Achievement System

Achievement System
Bab 59 : Perang? Siapa takut!



Kota War Life!


Itulah nama kota di mana mereka berada sekarang, dan inilah medan perang yang sebenarnya dari negara ini.


Setelah melihat kembali dokumen informasi yang diberikan oleh Mo Fu sewaktu masih di negara mereka, Chu Xian pun tau penyebab utama dari peperangan ini yang adalah untuk merebut kotak tersebut yang masih tidak di ketahui apa isi di dalamnya itu.


Berarti sekarang kotak tersebut sudah di ketahui oleh semua pihak, dan bukan hanya tentara biasa saja yang ikut di dalam perang ini, bahkan kultivator dan manusia super juga masuk ke dalam peperangan ini, tapi pihak mereka masih tersembunyi dan belum muncul di permukaan.


Di dalam sebuah gedung terbengkalai, di lantai empat.


Chu Xian, Wang Zi, dan juga Meng Di melihat kebawah melalui jendela yang tidak berkaca, dan melihat orang-orang dari tim misi ini sedang membuat formasi Perang dengan cukup bagus.


Ada Pak tua Lie yang mengarahkan anggotanya untuk diam di tempat masing-masing melalui earphones khusus.


"Kurasa formasi mereka cukup bagus juga!" Chu Xian memberikan penilaian.


Melihat Lie Niu yang sedang memegang senjata AWM sambil membidik ke depan, Chu Xian sedikit tersenyum.


Para anggota yang lainnya tersebar ke beberapa tempat secara tersembunyi, tapi Chu Xian masih bisa merasakan keberadaan mereka.


"Pak tua! Apakah tidak apa-apa seperti ini? Kamu tau kan, yang memasuki medan perang ini bukan hanya manusia biasa saja, tapi para kultivator dan juga manusia super!" Chu Xian menatap orang-orang ini dengan khawatir, dan bertanya kepada Wang Zi di samping dirinya.


"Lalu?" tanya Wang Zi sedikit tidak peduli.


"Yah, kamu tau, sedangkan aku saja bisa mendeteksi keberadaan mereka dari sini, apalagi para kultivator itu!" Chu Xian mengakhiri perkataannya.


"Untuk apa mereka di sini?" tanya Wang Zi.


"Yah, untuk perang!" jawab Chu Xian menatap Wang Zi dengan heran. Tapi tak lama dia pun sadar dengan pertanyaan dari Wang Zi.


Bukankah maksudnya, jika mereka berani pergi ke sini, maka mereka sudah siap untuk berkorban nyawa.


Demi apa?


Apakah demi negara sudah cukup untuk mereka membuat pengorbanan yang begitu besar.


Jika Chu Xian sendiri dia merasa tidak ingin melakukannya, apalagi dia yang sudah pernah mati sekali, sekarang dia sangat menyayangi nyawanya sendiri.


Walaupun dia sering berbuat hal-hal yang berbahaya dan mengancam nyawa, tapi hanya jika dia memiliki kartu truf saja makanya dia berani. Tapi ketika dia melihat orang-orang ini begitu percaya diri dengan kemampuannya, Chu Xian pun sadar bahwa yang mereka lindungi adalah negara, teman-teman mereka, dan keluarga mereka.


Jadi sekarang Chu Xian berpikir.


Apa yang di lindungi olehnya?


Chu Xian mengingat Xia, LingJi, Rukia, dan orang-orang yang paling dekat dengan dirinya, diapun menetapkan tujuan!


Jika ada yang berani menyentuh mereka bahkan sehelai rambut pun.


Maka Chu Xian akan menghancurkan nya hingga berkeping-keping dan jika itupun tidak cukup untuk melampiaskan nya, maka dia akan membakar jiwa mereka hingga mereka tidak akan dilahirkan lagi di kehidupan selanjutnya jika memang ada!


Tidak terasa, di dalam jiwanya yang terdalam, sebuah Dao Xin terbentuk, dan tujuannya itulah yang akan membawanya ke puncak.


Jika suatu saat nanti Chu Xian akan di uji, maka yang paling besar pengaruhnya adalah keselamatan dari orang-orangnya, dan itu juga yang akan menjadi iblis batinnya.


.....


Di sebuah gedung yang lain.


"Bos, kami mendeteksi ada orang lain di seberang sana!" kata orang itu sambil menunjuk ke sebuah gedung di seberang mereka yang berjarak dua kilometer jauhnya dari tempat mereka berada.


"Coba kamu periksa lagi, ada berapa orang yang ada di sana!" perintah orang yang di sebut bos tersebut, dan memerintahkan dengan suara yang dalam.


"Baik Bos!" orang tersebut menuruti perintah dari bosnya.


Dan tak lama, orang itupun kembali dan mengatakan, “Setelah kami periksa, jumlah mereka ada duabelas orang termasuk ada tiga orang yang tidak memakai senjata dan perlengkapan perang apapun di dalam gedung tersebut...”


"Coba ku lihat! Kemarikan teropong nya." bos itu meminta sebuah teropong.


