
“Ehm” Shi Yuan memecahkan suasana dan bertanya kepada Chu Xian, “Jadi, apa rencana-mu selanjutnya?”
Chu Xian sadar dan segera aura pembunuh yang ada di ruangan ini hilang dan sirna, membuat orang-orang bernafas lega. Dengan tersenyum dia lalu berkata: “Aku... Ya, secara alami aku punya pengaturan-ku sendiri.”
Shi Yuan mengerti,“Oke, rapat ini berakhir sampai di sini... Silahkan kalian kembali ke kantor masing-masing.”
Orang-orang pergi dari ruangan ini, dan hanya menyisakan dua orang Chu Xian dan Shi Yuan. Ada hal yang ingin Shi Yuan tanyakan dari tadi.
“Ada apa?” Tanya Chu Xian mengerti setelah melihat Shi Yuan dengan wajah yang seolah-olah mengatakan "Aku ingin bertanya".
“Mm,” Agak ragu-ragu, “Di mana kamu selama ini?” Tanya Shi Yuan yang jelas menanyakan tentang menghilangnya Chu Xian di negara Y waktu itu.
Lingji dan Rukia tidak tau, tapi bukan berarti dia tidak tau apa yang terjadi waktu itu. Walaupun dia sudah lama tidak berkecimpung dalam hal dunia bawah tapi ia juga punya kontak yang dalam, sehingga informasi-informasi rahasia yang terkait dengan kultivator dia juga akan mengetahuinya secara alami. Kabarnya Chu Xian dinyatakan tewas oleh ledakan energi di dalam gedung organisasi sewaktu berangkat melakukan tugas di negara Y, dan tubuhnya menghilang dan tak bisa di temukan.
Awalnya dia sangat sedih dan tidak pergi bekerja selama satu bulan, dan menyerahkan urusan perusahaan kepada Cheng Hai. Dia sepertinya tidak memiliki semangat untuk hidup. Tapi beberapa hari yang lalu, dia menerima pesan dari Cheng Hai bahwa bos sudah pulang dan berada di tempat Xu Chang'an. Nyatanya Cheng Hai sama sekali tidak tau tentang apa yang terjadi kepada Chu Xian di negara Y waktu itu, dan hanya tau Chu Xian sudah pulang, dan tentu saja dia mengabari Shi Yuan dan mengatakan 'bos sudah pulang'. itu saja.
Mendengar kabar itu, Shi Yuan sangat senang dan kembali ke perusahaan dengan ceria seperti sebelumnya. Dia ingin menghubungi Chu Xian tapi tidak tau harus mengatakan apa, tapi tiga hari kemudian ada seorang yang tidak memiliki mata tiba-tiba melompat dan membuat masalah, dia pun memanfaatkan situasi ini untuk menarik Chu Xian keluar.
Tunggu dulu!
Sebuah suara misterius menyela: Apakah Shi Yuan mencintai Chu Xian?
Tentu saja.
Suara misterius: Dari mana awalnya, kenapa kami tidak menyadarinya?
Itu berawal sejak Chu Xian membantunya keluar dan menghancurkan organisasi pembunuh bayaran tempatnya bekerja dulu. Lalu perlahan-lahan perasaan itu mulai berkembang, dan Shi Yuan juga mengerti akan hal itu. Tapi dia tidak pernah mengungkapkan-nya sama sekali kepada Chu Xian tentang perasaannya. Memendamnya sendiri. Duh, kasian-nya.
Shi Yuan seorang yang keras di luar, tapi lembut di dalam, memiliki emosi yang cukup rumit, karena dalam hidup ini dia sama sekali tidak pernah dekat dengan pria mana pun. Hanya sejak ada Chu Xian lah dia baru mulai beradaptasi dengan kehidupannya yang baru. Tapi...
Suara misterius: tapi apa?
Woy, biarkan aku selesai bicara dulu!
Uhuk, mari kita lanjutkan... Eh, sampai di mana tadi?
Suara baru: Tapi.
Oke... Tapi, Shi Yuan mengerti bahwa ia sama sekali tidak pantas untuk bersama Chu Xian, bertahun-tahun lalu ia adalah seorang yang tangannya sudah berlumuran darah, dan itu membuatnya merasa sangat kotor. Oleh karena itu dia menyembunyikan perasaannya dengan sangat dalam. Dalam pikirannya: selama aku menjadi temannya itu sudah membuat-ku puas.
