
Seminggu kemudian di saat Chu Xian sedang bersantai di rumah.
✉ Cheng Hai mengirimkan pesan: Bos, ada seseorang yang mencari mu. Karena itu aku langsung beri saja alamat rumahmu. Jangan marah ya hehe, (; ̄∇ ̄)
Chu Xian melihat pesan tanpa membalasnya. Dia sudah menebak siapa yang datang untuk mencarinya.
Tak berselang lama. Bel pintu berbunyi, lalu Chu Xian berdiri dan membukakan pintunya.
“Selamat datang di rumahku Guru Sao.”
“Ya, Tuan Chu menyambut ku sendiri, aku merasa terhormat.” Guru Sao berperilaku seperti orang-orang bangsawan.
Bukannya begitu sih, tapi karena aku tidak memiliki orang lain yang tinggal di sini.
Tapi dia tidak mengatakan itu, jadi dia hanya tersenyum dan mempersilahkan Guru Sao untuk masuk.
“Maaf, di rumahku tidak memiliki pelayan, jadi aku tidak bisa menyajikan makanan ataupun minuman untuk mu.” Kata Chu Xian.
“Yah, tidak apa-apa.” Guru Sao tersenyum sopan.
Memangnya siapa dia yang berani untuk menyuruh Chu Xian yang merupakan Iblis Longnan untuk menyajikan makanan atau minuman untuk dirinya. Diberi seratus keberanian pun tidak tidak berani. Orang di depannya ini, jangan di lihat dia begitu mudah di dekati, tapi begitu dia marah, dia sendiri pun tidak tau hal apa yang akan terjadi.
Hancurkan kota dengan lambaian tangan!
Ingatan itu masih membekas di kepalanya dan itu satu-satunya hal yang paling berkesan buatnya.
Oleh karena itu juga dia bersedia untuk meninggalkan sekte nya dan berniat untuk mengikuti Chu Xian. Mungkin dia masih mendapatkan beberapa manfaat.
Chu Xian mengerti pikiran dari Guru Sao dan dia juga tidak menyalahkan nya. Dia berkata, “Beberapa hari ini aku begitu sibuk jadi tidak sempat untuk menemui mu. Jujur saja, aku hanya ingin kamu mengantarkan ku ke sekte dimana kamu berada dulu. Kamu cukup menunjukkan jalannya dan aku akan pergi sendiri. Lalu setelah itu kamu bisa bebas pergi kemanapun, atau kamu bisa juga menghubungi Cheng Hai dan meminta pekerjaan, tenang saja katakan apa yang kamu inginkan maka aku akan memenuhinya.”
Setelah mengatakan itu, Chu Xian mengambil sebungkus rokok dari sakunya, dia mengambil sebatang dan menawarkan nya kepada Guru Sao.
“Maaf aku tidak merokok,” Guru Sao menolak, lalu berkata, “Saya tidak meminta apa-apa kepada Tuan Chu, saya hanya menginginkan setelah hal ini selesai, saya bisa berlatih dengan tenang dan tidak mengganggu tuan Chu lagi. Dan untuk jalan menuju sekte, saya sudah menuliskan nya di sini.”
Guru Sao menyerahkan secarik kertas yang berisi peta jalan menuju sekte yang di maksud.
“Baik... Kalau begitu terima kasih, jika kamu memiliki permintaan apa saja, jangan sungkan untuk mengatakan nya, ini adalah janji dari Raja Iblis Longnan.” Kata Chu Xian dengan sungguh-sungguh.
Nyatanya Chu Xian tidak memiliki sifat yang begitu keras, jika orang berbuat baik kepadanya, maka ia juga akan bersikap baik, tapi jika orang itu menyinggung nya, maka bersiaplah dengan kehancuran yang akan terjadi.
Jika dia membunuh orang itu, dia menilai berdasarkan situasi, kadang dia marah karena sikap lawan tidak sesuai dengan dirinya, ada juga sistem yang kadangkala memaksanya untuk membunuh.
[Aku tidak memaksamu kok, kamu jangan sembarangan bicara!]
[Tapi jika kamu tidak menyelesaikan tugas, kamu hanya perlu bersiap untuk untuk menerima hukuman...]
Karena Sistem bisa mendengarkan suara hati Chu Xian, Sistem tiba-tiba bersuara.
