Achievement System

Achievement System
Bab 14 : Kartu truf kedua



Di hotel, Chu Xian kembali ke kamarnya, melepas pakaian, dan membuangnya ke samping. Lalu ia berbaring di sofa, memejamkan mata.


"Mengapa kamu kembali secepat ini, bukankah kamu mengatakan mau kembali setelah setengah hari?"


"Ahh.. Hantu!"


Kaget setelah membuka matanya, dia melihat wanita hantu itu yang melayang di samping nya. Tidak mendengar pertanyaan darinya.


"Aku memang hantu kok, memangnya kenapa, apakah kamu takut kepadaku?"


'.......'


Chu Xian terdiam sejenak, tak bisa berkata kata mendengar perkataan wanita hantu itu yang sambil melayang-layang diatas kepalanya.


"Apakah kamu bisa, jika kamu tidak mengagetkan ku terus!" ucap Chu Xian bangkit berniat menuju kamar mandi.


"Mau kemana?" tanya wanita hantu itu, melayang mengikuti Chu Xian.


"Kenapa kamu mengikuti ku, saya mau kekamar mandi, jadi sudah seharusnya saya mau mandi." menatap wanita hantu itu, dan berpikir tak ada yang bisa ia lakukan untuk wanita hantu ini.


"Atau.. Apakah kamu mau mandi juga bersama saya, jika begitu ayo masuk. " lanjutnya lalu ia pun membuka pintu dan masuk kedalam.


'.......'


Wanita hantu itu terdiam, bertanya kepada dirinya sendiri apakah akan masuk juga, wajah nya pun langsung memerah.


"Tidak.. Tidak, kita belum menikah, jika sudah menikah baru boleh mandi bersama." pikirnya menggelengkan kepala, lalu ia pun melayang kembali ke sofa.


Tak lama Chu Xian mandi, keluar dengan memakai piyama, lalu ia kembali berbaring lagi di sofa.


"Kenapa aku merasa kamu lagi dalam masalah ya?"


"Yah.. Saya sedang berpikir untuk memukul orang."


"Ahh.. Apakah kamu mau memukul ku?"


Langsung menjauh dari Chu Xian, takut akan dipukul.


'.......'


Chu Xian yang melihat itu pun hanya diam saja, dan wanita hantu yang melihat Chu Xian diam pun semakin yakin akan spekulasi nya.


"Huuh.. Saya sedang membicarakan tentang musuh."


Wanita hantu itu menghela nafas lega, karena berpikir bagaimana mungkin Chu Xian bisa memukuli dirinya, sedangkan dia tidak ada membuat kesalahan.


"Sepertinya saya harus memberikan kamu sebuah nama, karena saya tidak bisa memanggil kamu dengan sebutan wanita hantu terus." menatap wanita hantu itu.


"Apakah kamu punya ide?" tanya wanita hantu itu bersemangat senang mendengar dia akan memiliki nama.


"Hmm.." berpikir sejenak.


"Bagaimana jika saya memanggil kamu dengan nama Xia, apakah kamu suka mendengarnya?"


"Suka.. Suka.. Saya sangat menyukainya!"


Wanita hantu itu pun kegirangan, oh tidak, seharusnya dia sekarang di panggil Xia, dan ia menyukainya karena Chu Xian yang memberikannya.


"Yah.. Ya, dan sekarang Xia kamu pergi saja bermain sebentar, saya mau tidur.."


Tidak berbicara lagi, dia pun berbaring lagi di sofa, di alam bawah sadarnya, dia sedang berbicara dengan sistemnya.


"Anak muda.. Sekarang kamu punya 500 titik point, dan bisa mengupgrade System, apakah kamu setuju?"


"Kenapa kamu sekarang kamu ingin upgrade?"


"Dengan mengupgrade sistem, kamu akan memiliki lebih banyak pilihan untuk dipilih di mall sistem, dan kamu pasti akan menemukan hal-hal yang baru disini, termasuk item langka."


"Tapi.."


Chu Xian menimbang pro dan kontra, berpikir jika dia mengupgrade sistemnya, maka point yang dikumpulkan olehnya selama ini akan hilang, tapi dia juga tidak tahan dengan godaan sistem tentang hal-hal baru yang di sebutkan oleh sistem.


