Achievement System

Achievement System
Bab 141 : Balai Yasa?



“Hei, kenapa kamu diam, jangan kamu berpikir bahwa kamu adalah seorang Tianzu kami harus takut, kami juga memiliki pendukung kami sendiri, dan ingat siapa yang sudah membantu mu para Tianzu untuk naik takhta—”


“Kami hanya ingin berbicara saja dengan Chu Xian, dan tidak ingin menekannya sama sekali.” Pria tua itu segera memotong perkataan Wang Zi, seakan-akan tidak ingin Chu Xian mendengarkan nya lebih jauh lagi. Kali ini dia salah, dia sama sekali tidak berpikir bahwa Ketiga orang ini sangat melindungi Chu Xian, bahkan Mo Fu yang sangat dekat dengan dirinya saja juga terlihat melindungi Chu Xian.


Siapa sebenarnya anak muda ini?


Pria tua itu memandang Chu Xian dengan rumit.


Kali ini dia datang ke sini sebenarnya memang ingin menekan Chu Xian, karena masalah ini bukan masalah sepele, alasan apa akan mereka gunakan karena gara-gara Chu Xian yang bikin sakit kepala, karena sudah membuat tingkat kehancuran yang begitu besar. Untung saja kali ini, semua penduduk dan warga sipil segera di evakuasi sehingga tidak menimbulkan orang-orang yang tak bersalah menjadi korban.


“Hei, hei, kenapa kalian berkelahi, aku pemeran utamanya di sini!” Chu Xian berdiri dan berkata dengan suara yang dalam.


Hei nak, kami ini sedang membantu mu loh!


Wang Zi memandang Chu Xian dengan heran.


Chu Xian duduk kembali dan dengan tenang dia berkata, “Nyatanya yang salah di sini memang aku,” Dia mengakuinya, lalu sambil menggertakkan giginya dia berkata, “Tapi, para bajingan itu yang membuat masalah dengan ku duluan, kalian tau kan emosi ku sama sekali tidak baik, dan kejadian ini juga telah terjadi. Oleh karena itu aku bersedia untuk menerima hukuman dari Tianzu.”


Sikap ini!


Ketiga Ri Xiang, Wang Zi, Xu Chang'an, termasuk Pria tua Tianzu itu terkejut dengan sikap Chu Xian. Mereka tidak tau apakah Chu Xian sedang berpura-pura atau tidak. Tapi Pria tua Tianzu itu secara alami tidak akan melewatkan kesempatan ini.


Dan dia langsung berkata, “Kalian dengar sendiri. Anak ini bersedia untuk di hukum. Kalau begitu aku tidak akan basa-basi lagi, kami para Tianzu meminta Chu Xian untuk masuk ke dalam kelompok Balai Yasa.”


“Kami tak setuju!” Kata Wang Zi, Ri Xiang dan Xu Chang'an berbarengan.


“Aku...” Chu Xian tak bisa berkata-kata. Apa yang membuat para pak tua ini memiliki reaksi yang begitu besar.


“Aku tidak menanyakan pendapat mu.” Pria tua Tianzu itu tidak peduli, dan bertanya kepada Chu Xian, “Apakah kamu bersedia?”


Niat dari Pria tua itu bisa di tebak. Balai Yasa adalah kelompok militer yang paling memihak kepada negara, dan ada banyak master yang tersembunyi di dalamnya. Tapi yang paling penting adalah, balai Yasa ini berada langsung di bawah perintah Tianzu, sehingga jika Chu Xian memasuki kelompok ini, maka akan mudah untuk mengendalikan Chu Xian.


Chu Xian secara alami mengetahui niat dari lelaki tua ini, seandainya situasi yang di alaminya adalah normal, tapi Chu Xian tiba-tiba mendapat pesan sistem dan mendapat tugas dadakan.


[Silahkan tuan rumah untuk menerima tawaran Tianzu untuk memasuki balai Yasa]


[Jika tuan rumah tidak setuju, maka titik points yang Anda miliki akan di kosongkan dari brankas...]


