Achievement System

Achievement System
Bab 99 : Ayam dan???



—Paviliun Chang'an.


“Apa yang kamu katakan?”Xu Chang'an menatap Chu Xian dengan mata besar dan berkata, “Kamu di targetkan oleh pembunuh bayaran dunia lagi!”


Chu Xian mengangguk dan berkata: “Benar, dan seperti ini tidak akan berakhir sampai di situ... Aku merasa akan ada pembunuh-pembunuh yang akan datang untuk mengganggu ku lagi...”


Sial!


Chu Xian sangat kesal di dalam hatinya. Dia bukan orang yang suka di ganggu.


“Uhuk, mungkin kamu menyinggung seseorang belakangan ini...”Xu Chang'an batuk dan menahan diri untuk tidak tertawa.


“Menyinggung?”Chu Xian tenggelam di dalam pikiran nya, dan mencoba untuk mengingat-ingat di mana dia menyinggung orang lain.


Mana ada!


Chu Xian membantahnya di dalam hati. Dia sama sekali tidak pernah menyinggung orang lain. Tapi orang lain lah yang selalu menyinggung dirinya.


Tunggu dulu!


Chu Xian baru ingat, beberapa saat yang lalu Cheng Hai mengatakan kepadanya agar berhati-hati dengan pendukung dari seorang Tuan muda yang dia bunuh tempo hari.


Apakah mereka!


“Apa? Apa kamu menemukan sesuatu?”Tanya Xu Chang'an yang melihat raut wajah Chu Xian.


Chu Xian mengangguk sedikit. Lalu dia menceritakan tentang kejadian itu kepada Xu Chang'an dengan jelas.


“Menurut cerita mu, aku yakin orang yang ada di belakang ini semua adalah ayah dari Tuan muda yang kamu bunuh itu...”Xu Chang'an mengangguk dengan pasti.


“Apa yang di andalkan olehnya sehingga para pembunuh ini mau mengikuti perintahnya?”tanya Chu Xian dengan sedikit rasa bingung.


“Uang!”Jawab Xu Chang'an singkat.


“Uang...”Chu Xian tenggelam dalam pikiran nya.


A****g, mereka hanya mengandalkan uang saja dan itu membuat masalah dengan dirinya.


Chu Xian semakin kesal di buatnya.


Mengingat dia juga tidak kekurangan uang, apakah dia juga bisa menyewa pembunuh bayaran untuk menghadapi orang sialan itu?


Chu Xian merasa itu sedikit layak.


Melihat raut wajah Chu Xian yang berubah-ubah, Xu Chang'an pun mau tak mau bertanya:“Hei, apa yang kamu pikirkan?”


Chu Xian memandang Xu Chang'an dan menggelengkan kepalanya, dia berkata: “Tidak ada, aku berpikir teh ini sangat enak...”


“...”(Xu Chang'an terdiam)


Aku percaya dengan hantu!


“Bagaimana kabar orang-orang tua itu?”tanya Chu Xian mengubah pembicaraan.


“Tidak,”Xu Chang'an menggelengkan kepalanya, dan berkata, “Aku tidak tau, dan aku juga tidak peduli...”


“Hei Xu Chang'an,”Panggil Chu Xian.


“Apa?”Xu Chang'an memandang Chu Xian dengan bingung.


“Kamu sudah tua, seharusnya kamu jangan selalu bertengkar dengan teman-teman mu...”Berkata seperti itu Chu Xian langsung berdiri dan kabur.


Xu Chang'an terdiam sejenak.“Chu Xian!”Teriak Xu Chang'an tapi Chu Xian sudah menghilang dari pandangan nya.


Di belakang. Chu Xian yang sudah memasuki salah satu kamar yang ada di paviliun ini pun langsung berbaring telentang di ranjang tempat tidur.


“Pak tua sial!”Chu Xian memejamkan matanya dan beristirahat.



Pagi, keesokan harinya.


Chu Xian yang sudah selesai mandi dan mengganti pakaian nya saat ini pun keluar dari kamar dan langsung menuju ke bawah.


“Dimana Xu Chang'an?”Tanya Chu Xian di sela-sela. Dia bertanya kepada salah seorang pelayan wanita yang ada di sini.


