
Duduk di sofa, Chu Xian sedang menunggu wanita hantu itu keluar dari kamar mandi, tapi setelah sekian lama ditunggu, wanita hantu itu pun tak kunjung keluar.
Chu Xian yang tak sabar pun berdiri, berjalan menuju kedepan pintu kamar mandi, dan mencoba membuka pintunya beberapa kali.
Pintunya terkunci dari dalam, dan dia pun berpikir apakah akan mendobrak pintunya, tapi setelah memikirkannya lagi akhirnya dia menyerah untuk mendobraknya.
"Hei, apakah kamu ada didalam, saya ingin mencuci muka!"
"Apakah kamu hanya ingin mencuci muka?"
"Ya.. Sekarang saya mau di jemput oleh seseorang, jadi saya mau mencuci muka terlebih dahulu, kamu ini kenapa sih,"
Berpikir wanita hantu ini terlalu pemalu, dia jadi menyesal dengan kejadian tadi, sekarang kan dia juga yang repot sendiri.
"Baik, saya sudah keluar."
"Ahh!"
Chu Xian kaget, karena wanita hantu itu sudah berada dibelakang dirinya, mengelus dadanya, dia pun menatap wanita hantu agak lama, berpikir ini tidak bisa terus dibiarkan, bisa-bisa dia akan mati karena jantungan.
Wanita hantu yang di tatap oleh begitu oleh Chu Xian pun tersipu malu dengan wajah yang memerah, tidak tau apa yang sedang dipikirkannya.
"Apa.. Apa, kenapa kamu menatap ku seperti itu?"
"Tidak ada apa-apa, saya cuma berpikir kamu begitu cantik."
Melihat wanita hantu itu begitu pemalu, ingin sekali dia menggodanya, dan tanpa menunggu reaksinya, dia pun langsung masuk kedalam kamar mandi.
Wanita hantu yang di katakan cantik oleh Chu Xian pun semakin malu, berlari masuk kedalam selimut dikasur.
Tak lama, Chu Xian pun keluar setelah membersihkan wajah nya, dengan rambut yang masih basah dan acak-acakan, mengambil handuk dan sisir, dia mengelap wajah dan menyisir rambutnya.
Setelah mengganti pakaiannya dan memakai sepatu, Chu Xian menoleh melihat wanita hantu yang menatap dirinya seperti ingin bertanya.
"Kamu mau kemana?"
"Saya ada urusan bisnis, dan tidak nyaman membawa mu, lebih baik kamu menunggu disini saja."
"Apakah lama?"
"Tidak juga sih, cuma setengah hari dan nanti saya akan kembali kesini lagi."
"Baik, saya akan menunggu disini."
Setelah berbicara, Chu Xian segera meninggalkan kamarnya, masuk kedalam lift, menuju kebawah.
Ring...
Didalam lift, ponselnya berdering, melihat yang menghubungi dirinya merupakan orang yang akan menjemputnya. Chu Xian pun mengangkat telponnya.
"Bos, saya sudah di depan hotel,"
"Baik, kamu tunggu saja di sana, saya akan segera turun."
"Baik boss."
Menutup telpon nya, Chu Xian pun keluar dari lift menuju ke depan hotel, melihat seorang pria dewasa dengan pakaiannya yang formal, dia segera mendekatinya.
"Hei, apakah kamu yang menjemput ku?"
"Apakah anda Bos Chu?"
Chu Xian hanya mengangguk, lalu orang itu pun membukakan pintu mobilnya untuk Chu Xian. Masuk kedalam mobil, dia duduk dibelakang.
"Siapa nama kamu?"
"Nama saya Richard bos."
"Apakah kamu orang asing?"
"Tidak Bos, saya orang asli sini, hanya saja teman-teman saya yang manggilnya begitu,"
"Baik, antar saya ke restoran dulu."
Mengingat dirinya belum sarapan pagi, dia pun merasa lapar.
"Baik bos.."
Richard mengendarai mobilnya, menuju ke resto terkenal di daerah sini. Dan tak lama, mereka pun sampai ke sebuah resto yang cukup mewah menurut Chu Xian.
Turun dari mobil sendirian, Chu Xian segera memasuki restoran itu, dan memesan makanan untuk dirinya.
