
Chu Xian sekarang sedang duduk bersiul di atas sebuah gedung tempat dia masuk tadi, dan dia sekarang sedang melihat ke depan, ke arah di mana Wang Zi berada.
"Wang!" Chu Xian melambaikan tangannya.
Wang Zi yang berada di sebrang sana terdiam dengan wajahnya yang menghitam, karena melihat Chu Xian yang dengan santainya melambai kepadanya.
"Anak ini, bukannya membantu, tapi malah santai-santai di sana!" Wang Zi merasa sangat tertekan, karena merasa hanya dia sendiri yang bekerja memantau orang-orang ini, sedangkan Chu Xian hanya bermain saja dengan menghabisi pihak lawan yang dipersiapkan untuk pelatihan tim misi mereka.
Memalingkan mukanya, Wang Zi tak ingin lagi memperdulikan Chu Xian, tapi melihat ke bawah untuk memantau orang-orang ini.
.....
Di bawah.
Tak berselang lama, para anggota tim misi yang diketuai oleh Lie Yang akhirnya memutuskan untuk bergerak.
"Ayo semuanya, kita maju dan menyerang secara langsung!" perintahnya kepada para anggota.
"Siap!"
"Oke, kali ini kita pasti akan memusnahkan mereka semua!"
Para anggotanya pun berteriak dengan semangat.
Lalu dengan hati-hati mereka semua bergerak maju, dan dengan isyarat dari Lie Yang, mereka mengambil rute yang berbeda dengan yang dan yang lainnya.
Melihat orang-orang ini sudah mulai bergerak, Wang Zi melompat dari jendela tempat dia berdiri, dan terbang menuju gedung lainnya, berniat mengikuti mereka diam-diam.
Kenapa Chu Xian dan Wang Zi itu berbeda?
Karena Chu Xian dan juga Wang Zi bukanlah merupakan anggota dari tim misi ini, di perjanjiannya mereka hanya mendukung dari belakang dan bukannya membantu secara langsung.
Dan di waktu mereka membahas tentang rencana dari pergerakan ini, Chu Xian dan Wang Zi hanya sebagai pemberi saran, karena yang orang-orang ini tau, mereka berdua adalah ahli strategi yang di atur oleh negara untuk mereka.
.....
Di tempat pihak lawan.
"Tuan, orang-orang itu sudah mulai bergerak ke arah kita!" kata anak buah dari tuan tersebut buru-buru untuk memberitahukan nya kepada tuannya.
"Bagaimana situasinya?" tanya tuan itu dengan tenang.
"Mereka ada sepuluh orang yang bergerak!" kata anak buahnya.
“Sepuluh orang...” tuan itu memikirkan nya dengan dalam, kemudian dia berkata lagi, “Dimana dua orang yang lainnya?”
"Ini... Kami juga tidak tau, karena tiba-tiba radar pengintai kami kehilangan jejak mereka berdua!"
"Kehilangan jejak..."
Ini yang membuatnya bingung, bukankah mereka melihat ada tigabelas orang yang ada di pihak itu, tapi kenapa dua orang yang lainnya itu tiba-tiba menghilang begitu saja.
“Tidak peduli kemana kedua orang itu tiba-tiba menghilang, yang terpenting sekarang adalah kalian bersiap dulu dengan perlengkapan kalian!" bos itu memerintahkan dengan tegas dan berkata lagi, “Siapkan rudal kita! Kita akan meluncurkan nya jika ada celah!”
"Baik tuan!"
Turun ke bawah, anak buah dari tim itu memberitahu kan kepada teman-temannya yang sedang memantau untuk segera bersiap.
.....
Di atas gedung Chu Xian yang melihat itu semua.
"Wow. Ini menarik, mereka sudah bergerak!" seru Chu Xian yang melihat itu dari jauh.
Sekarang dia merasa senang, karena akan ada pertunjukan yang bisa ia tonton, dan karena dia sendiri juga sangat bosan tidak ada yang bisa di lakukan.
Kemudian dia beranjak, dan berdiri tegak di atas gedung yang tinggi tersebut, lalu setelah menghela nafasnya sedikit, Chu Xian tanpa ragu untuk melompat ke depan.
Langkah Petir~
Dengan bantuan kemampuan dari kecepatan super cepatnya, hanya dalam beberapa nafas Chu Xian sudah mendarat di atas gedung seberang dengan selamat.
