Achievement System

Achievement System
Bab 150 : Perang Immortal



Hari yang sama. Chu Xian kembali ke villa nya dan masih di ikuti oleh Wang Ziyan.


Saat ini dia sedang berbaring di kamarnya. Sedangkan Wang Ziyan, dia menyuruhnya untuk tinggal di kamar sebelah.


Segera, karena dia bosan tidak berbuat apa-apa, dia pun menghubungi Xu Chang'an.


Xu Chang'an: “Ya, aku sekarang berada di paviliun ku yang ada di kota mu.”


Mendengar itupun Chu Xian langsung bangun dan dengan senang hati berkata, “Baik, aku akan ke sana.”


Setelah bersiap-siap, dia pun keluar dari kamarnya.


“...Kenapa kamu berdiri di depan kamar ku?” Tanya Chu Xian dengan wajah buruk. Wanita ini, apalagi yang diinginkan oleh nya.


Dan benar saja, Wang Ziyan dengan wajah sedih berkata, “Chu Xian, apakah kamu ingin pergi lagi, kenapa kamu tidak membawa ku, seperti semalam—”


“Berhenti, berhenti,” Chu Xian menggosok kepalanya dan merasa pusing, lalu sambil menghela nafasnya dia berkata, “Aku akan pergi ke tempat teman ku, tidak nyaman untuk membawa mu, jadi—”


Sebelum dia melanjutkan perkataannya, Chu Xian melihat mata Wang Ziyan sudah berlinang air mata.


Menghela nafasnya dengan berat, Chu Xian tersenyum paksa dan berkata, “Baiklah, aku akan membawa mu, tapi aku tidak yakin jika kita akan kembali, mungkin kita akan menginap di sana selama satu malam.”


Mendengar itupun Wang Ziyan langsung merasa bahagia, dia dengan tersenyum berkata, “Aku janji, kali ini aku akan berperilaku baik.” Dia mengedit mata indahnya kepada Chu Xian.


Chu Xian tidak tau apakah yang di katakan nya akan di lakukan apa tidak, yang pasti dia tidak ingin pusing dengan tingkah manja Wang Ziyan.


Dia hanya berteriak di dalam hati.


Pak tua, di mana kamu sekarang, jemput adikmu ini dari sisiku.


Wang Zi saat ini: “Hatcu, siapa yang sedang memanggilku, ha, aku tau, itu pasti anak sialan itu, aku tidak tau apakah Ziyan saat ini aman atau tidak bila bersama nya, tapi saat ini urusan kerajaan harus segera di selesaikan.”


“Bunuh musuh, jangan sampai ada yang lolos!” Teriaknya kepada para prajurit kerajaan.


Saat ini kerajaan sedang di serang oleh kekuatan yang tidak di ketahui, dan itu di mulai dari beberapa hari yang lalu.


Mereka mendapat kabar bahwa ada yang akan menyerang kerajaan, tapi karena tidak di ketahui siapa pihak lawan, mereka pun lengah, dan mendapat serangan tiba-tiba. Untung saja kerajaan masih memiliki Penatua Agung, sehingga bisa meminimalisir jumlah korban yang ada di pihak mereka.


Tapi itu belum berakhir, setelah Penatua Agung mengambil tindakan, tiba-tiba ada seseorang yang setingkat dengan Penatua Agung keluar dan menghadapi Penatua Agung. Saat ini situasi menemui jalan buntu.


Setelah dua hari pertempuran tanpa henti, mereka sekarang sangat kekurangan energi, di tambah lagi pihak lawan juga memiliki karakter-karakter yang cukup sulit untuk di hadapi.


Kerajaan Tersembunyi terpojok!


Paviliun Chang'an.


Saat ini Chu Xian sedang tercengang dengan apa yang di dengar olehnya, “Kamu bilang!?”


“Ya, saat ini kerajaan tersembunyi sedang perang.” Xu Chang'an mengangguk dengan sungguh-sungguh.


“Jadi, itu benar.” Wajah Chu Xian tidak bagus.


Pantas, pantas saja pak tua itu menitipkan Ziyan kepada dirinya, ternyata pak tua itu sedang kesulitan saat ini.


