
Chu Xian dan Cheng Hai sekarang sedang menuju ke kantornya Pak tua Si. Tak lama dijalan mereka pun sampai di sebuah gedung mewah bergaya Eropa.
Turun dari mobil, mereka berdua segera memasuki gedung tersebut, dan di sambut oleh salah satu orang dari Pak tua Si, dan menunjukkan jalan ke kantor dimana Pak tua Si sekarang berada.
Cklek..
Chu Xian dan Cheng Hai masuk kedalam kantor, melihat Pak tua Si sedang duduk sambil meminum teh.
"Ah.. Selamat datang Master Chu! Apakah perjalanannya kesini lancar?" tanya Pak tua Si basa-basi, dan tidak bertanya tentang Chu Xian datangnya lama.
"Ya!" kata Chu Xian mengangguk.
"Hei Pak tua, sekarang jangan basa-basi lagi, dimana surat-surat nya? Biar Bos saya langsung tandatangani!" tanya Cheng Hai tak ingin berbasa-basi.
"Ini suratnya, berisi sebuah sertifikat kepemilikan perusahaan realestat di Distrik A pusat kota, dan perusahaan ini juga memiliki cabangnya di kota Gangsu!" kata Pak tua Si menyerahkan sebuah surat kepada Cheng Hai.~
"Saya juga sudah mentransfer sejumlah uang ke rekening Master Chu, total 20 juta Yuan, termasuk semua aset yang diberikan." kata Pak tua Si tersenyum melanjutkan perkataannya.
"Ok Bos! Silakan ditandatangani!" pinta Cheng Hai menyerahkan surat itu ke Chu Xian.
Chu Xian mengangguk, mengambil surat itu, dan menandatangani nya.
"Ok, sekarang jika Master Chu ingin melihat situasi perusahaan nya, maka saya bisa mengantarkan Master Chu ke sana!" kata Pak tua Si yang melihat Chu Xian sudah membuat tanda tangannya.
Chu Xian hanya mengangguk, menyerahkan surat itu kepada Cheng Hai untuk di simpan.
"Ok! Ayo saya antar kesana." kata Pak tua Si senang.
Mereka pun segera keluar dari sana, dan Cheng Hai membawa mobilnya, mengikuti Pak tua Si yang mengendarai mobilnya sendiri.
Tak lama, mereka pun sampai di sebuah gedung mewah bertingkat, lalu mereka langsung memasuki gedung tersebut.
Setelah masuk, Chu Xian dan Cheng Hai hanya menunggu di ruang tamu, sedangkan Pak tua Si pergi kedalam salah satu kantor yang ada di sana.
"Shi Yuan! Hari ini kamu ada Bos baru, dan kamu akan menjadi asistennya mulai sekarang!" kata Pak tua Si kepada seorang perempuan yang sedang duduk di bangku kantornya.
Perempuan yang dipanggil dengan nama Shi Yuan pun mengangkat kepalanya.
"Memangnya kenapa Bos?" tanya Shi Yuan dengan heran.
"Saya sudah menyerahkan perusahaan ini kepadanya, dan jika kamu bertemu dengannya kamu harus sopan kepadanya, soalnya Bos baru kamu ini seseorang yang sangat hebat!" kata Pak tua Si memperingatkan Shi Yuan.
Pak tua Si takut jika Shi Yuan akan menyinggung Chu Xian, mengingat sifat Shi Yuan yang mulutnya sedikit pedas.
"Owh.. Ternyata begitu, ayo biarkan saya bertemu dengan Bos baru yang hebat ini!" kata Shi Yuan dengan santai.
Mereka berdua pun segera keluar dari kantor, menuju ke ruang tamu perusahaan.
"Hah! Kamu!"
"Ahh.. Ternyata kamu!"
Kata Chu Xian dan Shi Yuan secara serentak terkejut.
"Oh, jadi kalian berdua sudah saling kenal ya? Jika begitu saya pergi dulu dan biarkan Shi Yuan yang menjelaskan situasi tentang perusahaannya." kata Pak tua Si.
Segera meninggalkan tempat itu, tak ingin mengganggu mereka.
