
Siapa kamu?
Chu Xian yang melihat seorang pria dewasa yang berdiri di atas sebuah gedung dengan tatapan mata yang tajam ke arahnya.
Chu Xian mau tak mau bertanya-tanya siapa orang ini, hanya karena kegelapan malam membuat Chu Xian tidak bisa melihat wajah orang itu dengan jelas, tapi yang pasti orang ini yang sudah menyerang mereka secara tiba-tiba.
Melepaskan Junko dari pelukannya, Chu Xian berdiri lalu berteriak:“Hei kamu! Kalau berani turun sini, jangan bermain tebak-tebakan dengan ku!”marah Chu Xian sambil menunjuk orang itu.
Dia sangat tidak senang karena orang ini menyerang dirinya dari belakang di saat dia lengah!
Sekarang juga Chu Xian ingin sekali membunuh orang itu dengan pedangnya.
“Huh”orang itu mendengus dingin, dan berkata: “Bocah yang sombong! Hari ini adalah hari terakhir mu di dunia ini!”Pria itu melompat turun dari gedung 100 meter dengan santai.
Buum!
Mendaratnya orang itu membuat jalan yang ada di sini menjadi retak, sehingga menerbangkan debu dan kerikil.
“Oh, kamu berani juga untuk turun hehe!”Chu Xian menatap pria itu dengan seksama dan setelah debu menghilang dan menampakkan wajah orang itu.
“...”(Chu Xian terdiam)
“...”(Pria itu juga diam)
???
“Ah! Itu kamu! Kamu yang sedang aku cari! A****g aku sudah susah payah untuk mencari mu dan sekarang kamu mengantarkan dirimu ke pintu haha!”
Chu Xian tertawa dengan puas.
Akhirnya!
Akhirnya dia menemukan mutan sialan ini, dan itu membuat waktunya tidak terbuang sia-sia.
“Kamu sedang mencari ku bocah? Apakah kamu dari pihak pemerintah sialan itu?”Pria dengan wajah yang seram itu bertanya dengan suara yang dalam dan serak.
Awalnya dia melihat Chu Xian yang menghadapi para Praktisi-praktisi lemah tadi dan menjadi tertarik, lalu setelah Chu Xian mengalahkan orang-orang itu dengan mudah, dia pun mengikuti Chu Xian dari belakang dan berniat untuk bermain-main sebentar dan membunuh nya untuk memuaskan hasrat membunuhnya.
Tapi setelah mendengar perkataan Chu Xian tadi, dia jadi mengerti satu hal yaitu, Chu Xian juga sedang mencarinya dan mungkin itu dari pihak pemerintah sialan itu. Karena pemerintah sialan itulah dia harus berlarian dan di buru sehingga dia harus bersembunyi di negara ini.
Pria itu sangat marah memikirkan itu, dan menggertakkan giginya“A****g matilah!”Pria itu langsung menyerang Chu Xian dengan tinjunya yang mengeluarkan api hitam yang terlihat ganas.
“Sialan tidak ada etika seni bela diri!”rambut Chu Xian berdiri dan memarahi orang ini karena menyerang tiba-tiba lagi. Bahkan tidak melaporkan nama masing-masing.
Pedang!
Chu Xian mengeluarkan pedang dari ruang penyimpanan sistem.
Sikat~
Chu Xian langsung menebas pria itu secara vertikal dan horizontal.
Ting! Boom!
Pedang Chu Xian tidak bisa menembus kulit dari orang itu dan pukulan orang itu pada perut Chu Xian juga tidak membuat Chu Xian kenapa-napa.
Mereka berdua masing-masing langsung mundur kebelakang.
“Orang ini sangat kuat!”
Chu Xian dan juga orang itu berpikir seperti itu di saat yang sama.
“Apa sebaiknya aku kabur aja?”
“Aku tidak akan melepaskan mutan sialan ini!”
Pikiran kedua orang itu berubah di saat yang sama.
Bunuh!
Langkah Petir~
Chu Xian langsung menggunakan kemampuan andalannya dan dengan kecepatan suara Chu Xian tiba-tiba sudah berada di belakang orang itu.
Tebas~
Tanpa ragu Chu Xian langsung menebas pria itu dengan energi penuh.
“Huh”orang itu mendengus dingin, lalu dia berbalik dan mengarahkan tinjunya pada pedang Chu Xian.
Ting! Bom!
Hal yang sama terjadi lagi.
“...”(Chu Xian terdiam)
“...”(Pria itu juga sangat terdiam)
Chu Xian sekarang sedang berpikir bagaimana caranya agar dia bisa menyelesaikan orang ini dengan cepat, sedangkan orang itu sekarang sedang berpikir bagaimana dia akan lepas dari jeratan Chu Xian dan segera pergi dari sini dengan cepat.
