Achievement System

Achievement System
Bab 138 : Perasaan tertekan apa ini?!



Gu Lao, “Kamu bilang—”


“Yah,” Chu Xian mengangguk, berkata kepada Gu Lao dan Hai Long, “Anak mu, dan anak mu sekarang berada di tanganku.” Katanya sambil menunjuk ke dalam restoran.


Gu Lao: "..."


“Siapa kamu?” Hai Long bertanya dengan wajah suram. Siapa anak muda ini, kenapa rasanya dia merasa tertekan dengan auranya.


Dia melirik ke arah restoran, dan benar saja, dia melihat anaknya dan juga anak dari Gu Lao sekarang sedang berlutut di lantai.


Apa-apaan!


Siapa yang berani merendahkan putra kesayangannya seperti ini!


Dia melihat Chu Xian yang melihat mereka sambil tersenyum, seakan-akan tidak ada rasa takut di dirinya, malah dia merasa ada semacam kesombongan alami dan dominasi yang membuat dirinya ingin menyembah anak muda ini.


Tidak mungkin!


“Siapa kamu?” Tanya Hai Long sekali lagi.


Chu Xian menjawab sambil tersenyum: “Kenapa kamu harus bertanya siapa diriku, apa pentingnya itu, bukankah kalian datang ke sini untuk menolong anak kalian, dan sekarang setelah melihat kondisi dari mereka, kalian malah tidak cepat-cepat untuk menolongnya. Apakah perlu aku yang membantu kalian?”


“Ayah!” Teriak Gu Je dari dalam restoran. “Dia, dia itu iblis!”


Chu Xian berbalik dan membentak nya, “Diam!”


Gu Je cepat-cepat tutup mulut dan terlihat sangat ketakutan akibat bentak kan Chu Xian.


Menyadari hal itu, Gu Lao pun tau bahwa ada yang salah di sini, dia menggertakkan giginya dan bertanya dengan suara yang dalam, “Apa yang sudah kamu perbuat terhadap anak ku?!”


Kenapa putranya terlihat sangat ketakutan begitu, apakah sudah menjadi bodoh sehingga terlihat seperti itu.


Gu Lao merasa tidak terima.


“Hai Long, hari ini mari kita akan melupakan dendam lama kita, tapi kita harus bekerja sama untuk menghadapi orang ini.”


Dapat di lihat Gu Lao juga bukan orang yang bodoh dan bersikap tergesa-gesa, dari awal dia sudah melihat ada yang tidak beres. Pertama, di dalam ruangan restoran tersebut dia melihat ada banyak mayat yang bergelimpangan, dan dia tau bahwa itu adalah orang-orang yang di bawa oleh anak dari Hai Long. Kedua, ada dua orang lain yang mana dia merasa bahwa kedua orang ini adalah Grand Master, dan dapat di lihat bahwa kedua orang itu sangat menghormati anak muda yang ada di depannya ini. Dan yang ketiga, ada apa dengan suasana yang tertekan ini, dan anak muda di depannya ini juga sangat misterius dan tidak bisa di lihat, dan itu artinya tingkat kekuatannya melebihi dari mereka berdua.


“Tak perlu buru-buru,” Chu Xian terkekeh, “Atau mari kita bicara baik-baik terlebih dahulu.” Dia berkata dengan sopan.


Siapa yang mau bicara dengan mu?


Wajah Gu Lao dan Hai Long menjadi hitam.


Mereka saling memandang dan mengangguk secara bersamaan.


Serang!


Gu Lao dan Hai Long menyerang Chu Xian dari dua sisi.


Chu Xian menggelengkan kepalanya, menghela nafas dan berkata sambil tersenyum, “Aku sudah berkata untuk apa kalian terburu-buru, tapi sepertinya kalian tidak mengerti akan perkataan ku ini. Huh, baiklah kalau begitu jangan salahkan aku karena kejam!”


Mata Chu Xian berubah menjadi berbahaya dan tajam.


Mari kita coba kemampuan baru!


Cakar Dewa Hidup dan Mati!


Sebuah bayangan telapak tangan besar berwarna hitam pekat tiba-tiba muncul dari udara tipis dan itu jatuh dari langit dan langsung menuju ke tempat orang banyak.


Mati!


Boom! Ledakan! Ledakan!


“Apa!”