"Jika begitu saya juga akan keluar Bos! Saya mau mencari minum!" kata Cheng Hai mengikuti Pak tua Si.
'.......'
'.......'
Mereka berdua pun terdiam, apakah mereka salah paham terhadap hubungan mereka berdua.
"Ahem.. Apakah kita bisa memulai bisnisnya?" tanya Chu Xian membuka percakapan serta memecahkan keheningan.
"Oh! Jadi kamu Bos baruku sekarang?" tanya Shi Yuan memegang dagunya.~
"Kenapa Pak tua itu bisa memberikan perusahaannya kepadamu? Atau.. Apakah kamu anak haram dari Pak tua itu?" Shi Yuan seperti menginterogasi Chu Xian.
'.......' (Chu Xian terdiam)
"Siapa yang mau jadi anak Pak tua itu!" kata Chu Xian muntah didalam hatinya.
"Kamu sekarang sudah menjadi asistenku! Jadi, kamu harus menuruti segala kemauanku!" kata Chu Xian tidak menjawab pertanyaan dari Shi Yuan.
"Ahh.. Apakah kamu ingin membuat aturan tersembunyi, saya tidak mau menyerahkan tubuh saya!" teriak Shi Yuan mundur kebelakang.
'.......' (Chu Xian semakin terdiam)
Bertanya-tanya dari mana Pak tua Si mendapatkan asisten yang seperti ini.
"Fuhh.. Mari dengarkan saya dulu!" kata Chu Xian menghela nafasnya.
"Oh, ok!" kata Shi Yuan mengangguk dengan serius.
Shi Yuan dengan serius menjelaskan tentang situasi perusahaan kepada Chu Xian.
"Baik, mari kita merubah situasinya, pertama saya ingin mengubah nama perusahaan ini dengan nama Abadi Realestat, kedua saya yang akan mengirimkan biayanya, dan yang ketiga saya ingin kamu yang mengurus perusahaanya mulai sekarang!" kata Chu Xian dengan panjang.
"?"
"Bos! Apakah kamu ingin menjadi Bos yang tidak bertanggung jawab?" tanya Shi Yuan tak bisa tidak bertanya, setelah mendengarkan perkataan Chu Xian.
'.......' (Chu Xian terdiam)
Bertanya-tanya apakah wanita ini mengerti atau tidak dengan perkataannya.
"Ok! Dengarkan saya baik-baik, pokoknya yang penting saya hanya akan mengurus tentang masalah keuangan perusahaan saja, dan kamu! Anggap aja kamu itu adalah Ceo dari perusahaan ini!" kata Chu Xian menjelaskannya secara singkat.
Chu Xian dan Shi Yuan pun membahas tentang itu, setelah membuat rencana yang bagus, mereka akhirnya mendapatkan solusi untuk itu.
Shi Yuan meminta Chu Xian untuk mengurus tentang masalah perusahaan jika ada hal yang penting saja, dan untuk Shi Yuan dia yang mengurus kantornya.
Setelah beberapa saat, Chu Xian pun keluar dari gedung perusahaannya. Melihat Cheng Hai yang sudah menunggunya di depan.
"Ok, ayo pergi!" kata Chu Xian duduk dibangku belakang mobilnya.
"Ok Bos!" kata Cheng Hai mengangguk.~
"Mau kemana lagi Bos?" tanya Cheng Hai lagi.
"Restoran! Saya mau makan!" kata Chu Xian yang melihat hari yang sudah sore.
"Cheng!" panggil Chu Xian.
"Ya ada apa Bos?" tanya Cheng Hai sambil menyetir mobil.
"Nanti carikan saya sebuah rumah di sini, biar dekat dengan perusahaan." pinta Chu Xian.
"Ok Bos! Nanti saya pilihkan untuk Bos!" kata Cheng Hai mengangguk.
Mereka akhirnya sampai ke sebuah resto, lalu Chu Xian turun sendiri, dan memasuki restoran itu.
Chu Xian makan sebentar, setelah nya dia kembali kedalam mobil.
"Mau kemana lagi kita Bos?" tanya Cheng Hai.
