“Sis, sistem, kamu tidak salah bicara kan?”
[Hmm...]
Sepertinya sistem sedang tidak ingin bicara padanya.
Jadi, misi ini benar-benar.
Chu Xian ingin menangis tapi tak bisa mengeluarkan air mata.
[Kali ini aku tidak akan membantu mu anak muda, jadi kamu harus berupaya sendiri untuk menyelesaikan misi, termasuk menemukan dimana lokasi tugas tersebut...]
Setelah mengatakan itu sistem tidak memiliki suara tambahan lagi, seakan-akan telah menghilang, ya walaupun dia tau bahwa sekarang sistem pasti sedang sibuk sendiri di domain sistem.
Setelah menenangkan diri Chu Xian memandang lurus ke depan. Melihat hamparan tanah tandus tak berujung yang tidak diketahui dimana batasnya ini.
Dimana dia harus memulai perjalanannya?
Chu Xian menghela nafas dan akhirnya hanya bisa menebak-nebak arah tujuannya.
“Ke kiri...”
Untung saja di dunia ini walaupun kekuatannya telah menurun drastis, akan tetapi dia memiliki kekuatan spiritual yang sangat kuat sehingga dia bisa terbang selama beberapa hari tanpa istirahat. Entah kenapa sistem menempatkan dirinya di tempat ini, mungkin ada alasan tertentu ataupun tidak, yang pasti dia harus merasa kesulitan karena harus menempuh perjalanan yang cukup panjang.
Setelah terbang selama tiga hari, Chu Xian berhenti di sebuah lereng terjal, karena dari sini dia akhirnya melihat tanda-tanda kehidupan dan itu ditandai dengan adanya satu rombongan makhluk yang dia sendiri tidak tau apa jenisnya.
Melihatnya, mereka memiliki tanduk seperti rusa di kepala mereka, taring panjang dan bertubuh besar dengan rata-rata 5-7 meter.
Dia ingin menghampiri mereka, akan tetapi dia mengurungkan niatnya karena merasa para makhluk itu mungkin saja tidak bersahabat dengan manusia seperti dirinya.
“Apa yang harus ku lakukan? Atau... Aku ikuti saja mereka dulu ya...” Gumam Chu Xian berpikir.
Pada akhirnya dia mengikuti rencananya yaitu mengikuti rombongan ini diam-diam.
Salah seorang dari Iblis rusa menoleh kebelakang, dia mengernyit, “Aneh, kenapa aku merasa ada yang mengikuti kita ya?”
“Haha, saudari, mungkin itu hanya perasaan mu saja, mana mungkin ada yang mengikuti kita diam-diam tanpa diketahui oleh kita, karena sebagai salah satu kaum Iblis tertinggi, kita Iblis Mimpi memiliki kemampuan persepsi terbaik di dunia ini...”
“Yah, mungkin kamu benar, itu hanya perasaan ku saja...”
Setelah adegan kecil itu, mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka yang santai tanpa terburu-buru, seolah-olah mereka hanya berjalan-jalan saja.
Di atas langit seribu meter jauhnya dari rombongan itu, Chu Xian yang bersembunyi sangat terkejut saat ini.
“Huft, Tadi hampir saja... Tapi yang mengejutkan adalah kemampuan persepsi para makhluk itu ternyata sangat kuat. Jika saja aku tidak menarik kembali penglihatan ku, mungkin sekarang aku sudah ketahuan dan tidak menutup kemungkinan akan terjadi pertarungan...”
Di sini Chu Xian hanya bisa menghela nafas lega. Sebenarnya dia bukannya takut, akan tetapi dia tidak ingin kehilangan kesempatan untuk mengikuti para makhluk itu untuk menuntun jalannya menuju tempat dimana keramaian berada. Dan kalaupun dia akhirnya ketahuan dan berakhir dengan bertarung, dia juga tidak memiliki kepastian untuk menang karena kelompok itu memiliki 3 orang Raja Puncak yang setara dengan dirinya. Jelas hal itu akan merugikan dirinya sendiri.
Jadi untuk Jaga-jaga dia mundur sejauh seribu meter lagi dan mengikuti rombongan Iblis itu diam-diam.
(Akhir bab ini)