
“Oke, sepertinya aku tidak pantas mengendalikan-mu,” Sadar akan perkataannya yang berlebihan, Shi Yuan menghela nafasnya, “Tapi, kamu harus ingat untuk mementingkan keselamatan-mu sendiri...” Katanya lagi.
Apakah ini mengkhawatirkan dirinya?
Chu Xian mengangkat alisnya dan tersenyum penuh arti. Di saat seperti ini Chu Xian hanya diam saja dan tidak menyangkal perkataan Shi Yuan. Dia tidak bisa berjanji, karena di masa depan mungkin dia akan mengalami situasi yang serupa bahkan lebih serius lagi mengalami situasi yang mengancam jiwa. Bukannya dia tak ingin berhenti tapi dia butuh pertarungan untuk mengasah dirinya agar dia semakin kuat dan bisa melindungi orang di sekitarnya.
“Jadi, bagaimana situasi di sana?” Tanya Chu Xian mengalihkan pembicaraan.
“Hmm,” Shi Yuan merenung sejenak, dan berkata: “Nyatanya situasinya tidak seserius itu-kan? Kamu hanya perlu mengangkat telpon dan semua permasalahan akan berakhir. Lalu kenapa kamu peduli?”
“Uhh,” Chu Xian juga berpikir yang di katakan Shi Yuan memang benar. Tapi ada hal lain yang ingin dia lakukan di kota Gansu, dan membereskan permasalahan ini hanya sambilan saja.
“Aku ingin berangkat sendiri ke sana.”
Shi Yuan mengerutkan keningnya dan merasa ada yang tidak beres. Dia berpikir pasti ada sesuatu yang di sembunyikan darinya oleh Chu Xian. Dia tak ingin bertanya. Lalu dia memikirkan sebuah ide yang cukup bagus, dan langsung berkata, “Bagaimana kalau aku akan ikut bersama-mu.”
“...”
Chu Xian langsung terdiam dengan perkataan Shi Yuan. Dalam beberapa detik dia segera memikirkan cara agar Shi Yuan tidak ikut dengannya dan ya ada ide.
“Shion,” Katanya dengan lembut, “Kamu sebaiknya tidak perlu ikut dengan-ku ke sana, karena ada hal yang ingin ku lakukan dan ini cukup rahasia. Kamu tau kan aku ini seorang agen dan ada tugas mendadak yang akan ku-lakukan di sana.”
“Eh!” Shi Yuan terkejut. “𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘪𝘯𝘪 𝘣𝘦𝘳𝘣𝘪𝘤𝘢𝘳𝘢 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘭𝘦𝘮𝘣𝘶𝘵 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨!” Biasanya walaupun mereka berbicara berdua, Chu Xian kadang bersikap acuh tak acuh dan sekarang perkataan lembut Chu Xian membuatnya linglung.
Dia sedikit tersipu dan tidak tau harus berkata apa untuk sementara waktu. “Itu, aku—”
“Kamu tidak perlu khawatir, tugas ini sama sekali tidak berbahaya, dan aku hanya akan pergi selama tiga hari saja. Sekarang aku meminta kepada-mu selama aku pergi tolong jaga perusahaan dengan baik ya.” Chu Xian berkata sambil tersenyum. Dia berbohong tanpa mengubah wajahnya. Dia tidak bisa mengatakan tujuannya yang sebenarnya ke kota Gansu adalah untuk menemui HuLi yang sudah lama tidak ia jumpai dan ia khawatir ada sesuatu yang terjadi kepadanya. Lalu dia akan menemui Ri Xiang di sana dan mengambil informasi yang dia inginkan. Pak tua sialan itu, aku sudah lama memintanya tapi sepertinya pak tua itu melupakannya.
“Jika kamu berkata begitu maka aku akan lega.” Shi Yuan melepaskan hatinya yang khawatir dan tidak lagi mempersulit Chu Xian. Tapi eh, sepertinya ada yang salah, tapi dia tidak tau apa yang salah itu. Dia tidak tau bahwa dia sendiri sudah di tipu oleh Chu Xian.
Wow saudari, kamu ternyata begitu mudah di bohongi!
Chu Xian tersenyum diam-diam, dia lalu berkata lagi, “Shi Yuan, ada hal yang aku ingin agar kamu melakukan sesuatu untuk-ku.”
“Ya,” Shi Yuan mengangguk sungguh-sungguh, “Katakanlah.”
“Tolong kamu hubungi Lingji ya, dan katakan aku sedang liburan ke sana.” Chu Xian tersenyum dan bangkit dari kursinya. “Dan selamat tinggal.”
Chu Xian keluar dari ruangan dan meninggalkan Shi Yuan sendiri. Sekarang dia harus kembali ke hotel dan bersiap-siap.
