
Memasuki paviliun, Chu Xian langsung di antar-kan ke ruang belakang dan melihat Mo Fu sekarang sedang makan.
“Hei Chu Xian, mari duduk, apakah kamu sudah makan?” Mo Fu tersenyum kepada Chu Xian.
Chu Xian mengangguk, dan ingin berkata: ya aku belum makan.
“Ah, mari kita berbicara di ruang tamu.” Mo Fu berdiri sambil membersihkan mulutnya dan berjalan pergi.
Chu Xian: "..."
Pak tua a****g!
Dia menggertakkan giginya menahan marah. Jelas pak tua ini sedang menggodanya. Apa-apaan itu tadi, menanyakan apakah dia sudah makan, tapi tidak menawarkan dirinya untuk makan bersama.
Pikir Mo Fu, Chu Xian sudah makan karena melihatnya menganggukkan kepala.
Mau tak mau, Chu Xian dengan menahan emosinya-pun tetap mengikuti Mo Fu ke depan.
Chu Xian: Biarkan saja, biarkan saja, jangan marah karena hal sepele, aku bisa makan sendiri di luar nanti. Tapi awas saja kalau kamu pak tua datang ke tempatku, aku akan melakukan hal yang lebih dari yang kamu lakukan.
Mo Fu tidak tau bahwa hanya karena makanan sudah membuat Chu Xian memendam dendam.
“Duduk.” Mo Fu mempersilahkan Chu Xian duduk di sofa.
Chu Xian: “Baik,” Anggukan kepala sedikit, dan berkata, “Aku akan jujur, kali ini aku tidak akan membuat masalah di tempatmu. Aku hanya ingin mencari seseorang, dan setelah itu aku akan pergi, jadi kamu jangan khawatir aku akan menghancurkan situs-mu.”
“Ha, sejujurnya permintaan ku kepadamu adalah untuk membuat masalah di sini.” Kata Mo Fu tiba-tiba.
“Eh,” Chu Xian kaget, dan mau tak mau tercengang, dia bertanya, “Apa maksudmu?”
Apakah dia salah dengar?
Pak tua ini ingin agar dia membuat masalah di tempatnya sendiri!
“Yah,” Mo Fu menghela nafasnya, dan menjelaskan, “Sejujurnya kota ini sekarang sedang dalam kekacauan, dan itu adalah perselisihan antara keluarga besar.”
Jadi begitu.
Chu Xian mengangguk paham, dan berkata, “Lalu, bukankah kamu penguasanya, seharusnya mudah bagimu untuk membereskan ini semua.”
“Tidak bisa seperti itu,” Mo Fu menggelengkan kepalanya dan mendesah, “Sekarang identitas-ku tidak baik untuk ikut campur dalam permasalahan ini, jadi aku membutuhkan seseorang yang benar-benar mampu untuk menstabilkan situasi, dan tepat kamu datang, jadi aku memilihmu untuk itu.”
Chu Xian terdiam dan merenung.
Itu sama saja dengan kamu menggunakan-ku untuk berurusan dengan keluarga besar ini kan.
Tapi karena dia sudah berjanji kepada Mo Fu untuk memenuhi satu permintaannya, dia pun tidak lagi ragu dan setuju untuk membantu.
“Oke, keputusan yang tepat untuk membantu-mu kali ini, haha...” Mo Fu tertawa senang, dan berkata, “Ayo mari minum bersama, kamu mau apa, teh atau anggur?”
Chu Xian menggelengkan kepala, “Tidak perlu, aku akan pergi sekarang, untuk berjalan-jalan.”
Minum apaan, makan saja dia belum, jadi sebaiknya dia pergi untuk mencari makan dan minum sendiri di luar.
“Yah, sungguh di sayangkan, padahal aku sudah lama tidak minum bersamamu,” Mo Fu sedikit menyesal. Berkata kepada bawahannya, “Hei, salah satu dari kalian, ikuti Tuan Chu dan bawa dia ke tempat-tempat yang indah di kota ini.”
Chu Xian mengucapkan selamat tinggal dan menunggu di mobil.
“Hei sini,” Panggil Mo Fu kepada orang yang akan mengikuti Chu Xian.
“Kalau Chu Xian memintamu untuk mengantarkan nya berjalan-jalan, bawalah dia ke situs-situs keluarga besar yang saat ini bermasalah.”
Orang itu terkejut, “Tuan, apakah tidak apa-apa?”
