Achievement System

Achievement System
Bab 172 : Pengacau? Pftt, gelar macam apa itu



Perang berhenti sangat cepat karena ada kejadian tak terduga yang dilakukan oleh Chu Xian. Jadi seluruh pasukan dari masing-masing Kekaisaran kembali.


Hari ini Chu Xian kembali ke kota dengan mengikuti rombongan Kekaisaran Yiwu. Dia masuk secara diam-diam dan menggunakan identitasnya sebelumnya.


Hari berikutnya mereka sampai ke kota Kekaisaran. Setelah kembali ke tempat penginapan dan menambah bayarannya. Dia tidur dengan pulas.


Keesokan harinya, terjadi kabar menggemparkan. Kaisar memberikan perintah, siapapun yang bisa menemukan orang yang sudah membuat kekacauan di medan perang belum lama ini, maka akan di berikan hadiah yang sangat besar.


Kabar dengan cepat menyebar ke seluruh kota, dan membuat orang-orang menjadi bersemangat untuk mencoba.


Kejadian ini bukan hanya terjadi di Kekaisaran ini saja, Kekaisaran Han Timur dan Kekaisaran Wu Selatan juga melakukan hal yang sama. Bahkan Kekaisaran Taiko Barat juga menunjukkan tanda-tanda pergerakan.


Sekarang kabar ini sudah menyebar ke seluruh Kekaisaran Dunia, kegemparan terjadi, sehingga semua orang berlomba-lomba untuk mencoba mencari orang yang sedang di cari tersebut.


Orang-orang begitu sibuk, sedangkan dalang yang menyebabkan semua itu terjadi saat ini baru bangun tidur dan berniat untuk sarapan.


Dia keluar dengan menggunakan pakaian yang biasanya dikenakan oleh rakyat di kota ini.


Sebenarnya dengan tingkat kultivasi nya saat ini, dia sama sekali tidak memerlukan asupan makanan untuk bertahan hidup lagi, mereka yang telah mencapai tingkat Dewa telah terlepas dari belenggu fana dan hidup dengan menyerap energi langit dan bumi, tapi Chu Xian hanya memenuhi nafsunya saja.


Chu Xian keluar dari kamarnya dengan wajah yang berseri-seri, sekarang dia sangat kaya, dengan titik points yang banyak dia bisa melakukan banyak hal.


50 juta lebih titik points sudah berada di sakunya, sebenarnya dia bisa meningkatkan ranah nya sekali lagi, tapi dia tidak ingin menggunakan nya untuk berjaga-jaga.


Chu Xian memesan makanan kepada pelayan di tempat ini. Ya, penginapan ini memiliki fasilitas yang sangat lengkap, dari mulai kamar tidur untuk menginap, tempat pemandian, restoran, dll.


Diketahui penginapan ini milik seorang Pangeran yang menjadi Raja di sini.


Chu Xian menyantap makanannya dalam diam sambil mendengarkan orang-orang yang sedang berbicara tentang perang kemarin.


“Hei, kalian tau, seorang yang disebut pengacau telah di cari oleh Kaisar, dan katanya Kaisar akan memberikan hadiah yang sangat besar bila ada yang berhasil menemukannya.”


“Benarkah? Apakah kamu tertarik untuk mencarinya?”


“Tentu saja, siapa yang tidak tertarik dengan hadiah yang begitu besar.”


“Tapi katanya orang itu bukan berasal dari Kekaisaran ini, kalau tidak kenapa kita tidak tau ada seseorang yang setingkat Jendral itu.”


Chu Xian mendengarkan dalam diam.


Pengacau?


Nama macam apa itu?


Chu Xian diam-diam mengejeknya. Dia tidak tau bahwa orang yang dibicarakan itu adalah dirinya sendiri.


“Benar, orang itu katanya sangat kuat, bahkan dihadapan 10 Jendral dan seribu orang Legenda tingkat Puncak dia bisa lolos begitu saja.”


“Kalau begitu orang itu sangat kuat! Lalu bagaimana cara kita bisa menangkapnya, sedangkan Jendral terhebat saja tidak mampu menangkapnya.”


“Bodoh, kita bukan di suruh untuk menangkap orang itu. Yang harus kita lakukan adalah ketika kita menemukan orang itu, segera laporkan kepada pihak Kekaisaran.”


“Benar juga ya. Kalau begitu aku juga ingin ikut.”


Chu Xian menegakkan telinganya.


