
“Apa!?”
“Itulah yang terjadi Pak, awalnya saya hanya menganggap Tuan Chu bercanda saja, tapi tidak menyangka itu terjadi begitu tiba-tiba.”
“Lalu di mana kalian sekarang?”
“Saat ini kami berada di hotel yang lokasinya tidak jauh dari tempat tadi.”
“Setelah dia melakukan hal itu, dia malah bersantai saja di sana!”
Setelah suara yang penuh kebencian dari telpon, panggilan pun langsung di putuskan.
Yang berbicara adalah Tie Lao yang menceritakan semua yang di lakukan oleh Chu Xian kepada Mo Fu.
“Apa yang harus di sampaikan sudah di sampaikan, sekarang aku tidak bertanggung jawab apa-apa lagi dengan apa yang telah terjadi.” Tie Lao menghela nafasnya merasa tak berdaya.
...━...
Bang!
“Chu Xian! Kamu membuat masalah yang sangat besar bagiku!” Teriak Mo Fu sambil memukul mejanya hingga hancur berkeping-keping, “Sekarang alasan apa yang akan ku gunakan untuk mengelabui orang-orang yang di atas.”
Ini semua gara-gara Chu Xian, kalau tidak situasi ini pasti tidak akan terjadi, ahh...
Balikan meja! (ノ`Д´)ノ彡┻━┻
Dia tidak sadar, semua ini terjadi karena salah dirinya juga, meminta tolong kepada orang yang salah akan merugikan dirimu sendiri.
Mo Fu mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang.
“Hei, Chu Xian sudah membuat masalah di tempat ku!”
“Ha, bicara yang benar.”
Mo Fu menceritakan apa yang sudah di perbuat oleh Chu Xian.
...━...
Di sebuah hotel.
Chu Xian yang merupakan dalang dari semua itu sekarang sedang berendam di bak mandi dengan santai tanpa mengetahui seberapa besar masalah yang sudah di perbuat olehnya.
✆ ♫~♫~♫~
Di ranjang tempat tidur, tidak tau sudah berapa kali suara panggilan masuk untuk menghubungi dirinya. Tapi Chu Xian hanya menutup telinga dan tak menghiraukan nya.
Di kamar sebelah, setelah Tie Lao membersihkan tubuhnya, dia pun keluar dari kamar dan pergi. Dia berniat untuk pulang ke tempat Mo Fu, dan tak ingin lagi berada di sini bersama Chu Xian.
Andai Chu Xian tau apa yang di lakukan olehnya, mungkin saja dia tidak akan hidup!
Tie Lao menggigil membayangkan nya.
Di jalan menuju keluar hotel, Tie Lao bertemu dengan Guru Sao yang baru saja tiba.
“Mana tuan Chu?” Tanyanya dengan ramah.
“Di dalam sedang mandi, dan ini ku berikan kamu nomor telponnya agar kamu bisa menghubungi nya sendiri.” Tie Lao segera pergi setelah menyerahkan kartu nama dari Chu Xian yang mana di situ sudah tertulis lengkap nomor telepon dari Chu Xian.
Tak lama setelah kepergian Tie Lao. Tiba-tiba di depan hotel di penuhi oleh kendaraan yang datang. Guru Sao yang tak tau dan tak ingin tau pun segera pergi dari sana dan berniat untuk menghubungi Chu Xian nanti.
Ada sekitar 100 mobil bermerk sama yang di parkir kan di depan hotel, dan tak lama turunlah banyak orang yang di pimpin oleh beberapa orang. Seorang pria tua yang sangat mendominasi turun dan langsung memasuki hotel.
Di dalam kamar, Chu Xian yang sudah berganti pakaian pun berbaring di ranjang dengan nyaman.
Suara pintu di ketuk.
“Siapa?” Tanya Chu Xian duduk.
“Saya dari pihak hotel, hanya untuk memberitahu, Ada beberapa orang yang sedang mencari tuan.”
Siapa yang mencari dirinya di malam hari seperti ini?
Chu Xian mengerutkan kening, dan mengangkat alisnya berpikir.
Seharusnya tidak, karena pak tua itu sekarang pasti sangat sibuk.
Chu Xian berdiri dan melangkah ke pintu kamar, lalu dia membuka pintunya dengan hati-hati.
“Tuan.” Seorang wanita dengan pakaian formal berdiri di depan pintu kamar.
“Ada apa ini? Siapa yang mencari ku malam-malam begini?” Tanya Chu Xian tidak sabar. Sekarang dia hanya ingin beristirahat dengan santai, dan tak ingin ada yang mengganggu.
