
Setelah dua jam, Chu Xian dan Cheng Hai tiba di sebuah pelabuhan kecil.
Mereka lalu menyewa sebuah speedboat yang akan mengantarkan mereka ke sebuah pulau.
Ya, tepatnya tujuan mereka kali ini adalah sebuah pulau terpencil yang letaknya cukup jauh dari pelabuhan.
“Apakah rute yang kita pilih kali ini benar ya bos? Kenapa aku merasa bahwa kita akan pergi ke pulau yang di penuhi oleh hal-hal yang menyeramkan.” Cheng Hai bergidik ketika memikirkan yang tidak-tidak.
Ya, tadi dia melihat ekspresi dari pemilik speedboat yang terlihat ketakutan ketika mereka menyebutkan pulau itu. Makanya mereka hanya bisa menyewa dan mengendarai sendiri speedboat ini. Dan untung saja Cheng Hai memiliki kemampuan untuk mengendarainya.
Sebenarnya kalau dia mau, Chu Xian juga bisa, cukup menggunakan beberapa titik points maka dia akan memiliki kemampuan itu, tapi apa gunanya. Karena sudah ada Cheng Hai jadi buat apa dia menyia-nyiakan titik points yang berharga.
Setelah 6 jam mereka di lautan. Akhirnya mereka tiba di tujuan.
Sebuah pulau yang cukup besar.
Di perkirakan pulau ini lebarnya sekitar 10.000 kilo meter. Ya, seukuran sebuah kota.
“Ck,ck, hanya sebuah sekte saja cukup sulit untuk mencarinya.” Chu Xian menggelengkan kepalanya lagi dan lagi.
Sebenarnya sekte-sekte kecil seperti ini letaknya cukup terbuka karena mereka tidak memiliki dunianya sendiri. Tapi tidak sembarangan orang yang bisa menemukan nya begitu saja. Dibutuhkan lokasi yang akurat, keberuntungan, dan yang paling penting adalah sekte itu mau membukakan formasi yang melindungi sekte itu sendiri. Jika tidak, bukankah itu sama saja mengekspos keberadaan mereka sendiri.
Sekte kecil walaupun di sebut kecil juga bukannya hal yang sepele. Kekuatan mereka jika di tempatkan di dunia luar juga merupakan hulu ledak nuklir yang menghancurkan bumi. Oleh karena itu keberadaan mereka menjadi rahasia umum yang hanya di ketahui oleh orang-orang yang di atas.
Sebenarnya jika Chu Xian mau, dia juga bisa meminta kepada Ri Xiang ataupun Wang Zi untuk menunjukkan kepadanya letak sekte-sekte ini. Tapi, jika dia melakukan itu, bukankah itu sama saja dengan dia yang mengekspos tujuannya yang adalah untuk menghancurkan sekte-sekte itu.
Jadi dia melakukannya secara diam-diam. Yah, jangan sampai saja para pak tua itu tau apa yang dilakukan olehnya.
Chu Xian benar-benar harus waspada kali ini, tidak seperti yang sebelum-sebelumnya, di mana dia berada Ri Xiang pasti tau. Tak tau bagaimana caranya pak tua itu memata-matai dirinya.
Jadi dia membawa Cheng Hai, dan melewati jalur laut dengan alasan untuk refreshing sekalian untuk melihat lokasi-lokasi yang nantinya akan dia beli dengan tujuan bisnis.
Ya, itu hanya alasan.
“Apa yang harus kita lakukan selajutnya bos?” Cheng Hai yang telah kembali dari meletakkan speedboat nya di tempat yang aman pun mau tak mau bertanya apa selanjutnya yang akan mereka lakukan.
“Tunggu.” Chu Xian duduk pada salah satu batu yang ada di pantai tersebut.
“Ha, tunggu?” kepala Cheng Hai penuh dengan tanda tanya.
“Tidak, maksudku tunggu sebentar, mungkin akan ada yang akan mengantarkan kita ke sana.” Jelas Chu Xian sambil tersenyum misterius.
Dia merasakan ada beberapa orang yang mendekat kemari. Tidak tau apakah keberadaan mereka sudah di ketahui atau tidak, yang pasti orang-orang inilah yang nantinya akan membawa mereka ke tempat yang di tuju.