Nyatanya Chu Xian sama sekali tidak peduli akan hal itu, karena ia sudah menganggap Shi Yuan sebagai orang yang penting baginya. Bagaimana dengan tangan yang berlumuran darah, dia bahkan lebih kejam. Seorang yang membunuh musuh tanpa berkedip. Dipanggil dengan sebutan Raja Iblis. Itu bukan hanya sebutan saja, tapi Chu Xian benar-benar tidak merasakan simpati saat membunuh musuh, apalagi jika itu menghasilkan titik points. Hanya saja Shi Yuan tidak mengatakan isi pikirannya, sehingga Chu Xian yang tidak tau-pun tidak pernah menyebutnya.
Tambahkan juga saat Chu Xian mengelus kepala Shi Yuan dengan lembut. Lalu Shi Yuan menangis bahagia dan berkata "aku mencintai-mu", selanjutnya mereka pergi berkencan dan memasuki hotel. Lalu ada juga adegan panas di ranjang yang hot. Mungkin inilah adegan kecil yang diinginkan oleh para pembaca. ᕕ( ᐛ )ᕗ
Banyak suara: Tidak, kami tidak menginginkan hal itu (tidak mengaku)
“...”
“Ada apa?” Tanya Shi Yuan menatap Chu Xian.
“Tidak ada apa-apa,” Chu Xian menggelengkan kepalanya sambil mengerutkan kening. Kenapa rasanya ada orang yang sedang berbicara tentang mereka berdua dibelakangnya. Chu Xian menggeleng lagi, mungkin hanya perasaannya saja.
“Oke,” Shi Yuan mengangguk dan berkata dia mengerti. “Jadi—”
“Apakah kamu menanyakan tentang berita tentang kematian-ku itu.” Chu Xian tersenyum.
Shi Yuan mengangguk dengan ragu-ragu.
Chu Xian menyipitkan matanya. Dia merasa Shi Yuan hari ini sedikit berbeda, dimana bedanya itu dia tidak bisa mengatakan-nya, tapi satu hal yang pasti, mata Shi Yuan menatapnya dengan lembut. Biasanya walaupun mereka berbicara dengan baik, tapi Shi Yuan memiliki temperamen yang acuh tak acuh.
Tidak ingin menyelidiki lagi, Chu Xian pun menceritakan tentang pertempuran mereka di negara Y waktu itu, dan mengatakan hal yang sama seperti yang dikatakan olehnya kepada Wang Zi.
Setelah Chu Xian menyelesaikan ceritanya, Shi Yuan langsung berdiri dan marah: “Kenapa kamu terus saja melakukan hal yang berbahaya! Apakah kamu tau, kamu hampir mati kali ini, apakah kamu ingin meninggalkan orang-orang yang menyayangi-mu!”
Chu Xian terkejut dengan reaksi yang besar dari Shi Yuan, dia mengerti Shi Yuan mengkhawatirkan dirinya. Hatinya menghangat dan Chu Xian terdiam untuk sementara waktu. Dia ingin berkata: saudari, maaf membuat-mu khawatir, tapi kamu tenang saja, aku adalah seorang pria dengan sistem, dan tidak akan ada sesuatu yang bisa membahayakan-ku.
Tapi Chu Xian tidak mengatakan itu, karena itu sama saja dengan dia yang mengekspos keberadaan sistemnya. Dia tidak takut dengan orang lain akan tau, tapi takut sistem akan memalingkan wajah dan tak mengenali orang. Bahkan yang paling buruk dia mungkin akan: ×͜×\=☠︎︎...
Tamat!
“Woy,woy, aku pemeran utamanya! Tak ada aku, cerita ini tidak akan ada!” Teriakan hati Chu Xian.
Penulis: “Hahaha, aku penulisnya, terserah mau membuat apa, bahkan pemeran utamanya bisa ku ganti sesuka hati-ku! Ha ha ha... Uhuk,🤢 hoek...🤮”
Chu Xian: ( ̄へ  ̄ 凸
Balikan meja!
(ノ`Д´)ノ彡┻━┻
(Akhir bab ini)