Achievement System

Achievement System
Bab 19 : Kembali ke Longnan



Hari yang lain, di bandara kota Gansu, Chu Xian, Cheng Hai, dan Xia yang tak terlihat, memasuki pesawat, berniat pulang kekota Longnan.


Sebenarnya Chu Xian masih tidak ingin pulang, tapi Shi Yuan menghubungi dirinya dan meminta tolong akan sesuatu yang penting katanya.


Jadi terpaksa dia harus pulang sementara, dan nanti setelah urusan yang dikatakan Shi Yuan sudah selesai, dia berniat ingin kembali ke sini lagi. Niatnya sih Dia ingin tinggal di villa nya yang disini.


Didalam pesawat, Chu Xian duduk di bangku bersama Xia, sedangkan Cheng Hai duduk bersebrangan dengannya, dan memilih untuk duduk sendirian.


"Kakak, apakah saya boleh duduk disini?" tanya seorang anak yang terlihat berusia sekitar 10 atau 13 kepada Chu Xian, karena dia melihat Chu Xian hanya duduk sendiri dan ada bangku yang kosong disebelahnya.


“Hmm..” menatap dengan erat dan memikirkan nya sebentar, “Nak, dimana orang tuamu?”


Chu Xian memutuskan untuk bertanya terlebih dahulu, dan berpikir tidak mungkin anak kecil ini naik pesawat sendirian aja.


"Saya tidak datang bersama orangtua saya kak!"


"Lalu, kamu bersama siapa?"


"Saya bersama bibi saya, dan sekarang dia meninggalkan saya, agar dia bisa duduk di bangku kelas satu, jadi saya tidak tau harus kemana lagi!"


Baik, Chu Xian memikirkannya sebentar, dan berpikir apakah perkataan anak ini bisa dipercaya, diapun menatap mata indah anak itu agak lama sebelum berkata,


“Baik...” menghela nafasku, kita harus berbuat baik sekali-kali, “Kamu boleh duduk disini, dan setelah sampai, saya akan mengantarkan kamu kepada orangtua mu.”


"...Yey, terimakasih kak!" kata anak itu girang dan diapun ingin duduk dibangku kosong disamping Chu Xian.


"Tunggu..."


Chu Xian menghentikan anak itu untuk duduk disampingnya, karena ada Xia yang tak terlihat yang duduk disana.


“...??” menatap Chu Xian dengan bingung, apakah kakak ini berubah pikiran, “Kenapa kak?”


Anak itu memutuskan untuk bertanya.


“Ini...” Chu Xian berpikir bagaimana mengatakannya, “...Hah, sebaiknya kamu duduk dipangkuan kakak aja.”


"??"


Anak itu menatap Chu Xian, semakin bingung, tapi tetap menuruti perkataan Chu Xian, dan duduk di pangkuannya.


"Siapa nama kamu?"


"Nama saya LingJi..."


"LingJi... Yah, nama yang bagus."


"Terimakasih kak!"


Melihat senyuman yang polos dan imut darinya, Chu Xian tidak tahan untuk mencubit pipi LingJi dengan lembut. Mengingat dikehidupan nya yang dulu dia begitu tidak peduli dengan orang lain, dan sekarang dia disini sudah memiliki banyak teman, hatinya pun menghangat.


"Apakah dia suka dengan anak kecil?" pikir Xia yang melihat itu dari samping, dan juga berpikir kapan mereka juga memiliki anak, wajahnya pun memerah.


Chu Xian dan LingJi pun terus bercerita sambil tertawa, dan setelah beberapa jam, akhirnya pesawat mendarat di bandara kota Longnan.


Turun dari pesawat, melihat hari yang sudah malam, Chu Xian pun memutuskan untuk membawa LingJi kerumahnya terlebih dahulu, dan menyuruh Cheng Hai untuk mencari informasi tentang LingJi, agar bisa diantarkan kepada orangtuanya.


“Cheng...” ChuXian memanggil Cheng Hai dan memintanya untuk mendekat, membisikkan sesuatu, “Tolong kamu cari, informasi mengenai orangtua LingJi,” pintanya.


"Baik bos..."


Lalu Cheng Hai menghubungi seseorang dengan ponselnya, dan tak lama kemudian, dia kembali dan berkata, “Bos... Saya sudah menemukan rumah orangtuanya LingJi,” bisiknya kepada Chu Xian.


