Achievement System

Achievement System
Bab 95 : Against!



“Ayo bawa aku sekarang!”Kata Chu Xian dengan nada yang tidak baik kepada orang itu. Sekarang Chu Xian duduk di belakang dengan santai sambil menghisap rokoknya.


“Ba, baik tuan!”Orang itu sangat mematuhi perkataan Chu Xian dan segera membawa mobilnya.



Di dalam mobil yang di bawa Shi Yuan.


“Apa yang terjadi? Bagaimana kita bisa di sini?”Rukia yang pertama kali bangun pun tak bisa tidak bertanya kepada Su Xiao.


“Apakah kita masih di culik?”


Rukia terus bertanya. Dia juga menggoyang-goyangkan badan Su Xiao dengan panik.


“Aduh kakak...”Su Xiao memegang kepalanya yang pusing, “Kita sudah tidak di culik lagi...”Katanya setelah agak tenang.


“Benarkah? Bagaimana bisa?”Rukia bertanya dengan heran.


Su Xiao terdiam: “...”


Sudah bagus kita selamat, kok di tanya lagi bagaimana bisa?


Su Xiao tak bisa menahan muntah di dalam hatinya.


“Rukia”panggil Shi Yuan dari depan.


“Shi Yuan?”Rukia terkejut karena dia baru menyadari bahwa Shi Yuan lah yang membawa mereka.“Apa kamu yang menculik kami?”Tanyanya lagi dengan nada yang curiga.


Shi Yuan langsung terdiam dengan wajah yang tidak baik: “...”


Apa yang di pikirkan wanita ini?


Shi Yuan berteriak di dalam hatinya.


Jangan bicara dengan wanita ini lagi!


Shi Yuan langsung tak ingin bicara lagi dengan Rukia, dan suasana menjadi hening seketika.


“Apa? Apa aku salah?”tanya Rukia sambil menunjuk dirinya sendiri.


“Aduh...”Su Xiao menepuk dahinya yang pusing karena tingkah kakaknya ini.


“Eum”terdengar erangan Lingji yang membuka matanya perlahan. Perlahan-lahan dia mengingat sesuatu dan langsung bangkit.“Di mana aku? Eh kalian...”


Dia melihat Rukia dan Su Xiao yang sedang menatap dirinya dengan pandangan kamu aneh.


“...”(Lingji terdiam)


“...”(Rukia terdiam penuh pengertian)


“...”(Su Xiao terdiam. Tak tau apa yang di pikirkan nya)


“...”(Shi Yuan langsung tidak berbicara)


Suasana menjadi hening, sunyi, dan aneh seketika.


“Ehm-ehm...”Su Xiao memecahkan suasana, dia membuka mulutnya dan mulai berkata, “Jika kalian masih bingung dengan apa yang terjadi, maka aku akan mengatakan nya...”


Su Xiao mulai bercerita. Yang pada awalnya dia menghubungi Chu Xian tapi ketahuan oleh orang jahat itu, lalu tentang Chu Xian yang melakukan aksi kejar-kejaran mobil sampai Chu Xian yang mengalahkan orang-orang jahat itu dengan aksi yang heroik.


“Jadi seperti itu...”Rukia mengangguk paham dan sekarang dia mengerti apa yang sudah terjadi.


Lingji juga mengangguk, tapi dia tidak berkata apa-apa. Dia sudah tau dan yakin di dalam hatinya bahwa Chu Xian pasti akan datang untuk menyelamatkan mereka.


“Jadi, di mana dia sekarang?”Tanya Rukia kepada Su Xiao adiknya itu.


Lingji juga menatap Su Xiao dan menanti jawabannya.


“Chu Xian pergi untuk menghadapi bos di belakang layar...”Sela Shi Yuan menjawab pertanyaan mereka.


Aku...


Di depan sebuah perusahaan pembuatan film.


“Apakah di sini tempat nya?”Tanya Chu Xian dengan santai.


Orang itu mengangguk dan berkata: “Memang di sini. Bos kami merupakan bos dari perusahaan ini, tapi saya tidak tau apakah dia sedang berada di sini apa tidak...”orang itu menggeleng kan kepalanya tidak tau. Dia sekarang sangat takut untuk menyinggung Tuan di depannya ini dan hanya bisa mengkhianati bosnya sendiri.