"Yah.. Baiklah"


Menyetujui saran sistem, berpikir jika di upgrade pasti akan memiliki banyak sesuatu yang baru.


"Baik, titik point sudah dikurangi, sistem sedang mengupgrade, hitung mundur 5..4..3..2..1.."~


Ting..


Susana di alam bawah sadar Chu Xian pun berubah, dari yang kosong sekarang dilengkapi oleh berbagai macam garis-garis hologram.


"Baik!"


Chu Xian pun senang karena mengupgrade sistem, bertambah senang mendengarkan ada hadiahnya.


Klik..


Menekan tombol buka di peti harta karun di layar sistem.


Ting..


"Selamat, anda mendapatkan perisai otomatis, di gunakan untuk menahan serangan senjata api selama 10 menit (item sekali pakai)."


"Haha.. Ini yang saya butuhkan, Perusahaan Terpadu Gusu, kalian siap-siap saja menunggu saya." tertawa senang berpikir akhirnya ia mempunyai kartu truf lain untuk menghadapi mereka.


Sedangkan kartu truf nya yang kedua adalah kartu penyelamat hidup yang didapatkan olehnya di awal, tapi karena terlalu berharga, ia berharap hal itu di gunakan jika dia berada di situasi yang paling genting.


Membuka matanya di alam nyata, ia lalu memesan makanan dari hotel, dan duduk santai di menunggu pesanannya datang.


Tak lama menunggu, pelayan hotel mengantarkan makanan yang dipesan olehnya ke depan pintu. Chu Xian mengambilnya dan ia pun makan dengan santai.


"Xia.. Apakah kamu perlu makan?" tanya Chu Xian kepada Xia yang sedari tadi melihat dirinya.


"Aku.. Kurasa tidak memerlukannya." menggelengkan kepalanya, dia tidak pernah merasa lapar sama sekali.


Chu Xian pun mengangguk mengerti, ia bertanya hanya karena penasaran saja.


"Sini, ada yang mau kulakukan,"


"Ada apa?"


"Kemari aja dulu."


Tersenyum ringan kepada Xia, memintanya untuk duduk didekatnya.


"Tidak mau, saya merasa kamu mau berbuat sesuatu yang memalukan." menolak permintaan Chu Xian, karena melihatnya tersenyum tidak wajar.


Senyum Chu Xian langsung membeku, berpikir wanita ini pintar juga.


"Hahh.. Aku memang tidak berbakat dalam menipu orang, ya sudah lah." pikirnya lalu berdiri pergi kekasur, ingin beristirahat.


Tidur dengan nyaman tidak tau berapa lama, dia terbangun karena hari sudah mulai malam.


"Apakah sudah mau malam. Huh.. Bagaimanapun besok saja saya pergi ke sana " masih memikirkan rencana untuk menghadapi Perusahaan Terpadu Gusu.


Menatap ke samping, ia melihat Xia yang sedang melayang di dekat jendela, dia melihat kota yang terang dengan lampu berwarna-warni dari kaca hotel.


"Apakah kamu tidak tidur?" tanya chu xian kepada nya.


Mendengar suara Chu Xian, ia menoleh melihat kebelakang, menatapnya dengan seksama sebelum menjawab pertanyaan Chu Xian.


"Yah.. Saya tidak lelah." berbalik dan kembali memandangi keindahan kota dari kaca hotel.


"Apakah kamu ingin keluar untuk jalan-jalan?" merasa kasihan jika Xia terus sendiri di hotel dan kesepian.


"Apakah kita akan berkencan!" senang mendengar nya.


"Uhh.. Bisa di bilang begitu." sebenarnya bingung terhadap hubungannya dengan Xia, tak ada yang akan percaya bahwa dirinya berpacaran dengan hantu.


"Kapan kita akan pergi?"


"Yah.. Besok saja, dan saya akan mengajakmu pergi ke taman hiburan." tersenyum melihat Xia yang tidak sabar.


"Sepertinya ini bagus juga." pikir Chu Xian senang, yah walaupun dirinya belum bisa menyentuh Xia, tapi dia tetap senang jika Xia juga senang.


Dia pun juga berpikir dan bertanya-tanya apakah dirinya sudah jatuh cinta dengan Xia yang sejatinya adalah hantu.


"Yah.. Besok aja baru di bicarakan lagi.."


(Akhir bab)