Aku tak percaya!
Chu Xian maju lagi dengan momentum yang lebih besar dari tadi.
Tapi masih juga tidak bisa menembus pertahanan orang itu bahkan dengan mengerahkan seluruh tenaganya.
Ting! Bom! Ledakan!
Aku...
Di tempat yang agak jauh dari tempat Chu Xian dan mutan itu bertarung. Junko saat ini sedang tercengang melihat adegan spektakuler yang ada di depan matanya.
Di matanya, hanya kilatan biru dan hitam yang saling beradu dan membuat benda yang ada di sekitarnya menjadi hancur.
“Apakah ini film, komik, atau novel?”Junko bertanya kepada dirinya sendiri dengan aneh. Mau tak mau dia berpikir saat ini dia sedang bermimpi, karena pertarungan antara Chu Xian dan orang jahat itu menurutnya sangat tidak masuk akal.
Bagaimana ada hal seperti itu di dunia ini?
Itu karena kamu tidak tau!
???
Menyadari bahwa pertarungan Chu Xian dan mutan itu begitu menghancurkan, Junko pun segera berdiri dan menjauh dari tempat itu, dan memutuskan untuk melihat dari jauh karena itu membuatnya merasa aman.
Baik...
Setengah jam kemudian.
“Hah... Huh...”Chu Xian mengambil nafas dan berhenti untuk menyerang orang itu lagi, karena energinya saat ini sudah banyak terkuras.
Hal yang sama juga terjadi kepada pria itu.
Tidak bisa seperti ini!
“Sistem!”
Chu Xian memutuskan untuk memanggil sistemnya.
[Yo, anak muda kamu terlihat begitu malu hehe]
“Jangan basa-basi lagi, tolong kamu cari di mana letak kelemahan mutan ini?”
[Bisa]
Oke!
[Tapi titik points mu tidak cukup]
Puff!
Mendengar perkataan sistem, Wajah Chu Xian menghitam dan memuntahkan darah di dalam hatinya.
“Aku hutang dulu!”kata Chu Xian langsung memutuskan. Walaupun agak enggan tapi dia sangat membutuhkan hal itu sekarang.
[Baik, ingat kamu berhutang sebanyak 100.000 titik points dengan sistem]
Tak sampai satu menit, sistem bersuara lagi.
[Oke, kelemahan orang itu ada pada punggungnya dan kamu harus bisa menyerangnya beberapa kali agar pertahanan orang itu hancur!]
Mendengar penjelasan dari sistem membuat Chu Xian langsung mengerti.
Pantas!
Pantas saja orang itu selalu melindungi punggungnya dan tidak membiarkan dirinya menyerang. Ternyata itu adalah kelemahan dari mutan sialan ini.
Langkah Petir~
Tusuk~
Tanpa ragu Chu Xian langsung saja melesat dan setelah dia berada di belakang orang itu Chu Xian menusuknya dengan cepat.
Ting!
Masih tidak tembus. Chu Xian tidak putus asa dan menusuknya lagi.
Tusuk~
Jleb!
Agh!
Setelah dua kali menusuk orang itu dengan seluruh energinya, pedang Chu Xian akhirnya menembus pertahan mutan itu dan membunuh nya secara langsung.
Fyuh!
Mencabut pedangnya dari tubuh mutan itu, Chu Xian mengambil nafas panjang dan penuh kelegaan.
“Akhirnya kamu mati juga, tapi tunggu?”Chu Xian mengingat sesuatu. “Ahh, aku lupa bertanya di mana dia menyimpan kotak itu!!!”teriak Chu Xian pada saat yang sama menyesali karena dia terlalu terburu-buru untuk membunuh orang ini.
Mungkin kotak itu ada pada tubuhnya?
Segera Chu Xian menjadi tenang, lalu mencoba untuk mencari kotak itu di tubuh orang yang sudah mati itu, dan menyadari bahwa kotak itu ternyata memang benar tidak ada pada orang ini.
“Hah”Chu Xian menghela nafas berat, “Yasudah lah, yang penting orang ini sudah terbunuh dan masalah kotak biar saja orang-orang tua itu yang pusing...”kata Chu Xian tidak memikirkan nya lagi.
Setelah menyimpan kembali pedangnya, Chu Xian lalu pergi dari sana dan langsung menuju ke Junko yang sudah lama menunggu dirinya.
“Chu Xian, apakah yang kulihat ini semuanya benar?”
(Akhir bab ini)