Apa yang dia dengar tadi?


Orang yang berhasil lolos dari kejaran para Jendral dan seribu praktisi tingkat Legenda!


Bukankah itu diriku!?


Jadi orang yang disebut pengacau itu aku.


Wajah Chu Xian menghitam. Lalu dia makan dengan cepat.


Siapa orang yang sudah menyebarkan kabar itu. Apakah pihak Kekaisaran?


Jujur saja, tingkat Suci hanyalah awan di tempat ini. Dia saja mendengar ada Ribuan Jendral yang memiliki tingkat itu. Jadi, apanya yang istimewa dari kemunculan tingkat Suci di tempat ini.


Apa yang di rencanakan Kaisar?


Chu Xian saat ini sangat ingin memukul Kaisar. Tapi itu jelas tidak mungkin untuk saat ini. Kekuatan nya tidak cukup kuat.


Tiba-tiba ada yang masuk ke dalam restoran. Semua orang yang sedang berbicara tadi tiba-tiba terdiam. Melihat siapa yang masuk, beberapa orang yang dipimpin oleh seorang pemuda yang memiliki wajah tampan. Dilihat dari temperamen nya jelas itu adalah seseorang yang sangat dihormati dan ditakuti.


“Hormat kepada pangeran.”


Semua orang berdiri dan memberikan hormat kepada pangeran yang dimaksud, kecuali Chu Xian yang tidak peduli dan terus saja menyantap makanannya yang hampir habis.


“Hei, siapa kamu? Kenapa kamu tidak berdiri dan memberikan hormat kepada pangeran Yi?”


Seseorang tiba-tiba menunjuk Chu Xian.


Chu Xian jelas tercengang dengan perbuatan orang itu.


Apa maksudnya. Siapa juga yang mau memberikan hormat kepada orang yang tak dia kenal. Seorang pangeran saja tidak bisa membuatnya untuk memberi wajah. Chu Xian diam dan tidak memperdulikan nya.


“Kamu...”


“Cukup!” Pangeran Yi mengangkat tangannya. Orang-orang seketika menjadi diam. Dia berjalan mendekati Chu Xian.


“Siapa saudara ini, seperti yang dikatakan oleh orang-orang, aku adalah pangeran disini, dan siapapun yang melihatku harus memberikan rasa hormat.”


Pangeran Yi bertanya sambil tersenyum.


“Hanya seseorang yang tak dikenal.” Jawab Chu Xian sambil menghabiskan makanan terakhirnya. Lalu dia berdiri dan berniat untuk pergi.


“Berhenti! Siapa yang menyuruhmu untuk pergi!” Seorang wanita yang satu rombongan dengan pangeran berteriak dengan marah.


Chu Xian berhenti. Aku ingin pergi, apakah perlu izin!


Pangeran itu hanya tersenyum seperti melihat pertunjukan.


“Hanya orang biasa saja berani bertindak sombong di sini.” Wanita itu mencibir lagi.


Temperamen Chu Xian jelas tidak baik, jadi dia berkata, “Memangnya siapa kamu sehingga aku harus melakukan apa yang kamu inginkan, apakah kamu ingin mati!”


Jelas wanita ini telah memprovokasi nya.


Seorang yang hanya melihat dan bergantung kepada orang-orang berpangkat tinggi saja, berani berteriak kepada dirinya yang merupakan Dewa besar.


Wanita itu jelas ketakutan dengan mata berbahaya Chu Xian, “Kamu... Kamu berani berteriak kepadaku ketika ada pangeran di sini, apakah pangeran tak ada di matamu.”


Pangeran, pangeran, pangeran.


Chu Xian mencibir lagi dan lagi, kecuali jika Kaisar yang datang, tidak ada hal yang membuat dirinya takut.


“Huh.” Chu Xian hanya mendengus dingin lalu berlalu meninggalkan orang-orang itu.


Wajah Pangeran Yi tidak terlalu tampan. Beraninya seseorang yang tak dikenal memiliki sikap seperti itu terhadap dirinya.


“Pangeran, apakah perlu untuk membunuh nya?”


“Benar pangeran, lebih baik kita bunuh saja dia.”


“Tenang,” Pangeran Yi berkata dalam, “Apakah kalian ingin merusak reputasi ku, dengan melakukan itu sekarang maka akan dikatakan menindas yang lemah.”


“B, baik pangeran...”


Orang-orang itu tertunduk ketakutan.


(Akhir bab ini)