Dan benar saja, tak lama setelah Chu Xian berkata begitu, datanglah beberapa orang pria yang menggunakan kostum, dan ketika orang-orang itu melihat Chu Xian dan Cheng Hai, mereka pun langsung waspada.
“Hei, siapa kalian!?”
“Aku rasa mereka adalah penyusup, jadi ayo tangkap mereka dan serahkan kepada sekte.”
Chu Xian hanya diam saja, dan membisikkan sebuah kalimat kepada Cheng Hai, “Jangan melawan, kita ikuti saja mereka.”
Cheng Hai segera mengendurkan kewaspadaan nya, dan mendekati Chu Xian dengan ekspresi ketakutan.
“Siapa kalian? Kenapa aku tidak tau di pulau ini ada orang?”
Cheng Hai ini... Benar-benar bisa berakting!
Jika saja Cheng Hai tidak memiliki wajah yang cukup garang, mungkin aktingnya akan menjadi sempurna.
Tapi, apakah mereka percaya begitu saja?
“Ho, ternyata orang luar yang tak mengerti apa-apa. Cih, merepotkan saja. Sudah berapa kali kita menemukan situasi yang serupa seperti ini.”
“Atau, mari kita bunuh saja mereka berdua, dan cukup katakan jika kita menemukan penyusup yang ingin memasuki sekte kita.”
Chu Xian: "..."
Cheng Hai dengan ekspresi ketakutan:(/。\)
“Jangan, jangan bunuh kami!” Cheng Hai mengeluarkan air mata.
Chu Xian yang melihat itupun terdiam lagi dan lagi. Yah, cukup dibiasakan saja.
“Tunggu, jangan terburu-buru, mari kita bawa mereka ke sekte, mungkin ketua sekte akan memberikan imbalan kepada kita karena sudah menemukan kedua orang ini.”
“Yah, saran mu cukup bagus, nanti ketua sekte pasti akan menggunakan kedua orang ini di tumbal kan untuk meningkatkan kultivasi ketua sekte hahaha...”
Mendengar perkataan mereka, Chu Xian sadar akan satu hal.
Mereka ini adalah sekte iblis!
Jadi begitulah, Chu Xian dan Cheng Hai di bawa oleh mereka dengan cara di ikat tangannya.
Karena Chu Xian dan Cheng Hai menekan tingkat kultivasi mereka, jadi mereka hanya menganggap kedua orang ini hanya orang biasa.
Chu Xian dan Cheng Hai yang tidak melawan pun hanya bisa mengikuti.
Perjalan mereka kali ini ternyata cukup jauh juga, dengan berjalan kaki mereka baru sampai ke sekte setelah berjalan selama lima jam.
Alasan kedua mereka terlambat ialah beberapa orang ini kadang-kadang akan di hadang oleh beberapa monster yang tidak cukup kuat. Itulah tujuan mereka sebenarnya, kali ini rombongan mereka keluar adalah untuk mengumpulkan inti monster yang di dapat dari membunuh monster. Tapi di tengah perjalanan mereka tidak menyangka akan menemukan Chu Xian dan Cheng Hai, jadi sambil membawa mereka berdua, Orang-orang itu juga sekalian memburu monster yang mereka temui.
Sebenarnya Chu Xian sendiri tidak menyangka bahwa di pulau ini ternyata memiliki berbagai jenis monster langka. Walaupun monster-monster ini hanya memiliki tingkat yang sangat rendah. Tapi tetap saja mereka itu monster.
Tapi rombongan orang-orang ini juga bukan sembarangan. 4 orang dengan tingkat Grand Master awal, dan 6 orang Master Puncak.
Di sekte kecil ini, mereka pasti merupakan murid-murid yang di utamakan.
Dalam perjalanan tidak ada satupun dari orang-orang ini yang mengajak Chu Xian dan Cheng Hai berbicara. Mungkin mereka hanya berpikir buat apa peduli dengan orang biasa.
“Hahaha, keberuntungan kita kali ini ternyata sangat bagus, kita mendapatkan kedua orang ini, dan kita juga mendapatkan cukup banyak inti monster yang bisa meningkatkan kultivasi kita.”
“Oke, kita sampai.”
Sekte Sangpin.
(Akhir bab ini)