[Setuju, maka akan mendapatkan pil darah tingkat 4]


Apa-apaan!


Dia sudah capek-capek mengumpulkan titik points selama ini, dan sekarang hanya karena jika dia menolak tawaran untuk memasuki balai Yasa ini maka titik points yang di miliki nya akan hilang!


Chu Xian tentu tidak terima.


“Chu Xian?” Ketiga orang tua itu tercengang dengan apa yang di katakan oleh Chu Xian.


“Apa maksud mu?” Bisik Wang Zi bertanya.


Apakah anak ini tidak tau, kalau balai Yasa adalah tempat di mana para anggota nya merasa terkekang karena peraturan gila yang di buat oleh Tianzu. Dan mereka menolak hal ini juga karena satu hal, yaitu ada seseorang yang merupakan musuh dari mereka bertiga yang menjadi ketua dari kelompok ini.


“Aku sudah memutuskan.” Tegas Chu Xian. Tapi dia menangis di dalam hatinya. Maaf saudara, tapi aku harus menerima hal ini, karena jika aku menolaknya titik points yang aku miliki akan menghilang semuanya.


Tentu saja dia tidak bisa mengatakan yang sebenarnya, dia membuat alasan dengan nada yang meyakinkan, “Aku adalah seseorang yang sangat mengabdi kepada negara, jadi sudah saatnya aku memberikan kontribusi untuk negara ini dengan memasuki balai Yasa. Bukankah tugas dari balai Yasa ini adalah untuk melindungi negara dari serangan asing.”


Ketiga orang tua: (¬_¬)


Ada yang aneh dengan Chu Xian. Bukannya mereka tidak tau, tapi kapan Chu Xian benar-benar terlihat begitu mementingkan negara ketimbang dirinya sendiri.


Pria tua Tianzu tertawa: “Hahaha, begitulah seharusnya orang baik yang bertindak, bukan seperti beberapa orang.” Dia melirik Ketiga orang tua yang wajahnya menghitam.


Pria tua itu berkata lagi, “Kalau begitu kamu bisa datang ke balai Yasa dalam dua hari lagi, dan akan ada yang akan menjemput mu.”


“Jangan terburu-buru,” Jawab Chu Xian, “Aku sekarang masih ada hal yang akan ku lakukan di kota ini, jadi aku akan datang dalam 7 hari berikutnya.”


“Tidak apa-apa, tidak apa-apa, kalau begitu kamu sudah berjanji, aku tidak akan mengganggu mu lagi, selamat tinggal.”


Setelah pria tua itu mengatakan itu, dia segera bangkit dan berjalan keluar dari ruangan ini.


Sekarang hanya tinggal mereka berempat.


“Chu Xian, apa yang sebenarnya kamu pikirkan?” Tanya Ri Xiang tidak senang.


Chu Xian menjawab: “Apa yang ku lakukan, aku sekarang sedang menerima hukuman ku karena sudah berbuat kekacauan yang begitu besar. Jadi saudara-saudara, maaf kalau aku lebih memilih masuk ke kelompok itu. Sepertinya ada rahasia di balik semua ini karena kalian terlihat sangat menolak aku untuk memasuki balai Yasa ini.”


“Kamu tau.” Ri Xiang menghela nafasnya, dan berkata, “Sebenarnya ketua dari kelompok ini adalah musuh dari kami bertiga, tidak bukan bertiga, tapi berempat termasuk Mo Fu. Jadi tentu saja kami sangat menolak kamu untuk memasuki kelompok itu.”


“Benar,” Wang Zi berkata dengan penuh kebencian, “Orang itu berhutang satu hal kepada ku.”


Chu Xian memandang Xu Chang'an.


“Ya, aku juga sama.” Katanya sambil menganggukkan kepala.


“Jadi apa yang harus ku lakukan?” Tanya Chu Xian tak berdaya.


Mereka semua saling memandang.


(Akhir bab ini)