Xu Chang'an berkata lagi, “Sejujurnya aku juga baru tau hari ini, Ri Xiang yang mengatakannya, dan dia juga sudah bersiap akan berangkat ke sana untuk membantu. Bagaimana dengan mu?”


“Baik, aku juga akan pergi, jadi mari kita bertiga pergi ke sana. Sedangkan untuk mu...” Dia berkata kepada Wang Ziyan, “Sebaiknya kamu tinggal di sini dulu.”


“Tapi apakah saudara ku akan baik-baik saja di sana...” Wang Ziyan sangat khawatir. Dia tau dirinya sendiri tidak bisa membantu, jadi dia hanya berharap kepada Chu Xian, “Tolong selamat kan saudara ku.”


Melihat mata khawatir dari Ziyan, membuat Chu Xian merasa kasihan, dia menggosok kepala Ziyan dengan lembut dan berjanji, “Tenang saja, saudara mu adalah saudara ku juga. Jadi aku tentu sudah pasti akan membantunya.”


Wang Ziyan mengangguk dan merasa sedikit senang dengan kelembutan Chu Xian. “Baik, kamu juga Berhati-hatilah.”


Chu Xian menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


Saudari, kamu tidak tau, sekarang dengan kekuatannya, siapa yang pantas untuk bertarung dengan dirinya, mungkin hanya Dewa Besar yang bisa menekan dirinya, tapi apakah karakter seperti itu begitu mudah untuk keluar.


“Ayo berangkat sekarang.”


Chu Xian dan Xu Chang'an langsung berangkat ke tempat di mana Ri Xiang sekarang sedang menunggu mereka.


Pintu gerbang memasuki dunia tersembunyi.


“Kamu sudah siap?” Ri Xiang memberikan aba-aba.


“Wang Zi telah membuka pintu untuk kita agar bisa masuk ke dalam, tapi itu hanya bisa bertahan untuk sementara, jadi setelah kita masuk, jangan menunda-nunda waktu lagi dan segeralah membantu menghadapi musuh bersama.”


Ri Xiang datang dengan membawa pasukannya, dan begitu juga Xu Chang'an. Hanya Chu Xian saja yang sendiri. Sekarang dengan posisinya, hanya Cheng Hai saja yang paling kuat di antara bawahannya, tapi dia yakin suatu hari nanti ia akan memiliki pasukan seperti milik Xu Chang'an dan Ri Xiang.


Di bawah kepemimpinan Ri Xiang, mereka semua memasuki dunia tersembunyi dengan melewati gerbang dunia.


Setelah masuk, penglihatan pertama Chu Xian adalah. Kehancuran!


Banyak orang yang sedang bertarung di langit dan di tanah, mayat-mayat bergelimpangan di tanah, darah bersimbah di mana-mana.


Apakah ini perang antar pahlawan abadi!?


Begitu kejam!


Orang yang mati di biarkan begitu saja, sedangkan yang masih hidup dan masih sanggup bertarung tidak berhenti melawan walaupun tubuh di penuhi dengan luka.


Ada 9 gunung yang ada di sini, gunung pertama saat ini di tempati oleh praktisi yang sudah mencapai ranah prajurit, sedangkan gunung kedua saat ini di tempati oleh dua orang yang sedang bertarung. Sekali lihat Chu Xian langsung tau bahwa kedua orang itu adalah Petarung Hebat tingkat puncak. Tapi bukan itu yang paling kuat. Tapi mereka yang sedang bertarung di gunung keempat, dapat di lihat pertarungan mereka begitu menghancurkan bumi.


Ranah Legenda!


Atau bahkan lebih!


Hanya itu yang Chu Xian tau setelah melihat dia tidak bisa memata-matai tingkat kultivasi dari orang-orang itu.


Mereka bertarung dengan menggunakan pedang, tombak, dan senjata-senjata yang tidak di ketahui oleh Chu Xian.


Kekuatan mereka begitu kuat, sampai-sampai ketika mereka melambaikan tangan, langit dan bumi mengantarkan fenomena alam yang begitu dahsyat. Petir dan kilat terjalin kemana-mana, api menjalar membakar gunung.


Ini seperti neraka di bumi!


Langkah Petir~


(Akhir bab ini)