“Tuan berkata dia ada urusan yang ingin dia selesaikan dan meminta agar tuan Chu menyusulnya di tempat tuan Ri...”Jawab pelayan itu dengan sopan. Dan tuan Ri yang di sebutkan olehnya adalah Ri Xiang.


“Ada apa dengan pak tua itu, bukankah kedua pak tua itu sedang bertengkar?”Chu Xian sama sekali tidak mengerti dan melanjutkan memakan makanan nya.


Setelah makan, Chu Xian berdiri dan beranjak, lalu dia pergi keluar dan melihat di paviliun ini sama sekali tidak tersedia mobil untuk dirinya.


“...”(Chu Xian terdiam dengan wajahnya yang menghitam)


Ini, bagaimana caranya dia pergi?


Chu Xian melirik ke kiri ke kanan, untuk mencari solusi.


Seorang pelayan bergegas keluar dan langsung berkata dengan tergesa-gesa: “Tuan Chu, maaf saya melupakan sesuatu...”


Apa itu?


Chu Xian melihat pelayan itu menyerahkan dirinya sebuah kunci.


“Kunci motor?”


“Ya, tuan berkata motornya ada di dalam garasi dan tuan Chu bisa memakai itu untuk berpergian...”Kata pelayan itu menjelaskan.


Baik!


Chu Xian pun tidak menolak dan langsung menuju ke garasi. Di dalam dia melihat sebuah motor besar yang cukup dengan seleranya. Lalu Chu Xian langsung membawanya keluar dari sana.



Chu Xian sekarang berada di jalanan, tapi dia mengingat sesuatu dan memutar arahnya. Dia memutuskan untuk pergi menemui adiknya yang sudah lama tidak ia lihat.


Hanya dalam beberapa menit, Chu Xian pun sampai dan berhenti di depan rumah keluarga Su. Setelah menyapa penjaga rumah dan memarkirkan motornya, Chu Xian pun langsung memasuki rumah dengan santai seperti kembali ke rumah nya sendiri.


“Chu Xian?”Rukia yang sedang berada di kamarnya pun terkejut saat melihat Chu Xian yang masuk ke rumahnya yang di lihatnya dari balkon kamarnya.


“Kakak? Di mana dia?”tanya Lingji yang baru keluar dari kamar mandi Rukia. Karena selama ini dia tidur dengan Rukia dan dia juga cukup nyaman di sini.


“Dia di bawah! Apakah...”sebelum Rukia menyelesaikan perkataan nya. Rukia melihat Lingji yang sudah keluar duluan. Rukia pun men-geleng-geleng kan kepalanya. Dia tau walaupun Lingji selama ini terlihat marah dengan Chu Xian tapi kasih sayang Lingji sama sekali tidak pernah berkurang untuk Chu Xian.


Di bawah.


“Kakak!”teriak Lingji berlari untuk mendekati Chu Xian.


Melihat itupun Chu Xian tersenyum dan menyambutnya. Tapi sewaktu Lingji baru saja ingin memeluknya, Lingji tiba-tiba berhenti.


“Kenapa baru sekarang kakak melihat ku? Hmph...”Lingji tiba-tiba berkata tsundere.


Chu Xian langsung terdiam: “...”


Tadi baru saja Lingji terlihat baik-baik saja, dan sekarang...


Kenapa?


Chu Xian berteriak di dalam hatinya. Dia sama sekali tidak pandai membujuk. Wanita memang jarum di tumpukan jerami!


“Hari ini kakak ingin melihat keadaan mu...”Kata Chu Xian sambil tersenyum.


“Hmph, aku baik-baik saja di sini, kakak Rukia merawat ku dengan baik, dan sekarang aku sudah bersekolah...”Lingji terlihat bangga.


“Wah, benarkah? Kalau begitu baguslah!”Chu Xian masih tersenyum dan merasa senang di hatinya.


Dia sebenarnya merasa bersalah, karena selama ini dia tidak mengurus Lingji dengan baik, dan dia hanya bisa meminta maaf di dalam hatinya. Melihat Lingji yang terlihat sangat baik membuat Chu Xian menghela nafas lega. Mungkin, Rukia bisa menjaganya di saat dia tidak ada. Karena dia juga tau dia sendiri juga sangat sibuk.


“Apa yang kamu inginkan, kakak akan penuhi?”Tanya Chu Xian dengan senyuman yang menyegarkan.


“Aku...”


(Akhir bab ini)