
Sudah 4 hari Chu Xian berada di tempat ini, dan mengetahui sebagian kecil situasi di kota Kekaisaran ini.
Kekaisaran Yiwu adalah salah satu dari empat Kekaisaran Dunia, yang terletak di bagian utara Dunia ini. Dipimpin oleh seorang Kaisar yang katanya sangat kuat dan juga kejam. Bahkan dibilang yang terkuat di dunia! Oleh karena itu tindakan selanjutnya harus dilakukan secara hati-hati.
Chu Xian juga mengetahui sedikit tentang keluarga Chu di kota Kekaisaran, yaitu keluarga yang dulu pernah menduduki peringkat pertama di dunia, bahkan melebihi kekuatan Kekaisaran, akan tetapi karena terjadi sesuatu yang tak diketahui, keluarga itu menurun dan hanya menjadi keluarga kecil di kota Kekaisaran ini.
Chu Xian juga mencari tahu tentang keluarga Jun, tapi tak menemukan informasi sedikitpun. Yah, hal itu bisa dicari secara perlahan.
Dan ngomong-ngomong ternyata masa ini adalah masa peperangan. Pantas saja dia melihat banyak sekali kultivator yang berkumpul di kota ini. Dan bukan hanya itu saja, peperangan ini juga melibatkan semua sekte yang ada di seluruh dunia! Baik itu sekte tertinggi, besar, ataupun kecil sekalipun, semuanya terlibat dalam perang antara 3 Kekaisaran yang memerintah Dunia.
Peperangan ini terjadi akibat dari dari Kekaisaran Yiwu yang terlalu kuat bahkan terbilang serakah, sehingga membuat dua dari tiga Kekaisaran berusaha untuk menekannya. Sebenarnya konflik ini akibat dari Kaisar Yiwu yang ingin menyatukan seluruh dunia, dan berniat untuk menguasai dunia sendirian. Dan tentu saja Kekaisaran yang lain tidak akan membiarkan nya berhasil mencapai tujuannya. Siapa yang ingin berada di bawah kendali seorang Kaisar yang kejam.
Oleh karena itu, dengan bergabungnya Kaisar Han Timur, dan Kaisar Wu Selatan barulah mereka bisa menekan Kaisar Yiwu ini. Sedangkan Kekaisaran Taiko Barat dinyatakan tidak ada pergerakan, atau mungkin saja mereka sedang mempersiapkan sesuatu, tidak ada yang tau.
Tapi Chu Xian tidak peduli tentang semua itu, sekarang tujuannya adalah pergi ke keluarga Chu dan mengembangkan kekuatan secara diam-diam. Dan sebelum itu, dia ingin mengikuti perang ini yang bertujuan untuk mengumpulkan titik points sebanyak-banyaknya.
Chu Xian merasa peperangan adalah tempat untuknya, bagaimana tidak, dia saja sudah membayangkan titik-titik points yang melambai-lambai terhadap dirinya. Itulah yang diinginkan olehnya, dan untuk itu dia harus mendaftarkan diri sebagai prajurit.
Hari ini Chu Xian pergi ke tempat untuk pendaftaran. Dia menggunakan nama Xian untuk mendaftar, dan menyesuaikan ranah nya ke tingkat Grand Master Puncak. Menjadi pasukan penyerang sukarelawan.
Niatnya seperti ini, dia akan masuk ke dalam pertempuran dan mengubah wajahnya, dan pada saat itu dia bisa menggunakan kekuatan penuhnya, sehingga dia bisa membunuh dengan gila dan memanen titik points. Dengan begitu, dia tidak akan di curigai oleh siapapun.
Setelah mendaftar, Chu Xian berjalan keliling kota untuk mencari informasi lebih lanjut tentang peperangan ini. Perang belum pasti kapan terjadinya, tapi yang pasti sekarang orang-orang sudah bersiap-siap untuk situasi yang akan terjadi.
Kaisar Yiwu ini juga orang yang sangat kejam, dia hanya memberikan dukungan kepada Prajurit pribadinya saja, sedangkan pejuang-pejuang yang berasal dari sekte hanya bisa mengharapkan dukungan penuh dari sekte mereka sendiri. Dan bukan hanya itu saja, Kaisar juga memaksa agar semua orang kultivator baik itu kultivator tingkat tinggi maupun tingkat rendah untuk mengikuti peperangan yang akan datang. Jadi karena itu, sewaktu Chu Xian masuk ke kota, dia sudah di pantau apakah dia kultivator atau bukan.
