Achievement System

Achievement System
Bab 108 : Pak tua! Kamu mabuk!



Malamnya.


Walaupun Chu Xian tidak ingin pergi, tapi karena rasa penasaran nya dia pun tetap pergi untuk menemui Wang Zi di tempat Ri Xiang.


Tapi sebelum itu mari kita pergi makan dulu!


Jangan terburu-buru! Jangan terburu-buru!



Paviliun Xiang.


“Hei Wang, kamu yakin anak itu akan mau datang kemari?”Tanya Ri Xiang tersenyum main-main.


“...”(Wang Zi terdiam dengan wajahnya yang menghitam)


“Hei, hei, jangan tertekan begitu, sebelum anak itu datang mari kita minum-minum dulu haha...”Ri Xiang tertawa puas melihat wajah Wang Zi yang tertekan.


“Minum, minum, hanya itu yang kamu tau! Aku tak ingin minum dengan mu...”Wang Zi berkata dengan tidak puas. “Tapi, apakah benar anak itu tidak akan datang?”Sambungnya di dalam hati.


Wang Zi menghela nafasnya sedikit, mengulurkan tangannya untuk mengambil botol anggur. Walaupun dia berkata tak ingin minum, tapi dia tangannya tidak jujur dan menyesap anggur langsung dari botolnya.


Ri Xiang juga tertawa melihatnya dan ikut minum sambil merokok.


Satu jam.


“Anak itu belum datang?”


Ri Xiang menggelengkan kepalanya.


Baik...


Dua jam.


“Belum datang juga?”


Ri Xiang hanya diam sambil menyesap anggurnya.


Oke...


Tiga jam kemudian.


“Oke, oke, aku akan pulang!”


Wang Zi bangkit dan berdiri, bersiap untuk pulang tapi baru saja dia ingin melangkahkan kakinya dia mendengar:


“Hei, pak tua, kalian berdua sedang apa?”


Terlihat Chu Xian berjalan masuk dengan santai sambil melambaikan tangannya tersenyum.


“...”


“...”


Wang Zi, Ri Xiang, kedua pak tua itu terdiam.


Mereka berdua merasa kalau Chu Xian sengaja untuk datang terlambat.


Ya, pasti!


“Hei, kenapa kalian berdua melihat ku seperti itu?”Chu Xian merinding melihatnya. Tapi di dalam hatinya dia tersenyum. Hehe, siapa suruh kalian berdua untuk bekerja sama untuk menyulitkan dirinya.


Wang Zi dan Ri Xiang tidak tau di mana mereka pernah menyinggung Chu Xian, melihat senyumannya yang terlihat begitu tidak menyenangkan membuat hati kedua orang tua itu tenggelam.


melihat wajah keduanya Chu Xian semakin tertawa di dalam hatinya: “𝘚𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘴𝘶𝘳𝘶𝘩 𝘸𝘢𝘫𝘢𝘩 𝘬𝘢𝘭𝘪𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘨𝘪𝘵𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘦𝘯𝘢𝘬 𝘥𝘪 𝘱𝘢𝘯𝘥𝘢𝘯𝘨, 𝘩𝘦𝘩𝘦, 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘴𝘦𝘮𝘢𝘬𝘪𝘯 𝘣𝘢𝘪𝘬...”


Chu Xian lalu ikut duduk dengan santai dan mengambil botol anggur di tangan Wang Zi. Menyesapnya sedikit, dia mengerutkan keningnya dan berkata: “Kenapa kalian meminum anggur yang tidak enak ini? Sekarang ambil kan koleksi mu, aku yakin kamu menyembunyikan banyak anggur yang enak untuk di minum...”


Wajah Ri Xiang tiba-tiba menghitam seketika. Sebenarnya dia tidak ingin mengeluarkan koleksi nya untuk Chu Xian, dia ingin berkata tidak ada tapi setelah melihat Wang Zi yang menatapnya dengan pandangan yang seperti berkata: sialan kamu, ternyata kamu punya banyak koleksi dan tak ingin mengeluarkan nya di awal.


