
Kota Longnan di villa Chu Xian,~
Setelah di jemput oleh Cheng Hai kemarin, Chu Xian akhirnya kembali ke Longnan, bersama dengan LingJi dan Xia, dan niat Chu Xian sebenarnya tinggal di kota Gansu yang adalah untuk mencari jejak indentitas dirinya pun gagal.
Jadi terpaksa dia harus mencari cara lain untuk menemukan nya, tapi dia juga bingung harus mencari di mana.
Oh ya!
Sistem!
Coba pikir, yang membawa dirinya ke dunia ini kan adalah Sistem, jadi Sistem harus tau tentang itu, ya ya pasti begitu.
"Sistem!"
[Ya-ya, anak muda! Aku tau apa yang kamu pikirkan, dan memang aku tau akan segalanya tentang kamu...]
“Jadi! Beritahu aku sekarang!” Chu Xian berkata dengan girang, “Hah, untuk apa aku capek-capek mencarinya, kalo ada ka...”
[1.000.000 Poin Sistem!]
"..."
Chu Xian langsung terdiam, dan tidak melanjutkan perkataan yang ingin dia ucapkan lagi.
[Anak muda, apakah kamu ingin melakukan transaksi ini?]
[Atau, kamu bisa berhutang dulu?]
Chu Xian tidak membalas perkataan Sistemnya lagi.
Berhutang?
Apakah dia ingin menipu ku!
Chu Xian sekarang tidak bodoh dan tidak ingin di tipu seperti yang dulu lagi, sekarang dia sudah tau Sistem ini kadang-kadang akan memberikan hadiah yang sangat menarik, tapi Sistem juga tidak ingin dia menyimpan point terlalu lama dan sangat ingin dia menghabiskan nya segera.
Tidak ingin berbicara dengan Sistem lagi, Chu Xian pun keluar dari rumah nya, berniat pergi ke tempat Xu Chang'an untuk memeriksa kondisi nya sekarang ini.
Ring...
Mendengar ponsel nya yang berdering, Chu Xian menepikan mobilnya ke pinggir jalan, lalu dia membuka ponsel dan melihat Cheng Hai yang menghubungi nya.
"Hallo bos, apakah sekarang kamu ada di rumah?"
"Tidak, aku sekarang berada di jalan, mau pergi ke tempat Chang'an."
"Owh, gitu ya."
"Memang nya ada apa?"
"Gak ada, cuma mau tanya aja sih, sekalian ingin mengajak bos pergi makan."
"Yah, nanti saja kalo gitu, setelah aku pulang dari tempat Chang'an, dan kamu tunggu aja di rumah ku."
"Ya, baiklah bos."
Setelah menutup telpon nya, Chu Xian kembali menyetir mobilnya di jalan dan melaju ke tempat Xu Chang'an dalam kecepatan penuh.
Tak lama, Chu Xian pun sampai ke Paviliun Chang'an. Lalu dia turun dan segera memasuki Paviliun.
"Chu Xian?" Xu Chang'an yang baru keluar dari kamarnya pun heran melihat siapa yang datang.
"Yo, saudara Xu apa kabar, lama tak berjumpa!" Chu Xian berkata dengan tersenyum, lalu dia duduk di sofa dengan santai.
"Yah, sejak kamu menyembuhkan ku waktu itu, sekarang aku merasa sangat baik." Xu Chang'an tersenyum dan mengikuti Chu Xian duduk.
"Bagus lah kalo gitu, nggak sia-sia aku berkorban banyak hehe..." Chu Xian terkekeh, lalu dia mengeluarkan sebungkus rokok dan menawarkan nya kepada Xu Chang'an.
Mengambil sebatang rokok dari Chu Xian, Xu Chang'an bertanya lagi, “Apakah perjalanan mu bersama Ri Xiang dan Wang Zi lancar?”
Fuhh...
“Yah,” Chu Xian mengangguk, “Walaupun ada sedikit kendala, tapi kami tetap berhasil untuk menangkap Jendral Gala dan mengeksekusi nya di depan publik, setelah membongkar semua kejahatan yang sudah dia lakukan...” katanya sambil menghembus kan asap rokoknya dengan pelan.
"Oke, dengan konstribusi mu yang sekarang, kamu bisa mendapatkan status agen resmi dari pemerintah." kata Xu Chang'an sedikit bercanda.
