Achievement System

Achievement System
Bab 31 : Kenapa keberuntunganku begitu buruk?



Hari yang lain,~


Lokasi, di gedung Immortal Enterprise cabang kota Gansu. Chu Xian sekarang berada sini sejak pagi tadi menunggu seseorang yang ingin ditemui olehnya.


“Sekarang jam Sembilan pagi, kok dia masih belum datang sih?” Chu Xian melihat jam tangannya dengan mengerutkan kening,~


Dia yang berangkat sejak jam Enam pagi dan langsung pergi kesini bahkan tanpa sarapan terlebih dahulu. Biasanya jika dia ingin ke mana-mana dia setidaknya makan roti bakar tapi karena hari ini dia ada janji dengan seseorang yang penting maka nya dia pergi lebih awal.


"Tuan Chu!" seorang karyawan wanita memanggilnya dengan sopan.


"Ya, ada apa?"


"Apakah Tuan Chu ingin agar saya mengambilkan sarapan?" tanya wanita itu lagi.


“Baik...” Chu Xian mengangguk kepada wanita itu, karena memang dia merasa sangat lapar saat ini, dan bersukur ada orang yang mau mengambilkan dirinya sarapan,~


Lalu wanita itu pergi untuk mengambilkan makanan di kantin perusahaan ini, dan kembali lagi dengan membawa sekotak makanan untuk Chu Xian,~


"Ini Tuan makanannya," kata wanita itu menyerahkan kotak makanan itu kepada Chu Xian.


“Baik...” Chu Xian mengambil kotak makanannya sambil tersenyum kepada wanita itu, “Terimakasih”,~


"Iya, tidak apa-apa kok!" wanita itu membalas senyum Chu Xian. Dia malah senang karena bisa dekat dan membantu bosnya, mengingat Chu Xian yang sangat jarang untuk pergi ke perusahaan.


Setelah melihat kepergian wanita itu, Chu Xian mulai membuka kotak makanan itu. Melihat di dalamnya terdapat nasi dengan udang sebagai lauknya,~


Lalu Chu Xian memakan makanannya itu dengan lahap sampai menghabiskan nya.


"Uhh, kenyang nya!" Chu Xian bersandar sambil menepuk-nepuk perutnya dengan puas,~


Tidak ingin menunggu lama lagi, Chu Xian pun berdiri, berniat untuk meninggalkan tempat ini. Sekarang dia benar-benar merasa yakin bahwa orang yang dia tungguin pasti tidak akan datang.


"Tunggu! Tuan Chu mau kemana?" tanya wanita yang tadi mengambilkan dirinya makanan, kembali dari dalam dan melihat Chu Xian yang ingin pergi,~


Menghentikan langkahnya, Chu Xian menoleh, dan berkata dengan singkat, “Saya ingin pulang!”


Pulang? Bukankah bosnya ini sedang menunggu kedatangan seorang yang sangat penting. Diapun menebak orang itu pasti tidak datang.


Chu Xian lalu melanjutkan langkahnya dan pergi keluar menuju ke mobilnya yang diparkir didepan perusahaan. Karena dia tadi kesini naik mobil sendiri,~


Setelah memasuki mobilnya, Chu Xian segera pergi dari sana.


Tak lama setelah Chu Xian pergi, sebuah mobil baru saja tiba dan memarkirkan nya ditempat Chu Xian tadi meletakkan mobilnya,~


Lalu keluarlah seorang wanita cantik dengan kacamata hitam dari mobil itu bersama seorang wanita yang merupakan asistennya, dan wanita itupun segera memasuki gedung perusahaan ini bersama asistennya menuju ketempat Chu Xian tadi menunggu.


“Maaf,” wanita itu berkata kepada seorang karyawan yang berkerja di sini sambil membuka kacamata nya, dan dia bertanya, “Apakah Tuan Chu ada di sini?”


"Tuan Chu?"


“Ya,” wanita itu mengangguk, “Hari ini kami ada janji untuk bertemu di sini.”


"Yah, memang sih tadi dia ada di sini, tapi setelah menunggu lama diapun pulang dan baru saja dia pergi tak lama setelah Anda sampai."


“Ah,” wanita itu terkejut, melihat asistennya dan berkata dengan penuh penyesalan, “Apakah kita terlambat?”


Asisten itu menjawab, “Ya Nyonya,”


“Huff, baiklah lain waktu ingatkan saya agar tidak terlambat lagi!” wanita itu menghela nafasnya dan mengeluh sendiri.


