Achievement System

Achievement System
Bab 48 : Ratakan atau Tidak?



Sewaktu Chu Xian sedang berada di jalan,~


"Stop! Hentikan mobilmu sekarang!"


Tiba-tiba beberapa orang polisi menghentikan Chu Xian dengan beberapa mobil yang menghalangi di depan mobilnya.


"Siapa orang bodoh yang menghentikan diriku diwilayah ku sendiri?" Chu Xian yang jengkel pun keluar dari mobilnya.


“Kalian! Apakah kalian tidak tau aku sedang terburu-buru!” bentak Chu Xian dengan kesal dan segera memarahi para polisi tersebut. “Kalian anj***! Tidak taukah kalian siapa yang kalian hentikan ini?”


Seorang polisi bertubuh kekar maju ke depan dan berkata dengan tegas, “Kami tidak tau dan tidak mau tau! Yang penting kami sudah mendapatkan perintah untuk menangkap kamu!”


"Ya, dan sekarang kamu harus ikut kami ke kantor!" temannya yang lain menambah kan.


"Siapa atasan kalian?" tanya Chu Xian dengan penuh penasaran, sekarang di kota ini siapa lagi yang berani untuk membuat masalah dengan dirinya.


"Nanti kamu akan tau sendiri, sekarang ikuti kami ke kantor..." kata polisi bertubuh kekar maju dan ingin memasang kan Chu Xian borgol.


Tapi...


“Tidak perlu!” Chu Xian menolak, dan berkata lagi, “Aku akan mengikuti kalian...”


Dia sangat ingin tau dengan orang yang memerintah kan mereka untuk menangkap dirinya.


Atau...


Apakah ingin mencoba untuk meratakan semua polisi di kota ini? Tapi Chu Xian menolak ide itu, dia bukan seorang yang akan melanggar hukum hanya karena masalah sepele.


Lalu Chu Xian mengikuti di dalam mobil polisi tersebut, dan meninggalkan mobilnya di sini.


Tak lama...


Mereka pun sampai, dan para polisi itu segera membawa masuk Chu Xian. Mereka tidak tau dengan membawa Chu Xian, mereka sudah membawakan bencana untuk mereka semua.


Setelah masuk, mereka lalu memasukkan Chu Xian ke ruang interogasi, di ruang bawah tanah penjara.


"Pak kami sudah menangkap orangnya!" polisi itu berkata kepada seseorang di telpon.


"Baik, kamu tunggu di sana, dan jangan biarkan dia kabur!" terdengar suara tegas dari seorang pria di dalam telpon tersebut.


"Baik Pak!" jawab polisi itu dengan hormat.


Chu Xian yang mendengar itu pun hanya duduk dengan tenang, karena sebelum nya ketika polisi itu sedang menghubungi bosnya, Chu Xian sudah mengirimkan pesan kepada Bai Suchen untuk membantunya mengurus orang-orang ini.


Tak lama kemudian...


Masuk seorang pria dengan seragam polisinya yang berbintang tiga di bahunya, dan pria itu menatap tajam ke arah Chu Xian, lalu dia bertanya, “Apakah kamu yang bernama Chu Xian?”


"Ya, saya Chu Xian! Dan siapa kamu? Seorang Jenderal? Apakah kamu tidak tau siapa aku?" Chu Xian berkata santai dengan menunjuk dirinya sendiri.


"Aku Sambo! Seorang Jenderal bintang tiga di negara ini!" Sambo dengan sombong memperkenalkan dirinya sendiri.


"Yah, aku tidak peduli jika kamu itu bintang tiga atau empat, yang penting kenapa kamu menangkap ku tanpa alasan?" Chu Xian yang mulai kesal pun membentak Sambo dengan keras.


"Ha ha ha... Ternyata masih ada juga orang yang berani membentak aku Sambo! Apakah kamu tidak ingin hidup lagi?" Sambo tertawa dan bertanya dengan nada yang meremehkan Chu Xian.


"Apakah kamu ingin membunuhku di sini?" Chu Xian tidak terlalu banyak khawatir.


“Tidak-tidak...” Sambo menggelengkan kepalanya dengan tersenyum dan berkata, “Aku akan membuat sebuah skenario pembunuhan yang sempurna, maka tidak akan ada yang tau aku yang melakukan nya, haha...”


Orang ini sudah gila!


