Achievement System

Achievement System
Bab 82 : K dan Ryu?



Setelah Ri Xiang mengangguk kepada Wang Zi. Wang Zi pun membalas anggukan nya, kali ini dia yang akan menjelaskan detail dari urusan ini.


“Apakah kamu benar-benar ingin pergi? Kudengar kamu sudah mencapai ranah Grand Master Puncak, dan kami memutuskan mengirim mu pergi karena kami berpikir hanya kamu yang paling cocok untuk melakukan tugas ini, tapi kami masih membutuhkan pendapat mu untuk itu. Bagaimana?”


Mengatakan itu sambil tersenyum, Wang Zi lalu dengan santai meminum teh dan menunggu jawaban dari Chu Xian.


Bagaimana orang ini tau?


Chu Xian sedikit terkejut karena kekuatan yang masih dia sembunyikan di ketahui oleh orang-orang ini.


Ini pasti hantu Wang Zi!


Chu Xian menatap Wang Zi dengan sedikit kesal, karena mungkin Wang Zi lah yang telah memberitahu kan kepada pihak yang di atas bahwa dia sudah mencapai ranah Grand Master Puncak. Dan itu pasti karena waktu itu Wang Zi yang melihat nya bertarung di negara J.


“Kamu menanyakan pendapat ku?”kata Chu Xian setelah agak lama terdiam sambil menunjuk dirinya sendiri.


“Yah, karena kekuatan mu sudah meningkat dengan sangat cepat, dan membuat orang-orang yang di atas ingin menyenangkan mu. Tidak seperti sebelumnya!”Wang Zi berkata sambil mengangguk.


“Oke, aku akan memikirkan nya sebentar!”Chu Xian berkata dengan santai.


Sebenarnya dia tidak terlalu banyak berpikir, karena memang dirinya sendiri lah yang ingin pergi untuk melakukan tugas ini secara sukarela. Tapi karena orang-orang yang di atas begitu mementingkan dirinya, maka tidak apa-apa kan untuk mengambil beberapa keuntungan dari mereka.


“Kamu tenang saja. Sama seperti sebelumnya. Negara akan memberikan beberapa keripik kepada mu, dan kali ini negara malah akan memberikan lebih...”Wang Zi berkata sambil tersenyum.


“Oke, aku akan melakukan tugas ini, tapi yang pergi kali ini hanya aku sendiri saja, dan tidak boleh ada yang mengikuti ku!”pinta Chu Xian dengan menatap Wang Zi. Karena hanya Wang Zi lah yang menurut dirinya selalu mengganggu.


Wang Zi sangat terdiam: “...”


Kenapa aku merasa anak ini sedang membicarakan ku?


“Oke, sesuai dengan permintaan mu, kami akan mengaturnya untuk mu!”Wang Zi mengangguk pelan, dan menyetujui permintaan Chu Xian.


“Chu Xian, kali ini target mu adalah seorang mutan tingkat SSS dan mungkin saja lebih tinggi, maka dari itu kamu sebaiknya bergerak dengan hati-hati, dan jangan terlalu menonjolkan dirimu!”Xu Chang'an berkata untuk memperingati Chu Xian.


“Tingkat SSS...”ulang Chu Xian sambil berpikir kenapa orang-orang ini tidak mengirimkan orang-orang mereka sendiri untuk menghadapi mutan itu?


Di dalam ruangan ini, setiap orang memiliki bawahan ataupun anggota yang elite yang mana tingkat kultivasi nya banyak yang sudah mencapai ranah master puncak, tapi kenapa orang-orang ini tidak mengirimkan mereka saja?


Inilah yang membingungkan Chu Xian, dan berpikir kenapa harus dirinya yang paling cocok untuk melakukan tugas ini. Dia merasa sangat curiga di hatinya.


Melihat Chu Xian yang sepertinya sudah mengerti, Wang Zi lalu mengeluarkan sebuah foto dan memberikan nya kepada Chu Xian sambil berkata: “Baik, ini adalah orang yang akan kamu cari, dan dia memegang sebuah kotak yang kami ingin agar kamu mengambil nya, dan kalau bisa kamu bisa membunuh mutan ini...”