"Baik Nyonya!" jawab asisten itu lagi mengingat kan agar dirinya untuk tidak melupakan pesan Nyonya rumahnya.


“...Baik,” wanita itu menoleh kearah karyawan tadi, dan berkata dengan sopan, “Jika begitu kami ingin pulang saja dulu, dan jikalau kamu atau yang lainnya melihat Tuan Chu disini. Tolong beritahu saya ya!”


"Baik Nyonya," karyawan yang mendengar asisten dari wanita ini menyebut wanita ini dengan sebutan Nyonya. Dia pun ikut-ikutan memanggil dengan sebutan Nyonya.


Setelah wanita itu meninggalkan nomornya supaya karyawan itu bisa menghubungi dirinya sewaktu dia karyawan itu melihat Chu Xian. Wanita dan asistennya itupun pergi dari sana dan kembali ke mobilnya.


.....


Dengan memarkirkan mobilnya ketepi. Chu Xian yang sudah turun dari mobilnya segera memasuki sebuah tempat minum kopi di pinggir jalan raya,~


"Mbak! Pesan kopi satu!" pintanya kepada penjual warung itu.


"Maaf kak! Kopinya sudah habis dan sedang tidak ada stoknya!"


"Teh?" tanya Chu Xian dengan tenang.


"Nggak ada juga!"


"Sirup?" Chu Xian sedikit tidak tenang.


"Kami tidak menjual itu kak!"


"Kalo begitu apa yang ada aja!" Chu Xian memutuskan untuk meminum apa saja yang penting bisa menghilangkan hausnya.


"Maaf kak! Mesin pembuat minuman otomatis kami tiba-tiba rusak, jadi kami tidak bisa membuatkan nya untuk kakak!"


Wajah Chu Xian langsung berubah, tidak dalam keadaan suasana hati yang baik lagi,~


Kalau semuanya tidak bisa, kenapa harus membuka warung? Chu Xian tidak mengerti lagi. Hari ini rasanya dia begitu sial! Dari menunggu seseorang yang tidak kunjung datang sampai dia yang kehausan pun tidak bisa minum hanya karena mesin minuman yang tiba-tiba rusak!


Tanpa berkata-kata lagi, Chu Xian segera pergi dari tempat itu dan kembali ke mobilnya. Sekarang dia hanya ingin pulang saja kerumah nya, dan disana dia bisa minum sepuasnya tanpa khawatir jika mesin pembuat minuman akan tiba-tiba rusak seperti disini.


"??"


"Ada apa ini!"


Chu Xian sedikit meraung, karena sekarang mobilnya pula yang tidak bisa hidup!


"Huhu! Kenapa hari ini aku begitu sial!" kata Chu Xian yang sudah keluar dari mobilnya dan berjongkok didepan sambil meratapi nasibnya yang sial,~


Dia tidak bisa memperbaiki mobil, jadi bagaimana caranya dia bisa pulang?


Oh ya, Richard!~


Chu Xian berdiri sambil mengeluarkan ponselnya dan segera menghubungi Richard,~


"Ya, hallo bos!"


"Rich, tolong jemput saya!"


"Bos ada dimana?"


"Ini... Saya akan mengirimkan lokasinya!"


Lalu Chu Xian mengirimkan lokasinya sekarang kepada Richard, dan menunggunya di sini sambil menghisap rokoknya.


Dan benar saja, tak lama setelah dia menghubungi Richard, sebuah mobil berhenti tepat di depannya,~


Setelah mobil itu membuka kaca jendelanya, terlihat seorang yang dia kenal.


"Chu! Kenapa kamu ada di sini?" tanya pria itu yang ternyata adalah Bai Suchen.


"Huhu! Saudara Bai, mobil saya rusak dan saya tidak bisa pulang..." Chu Xian merengek.


"Uhh. Baiklah, mari masuk, saya akan mengantarkan mu pulang," Bai Suchen membuka pintu mobilnya mempersilahkan Chu Xian untuk masuk.


"Oke terimakasih saudara."


Lalu Chu Xian masuk kedalam mobil Bai Suchen dan meninggalkan mobilnya disini. Yah, biar aja Richard yang mengurusnya.


Setelah diantar oleh Bai Suchen di depan rumahnya, Chu Xian pun segera turun dan tidak lupa untuk mengucapakan terimakasih kepada Bai Suchen yang mengantarnya.


"Huh, lain kali tidak boleh terjadi yang seperti ini lagi!" Chu Xian memperingatkan dirinya sendiri.


(Akhir bab ini)