"Antar saya ke pusat permainan kota!" kata Chu Xian dengan santai.
"Uhh!"
'.......' (Cheng Hai terdiam)
Berpikir apakah bosnya masih anak kecil tapi tak berani mengatakannya. Tak bicara lagi ia pun segera membawa mobilnya kearah pusat permainan kota.
Di dalam mobil Chu Xian tertidur, dan tak tau berapa lama.
"Bos, kita sudah sampai." kata Cheng Hai membangunkan Chu Xian.
Membuka matanya, Chu Xian segera turun dari mobil, lalu ia pergi mencari toilet umum dan mencuci mukanya.
Setelah keluar, sewaktu dia sedang berjalan ia tak sengaja bersenggolan dengan seorang pria aneh yang mencurigakan.
"Orang ini! Tidak benar!" kata Chu Xian didalam hatinya.
Karena dengan bertambahnya kekuatan, wawasannya juga ikut bertambah dan ia bisa merasakan niat buruk seseorang jika bersentuhan.
Tanpa basa-basi Chu Xian pun mengikuti orang tersebut, dan benar saja.
Sewaktu ia melihat seorang anak yang sedang berjalan keluar dari sebuah toko makanan, tiba-tiba orang tersebut mengeluarkan pisau dari balik baju nya.
Dan ketika orang tersebut ingin menikam anak kecil itu Chu Xian berlari menghentikan nya.
Tap..
Chu Xian menangkap orang itu dengan menekannya ke lantai.
"Mengapa kamu ingin membunuh seorang anak di tempat umum?" tanya Chu Xian kepada orang itu.
Tak menjawab pertanyaan Chu Xian, orang itu pun hendak kabur tetapi ditahan dengan kuat oleh Chu Xian.
Bang..
Melihat nya tidak menjawab pertanyaan darinya, Chu Xian memukul kepala orang itu hingga pingsan.
"Dik! Apakah kamu tidak apa-apa?" tanya Chu Xian.
"Iya kak, saya tidak apa-apa, memang sih saya sering diincar oleh orang lain, tetapi saya sering dijaga oleh pengawal saya!" kata anak itu dengan wajah polos.
"Memangnya pengawal mu kemana?" tanya Chu Xian.
"Tidak ikut, soalnya dia tidak tau jika saya kabur dari rumah!" kata anak itu lagi.
"Ya sudahlah, kamu ikut kakak aja dulu, dan biarkan orang ini diserahkan kepada Polisi." kata Chu Xian tidak bertanya lagi.
Anak laki-laki itu pun mengangguk, Chu Xian menyerahkan orang tersebut kepada orang-orang yang ada di situ untuk melaporkannya ke Polisi.
Sedangkan dia langsung pergi dengan membawa anak laki-laki tersebut menuju ke mobilnya.
"Oh ya, nama kamu siapa, dimana rumah mu biar kakak antar kamu pulang." kata Chu Xian bertanya.
"Nama saya Su Xiao kak! Dan saya lagi kabur dari rumah jadi jangan mengantar saya pulang kerumah!" kata Su Xiao menjelaskan situasinya.
'.......' (Chu Xian terdiam)
Bertanya-tanya apa yang akan dia lakukan, dia tak pandai mengurus anak.
"Jika kakak mau, antarkan saja saya kepada saudara perempuan saya, nih.. Biar saya kasi nomor telponnya nya!" kata Su Xiao menyerahkan nomor kakaknya kepada Chu Xian.
Chu Xian mengangguk, mengambil nomornya, lalu segera menuju ketempat Cheng Hai.
"Uhuk.. Bos! Apakah kamu sudah merubah profesi menjadi penculik?" tanya Cheng Hai tersedak karena dia sedang minum dan melihat Chu Xian yang membawa Su Xiao memasuki mobil.
"Uh.. Anak ini sedang tersesat, jadi saya ingin mengantarkan nya kepada keluarganya." kata Chu Xian menjelaskan.
"Owh! Saya kira Bos sudah mengubah profesi menjadi penculik, hahaha!" kata Cheng Hai tertawa.
(Bersambung)