Achievement System

Achievement System
Bab 47 : Siapa! Siapa?



Seminggu kemudian,...


Chu Xian sekarang berada di luar, sedang makan malam bersama Xu Chang'an di sebuah hotel di kota Longnan, dan mereka berdua terlihat sedang ayik berbicara dan bercanda.


"Chu Xian! Bagaimana kabar orang-orang tua itu?" Xu Chang'an bertanya tentang tiga Ri Xiang, Wang Zi, dan juga Mo Fu.


"Orang tua sial itu sekarang mungkin sedang bersenang-senang sendiri! Haha..." jawab Chu Xian dengan bercanda.


“Tidak juga,” Xu Chang'an menggelengkan kepalanya, dan berkata, “Aku dengar Mo Fu sedang melakukan sesuatu yang membuat Wang Zi kesal, dan sekarang mereka sedang perang Dingin...”


"Ha ha ha... Biarkan kedua pak tua itu beramin, apakah kamu juga ingin mengikuti kekacauan mereka berdua? Aku akhir-akhir ini merasa sedikit bosan tidak ada yang bisa di kerjakan..." Chu Xian semakin tertawa mendengar situasi kedua Mo Fu dan Wang Zi.


"Hei Chu Xian, apakah kamu ingin melakukan sesuatu yang berbeda?" Xu Chang'an mulai berbicara serius.


"Apa itu?" tanya Chu Xian dengan santai sambil meminum anggur.


"Yah, kamu tau sejak aku terluka parah dan kehilangan basis kultivasi ku, aku tidak bisa melakukan tugas yang di butuhkan untuk negara lagi..." Xu Chang'an menghela nafasnya sedikit.


"Jadi apa hubungan nya denganku?" Chu Xian sedikit enggan dan sudah menebak sesuatu.


“Apakah kamu ingin pergi ke negara J?” Xu Chang'an berkata dengan tersenyum sambil menuangkan anggur untuk Chu Xian. Lalu dia berkata lagi, “Tenang saja, kamu tidak akan pergi dengan sia-sia, pihak negara sudah menyiapkan keripik untuk mu, dan jika kamu masih tidak puas, maka kamu bisa mengajukan untuk menambah beberapa keping keripik lagi...”


"Asal tidak di luar kemampuan negara..." tambah Xu Chang'an di dalam hati.


"Coba kamu katakan dulu, apa bayaran yang akan mereka berikan padaku?" Chu Xian sudah mulai tertarik.


Sekarang jika di pikir-pikir, perusahaan yang dia punya sudah berkembang dengan pesat di dalam negri, tapi jika dia ingin memperluas jaringan nya lagi ke luar negri, maka ini adalah kesempatan untuk nya.


Dan dia juga berpikir ini adalah kesempatan nya untuk liburan dan melakukan sesuatu yang baru, karena akhir-akhir ini dia merasa sedikit bosan tidak berbuat apa-apa.


"Baik, aku akan mengatakan nya kepadamu setelah aku berbicara dengan mereka, dan untuk hal itu mungkin akan sedikit lama, karena aku perlu bernegosiasi dengan mereka..." kata Xu Chang'an santai.


Lalu Xu Chang'an mengambil rokoknya dan menawarkan nya kepada Chu Xian. Dan mereka juga tidak membahas hal itu lagi, tapi melanjutkan ceritanya yang tadi dengan sedikit bercanda.


Ring...


Di tengah pembicaraan, ponsel Chu Xian berdering. Lalu Chu Xian mengeluar kan ponselnya dan melihat siapa yang menghubungi dirinya, dan ternyata Su Rukia lah yang menghubungi nya.


"Hallo, Rukia ada apa?"


"Chu Xian! Tolong aku!"


"Apa yang sebenarnya yang telah terjadi dengan mu?"


Mendengar Rukia yang sepertinya sangat mendesak, Chu Xian yang khawatir pun berdiri, dan bertanya-tanya apa yang sudah terjadi kepada nya.


"Ayah... Dia... Sebaiknya kamu datang saja kemari!" Rukia memutuskan telponnya.


"??"


Chu Xian yang memegang ponselnya pun menjadi bingung.


Xu Chang'an yang mendengar itu pun bertanya, “Apakah telah terjadi sesuatu dengan kekasih kecil mu? Apakah kamu butuh bantuan?”