Selang beberapa waktu, Chu Xian akhirnya mendarat tepat di atas kelompok dari tim musuh, tanpa ada yang menyadari keberadaan nya sama sekali.
Tap!
"Chu Xian!"
Mendengar suara Wang Zi yang memanggilnya dari belakang, Chu Xian pun menoleh dan melihat Wang Zi yang juga baru mendarat di atas gedung ini.
"Pak tua, kamu cukup cepat juga." Chu Xian berkata dengan santai.
"Apakah kamu sudah puas main-main-nya?" tanya Wang Zi dengan tidak puas.
"Hehe, yah kamu tau lah Pak tua." Chu Xian hanya menjawab dengan terkekeh sedikit.
Lalu dia duduk di tepi gedung dengan kakinya yang menjulur ke bawah, tanpa merasakan takut sedikitpun. Chu Xian mengeluarkan rokoknya dari saku dan menyalakan nya.
"Ceh. Kamu terlalu santai!" Wang Zi mendecih dengan tidak senang, dan duduk di samping Chu Xian, lalu dia merebut rokok yang ada di tangan Chu Xian.
"..."
Itu rokok ku!
Chu Xian melirik Wang Zi sedikit, lalu dia mengeluarkan sebatang rokok yang lain, dan menyalakan nya lagi.
"Pak tua! Bagaimana komentar mu tentang orang-orang ini?" Chu Xian bertanya sambil menunjuk ke bawah kepada orang-orang yang ada di bawah ini.
"Fuhh, melihat bagaimana cara mereka untuk bergerak, dan cara mereka membuat formasi, aku yakin mereka adalah orang-orang yang sangat terlatih, dan sangat tipis harapannya tim misi kita untuk menang!"
Wang Zi memberikan komentarnya dengan santai, sambil menghembuskan asap rokoknya.
Chu Xian melihat Wang Zi, dan berkata, “Hei Pak tua, bagaimana kalau kita bertaruh?”
"Bertaruh..." ulang Wang Zi juga menatap Chu Xian dengan curiga.
“Ya,” Chu Xian mengangguk sedikit, “Aku bertaruh kalau tim misi kita pasti bisa menghadapi orang-orang yang ada di bawah ini dengan mudah...” katanya sedikit tersenyum.
“Baik...” Wang Zi menunduk, memikirkan nya sebentar, “Sebelum nya aku ingin tau, apa yang akan di pertaruhkan?” tanyanya dengan penasaran.
"Aku mempertaruhkan jika aku kalah, maka aku akan memukul pantat Ri Xiang dengan keras, dan jika kamu kalah, maka kamu harus membayar ku dengan sejumlah uang!"
Mengatakan itu, Chu Xian tersenyum di dalam hatinya, karena saat ini dia perlu banyak uang untuk mempersiapkan perluasan perusahaan yang dia sudah pikiran kan untuk membuatnya di negara ini.
Wang Zi memikirkan nya terlebih dahulu. Memang dalam taruhan ini dia tidak merasa dirugikan, dan dia juga ingin melihat bagaimana Chu Xian akan memukul pantat Ri Xiang, tapi melihat senyuman Chu Xian yang mencurigakan, dia merasa ada yang salah tapi tidak bisa mengatakan nya.
Uang?
Dia sama sekali tidak kekurangan uang, dengan aset Kerajaan Tersembunyi yang dia miliki, dia bahkan bisa membeli sebuah negara besar jika dia mau.
"Bagaimana Pak tua?" Chu Xian sedikit mendesaknya.
Setelah lama memikirkan nya, akhirnya Wang Zi mengangguk pelan, dan berkata, “Oke, aku akan bertaruh, kalau tim misi kita akan kesulitan menghadapi orang-orang yang ada di bawah ini...”
"Oke deal!"
Chu Xian langsung berkata dengan senang, dan tersenyum bahagia sehingga menampakkan giginya yang putih dan rapi.
"..."
Wang Zi terdiam.
Sekarang dia sedikit menyesal telah membuat janji dengan Chu Xian.
Sedangkan Chu Xian menggosokkan tangannya, dan dengan senang hati menanti kemenangan dirinya di samping.
Lalu mereka berdua menonton pertempuran yang sudah di mulai di bawah seperti menonton film di bioskop, tapi sayangnya di sini tak ada popcorn yang bisa di buat camilan.
Mereka berdua melihat tim misi pihak mereka tanpa khawatir, karena jika terjadi hal yang mendesak maka mereka berdua akan segera turun tangan.
(Akhir bab ini)