Setelah selesai, dia pun tidak segera meninggalkan tempat duduknya, mengeluarkan ponselnya, dia membuka akun media sosialnya.
"Apakah hantu butuh makan?" tulisnya di posting status.
Ting..
"Hantu itu tidak bisa makan,"
"Makanan hantu adalah manusia!"
"Haha, zaman sekarang masih ada yang percaya hantu."
Beberapa orang memberikan komentarnya terhadap postingan Chu Xian, dan merasa tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan dia pun menyimpan kembali ponselnya.
"Tch, tidak bisa di andalkan."
Memanggil seorang pelayan untuk membayar tagihannya, Chu Xian segera keluar dan kembali ke mobil.
"Mau kemana lagi kita bos?"
"Hmm, sebenarnya saya di sini mau melihat proyek pembangunan real estate yang ada di bawah perusahaan saya, tapi mari kita lihat dari jauh dulu dan melihat-lihat kondisinya."
Richard pun mengangguk dan tidak banyak tanya lagi, melajukan mobilnya ke arah lokasi proyek yang disebut kan Chu Xian.
Setelah satu jam perjalanan, mereka pun sampai di depan proyek pembangunan tersebut.
Turun dari mobil, Chu Xian hanya melihat dari depan, dan tidak masuk kedalam, tapi tidak terlalu jauh.
"Hei hei, apakah pekerjaan kita ini tidak di gaji?"
"Yah.. Tapi karena kita sudah terikat kontrak, makanya kita terpaksa harus berkerja walaupun tidak di gaji."
"Jika begitu kita demo saja perusahaan nya!"
"Huh.. Kamu tidak tau ya, katanya bos dari perusahaan ini orangnya itu kejam dan tak berperasaan, dan menurut mu jika kita melakukan demo apakah dia akan memperdulikan orang-orang kecil seperti kita."
"Ya sudah, kita lanjut kerja saja, nanti dimarahin mandornya tuh!"
Mendengar para pekerja buruh yang sedang berbicara, Chu Xian yang memiliki pendengaran tajam pun merasa jelek dihatinya, berpikir ada yang tidak beres yang terjadi di sini.
Mengambil ponselnya, Chu Xian segera menghubungi Cheng Hai untuk bertanya.
"Iya Bos, ada apa?"
"Saya mendengar bahwa para pekerja yang ada di sini, pekerjaan mereka tidak di gaji.."
"Hah, itu lah bos, yang menjadi permasalahan nya sekarang adalah salah satu dari orang kita ada yang berkhianat dan memberikan proyek kita yang di sana kepada orang lain, dan kami berharap agar bos bisa menyelesaikannya disana."
"Apakah kamu kamu tau siapa orang nya?"
"Iya bos, dia itu adalah orang yang kami utus untuk menjadi pemimpin proyek, tetapi kami tak bisa menghubungi nya lagi setelah dia sampai kesana, dan kami curiga bahwa ia dipaksa untuk berkhianat kepada kita, saya akan mengirimkan dokumennya kepada bos."
"Siapa lawan kita?"
"Lawan nya adalah Perusahaan Terpadu Gusu, milik salah satu orang terkenal di kalangan masyarakat atas di kota itu."
"Ohh, ok.."
"Ok, apa yang akan kamu lakukan bos?"
"Perang!"
Tanpa menunggu perkataan Cheng Hai selanjutnya, Chu Xian segera menutup telponnya.
"Perusahaan Terpadu Gusu!"
Baik, Chu Xian pun memikirkan cara untuk berurusan dengan pihak lain, dan setelah lama memikirkan nya, ia tak menemukan solusi selain dengan menggunakan kekerasan.
Setelah melihat tak ada yang bisa ia lakukan di sini, Chu Xian pun masuk kembali ke mobil, memutuskan untuk mencari informasi dulu tentang pihak lawan. Dan sekarang dia berniat untuk kembali ke hotel terlebih dahulu.
"Kemana bos?"
"Kembali ke hotel."
Richard pun tidak banyak tanya, karena melihat Chu Xian terlihat kesal dengan sesuatu, ia pun melajukan mobilnya kembali ke arah hotel tempat Chu Xian menginap.
(Akhir bab)