Achievement System

Achievement System
Bab 88 : Xu Chang'an!?



Tak lama kemudian.


Cheng Hai menghentikan mobilnya di depan rumah keluarga Su. Lalu setelah Chu Xian turun Cheng Hai pun pamit dan tidak singgah terlebih dahulu, karena dia masih ada urusan yang masih belum di selesaikan di kantor katanya.


Chu Xian tidak tau apakah itu benar apa tidak tapi dia tidak terlalu peduli.


Chu Xian berjalan masuk perlahan ke pekarangan rumah sambil membawa sekotak eskrim di tangannya dan setelah sampai di depan pintu dia pun mulai mengetuk pintu itu.


Tok-tok!


Chu Xian menunggu sebentar.


Hening~


Merasa ketukannya tidak terdengar, Chu Xian memilih untuk menekan bel yang ada di samping pintu.


Ting-tong!


Tunggu sebentar, pintu pasti akan terbuka!


Hening~


“...”(Chu Xian terdiam)


Tidak ada jawaban?


Chu Xian menggertakkan giginya, dia tak percaya bahwa di dalam rumah tidak ada orang sama sekali sedangkan kata Cheng mereka hari ini tidak keluar dan sedang berada di rumah.


Ting-tong! Ting-tong! Ting-tong!


Setelah menekan bel tiga kali tapi masih tidak mendapatkan jawaban, Chu Xian pun menyerah untuk memanggil lagi.


“Mungkin Lingji saat ini masih tidak ingin bertemu dengan ku? Huh baik lah, biarkan dia tenang dan aku tak akan menganggu nya untuk saat ini!”Chu Xian berkata kepada dirinya sendiri dan menghela nafas berat.


Setelah meninggal kan kotak eskrim di depan pintu, Chu Xian pun berjalan keluar dari sana dan pergi. Sekarang dia berniat untuk pergi ke tempat Xu Chang'an.


Aku...


Setelah Chu Xian pergi. Pintu rumah Rukia perlahan terbuka. Terlihat Rukia dan Lingji yang keluar dan melihat sekeliling sama sekali tidak melihat keberadaan Chu Xian.


Melihat di lantai ada sebuah kotak, Lingji pun mengambil dan melihat isinya semua adalah eskrim kesukaannya.


“Apa kamu tidak ingin melihat kakakmu?”tanya Rukia yang merasa Lingji sudah terlalu banyak.


“Aku ingin...”Lingji mengangguk pelan, “Tapi, ini masih bukan saat yang tepat, dan sekarang dia harus memikirkan kesalahan yang dia buat sendiri!”


Mengatakan itu Lingji juga agak berat rasanya. Dia diam-diam memeluk erat kotak eskrim di tangannya itu. Dia ingin menunjukkan kepada Rukia bahwa ia sangat tegas. Padahal di dalam hatinya dia sangat merindukan Chu Xian kakaknya. Tapi mau gimana lagi, dia harus melakukan ini agar Chu Xian sadar bahwa tidak baik meninggalkan seorang gadis kecil tanpa mengatakan apa-apa.



Di tempat lain.


Saat ini Chu Xian baru saja keluar dari sebuah supermarket dengan beberapa makanan ringan dan sebungkus rokok di tangannya.


Lalu dia diam-diam menyimpan rokok dan makanan ringan itu di ruang penyimpanan sistemnya. Dia berjalan ke pinggir jalanan dengan langkah yang santai.


“Apa yang akan kulakukan?”Chu Xian menggaruk kepalanya tidak tau harus berbuat apa untuk bisa pergi ke tempat Xu Chang'an.


Memanggil Cheng Hai?


Tidak-tidak!


Dia tidak bisa terus memanggil Cheng Hai yang saat ini mungkin sangat sibuk dengan pekerjaan nya.


Tapi siapa lagi yang bisa dia panggil?


Bai Suchen!


Ya itu dia, Bai Suchen ada di samping Xu Chang'an dan dia pasti bisa menjemput dirinya di sini.


Telpon tersambung!


“Halo Tuan Chu?”Suara Bai Suchen terdengar di telpon.