Ini kota lagi?


Chu Xian tak bisa tidak bertanya-tanya, apakah tidak ada sesuatu yang lain selain kotak untuk di jadikan tempat penyimpanan barang. Tapi walaupun Chu Xian berpikir begitu, dia tetap mengambil foto itu dari tangan Wang Zi dan menyimpan nya ke dalam sakunya.


“Oke-oke, mari kita minum bersama dulu untuk mengantarkan kepergian Chu Xian!”sela Ri Xiang mengangkat tangannya dengan tersenyum bahagia.


“...”(Chu Xian terdiam)


Kenapa ia merasa orang-orang ini ingin mengantarkan dirinya kepada kematian?


Atau, apakah ada yang masih di sembunyikan oleh mereka?


Chu Xian tidak percaya orang-orang ini sudah mengatakan semuanya kepada dirinya sendiri.


Aku...


Siangnya.


Chu Xian langsung di antar kan ke tempat rahasia dan sudah di persiapkan sebuah pesawat pribadi yang akan mengantarkan dirinya ke tempat yang sudah di sepakati.


—Negara K.


Inilah negara yang akan menjadi tempat dimana Chu Xian akan melakukan tugasnya. Setelah turun dari pesawat, Chu Xian pun langsung menuju ke sebuah kota yang jaraknya tidak jauh dari tempat turunnya pesawat itu.


Kota Ryu—


“Oke, mari kita bersantai selama beberapa hari terlebih dahulu.”kata Chu Xian kepada dirinya sendiri.


Karena tugas ini tidak di minta untuk dilakukan dengan tergesa-gesa, Chu Xian pun tidak ingin terburu-buru dalam melakukan nya, dan dia dengan santai memasuki sebuah restoran yang kelihatan nya agak terkenal, dan berniat untuk makan siang yang tertunda tadi.


Setelah makan Chu Xian segera mencari tempat menginap untuknya malam ini, dan memilih sebuah hotel yang cukup bagus menurut nya.


Aku...


Malam harinya.


Chu Xian datang ke sebuah bar dengan pakaian kasual agar tidak mencolok, dan duduk di depan meja bartender.


“Halo kakak tampan! Kakak mau pesan apa?”bartender wanita bertanya kepada Chu Xian sambil tersenyum manis.


“Anggur Putih!”jawab Chu Xian singkat.


“Oke”


Bartender wanita lalu pergi kebelakang dan mengambil kan Chu Xian anggur yang diminta olehnya, dan kembali lagi dengan beberapa botol anggur.


Lalu wanita bartender itu menuangkan anggur ke dalam gelas Chu Xian, dan Chu Xian juga tidak menolak.


“Apakah kamu sudah lama bekerja di sini?”tanya Chu Xian kepada wanita bartender itu dengan santai.


“Sudah lama...”wanita itu mengangguk heran. Kenapa orang ini menanyakan soal itu kepadanya.


“Baik”Chu Xian mengangguk ringan, lalu dia merogoh sakunya dan mengeluarkan sebuah foto, “Apakah kamu pernah melihat orang ini?” tanyanya sambil menunjukkan foto itu kepada wanita bartender tersebut.


Bartender wanita itu mengerutkan kening melihat foto yang di tunjukkan Chu Xian kepada dirinya. Di Foto itu terlihat seorang pria yang bertubuh kekar dan memiliki wajah yang cukup untuk menakut-nakuti anak berusia tiga tahun.


“Tidak, aku tidak pernah melihat orang ini...”wanita bartender menggelengkan kepalanya dan berkata setelah lama berpikir.


“Oke tidak apa-apa...”Chu Xian menghela sedikit nafasnya dan menyimpan kembali foto itu. Lalu dia tidak bertanya apa-apa lagi dan minum dengan jujur sehingga tidak sadar sudah menghabiskan beberapa botol sendirian, dan untung saja dia seorang Grand Master yang sudah bisa mengendalikan energi internal yang bisa di gunakan untuk menekan efek alkohol pada dirinya.


Setelah merasa larut malam, Chu Xian pun pulang ke hotel dan langsung tidur.


“Kita nantikan hari esok...”


(Akhir bab ini)