Achievement System

Achievement System
Bab 8 : Rapat penting diperusahaan



Pagi hari bulan oktober, Chu Xian baru saja bangun dari tidurnya, bersiap untuk memulai hari.


Tak terasa Chu Xian sudah tiba didunia ini selama 2 bulan dan selama ini pula ia sudah melakukan banyak hal.


"Kemana kita akan pergi sekarang?!"


Dipikir-pikir, sekarang Cheng Hai belum menjemputnya, apakah mau mencari supir pribadi, ah biar saja Cheng Hai yang mengurusnya.


Ting..


"Hei anak muda, saya sarankan agar kamu jangan terlalu usil dengan bawahan mu, hahaha.."


Suara Sistem berbunyi tiba-tiba.


"Aah!"


Chu Xian berteriak kaget, lupa dia masih memiliki Sistem. Dia yang sedang menggosok giginya pun melemparkan sikat giginya.


"Sistem sialan! Apakah kamu mau membunuh tuan rumahmu dengan membuat ku jantungan? Dan sekarang apa yang kamu lakukan, apakah kamu sedang mengintip ku mandi!"


Setelah menyumpahi Sistem, lalu Chu Xian diam.


'.......' (Sistem terdiam sejenak)


"Aku bukan Manusia, buat apa mengintip kamu!"~


"Kembali ke bisnis, Sistem ini cuma mau memberitahu kan kepadamu bahwa kamu bisa menghasilkan titik point dengan mengumpulkan bawahanmu sendiri, setiap satu orang Sistem akan menghargai dihargai dengan 50 titik point setiap hari."


"Hah.. Ternyata ada yang seperti itu, dan Sistem, berapa sekarang titik point yang kumiliki?"


"Anda bisa melihatnya sendiri di layar Sistem, daah.. Saya mau main Slot Domino dulu dengan teman-teman saya."


Sistem menghilang.


'.......' (Chu Xian terdiam sejenak)


Menahan emosi dalam hatinya, chuxian pun memeriksa titik pointnya sendiri, terlihat jumlahnya mencapai 500 titik point.


"Woww, tidak menyangka sudah sebanyak ini, tapi simpan aja dulu, point ini harus digunakan jika ada keperluan yang penting."


Melanjutkan mandinya, dan setelah selesai dia pun keluar dan mengenakan pakaian formal, berniat keluar untuk makan sambil pergi kekantor.


Chu Xian keluar dengan jalan kaki, dan tak lama berjalan dia pun sampai di sebuah resto biasa.


Memasuki restoran, Chu Xian duduk memesan makanan, dan sambil menunggu, dia pun melihat ponselnya, melihat Cheng Hai belum menghubungi dirinya.


Tak lama makanan pun diantar ke mejanya, menyimpan ponsel Chu Xian makan terlebih dahulu.


Chu Xian menghabiskan makanannya, setelah itu dia tidak langsung pergi, melainkan masih duduk sambil menghisap rokoknya.


Kring..


Ponselnya berbunyi, melihat Cheng Hai yang memanggilnya dan Chu Xian pun mengangkat telponnya.


Chu Xian: "Ya hallo."


Cheng Hai: "Bos saya sudah berada didepan rumah, dimana kamu sekarang?"


Chu Xian: "Saya sekarang berada di restoran dekat villa jalan Ying."


Cheng Hai : "Uh.. Pantas saya menunggu lama, dan Bos nggak keluar juga."


Chu Xian: "Ya, kamu kesini aja."


Cheng Hai : "Ok Bos."


Menutup telponnya, Chu Xian melanjutkan acara santainya, merokok sambil minum jus.


Selang beberapa saat, Cheng Hai pun sampai, memarkirkan mobil di depan restoran.


"Bos!" panggil Cheng Hai keluar dan melambai kearah Chu Xian.


"Apakah kamu sudah makan?" tanya Chu Xian kepada Cheng Hai yang sudah duduk didepan nya.


"Sudah Bos, saya itu setiap hari di sediakan makan oleh pacar saya." kata Cheng Hai menjawab.


'.......' (Chu Xian terdiam)


Berpikir apakah mau mencari pacar yang bisa memasak di rumah.


"Ok, hari ini kemana kita akan pergi Bos?"


"Ke perusahaan."


Setelah membayar tagihannya, Chu Xian pergi masuk kedalam mobilnya, duduk didepan bersama Cheng Hai.


"Oh iya Bos, tadi kak Shiyu menghubungi saya, katanya hari ini perusahaan lagi ada rapat kerja sama dengan perusahaan Jaya Entertainment, dan dia juga meminta Bos untuk datang hari ini."