“Aku ingin ke tempat Xu Chang'an, apakah kamu bisa menjemput ku?”Chu Xian pertama bertanya terlebih dahulu karena dia tidak ingin mengganggu kalau-kalau Bai Suchen saat ini sedang sibuk.


“Bisa dan dimana tuan Chu saat ini, aku akan menjemput mu sekarang!”Bai Suchen terdengar sedikit bersemangat.


???


Chu Xian malah bingung sendiri dengan respon dari Bai Suchen.


Apakah tidak terlalu bersemangat?


Ah, ya sudahlah, Chu Xian tidak memikirkannya lagi.


Setelah diam sejenak, Chu Xian menjawab pertanyaan Bai Suchen:“Aku akan mengirimkan lokasi ku saat ini!”


“Baik...”


Chu Xian menutup telpon nya dan melihat sebuah halte di depan. Lalu Chu Xian pun memutuskan untuk duduk menunggu di sana terlebih dahulu.


Sambil menunggu, Chu Xian mengeluarkan rokok dan beberapa makanan ringan yang dia beli tadi.


Duduk di bangku halte, di sini ada beberapa orang yang juga duduk menunggu jemputan.


Chu Xian mengeluarkan sebatang rokok dan menyalakan nya tanpa bicara sama sekali dengan orang-orang ini. Dia makan sambil menghisap rokoknya dengan santai dan tidak ada juga orang yang mengganggu dirinya.


Tak lama kemudian.


Mungkin hanya sekitar 15 menit, sebuah mobil yang di kendarai oleh Bai Suchen berhenti di depan halte tersebut.


Setelah melihat Chu Xian yang sedang duduk di sana, Bai Suchen tersenyum dan berkata.“Tuan Chu ayo masuk...”Bai Suchen berkata sambil membukakan pintu mobilnya untuk Chu Xian.


Chu Xian mengangguk dan berdiri lalu dia memasuki mobil tanpa banyak bicara.


“Bagaimana kabarmu Bai, aku rasa aku sudah lama tidak bertemu dengan mu?”tanya Chu Xian sedikit penasaran.


Bai Suchen tersenyum sedikit, “Aku pergi ke gunung Changi karena suatu urusan...”Jawabnya sambil membawa mobilnya melaju di jalanan.


“Owh...”Mendengar jawaban Bai Suchen yang misterius, Chu Xian pun tidak banyak tanya lagi walaupun dia penasaran ada urusan apa Bai Suchen ke gunung Changi yang tidak pernah dia dengar ini.


Lalu suasana menjadi hening lagi. Dan Chu Xian memutuskan untuk tidur terlebih dahulu.


Selang beberapa menit kemudian.


Paviliun Chang'an.


“Tuan Chu kita sudah sampai!”panggil Bai Suchen membangun kan Chu Xian.


Chu Xian bangun dari tidurnya, dan langsung keluar dari mobil. Lalu dia segera masuk ke dalam paviliun dan diikuti oleh Bai Suchen di belakang.


Melihat paviliun ini begitu sepi dan hanya ada beberapa pelayan yang sedang bekerja, Chu Xian mengerutkan keningnya dan mau tak mau bertanya:“Dimana Xu Chang'an?”


Bai Suchen langsung menjawab:“Tuan Xu saat ini masih belum pulang!”


“Iya aku tau dia masih belum pulang! Yang kutanya kan itu adalah dimana dan kemana dia pergi serta kapan dia akan pulang?”Chu Xian bertanya sambil memutar matanya. Dia merasa Bai Suchen hanya tidak ingin mengatakan dimana Xu Chang'an pergi saja.


Dan benar saja, tebakan Chu Xian memang benar setelah mendengar Bai Suchen berkata: “Maaf Tuan Chu. Hal ini aku tidak bisa mengatakan nya...”


Yang benar saja!


Chu Xian sedikit tidak puas, tapi dia masih menahan diri untuk bertanya lagi dan tidak peduli. Lalu Chu Xian duduk dengan santai dan dilayani oleh beberapa pelayan Xu Chang'an.


Kita tunggu saja!


(Akhir bab ini)