Chu Xian: "..."
Baiklah, aku akan diam.
“Ya, itu saja untuk hari ini, kalau begitu saya tidak akan mengganggu tuan Chu lagi.”
“Sistem, apakah lokasi ini benar?” Walaupun dia tau Guru Sao tidak akan membohongi dirinya Chu Xian tetap saja bertanya kepada sistem, karena menurutnya lebih akurat menggunakan sistem daripada ingatan orang lain.
[Benar, hanya saja dengan mengikuti jalan yang ada di dalam kertas itu perjalanan mu akan terasa jauh. Jadi menurutku lebih baik kamu di pandu oleh sistem. Hanya saja...]
Hanya saja apa?
[Tentu saja ini tidak gratis anak muda, kamu perlu membayar sejumlah titik points untuk itu]
Chu Xian: "..."
Sekarang dia yakin sistem sedang dalam mode perampok.
Tidak ingin berbicara lagi dengan sistem, Chu Xian pun segera bersiap dan tak lupa ia memanggil Cheng Hai untuk ikut bersamanya kali ini.
Tak berselang lama. Cheng Hai sampai di depan rumahnya dengan mobil sederhana.
“Bos, lama tidak bertemu!” Cheng Hai melambaikan tangannya kepada Chu Xian.
Chu Xian mengangguk dan juga tersenyum, “Tidak begitu lama, Cheng, ku lihat kamu juga semakin meningkat?”
“Bukankah itu karena aku punya seorang bos yang meningkat terlalu cepat, jadi sebagai bawahan aku tentu saja tidak boleh mengendur.” Cheng Hai berkata dengan santai.
Yah, Chu Xian juga merasa begitu, kecepatan meningkatnya benar-benar terlalu cepat, dan itu membuat tekanan untuk orang-orang nya. Tapi itu juga merupakan hal yang baik, karena jika dia tidak ada maka dia bisa lega karena bawahannya bisa menjaga diri dan orang-orang dekatnya.
Chu Xian memiliki firasat yang tidak jelas. Tapi dia merasa tak lama lagi akan terjadi hal-hal yang menggemparkan bumi, jadi untuk itu dia harus bersiap, dan yang paling penting adalah untuk meningkatkan dirinya sendiri secepat mungkin.
“Jadi, apakah kita akan berangkat sekarang bos?” Cheng Hai menanyakan pendapat Chu Xian.
“Tidak perlu terburu-buru, ayo kita mencari tempat makan terlebih dahulu.” Chu Xian berkata sambil menggelengkan kepalanya dan tersenyum ringan.
Lalu begitulah Chu Xian dan Cheng Hai mencari tempat untuk mengisi perut, setelah itu mereka beristirahat selama dua jam di hotel.
Setelah hari mulai gelap barulah mereka berdua berangkat untuk mencari sekte menurut peta yang di berikan oleh Guru Sao tersebut.
“Bos, memangnya apa tujuan mu untuk mencari sekte ini, menurut apa yang di katakan oleh bos tadi, sekte ini hanyalah sekte kecil yang bahkan tidak memiliki eksistensi dengan ranah Petarung Hebat sama sekali.” Cheng Hai menanyakan hal yang ingin ditanyakan olehnya sejak tadi.
“Justru semakin kecil akan semakin baik. Jujur kukatakan kepadamu bahwa tujuan ku kali ini adalah untuk menghancurkan sekte tersebut.” Nada Chu Xian mengatakannya terdengar tenang.
“Ha!?” Cheng Hai begitu terkejut sehingga tanpa sadar ia mengerem mendadak dan hampir di tabrak oleh mobil di belakang mereka, tapi untung saja Cheng Hai segera mengelak dan lanjut menyetir mobil dengan tenang.
“Apakah ini tujuan mu yang sebenarnya?” Cheng Hai benar-benar tercengang dan tak tau harus berkata apa.
Memangnya apa salah sekte ini sehingga bosnya ingin menghancurkan nya secara pribadi?
Chu Xian tidak bisa bilang bahwa ini adalah tugas dari sistem, sebenarnya dia juga tidak berdaya. Jadi dia hanya bisa mengatakan.
“Pokoknya kamu hanya harus mengantarkan ku saja.”
(Akhir bab ini)