
“Sistem, kakak, saudari, kamu sedang bercanda kan, kamu tidak bersungguh-sungguh dengan misi ini kan?” Chu Xian menangis di dalam hati.
Suara sistem dingin dan acuh tak acuh.
[Huh, sekarang baru tau takut, tapi jujur saja, sistem memposting tugas bukan hanya bercanda, karena kondisimu sendiri sudah sesuai dengan tugas yang sulit-sulit]
[Biar ku-beritahu, kamu bisa menghancurkan 3 sekte, tapi itu bukan sekte teratas, kamu bisa memilih untuk menghancurkan sekte tingkat rendah untuk menyelesaikan misi ini]
Chu Xian tersadar, “Berapa banyak sekte yang ada di dunia ini?”
[Hanya 1000 sekte yang masih berdiri untuk saat ini, dan itu belum di hitung dengan sekte kultivasi yang sudah lama hilang]
Begitu banyak!
Chu Xian sangat terkejut. “Lalu berapa tingkat kekuatan tertinggi yang di miliki oleh sekte-sekte ini?”
[Di dunia ini, kekuatan yang paling kuat adalah ranah Suci/Dewa Besar, dan hanya sedikit orang yang baru mencapai tingkat itu. Oh ya, ranah Suci itu berada dua tingkat di atas-mu]
Chu Xian terdiam untuk waktu yang lama. Sekarang dia sedang berpikir, jika hanya sangat sedikit orang yang mencapai ranah ini, artinya dalam sekte-sekte tingkat rendah pasti tidak memiliki karakter seperti itu. Kalau begitu tugas ini masih bisa di terima olehnya. Tapi, paling tidak dia pasti harus menghadapi karakter tingkat Petarung Hebat yang sama dengan dirinya, dan itu pasti akan menjadi pertarungan yang cukup sengit jika dipikirkan. Belum lagi sekarang dia hanya Petarung Hebat tingkat awal, dan dia sedikit khawatir jika dia bertemu dengan seorang yang sudah mencapai Petarung Hebat tingkat puncak.
Tunggu dulu, di atas Petarung Hebat itu ranah apa?
[Ranah Legenda, dan di dunia ini ada cukup banyak karakter yang seperti itu, dan mereka yang mencapai ranah ini sudah memiliki kekuatan-kekuatan nya sendiri, dan itu bisa menjadi pemimpin dari sebuah sekte teratas]
Sistem menjawab pertanyaan hati Chu Xian secara langsung.
Chu Xian berpikir lagi dan lagi, sekarang dia harus bertindak dengan hati-hati, dan jangan sampai dia bertemu dengan karakter seperti itu untuk saat ini.
Oke, mari kita bicarakan lagi hal itu nanti, sekarang dia harus bersiap-siap, dan bila perlu dia harus meminta bantuan dari beberapa orang.
“Ada apa denganmu, kenapa tadi kamu tiba-tiba linglung?” Tanya Huli dengan nada yang khawatir.
“Ah,” Chu Xian tersadar, dan berkata, “Tidak apa-apa, tidak apa-apa,” Sambil melambaikan tangannya dan tersenyum kepada Huli.
“Benarkah?” Huli mengerutkan keningnya.
“Benar,” Chu Xian mengangguk dengan sungguh-sungguh, dan mengubah topik, “Apakah ada hal lain yang ingin kamu sampaikan, atau inginkan, karena sebentar lagi aku akan pergi untuk melakukan sesuatu hal yang penting.”
Mendengar perkataan Chu Xian, Huli langsung merasa sedikit kecewa, tapi dia masih berusaha untuk tersenyum dan berkata: “Oke, tidak apa-apa, tidak ada yang ku-inginkan darimu lagi, karena aku juga tau kamu sangat sibuk, kalau begitu aku tidak akan menggangu-mu lagi.”
Chu Xian melihat senyuman yang dipaksakan oleh Huli, ia menghela nafasnya sedikit dan berkata, “Lain kali aku akan mencari-mu untuk bermain bersama.” Janjinya.
“Yah, kalau begitu tidak apa-apa,” Huli langsung tersenyum manis, dan merasa bahagia di hatinya.
Chu Xian juga senang melihat Huli tersenyum bahagia. Huli tersenyum seperti ini sangat cantik.
Mereka berbicara selama beberapa menit sebelum saling mengucapakan selamat tinggal.