Mo Fu melambaikan tangannya dengan tidak sabar dan berkata, “Kamu tenang saja, yang akan kamu bawa ini adalah sebuah bencana berjalan, dan sekali saja ada yang membuat masalah dengannya, maka orang itu tidak akan selamat sama sekali.”
Orang itu tercengang setelah melihat senyuman licik dari Tuan-nya.
Apakah ini benar-benar Tuan yang selama ini ku-kagumi?
Kenapa dia bisa memikirkan rencana licik seperti ini!
Orang ini masih baru di dalam kelompok ini dan masih belum terlalu mengenal Mo Fu, digantikan oleh orang lain, mereka pasti akan langsung mengerti dan melakukan sesuai apa yang di perintahkan tanpa banyak bertanya.
Orang itu tidak tau, bahwa setiap orang yang bisa mencapai posisi tinggi, tidak semuanya mengandalkan kekuatan. Tidak benar, kekuatan itu ada, latar belakang dari Mo Fu bahkan lebih misterius, tapi selama ini Mo Fu lebih terlihat mengandalkan pemikirannya yang cermat, dan melakukan beberapa hal yang hitam tanpa di ketahui oleh siapapun.
Nyatanya itu normal untuk mereka yang mencapai posisi yang tinggi, untuk mempertahankan citranya di depan publik mereka harus melakukan sesuatu di belakang secara diam-diam.
“Kamu belum pergi.” Mo Fu mengerutkan keningnya tidak senang.
“Baik, baik,” Orang itu menundukkan kepalanya dan segera pergi keluar untuk membawa Chu Xian.
Di dalam mobil.
Chu Xian juga tidak senang: Kenapa lama sekali.
Waktunya sekarang sangat singkat, dan dalam satu jam setengah lagi dia akan mendapatkan informasi dari Mo Fu tentang keberadaan kakaknya Junko, tapi sekarang dia hanya ingin makan terlebih dahulu sebelum dia menemukan wanita itu.
Orang yang membawa Chu Xian masuk dan langsung duduk di kursi pengemudi. Pertama-tama dia bertanya dulu kemana Chu Xian akan pergi.
Chu Xian menjawab, antar-kan aku ke restoran yang cukup bagus di sini.
Orang itu mengangguk dan langsung mengemudikan mobilnya untuk pergi.
Tidak sampai setengah jam, mobil berhenti di sebuah resto yang cukup populer di kota ini, katanya masakan di sini sangat enak, dan kokinya adalah seorang yang cukup terkenal di kalangan koki.
Ini juga restoran yang di kelola oleh keluarga Gu, dan keluarga Gu adalah salah satu dari empat keluarga besar yang ada di kota ini, selain keluarga Lu, Du, dan Hai.
Sesuai dengan perintah yang di berikan Mo Fu, orang itu membawa Chu Xian ke situs keluarga Gu yang saat ini sedang berselisih dengan keluarga Hai di kota ini.
Keluarga Gu?
Kenapa aku sepertinya pernah mendengar tentang nama ini ya?
Oh ya, ini nama keluarga yang sama seperti gadis kecil Gu Qingchen, dan untuk keluarga Hai, juga terdengar cukup familiar, coba ku pikir-pikir dulu...
Ha, bukankan itu sama dengan nama keluarga dari pak tua Hai Zhang yang berada di kota Longnan waktu itu. Waktu itu dia masih baru di dunia ini, dan sebuah situasi membuatnya berselisih dengan pak tua itu. Pada akhirnya dia berhasil menghancurkan bisnis pak tua itu dan dengan bantuan Xu Chang'an dia menekannya.
Sekarang dia sudah tidak sama seperti dulu, yang pada waktu itu dia masih lemah. Sekarang posisinya sama dengan Xu Chang'an, Ri Xiang, Wang Zi, dan Mo Fu dalam hal kekuatan saja dia sudah melampaui ke-empat pak tua itu. Hanya saja dalam hal kelompok Chu Xian masih lemah, ke-empat orang itu memiliki kekuatan militer dan organisasi yang sangat kuat di bawahnya, sedangkan kelompoknya masih dalam perkembangan, dan satu-satunya yang sudah mencapai tingkat Grand Master sekarang di dalam kelompoknya adalah Cheng Hai.
Tapi tenang saja, dia percaya orang-orang lain yang berada di bawahnya juga akan berkembang, yang mereka perlu adalah waktu.
Pada waktu itu Chu Xian yakin, tanpa dia yang bergerak sendiri, kekuatan mereka akan segera menyusul kelompok-kelompok teratas bahkan melampauinya.
(Akhir bab ini)