“Sialan! Kita sudah memprovokasi seorang Dewa!”


Suara teriakan dan jerit kesakitan, serta penyesalan saja yang terdengar dari mulut orang-orang ini.


Dalam radius 1 kilometer, ledakan hebat serta goncangan yang memporak-porandakan kota tidak bisa berhenti dalam sepuluh menit.


Kehancuran!


Itulah kondisi yang tepat untuk menggambarkan apa yang terjadi di sini untuk saat ini.


Ribuan orang langsung tewas mengenaskan setelah Cakar Dewa Hidup dan Mati Chu Xian di lepaskan, termasuk Hai Long dan juga Gu Lao yang tadinya ingin menyerang Chu Xian sekarang hancur bahkan tulangnya tak tersisa.


“Ayah!!!”


Teriakan histeris datang dari mulut Gu Je dan Hai Yi yang melihat semua itu dari dalam restoran.


“Wow! Aku tak menyangka efek dari kemampuan baru ini akan sedahsyat ini.” Chu Xian juga tercengang akan apa yang sudah dia perbuat.


Di dalam restoran, Tie Lao dan juga Guru Sao yang melihat itu pun tercengang dan tak bisa berkata apa-apa lagi.


Teriakan batin mereka berdua: apakah ini masih di anggap manusia dengan kekuatan yang mengguncang bumi tersebut!


“Ini, ini, ini apakah nyata, aku tidak sedang bermimpi kan?” Guru Sao bertanya dengan terbata-bata.


“Aku, aku juga tidak tau harus berkata apa lagi. Biarkan aku menenangkan diri dulu.” Tie Lao menundukkan kepalanya yang lemas.


Berdiri sendirian di sana, Chu Xian sekarang terlihat tersenyum.


“Sekarang, mari kita lihat berapa banyak titik points yang sudah di panen dari gelombang ini. Sistem!”


Di depan Chu Xian langsung terlihat di layar sistem sejumlah angka yang padat dengan enam angka di belakang nomor.


[Titik points yang Anda miliki saat ini adalah:]


[5.600.150]


Lima juta lebih!


Hahaha, tak ada yang lebih mengasyikkan dari ini baginya untuk mengumpulkan sebanyak-banyaknya titik points untuk dirinya sendiri.


“Sekarang tidak ada lagi keluarga Hai dan Gu di kota ini, apakah ini akan menjadikan masalah untuk diriku sendiri,” Gumam Chu Xian, “Ah, tidak penting, sekarang yang paling penting adalah pergi secepatnya dari sini, sebelum ada yang melihat, dan melihat tingkat kehancuran ini aku yakin itu akan menarik perhatian banyak orang, jadi jika orang lain melihat situasi di sini, orang hanya akan berasumsi bahwa hal ini terjadi akibat dari pertempuran antara dua keluarga. Hehehe...”


“Tie Lao, Pak tua, ayo kita segera pergi dari sini secepatnya!” Teriak Chu Xian dari luar. Lalu setelah dia mengatakan itu, dia langsung segera pergi dari sana.


Eh, apa yang ku lupakan?


Chu Xian yang sedang berlari sekarang sedang memikirkan sesuatu, sepertinya ada satu hal yang tertinggal tapi dia tidak tau apa itu.


Ah, tidak penting!


Langkah Petir!


“Tuan Chu meninggalkan kita kan?” Tanya Guru Sao dengan wajah pahit.


Tie Lao: “Tidak, tidak, kamu dengar apa yang di katakan tuan Chu tadi, ayo cepat ikuti arah kepergian nya...”


Tanpa menunggu jawaban dari Guru Sao, Tie Lao sudah pergi duluan dan menggunakan kemampuan kecepatan yang ia miliki.


Guru Sao agak ragu-ragu, sekarang adalah kesempatan nya untuk kabur dari genggaman Chu Xian, tapi dia juga sangat penasaran apakah dia bisa mengikuti Chu Xian sebagai bawahan, dia yakin itu merupakan hal yang menguntungkan di bandingkan dengan menjadi guru kecil di sebuah sekte yang kecil. Setelah menimbang untung dan rugi, Guru Sao akhirnya mengikuti kata hatinya dan mengikuti arah dimana Tie Lao pergi.


“Ayah, aku akan membalaskan dendam kalian!”


(Akhir bab ini)