“...Oke”Chu Xian mengangguk dan mengatakan dia mengerti. “Mari kita tunggu di sini sebentar...”katanya lagi.


Baik...



Di tempat lain.


Di dalam gedung perusahaan.


“Bagaimana? Apakah wanita itu sudah di bawa?”Tanya seorang pemuda dengan gaya yang mencolok kepada bawahannya.


“Masih belum ada informasi dari anak buah saya bos!”Jawab orang itu menundukkan kepalanya dengan hormat.


“Bagaimana kalian bekerja? Aku hanya menyuruh kalian untuk membawa beberapa orang dan kenapa itu sangat lama!”Orang yang di panggil tuan muda itu begitu marah dan berteriak.


“Ma, maaf bos, saya pasti akan menghubungi mereka kembali!”ucap orang itu ketakutan dan segera saja dia langsung menghubungi anak buahnya.


Di dalam mobil tempat Chu Xian berada.


Ring!


Telpon orang yang di tahan oleh Chu Xian itu berdering, dan melihat yang menghubungi dirinya adalah bosnya, dia pun tidak segera mengangkat panggilannya tapi menatap Chu Xian dan menunggu persetujuan darinya.


“Siapa?”Tanya Chu Xian.


“Bos ku!”Jawab orang itu.


“Owh, angkat panggilan nya!”Ucap Chu Xian dengan santai.


“Baik...”Orang itu mengangguk lega, dan segera menjawab panggilan dari bosnya itu.


“Halo bos?”


“Bagaimana kerjaan kalian? Apa sudah di bawa gadis itu?”suara bosnya bertanya.


“Ini...”Orang itu memandang Chu Xian.


“Jawab saja kalau kamu sudah membawa mereka!”bisik Chu Xian agar tidak terdengar oleh orang yang di seberang.


Orang itu mengangguk paham, lalu dia berbicara dengan bosnya: “Sudah bos, tapi kami tidak tau harus di bawa kemana mereka ini...”


“Oke, bawa mereka ke rumah tuan muda...”Suara orang itu terdengar bersemangat.


“Baik bos!”


Lalu orang itu menutup telponnya, dan menunggu instruksi dari Chu Xian.


“...Mm”Chu Xian berpikir sebentar, sebelum memutuskan, “Oke mari kita menunggu di tempat tuan muda yang kamu katakan itu...”


“Ya tuan...”Orang itu mengangguk lagi dan lagi, lalu dia membawa mobilnya ke tempat yang sudah di sebutkan.


Ck ck. Kali ini kalian mungkin tidak akan selamat!


Kata orang itu diam-diam merasa kasihan dengan bosnya dan tuan muda. Sedangkan dia sendiri tidak takut Chu Xian akan membunuh nya, karena dia sudah membantu Chu Xian dengan mengatakan segalanya.


Di perusahaan tuan muda itu.


“Benarkah?”Tanya tuan muda itu bersemangat.


“Iya tuan, dan mereka akan di bawa ke tempat tuan...”Jawab orang itu tersenyum.


“Baik, mati kita segera pulang!”Kata tuan muda itu tidak sabar.


Dia sudah lama mengincar Rukia selama ini, tapi dia selalu di tolak, dan itu membuatnya sangat marah.


Dia yang merupakan salah satu dari tuan muda di kota ini tidak pernah begitu merasa terhina dan di tolak.


Jika seperti itu maka jangan salahkan dia kalau bersikap tidak seperti laki-laki terhormat!


Tuan muda itu tertawa di dalam hatinya dan berpikir hari ini dia akan mendapatkan Rukia sepenuhnya. Dia juga mendengar ada seorang gadis cantik di samping Rukia, dan itu membuatnya sangat senang. Itu artinya dia membunuh dua burung dengan satu batu.


Sedangkan anak kecil laki-laki yang merupakan adik dari Rukia. Dia memutuskan untuk menggunakan dia untuk mengancam Rukia agar dia mau bersama dengan dirinya.


Semakin orang itu memikirkan nya, semakin bersemangat dia.


Dia tidak tau bahwa bukan keindahan yang menantinya, tapi bencana yang akan menghancurkannya!


(Akhir bab ini)