Ri Xiang pun terpaksa untuk mengeluarkan koleksi yang di simpan nya selama bertahun-tahun sambil menangis di dalam hatinya. Dia juga menatap Chu Xian dengan buruk, dan tak bisa bertanya-tanya dari mana Chu Xian tau tentang koleksi anggurnya? Dia tidak tau Chu Xian hanya menebaknya saja, dan tidak menyangka bahwa itu benar, tapi Chu Xian hanya diam saja sambil tersenyum.


“Baik, sekarang katakan ada apa kamu memanggilku dan jelaskan kenapa kamu mengajak ku untuk pergi keluar negri yang kamu katakan tadi?”Chu Xian mulai serius dan bertanya.


“Huft,”Wang Zi menghembuskan nafasnya perlahan dan mulai berkata, “Sebenarnya aku ingin meminta bantuan mu, dan kali ini tentang sebuah kekuatan misterius yang ingin menantang pihak kami, dan setelah di selidiki, ternyata pihak lawan menggunakan semacam teknologi yang mampu untuk membuat kultivator seperti kita kesulitan untuk bergerak dan hal itu bisa mengancam kultivator di negara kita, jadi aku meminta bantuan mu untuk...”


“Untuk apa?”Chu Xian mengerutkan keningnya karena Wang Zi menghentikan perkataannya di tengah jalan.


Wang Zi melirik Ri Xiang sebentar, dan mengangguk, dia berkata kepada Chu Xian: “Chu Xian, aku yakin setelah mendengar perkataan ku kamu mengerti sedikit... Hal ini menyangkut tentang seluruh kultivator tingkat rendah di negara kita, karena jika saja mereka menggunakan teknologi itu untuk membunuh para kultivator yang ada di negara kita maka itu akan sangat merugikan negara, sekarang aku ingin bertanya kepada mu, apakah kamu ingin ikut dengan ku untuk menghancurkan teknologi itu?”


Wang Zi mengakhiri perkataannya dengan pertanyaan.


Chu Xian tidak langsung menjawab, pertama dia mengerutkan keningnya untuk berpikir. Wang Zi juga tidak terburu-buru, dan menunggu jawaban Chu Xian.


Setelah sekian lama berpikir, Chu Xian membuka mulutnya untuk berkata: “Pertama aku ingin bertanya dulu, tugas ini dari kamu sendiri atau dari negara?”


“Dari ku sendiri!”Jawab Wang Zi.


Chu Xian semakin mengerutkan keningnya dan bertanya lagi: “Apakah hanya kita berdua saja yang akan pergi?”


“Yah, ini hanya kita berdua saja...”Wang Zi mengangguk sungguh-sungguh.


“Sial, apakah kamu ingin mengajak ku untuk mati bersama mu, kamu bilang tugas ini dari kamu sendiri, dan yang akan pergi juga kita berdua, apakah kamu mabuk!!!”Chu Xian berdiri dan berteriak.


Chu Xian merasa begitu!


Hanya mereka berdua saja, apakah bisa menghancurkan teknologi itu, karena Chu Xian juga berpikir tidak mungkin teknologi yang berbahaya seperti itu di miliki oleh kelompok biasa, itu pasti organisasi besar dengan orang-orang yang hebat di dalamnya!


“Chu Xian, kamu tenang dulu, biar aku jelaskan lagi...”Wang Zi menghela nafasnya dan berusaha untuk membujuk Chu Xian.


“Jelaskan sejelas-jelasnya!”Chu Xian duduk kembali dengan ekspresi tidak senang yang masih terpampang di wajahnya.


“Baik, jadi begini... Begini... Begini...”Wang Zi menjelaskan nya satu persatu.


“Apakah benar seperti yang kamu katakan?”Chu Xian mengerutkan keningnya dan bertanya. Dia masih tidak yakin rencana ini akan berhasil.


“Secara alami...”Wang Zi mengangguk dengan sungguh-sungguh.


“Ba, baiklah, akan kita coba...”Chu Xian melambaikan tangannya berusaha untuk menerimanya walaupun enggan.


Mendengar jawaban Chu Xian, Wang Zi pun menghela nafas lega dan tersenyum.


“Sudah-sudah, mari kita lanjutkan minum-minum kita!”Seru Ri Xiang menyela suasana yang tegang sambil mengangkat gelasnya.


(Akhir bab ini)