Chu Xian sih tidak peduli, dia hanya berharap titik points yang di dapatkan nya kali ini akan sangat banyak sehingga dia bisa meningkatkan kekuatannya secepat mungkin.
Begitulah satu minggu telah berakhir, Chu Xian saat ini sedang bersiap untuk mengikuti perang, karena pengumuman dari Kekaisaran sudah keluar, dan hari ini mereka akan menyerang secara langsung Kekaisaran Han Timur, dan lokasi peperangan nya adalah perbatasan yang ada di tengah-tengah Dunia.
Perbatasan itu adalah perbatasan yang mencakup keempat Kekaisaran Dunia, dan perlu diketahui bahwa Dunia ini tidak memilih lautan, hanya daratan luas yang tidak diketahui dimana batasnya.
Ratusan ribu orang berkumpul di luar kota, ada yang memakai kuda, ada yang menggunakan pedang terbang untuk berangkat, dan berbagai macam jenis senjata terbang lainnya, seperti kapal terbang, labu besar, bahkan istana kecil yang bisa terbang.
“Hari ini kita akan berperang melawan Kekaisaran Han Timur dan Kekaisaran Wu Selatan. Kalian harus menyerang dengan sungguh-sungguh, karena jika kalian ingin Kekaisaran kita aman dari ancaman musuh kita harus melawan! Perang ini tidak bisa dihindari, oleh karena itu kita akan berjuang untuk menghancurkan mereka!”
Seorang jenderal tingkat Suci berteriak kepada pasukannya untuk meningkatkan moralitas pasukan.
Seluruh pasukan berteriak dan bersemangat.
Di sini Chu Xian mencibir diam-diam, “Munafik, bukankah kalian yang memulai perang ini, apanya yang ancaman dari luar, ini namanya pemaksaan.”
Seorang pria di samping Chu Xian berbicara, “Aku terpaksa mengikuti perang ini, karena perintah sekte, sebenarnya aku merasa peperangan ini tidak berguna buat kita, tapi apa boleh buat, Kekaisaran begitu kejam dan mereka memiliki kekuatan yang tak bisa dilawan.”
“Hei, kawan, kenapa kamu berani berbicara seperti itu. Apakah kamu tidak takut akan didengar oleh orang lain?” Chu Xian bertanya dengan penasaran.
“Tidak apa-apa, bukan hanya aku saja yang berpikir seperti itu, tapi rata-rata orang di sini pun begitu... Lihat.” Orang itu menunjuk ke sekeliling yang mana orang-orang sedang berbicara secara diam-diam, tidak tau apa yang dibicarakan, tapi yang pasti itu bukanlah sesuatu yang menyenangkan, dan itu dapat dilihat dari wajah orang-orang yang muram.
Benar saja, Orang-orang ini juga terpaksa, siapa yang tidak ingin kedamaian, tapi Kekaisaran ini tidak membiarkan nya, Orang-orang Kaisar begitu serakah sehingga mengusik kedamaian yang telah terjaga selama ratusan tahun. Dan itu membuat orang-orang di bawah menderita.
Chu Xian cukup terdiam, tidak ada juga yang bisa dia lakukan untuk itu, apakah dia perlu membunuh Kaisar di sini, tapi kekuatannya tidak cukup kuat untuk bersaing.
Dan tujuannya juga bukan untuk mendamaikan situasi di sini, tapi menyelesaikan tugas dari sistem, dan segera keluar dari dunia ini.
Sekarang yang terpenting adalah mendapatkan titik points terlebih dahulu sebelum melakukan rencana-rencana yang sudah disusunnya.
Beberapa jam kemudian akhirnya mereka sampai di medan perang. Mereka begitu cepat sampai karena menggunakan alat transportasi yang begitu cepat. Chu Xian saat ini berada pada salah satu kapal perang yang berada di tengah-tengah langit. Mereka kemudian mendarat dan turun secara tertib.
“Akhirnya, aku bisa panen titik points yang besar.” Gumam Chu Xian diam-diam tersenyum.
(Akhir bab ini)