"Ya.. Saya niatnya memang mau kesana."


Cheng Hai membawa mobil, melaju menuju ke arah perusahaan, dan tak lama.


Mereka pun sampai didepan perusahaan nya, lalu Chu Xian turun bersama Cheng Hai, dan langsung masuk.


Mereka disambut masuk oleh penjaga keamanan disini, mereka berdua berjalan menuju ruang rapat, dan Chu Xian pun langsung membuka pintu.


Cheng Hai juga masuk dan duduk di salah satu kursi disana.


Sebenarnya Cheng Hai juga merupakan seorang yang penting di sini, tapi karena ia harus menjemput Chu Xian, jadi tidak apa-apa jika dia terlambat datang.


Melihat Chu Xian yang masuk, semua orang yang ada di dalam ruang rapat pun langsung berdiri menyambutnya.


"Selamat datang Bos,"


"Bos!,"


"Hmph.."


"Ok, duduk." kata Chu Xian mengangguk dan duduk di sebuah kursi yang dipersiapkan untuk nya.~


"Apakah ada sesuatu yang penting, yang mengharuskan saya untuk datang?"


Melihat orang-orang itu saling memandang, dan Chu Xian juga melihat Su Rukia yang dikenalnya kemarin duduk di sana.


"Ini Bos, CEO-nya Jaya Entertainment meminta untuk bertemu langsung dengan Bos!" kata Shi Yuan berdiri.


Melihat Su Rukia yang tersenyum kepadanya, Chu Xian hanya mengangguk.


"Apakah ada lagi?"


"Bos, proyek kita yang di daerah Gansu sedang diganggu dan kita mengalami kerugian yang cukup besar disana!" kata salah satu dari mereka berdiri.


"Ok, untuk kerjasama antar perusahaan biarkan kalian yang mengurusnya, dan untuk urusan proyek di Gansu biar saya yang urus!"


"Baik Bos!"


"Apakah ada yang lain?"


Mereka semua pun memandang Su Rukia yang sedari tadi diam.


"Ok, jika begitu kalian lanjutkan saja rapatnya biar saya bawa ibu Su nya keluar terlebih dahulu." kata Chu Xian mengakhiri pembicaraan.


Mereka hanya diam saja, menatap Chu Xian keluar bersama Su Rukia, lalu mereka menatap Shi Yuan dengan tatapan apakah tidak apa-apa!


Karena mereka mendengar rumor kalau Shi Yuan dan Chu Xian sedang menjalin hubungan dekat.


"Apa lihat-lihat! Ayo lanjutkan pekerjaan kalian!" kata Shi Yuan tidak senang.


Melihat Shi Yuan yang marah, mereka pun melanjutkan pekerjaan mereka membahas kerjasama perusahaan.


di luar, Chu Xian membawa Su Rukia ke kantin perusahaan, lalu duduk dan memesan minuman.


"Kamu tegas juga ya, dengan bawahan kamu," kata Su Rukia tersenyum.


"Nggak juga sih, aku cuma tegas untuk menyemangati mereka, jika mereka kekurangan uang saya beri uang, dan jika mereka menghadapi kesulitan maka saya akan membantu mereka dengan cara saya sendiri." kata Chu Xian tersenyum ringan.


Mengingat jika perusahaan ini masih terlalu kecil, dan dia juga harus berusaha untuk meningkatkan nya.


"Gitu ya," kata Rukia menopang dagunya menatap Chu Xian.


'.......' (Chu Xian terdiam)


Sebenarnya agak tidak nyaman ditatap terus oleh orang lain apalagi yang menatap masih wanita yang amat cantik. Dan dia jadi salah tingkah jadinya.


"Ahem.. Jadi kamu mencari ku ada perlu apa?"


Kata Chu Xian memecahkan suasana yang hening sejenak.


"Ayah ku ingin bertemu dengan mu,"


Puft..


"??"


"Uhuk.. Apa katamu tadi, saya tidak mendengar dengan jelas?"


Batuk, karena tersedak air yang sedang di minumnya, berpikir jika dia salah dengar.


"Iya, Ayah ku lagi sakit, sekarang dia berada di rumah sakit, kemarin ia mendengar tentang kamu dari Su Xiao, dan meminta saya untuk menjemputmu!" Kata Rukia menjelaskan.


"Oh.. Ok, ayo kita kesana." kata Chu Xian.


Menghabiskan minumannya, dan berdiri mengikuti Rukia ke mobilnya.


...****************...


(Bersambung)