"Baik... Mari kita bicarakan itu nanti."


Menganggukkan kepalanya, Chu Xian segera meninggalkan bandara, dan pergi menuju ke mobilnya yang menjemput mereka, karena tadi Cheng Hai juga meminta dijemput kepada anak buahnya.


——————


Di vila Chu Xian,


Setelah turun dari mobil, Chu Xian, Xia, dan LingJi masuk kedalam rumah, sedangkan Cheng Hai pamit untuk pulang terlebih dahulu, dan akan menjemput Chu Xian besok pagi.


“Wow...” dengan ekspresi terkejut, LingJi berlarian di dalam rumah, dan berkata, “Rumah kakak sangat besar!”


LingJi begitu kagum dengan Chu Xian.


"...Nah, kamu akan tidur disini, dan besok kakak akan membawa kamu untuk mengantarkan kamu kepada orangtuamu,"


“Baik...” tersenyum senang, LingJi naik ketempat tidur dan berkata, “Terimakasih kak, LingJi sangat senang dan beruntung bertemu dengan kakak!”


Chu Xian hanya tersenyum, mengangguk sedikit, lalu dia keluar dari kamar, dan menutup pintu.


Di ruang tamu, Xia duduk disofa dan menunggu Chu Xian.


"... Chu, saya akan tidur dimana?" tanya Xia yang melihat Chu Xian telah keluar dari mengantarkan LingJi kekamar.


“Kamu...” sedikit menyeringai, “Kamu tidur bersamaku dikamar saya yang diatas!”


Chu Xian memikirkan, biasanya dia sewaktu di hotel Gangsu sudah selalu tidur bersama, dan disini sama juga.


"Tidak!"


"Kenapa?"


"Yah... Tidak aja,"


"??"


Chu Xian bingung dengan sikap Xia yang menolaknya, dan berpikir apa yang dipikirkan wanita ini.


“Yah...” menghela nafasku, “Baik, kamu boleh memilih sendiri kamar yang ingin kamu pakai...” kata Chu Xian menyerah untuk berdebat dengan Xia.


Lalu Chu Xian berjalan menuju keatas dan memasuki kamarnya sendiri.


Setelah dia mandi, dan mengganti pakaiannya, ia lalu naik ketempat tidurnya, lalu memejamkan mata.


.....


Keesokan harinya, setelah membasuh mukanya, Chu Xian turun ke bawah, dan melihat LingJi yang sudah menunggunya di sofa, dengan memegang perutnya.


"Selamat pagi kak!"


Dengan tersenyum, LingJi menyapa Chu Xian dan berlari mendekatinya.


“... Pagi,” juga tersenyum kepada LingJi, “Apakah kamu lapar?”


Menanyakan itu karena dia melihat LingJi yang memegangi perutnya, dan berpikir dia pasti lapar. Apalagi tadi malam mereka tidak makan apapun, dan langsung tidur.


"Iya kak, saya lapar..." kata LingJi masih memegang perutnya yang lapar.


Kruk...


Mendengar suara perutnya yang berbunyi, wajah LingJi langsung memerah malu, dan diapun menundukkan kepalanya.


“Haha...” tertawa lepas, melihat tingkah LingJi yang malu dan terlihat imut, “Ayo, kakak bawa kamu pergi ke tempat makan yang bagus...”


Memegang tangan LingJi, Chu Xian membawanya ketempat biasa dia makan di restoran dekat villa nya, meninggalkan Xia yang sedari tadi belum keluar dan tidak kelihatan, tidak tau apakah dia sudah bangun apa belum...


Setelah berjalan tidak jauh dari rumah, mereka berdua akhirnya sampai, dan memasuki restoran tersebut.


Chu Xian membawa LingJi untuk duduk dan memesan makanan, melihat jam yang masih menunjukkan pukul delapan, dia makan dengan santai, sambil menunggu Cheng Hai datang menjemput dirinya.


Ring...


Setelah selesai makan, ponsel Chu Xian berdering, melihat Cheng Hai yang menghubunginya, diapun mengangkat telpon nya dan berbicara dengan Cheng,Hai.


"Bos, kamu dimana?"


"Saya di restoran, tempat saya biasa makan!"


"Baik... Saya akan menjemput bos kesana."


"Ya..."


Setelah percakapan yang singkat, Chu Xian menutup telpon nya dan menunggu Cheng Hai datang menjemput dirinya.


(Akhir bab ini)