“Ada orang-orang besar yang menunggu tuan di ruang khusus, dan saya di minta untuk menjemput tuan.” Katanya dengan senyuman yang di paksakan.
“Tapi aku ingin tidur,” Chu Xian berkata, “Katakan kepada mereka untuk mencari ku besok.” Setelah mengatakan itu dia langsung menutup pintunya dan meninggalkan wanita itu di luar.
“Tuan.” Wanita itu tercengang dengan apa yang di katakan oleh Chu Xian. Merasa tak bisa berbuat apa-apa, dia pun hanya bisa mundur dan menyampaikan perkataan dari Chu Xian kepada orang-orang besar itu.
Wanita itu masuk ke dalam ruangan khusus, dan mengatakannya.
“Katakan kepadanya bahwa yang mencarinya adalah Tianzu.” Seorang pria tua berbicara dengan nada yang sangat tenang.
“Baik tuan.” Wanita itu hanya bisa mundur tak berdaya dan kembali lagi ke kamar di mana Chu Xian berada.
“Siapa?” Suara Chu Xian yang terdengar sangat tidak senang berasal dari dalam. Dia membuka pintu, melihat ternyata yang mengetuk pintunya adalah wanita yang tadi.
“Tuan, mereka mendesak saya untuk memanggil tuan.” Wanita itu langsung mengatakan, “Dan mereka mengatakan bahwa yang memanggil tuan adalah Tianzu.”
“Oh.” Chu Xian menutup pintunya, selang beberapa saat dia membuka pintunya lagi, “Siapa yang memanggil ku tadi?”
“Tianzu” Jawab wanita itu.
Tianzu!
Anjir, bukankah itu adalah petinggi negara ini, Tianzu bukan nama orang, tapi nama dari sebuah dewan yang menduduki perintah tertinggi di atas, dan mereka terdiri dari 12 orang yang membuat keputusan.
Ada apa, kenapa mereka mencari ku?
Chu Xian merasa bingung yang tak dapat di jelaskan.
Apakah Mo Fu melaporkan apa yang sudah ku perbuat?
Tidak, tidak, Mo Fu bukan orang yang seperti itu, dan kalau memang Mo Fu mengatakan itu kepada yang di atas, seharusnya dia akan menghubungi dirinya terlebih dahulu.
Chu Xian melirik ponselnya yang ada di atas kasur.
“Tunggu sebentar,” Chu Xian menutup pintunya dan meninggalkan wanita itu berdiri sendiri di luar.
"..."
✆⇨⇨⇨☏
“Oh, ayolah, angkat telpon ku.”
Panggilan terhubung.
“Chu Xian! Apa yang sudah kamu lakukan?” Suara teriakan yang keras tiba-tiba terdengar dari seberang.
“Apa, apa yang ku lakukan?” Tanya Chu Xian dengan nada yang tidak bersalah.
“Kamu sudah membuat heboh dunia kamu tau! Nyatanya orang-orang dengan kemampuan khusus, baik itu kultivator, mutan, ataupun monster, sudah di sembunyikan selama bertahun-tahun, dan orang-orang biasa tidak akan tau tentang hal itu, sekarang karena perbuatan mu, kami harus menyiapkan pengumuman publik dan menutupi nya. Hei kamu dengar, aku sekarang sudah memberitahukan nya kepada Tianzu dan mereka akan mendatangi mu secara pribadi, tapi tenang saja, Aku, Wang Zi, dan Xu Chang'an akan membantumu untuk berbicara.”
Yang berbicara adalah Ri Xiang yang berteriak-teriak.
“Tapi, Tianzu sudah berada di sini, dan ingin bertemu dengan ku.” Kata Chu Xian dengan nada yang polos.
“Apa!? Sial, sekarang kamu jangan bertemu dengan mereka terlebih dahulu, tunggu, tunggu kedatangan kami, dan sekarang kami berada di pesawat. Mungkin dalam setengah jam lagi kami akan tiba di tempat mu.”
Setelah mengatakan itu, Ri Xiang menutup telpon.
“Baik,” Chu Xian tak berdaya, dia lalu membuka pintunya dan melihat wanita itu masih menunggunya di luar, “Ehm, tolong katakan kepada orang-orang itu bahwa aku sedang sakit perut dan tak bisa menemui mereka dengan cepat...”
Chu Xian memegang perutnya dan berakting kesakitan, lalu tanpa menunggu wanita itu berbicara, dia langsung menutup pintunya dan tidak keluar lagi.
(Akhir bab ini)