“Tidak perlu,” Chu Xian menggelengkan kepala, “Aku sendiri sudah cukup untuk menghancurkan orang sudah membuat masalah dengan orang ku!”


"Baik, jika begitu pergilah segera!" Xu Chang'an mengangguk. Dia tidak merasa Chu Xian butuh bantuan, sedangkan dia tau Chu Xian sekarang adalah seorang Grandmaster yang bisa menghancurkan sebuah negara kecil jika dia mau.


.....


Di tengah perjalanan menuju ke tempat Rukia,...


Ring...


Ponsel Chu Xian berdering lagi, dan sekarang LingJi lah yang menghubungi dirinya, lalu Chu Xian menghentikan mobilnya sebentar.


Mengangkat telponnya, Chu Xian langsung bertanya, “LingJi, ada apa?”


"Kakak! Rumah kita di serang!" LingJi berkata dengan pelan, sepertinya sedang bersembunyi di suatu tempat.


Mendengar itu pun, wajah Chu Xian langsung jelek seketika.


Siapa yang sudah menargetkan dirinya dengan menyerang orang-orang di sekitarnya?


Sekarang Rukia dan LingJi sedang butuh bantuan darinya! Dan jika dia sudah menemukan orang yang melakukan ini, maka dia pasti akan menghancurkan orang itu sampai berkeping-keping!


"Kakak! Kamu ada di mana sekarang?" tanya LingJi terburu-buru.


"Kakak sedang di jalan. Sekarang bagaimana situasi di sana, dan apakah kamu baik-baik aja?" Chu Xian sangat khawatir akan keselamatan LingJi.


"Sekarang LingJi sedang bersembunyi di dalam lemari, dan yang menghadapi mereka adalah kakak Xia, dan ohh, dia sudah menyelesaikan mereka semua kak!" seru LingJi kegirangan.


“Huft,” Chu Xian yang mendengar itu pun menghela nafas lega, lalu dia berkata lagi, “Coba sekarang kamu berikan telpon ke kakak Xia, kakak ingin berbicara dengan nya...”


“Baik kak...” LingJi menuruti perkataan Chu Xian, dan tak lama kemudian LingJi berbicara lagi, “Ini kak, LingJi sudah memberikan telpon nya kepada kakak Xia...”


"Xia! Apakah kamu tidak apa-apa?" tanya Chu Xian langsung.


"Tidak apa-apa kok Chu, mereka ada sebanyak 20 orang dengan senjata api, dan aku sudah menyelesaikan mereka semua, tapi aku tidak membunuh mereka, dan hanya membuat mereka pingsan..." kata Xia menjelaskan.


“Huh, sukurlah,” Chu Xian semakin lega mendengar nya, lalu dia berkata lagi, “Yang penting kamu baik-baik aja, dan baik... Aku akan menghubungi Cheng Hai untuk mengurus sisanya, karena sekarang mungkin terjadi hal yang sama dengan Rukia, jadi tolong jaga LingJi dulu ya...”


"Baiklah, aku akan waspada jika ada lagi yang datang untuk menyerang!" kata Xia terdengar penuh semangat.


Chu Xian tersenyum mendengar nya, yah, sebenarnya dia tidak perlu khawatir akan terjadi apa-apa kepada mereka berdua, karena dengan adanya Xia di sisi LingJi, Xia dengan berbagai kemampuan chet nya pasti bisa mengatasi itu semua.


Sekarang yang dia khawatir kan adalah Rukia, karena Rukia tidak memiliki kemampuan untuk menjaga dirinya sendiri, apalagi dia harus menjaga Xiao kecil bersama nya.


Dan sekarang yang jadi pertanyaan nya adalah siapa yang sudah melakukan hal ini, dengan menargetkan orang-orang di sekitarnya, apakah dia punya musuh yang tidak di ketahui.


Oh ya!


Apakah orang itu?


Chu Xian memikirkan orang yang sudah membuat dirinya yang sebelumnya terluka dan mati, sehingga dia yang menggantikan jiwa Chu Xian yang lama.


Tapi, dia masih ragu apakah benar orang itu yang melakukan nya, karena kalau untuk menghadapi dirinya kenapa harus menargetkan orang-orang terdekatnya, kenapa tidak menghadapi dirinya secara langsung.


Chu Xian yang semakin kebingungan pun tidak memikirkan nya lagi, dan segera melajukan mobilnya ke tempat Rukia, karena jika semakin lama akan semakin bahaya!


(Akhir bab ini)