Chu Xian langsung pergi dari sana, dan tujuannya sekarang adalah kota Dongguan di Guandong.
Sepertinya itu situs dari Mo Fu. Atau mari kita hubungi dia setelah sampai di sana.
Lalu Chu Xian meminta Cheng Hai untuk mengantarkan dirinya kebandara.
━━✈
Kota Dongguan—
Chu Xian yang baru sampai langsung menghubungi Mo Fu untuk menyapa.
✆⇨⇨⇨☏
Sebelum Chu Xian mengatakan apapun, suara Mo Fu sudah terdengar duluan.
Chu Xian terdiam sejenak, “Bagaimana kamu bisa tau?” Apakah pak tua ini juga memata-matai dirinya seperti Ri Xiang!
“Aku dengar dari Ri Xiang.” Jawab Mo Fu secara langsung menjual Ri Xiang.
Oh, jadi seperti itu... Sepertinya pak tua itu berkata yang sebenarnya.
Tapi, pak tua pemabuk itu ternyata masih tidak berhenti untuk memata-matai dirinya! Huh, awas saja, kalau aku pulang nanti, aku akan meminta kompensasi darinya.
Chu Xian: “Apakah kamu bisa membantu-ku?” Ucapnya langsung menyatakan tujuannya.
“Apa itu?” Tanya Mo Fu tidak langsung setuju.
Chu Xian: “Bantu aku untuk menemukan seseorang, dan menurut informasi Ri Xiang, orang itu terakhir kali terlihat di kota ini.”
“Hal itu mudah karena orang itu berada di situs-ku, tapi...” Suara Mo Fu terhenti sejenak. “Apa yang akan kamu berikan kepadaku sebagai imbalannya?”
Sial, orang tua ini sangat licik, sepertinya aku bisa melihat orang tua ini tersenyum menjijikkan di seberang sana.
“Apa yang kamu inginkan?” Melihat tidak ada hal yang bisa dia gunakan untuk di tukarkan, Chu Xian mau tak mau bertanya dengan agak enggan.
Suara Mo Fu: “Berjanjilah satu hal kepadaku.”
"..." Chu Xian terdiam agak lama dan memikirkan untung rugi. Hanya satu hal yang perlu dia janjikan kepada Mo Fu, tapi dia masih tidak tau apa yang diinginkan oleh pak tua ini darinya.
“Halo, apakah kamu masih di sana? Hei Chu Xian, kenapa kamu tidak menjawab.”
Chu Xian masih terdiam sebelum menjawab, “Ba, baiklah, aku berjanji kepadamu.” Dengan sangat enggan.
“Oke,” Mo Fu tertawa, dan berkata, “Sekarang kamu tunggu saja di sana, dan akan ada orang-ku yang akan menjemput-mu di bandara, dan untuk seseorang yang kamu cari, silahkan kamu mengirim informasi detailnya dan dalam dua jam aku pasti akan menemukannya.”
Telpon dimatikan!
Lalu Chu Xian mengirimkan informasi tentang wanita itu kepada Mo Fu.
Setengah jam kemudian.
“Apakah Anda Tuan Chu?” Tanya seorang pria tiba-tiba.
“Ya,” Chu Xian mengangguk.
Pria itu menundukkan tubuhnya sambil berkata, “Saya adalah bawahan dari Tuan Mo, dan di perintahkan untuk menjemput Anda.”
“Ya, ya, tidak perlu begitu sopan.” Chu Xian melambai tidak senang.
Pria itu berdiri tegak dan mengangguk, “Benar, saya akan mengantarkan Tuan ke tempat Tuan Mo, ayo...”
Pria itu mengajak Chu Xian memasuki mobil dan di bukakan pintu oleh pria itu.
Selama setengah jam lagi di habiskan di perjalanan.
Di tempat Mo Fu.
Rumah yang terlihat sederhana, tapi memiliki area yang sangat luas, dan di sini terlihat banyak sekali anggota yang sedang berjaga-jaga.
Wow, Orang-orang ini ternyata begitu hebat! Ada banyak sekali Grand Master di sini.
Mo Fu, pak tua ini benar-benar pantas di sebut dengan Kaisar Tenggara, yang menguasai kemiliteran rahasia negara!
Chu Xian terkejut tapi tidak terlalu terkejut. Lalu dia memasuki ruang tempat dimana Mo Fu sudah menunggunya di sana.
(Akhir bab ini)