Ternyata dengan pangkat nya yang tinggi, orang ini ingin menyalahgunakan kekuasaannya untuk melanggar hukum yang sudah di tetapkan.


"Kamu..." Sambo ingin berbicara tapi berhenti setelah dia berpikir ada yang salah dengan senyuman Chu Xian.


Dan tunggu dulu!


Kenapa orang ini tidak takut dengannya?


Apakah dirinya kurang menggertak?


Ah, tidak peduli, yang penting dia harus membunuh orang ini segera, sebelum perbuatannya ini di ketahui oleh orang lain.


Chu Xian hanya diam saja menunggu jawaban dari pertanyaan nya, sambil menghisap rokoknya, dia duduk bersandar di kursi, seperti tidak terjadi apa-apa.


Melihat Jam, sekarang sudah menunjukkan pukul 12 malam, aku tidak tau apakah Rukia masih aman tau tidak, tapi sekarang dia harus mengurus para kanker masyarakat ini terlebih dahulu.


"Aku tidak perlu alasan untuk membunuh mu!" setelah lama diam, Sambo hanya mengatakan itu saja.


“...”


Chu Xian semakin terdiam mendengar perkataan Sambo yang hanya segitu.


“Dan selamat tinggal!” Sambo mengarahkan pistolnya ke kepala Chu Xian, dan...


Door!


Hanya sepersekian detik, peluru keluar dari pistol, akan tetapi bukannya kepala Chu Xian yang berdarah ataupun berlubang, tapi...


Agh!


Sambo menjerit, dan menjatuhkan pistol yang ada di tangannya sambil berjongkok dan menahan darah yang mengalir di bahunya, karena peluru yang mengenai kepala Chu Xian mengantul mengenai dirinya sendiri.


"A... Apa yang sudah kamu perbuat kepadaku?" Sambo bertanya dengan penuh kesakitan.


"Heh. Mahkluk kecil! Beraninya kamu mengarahkan pistol ke kepalaku! Apakah kamu sudah tidak ingin hidup di dunia ini lagi?" Chu Xian sekarang sangat marah, berpikir Sambo ini menghabiskan waktunya saja.


Chu Xian berdiri dan mendekati Jendral Sambo selangkah demi selangkah, membuat tekanan yang sangat besar untuk Sambo.


Sudah kesakitan karena tertembak, di tambah dengan tekanan dari Chu Xian yang membuat dirinya ketakutan dan menggigil.


"Huh, baru tau takut sekarang!" Chu Xian menggertak Sambo dengan mendengus.


Bang!


Pintu ruangan tiba-tiba terbuka keras, dan seseorang masuk dengan teriakan, “Sambo! Apa yang sudah kamu perbuat? Berbuat sewenang-wenang dan menyalahgunakan kekuasaan!”


Lalu orang itu melihat Chu Xian, dan seketika itu pula orang itu langsung menundukkan kepalanya dengan berkata, “Maaf tuan Chu atas insiden ini! Kami pasti akan menghukumnya dengan berat sesuai permintaan Anda!”


“Baiklah...” Chu Xian melambaikan tangannya, lalu ia berkata lagi, “Saya tidak peduli dengan orang kecil dan bodoh seperti dia, dan biar saja kalian yang mengurusnya, sekarang saya ada situasi yang mendesak dan saya butuh bantuan kalian...”


Membantu Chu Xian!


Ini adalah kesempatan bagi mereka untuk menjalin hubungan yang baik dengan nya, orang itu pun memikirkan nya dengan senang, lalu orang itu berkata dengan penuh semangat, “Tenang saja tuan Chu,kami pasti akan membantumu apapun yang kamu butuhkan, dan biarkan kami menyiapkan mobil untuk Anda...” sambil menepuk-nepuk dadanya dengan penuh percaya diri.


"Oke, ayo pergi sekarang!" Chu Xian melangkah pergi duluan.


Sampai di luar, Chu Xian langsung memasuki sebuah mobil polisi dengan santainya, dan berkata kepada polisi yang menyetir, “Bawa aku ke distrik Yan nomor 12...” pinta nya sambil mengeluarkan sebatang rokok dan menyalakan nya.


"Baik tuan Chu!" kata polisi itu mengangguk pelan, lalu dia menyetir mobilnya dengan cepat menuju ke tempat yang sudah di sebutkan Chu Xian tadi.


(Akhir bab ini)