Enam jam kemudian 18.00. Chu Xian keluar dari hotel dan mengeluarkan ponselnya. Dia melihat pesan ✉, pengirim: Shi Yuan.
Pesan itu berbunyi: “Chu Xian, tiketnya sudah ada dan sekarang kamu hanya perlu pergi ke bandara dan akan ada orang yang akan memberikan tiketnya kepada-mu.”
Chu Xian membalas: “Oke, terima kasih presiden cantik-ku (ekspresi tersenyum).”
Tidak ada balasan di seberang, tapi Chu Xian yakin Shi Yuan sudah menerima pesannya. Dia tersenyum dan masuk ke mobil, segera ia membawa mobilnya langsung berangkat menuju ke bandara.
Bandara.
Setelah mengambil tiketnya dan mengambil penerbangan malam. Chu Xian menunggu lagi selama setengah jam. Lalu ada pemberitahuan: [Para penumpang yang tujuannya mengarah ke kota Gansu di persilahkan memasuki pesawat, karena pesawat akan segera berangkat.]
Oke. Chu Xian bangkit dan memasuki pesawat bersama orang-orang lainnya.
——✈
Chu Xian turun dari pesawat dan menghubungi Richard untuk menjemputnya.
“Bos” Richard tersenyum santai dan melambaikan tangannya untuk menyapa.
“Ya, Richard, bagaimana kabar-mu?” Chu Xian bertanya dengan santai dan memasuki mobil yang di bawa oleh Richard.
“Kabar-ku secara alami sangat baik bos,” Richard tertawa dan berkata, “Tapi aku belum tau kenapa bos datang kemari? Dan bos Cheng juga ada di sini. Atau apakah itu ada hubungan-nya dengan permasalahan yang di alami perusahaan?”
“Tidak, tidak,” Chu Xian menggelengkan kepalanya dan tersenyum, “Nyatanya ada hal lain yang ingin aku urus, dan untuk itu kamu perlu mengantarkan-ku ke paviliun Xiang.”
“Baik bos.”
“Oke, aku akan tidur sebentar.”
Duduk di belakang dengan Richard sebagai supirnya. Chu Xian memejamkan matanya dan tidur. Sebenarnya dia sedang berbicara dengan sistemnya.
“Sistem.”
[Wow, anak muda yang tidak ada hubungannya selama ini berinisiatif untuk menemui sistem yang kesepian ini]
Nada sistem terdengar seperti mencibir.
Hei, kamu itu sistem, kenapa aku merasa bahwa kamu memiliki emosi.
Sistem yang mendengar suara hati Chu Xian-pun langsung berkata:
[Hei, aku dengar itu]
“...”
[Apa kamu bilang aku tidak punya emosi? Klaim-mu itu jelas salah! Aku adalah sistem dengan teknologi tertinggi, jadi secara alami aku memiliki jiwa dan tentu saja aku juga memiliki emosi... Hanya saja kamu saja yang terlambat menyadarinya.]
[Dan juga, kamu harus tau bahwa aku ada tanpa di ciptakan, dan hal detailnya tentu saja aku tidak akan mengatakan-nya kepada-mu dengan tingkat kekuatan yang kamu miliki sekarang.]
Suara sistem terdengar bangga.
Sistem dengan emosi dan jiwa!
Chu Xian terkejut. Bukankah itu artinya sistem ini sudah menentang langit! Dulu ia berpikir sistem hanyalah sebuah teknologi hitam yang di ciptakan oleh seseorang ataupun organisasi, dan itu hanya AI (asisten intelijen)Tapi mendengar nada sistemnya, Chu Xian menyadari bahwa ia salah! Sistem ini sama sekali bukan teknologi, tapi sebuah kehidupan individu yang mungkin lebih sempurna dari Dewa dan Manusia dalam mitos.
[Hei sayang, kali ini otak-mu cepat juga menangkapnya. Tapi walaupun kamu benar, itu hanya 1% dari keseluruhan ceritanya, dan walaupun kamu bertanya sekalipun aku tidak akan memberitahu-mu]
Suara dingin sistem tiba-tiba menghilang dan tidak ingin berbicara dengan Chu Xian lagi.
Eh, apakah aku sudah menyentuh sesuatu yang tidak seharusnya aku tau?
Wajah Chu Xian langsung berubah drastis. Mendengar nada sistemnya, dia tau bahwa sistem sepertinya agak marah.
Chu Xian memikirkan sesuatu yang buruk: Apakah sistem akan membunuhnya untuk membungkam dirinya!
Chu Xian sedikit menggigil, dan memutuskan untuk benar-benar tidur.
(Akhir bab ini)