Lalu dia melihat ke depan dengan menggunakan teropong tersebut, dan memang benar apa yang di katakan oleh anak buahnya, dia melihat ada beberapa orang yang berada di luar gedung tersebut dan hanya tiga orang saja yang berada di dalam gedung.


Tapi ketika dia melihat ke dalam gedung dan melihat ketiga orang itu, dia melihat salah satu dari orang itu tersenyum kepadanya.


Apakah hanya perasaan ku saja?


Tidak percaya, bos itu kembali menggunakan teropong nya untuk melihat ketiga orang itu lagi, tapi sepertinya tadi hanya perasaannya saja yang merasa jika dia sudah ketahuan, karena dia melihat tiga orang tersebut sekarang sepertinya sedang berbicara dengan santai.


.....


Di tempat Chu Xian berada.


"Apa yang kamu lihat dengan tersenyum?" tanya Wang Zi dengan sedikit heran.


Wang Zi melihat ke depan, yang jauhnya dua kilometer dari mereka, dia pun segera mengerti dengan perkataan Chu Xian.


“Chu Xian! Kamu jangan main-main! Sekarang biarkan saja orang-orang ini yang menghadapi mereka, dan kita hanya memantaunya saja dari sini!” Wang Zi memperingati Chu Xian. Lalu dia berkata lagi, “Dan jika orang-orang ini memang benar-benar terdesak dan membutuhkan bantuan kita, baru kita mulai bergerak.”


"Huh, tidak seru!" Chu Xian mendengus tidak puas.


Tidak memperdulikan Chu Xian lagi, Wang Zi pun menatap Meng Di dengan berkata, “Sekarang kamu bisa turun dan membantu orang-orang ini.”


Uhh!


Meng Di sebenarnya sangat enggan, tapi tidak mungkin kan dia menentang perintah dari rajanya.


"Tenang saja, kami berdua akan melindungi mu di belakang, sekarang yang kamu lakukan adalah percaya dengan kemampuan kami." Wang Zi menenangkan Meng Di yang terlihat gugup.


"Ba.. Baiklah!" Meng Di akhirnya turun kebawah dengan perasaan yang masih sangat enggan.


"Hei Chu Xian, kemana kamu akan pergi?" tanya Wang Zi yang melihat Chu Xian berjalan pergi.


"Aku ingin tidur dulu, nanti jika ada situasi yang mendesak kamu tinggal katakan saja kepadaku!"


Setelah mengatakan itu, Chu Xian mencari sebuah tempat di lantai sudut yang ada di ruangan ini, lalu dia berbaring dengan santainya.


Wang Zi yang melihat itupun terdiam dengan wajahnya yang menghitam.


Apakah di saat ini kamu masih bisa tidur dengan santai?


Wang Zi menggelengkan kepalanya, dia pun tidak memperdulikan Chu Xian lagi, dan terus memantau dari atas.


.....


Di dalam Domain Sistem.


Chu Xian sekarang duduk bersama wanita Sistem yang sedang berbaring dengan santai dan sedang bermain slot di layar hologram.


"..." (Chu Xian benar-benar terdiam)


"Ya, ada apa kamu menemuiku?" tanya wanita Sistem tanpa melihat Chu Xian dan terus memainkan slotnya dengan serius.


"Yah, aku hanya ingin tau apakah perjalanan ku ini memiliki misi dari Sistem?" tanya Chu Xian dengan sabar.


"Yah, Scater! Scater! Sialan nih slot! Apakah roomnya tadi salah?" wanita Sistem tidak mendengarkan perkataan Chu Xian dan fokus dengan permainannya.


Tapi setelah dia merasa sudah cukup untuk bermain, wanita Sistem itupun mematikan layarnya, lalu menatap Chu Xian yang sedang menunggu jawaban darinya.


"Apa yang kamu tanyakan tadi?" wanita Sistem bertanya, karena dia tidak terlalu mendengar pertanyaan dari Chu Xian tadi.


"..." (Chu Xian terdiam dibuatnya)


Sistem pecandu judi!


Chu Xian tak bisa menahan muntah di dalam hatinya.


"Hei, aku dengar itu sayang!" wanita Sistem menatap Chu Xian dengan tajam.


Uhh!


"Baik, tadi aku bertanya, apakah perjalanan yang sedang kulakukan ini memiliki misi yang terpicu?" Chu Xian bertanya lagi.


"Tidak ada!" wanita Sistem menggelengkan kepalanya.


"Kenapa?" Chu Xian tak bisa menahan penasaran.


"Karena perjalanan yang kamu lakukan ini tidak termasuk sebuah prestasi, dan tidak akan mendapatkan point apapun!" jelas wanita Sistem.


"Ah, sudahlah! Jika kamu hanya bertanya dan tidak melakukan bisnis, sebaiknya kamu keluar saja dari sini, karena aku ingin melanjutkan permainan ku!"


Lalu tiba-tiba Chu Xian di tendang keluar dari Domain Sistemnya.


"..."


Chu Xian sangat terdiam!


Sekarang yang tuan rumah Sistemnya dia atau bukan?


Chu Xian mau tak mau memikirkan nya.


Yah sebaiknya dia bangun saja dan membantu Wang Zi untuk memantau para perserta ujian ini.


(Akhir bab ini)