Sekarang banyak yang harus dia urus, dari mengurus perusahaan, perempuan, dan juga Sistemnya, dan dia tidak punya waktu untuk mengurus itu semua sekaligus.
Jadi dia sangat menolak untuk menambah pekerjaan nya lagi, apalagi kalo urusan pemerintahan yang sangat dia benci.
“Yah, jika kamu menolak, ya sudahlah...” Xu Chang'an juga tidak berpikir Chu Xian akan mau menerima untuk bekerja dengan pemerintah.
"Oh ya, apakah kamu ingin makan bersama?" Xu Chang'an bertanya lagi dan menawarkan untuk makan bersama.
“Jika kamu bilang begitu, maka aku tidak akan menolak, hehe...” Chu Xian tidak menolak tawaran Xu Chang'an, karena dia juga merasa sedikit lapar saat ini.
Lalu Xu Chang'an memanggil pelayan nya untuk menghidangkan mereka makan. Tak lama setelah makan, Chu Xian pun segera pamit untuk pulang dulu, karena Cheng Hai sudah menghubungi dirinya bahwa dia sudah menunggu di rumahnya.
.....
Di rumah Chu Xian,~
Sekarang ada situasi yang sangat sulit untuk dikatakan telah terjadi di sini.
"Siapa kamu?" LingJi berteriak kepada Xia yang sudah terlihat oleh mata nya.
"Aku... Aku istrinya Chu Xian!" Xia balas berteriak kepada LingJi.
"Kakak mana mungkin ada istri! Apakah kamu ingin berbohong kepada ku!" LingJi semakin tidak percaya dengan perkataan Xia yang menurutnya jika Xia itu adalah seorang perempuan gila yang memasuki rumah kakaknya.
"Nona LingJi! Sudah-sudah, kita tunggu saja kepulangan bos terlebih dahulu, baru kita bisa bicara baik-baik." Cheng Hai berusaha untuk melerai kedua orang itu.
"Diam!"
Bentak LingJi dan juga Xia secara bersamaan.
"..."
Cheng Hai langsung terdiam.
"Bos cepatlah pulang, sekarang di rumahmu ada situasi yang gawat!" teriak Cheng Hai di dalam hati.
Dia tidak pandai untuk mengurus hal ini, apalagi jika berurusan dengan wanita.
Brumm...
Mobil Chu Xian akhirnya sampai ke depan rumahnya, lalu dia keluar dan memasuki rumahnya dengan berjalan santai. Tidak tau di dalam ada situasi yang gawat.
"Cheng, ada apa ini? Apakah kam..." ucapan Chu Xian terhenti setelah melihat Xia yang sedang berkelahi dengan LingJi.
Xia!
Kenapa dia bisa terlihat?
Dan kenapa juga dia berkelahi dengan LingJi?
Chu Xian yang kebingungan pun mau tak mau bertanya kepada Cheng Hai, “Sejak kapan kalian melihat Xia?”
"Ini... Aku juga tidak tau bos. Sewaktu aku baru saja sampai, aku sudah melihat mereka berdua sudah berkelahi dan apakah bos mengenal wanita ini, bos bilang namanya Xia?" malah Cheng Hai yang jadi kebingungan di buatnya.
"LingJi! Xia! Hentikan pertengkaran kalian sekarang juga!" tidak menjawab pertanyaan Cheng Hai, Chu Xian segera melerai kedua orang itu.
"Chu... Aku..."
"Kakak, kamu sudah pulang, sekarang katakan padaku siapa wanita ini?"
LingJi memotong perkataan Xia, dan bertanya sambil menunjuk Xia.
Chu Xian pun tidak langsung menjawab pertanyaan LingJi, tapi dia membawa mereka untuk duduk terlebih dahulu, dan menyuruh Cheng Hai agar segera pulang.
Dia tak ingin ada yang tau tentang Xia yang sebenarnya. Tapi Chu Xian juga bingung kenapa Xia bisa menjadi terlihat dan tidak berwujud hantu lagi. Dan sekarang dia ingin bertanya langsung kepada orangnya.
Tapi sebelumnya dia ingin menjelaskan tentang Xia terlebih dahulu kepada LingJi agar dia tidak pusing.
“Hah,” menghela nafasnya sedikit, Chu Xian bercerita, “Jadi begini...”
(Akhir bab ini)