
Kembali ke kota Gansu.
“Yeay, aku kembali!”Chu Xian yang baru turun dari pesawat menghirup udara segar.
“Chu Xian, aku akan pergi untuk mengantarkan kotak ini ke markas pusat, dan kalau ada waktu mari kita minum bersama. Aku juga sudah menyiapkan mobil untuk mengantarkan mu pulang ke Longnan...”Wang Zi berkata sambil tersenyum ringan.
“Oke Pak tua”Chu Xian mengacungkan jempolnya sambil tersenyum.
Tak lama kemudian datanglah dua mobil yang menjemput, yang satu untuk menjemput Chu Xian ke bandara, dan yang satu datang untuk menjemput Wang Zi ke markas pusat. Lalu mereka berdua saling mengucapkan selamat tinggal.
Setelah mengantarkan Chu Xian ke bandara, Chu Xian lalu menaiki pesawat lagi, dan pulang ke kota Longnan. Di dalam pesawat. Chu Xian di layani oleh seorang pramugari cantik, dan dalam 1 jam lagi, Chu Xian akhirnya sampai ke kota Longnan.
Turun dari pesawat.
“Cheng, jemput aku di bandara!”kata Chu Xian menghubungi Cheng Hai.
“Bos udah pulang! Oke-oke aku akan segera ke sana!”balas Cheng Hai di telpon dengan suara yang senang.
Hanya dalam waktu yang singkat, Cheng Hai pun datang ke bandara dengan menggunakan mobil untuk menjemput Chu Xian.
“Kerja keras Cheng”Chu Xian tersenyum kepada Cheng Hai sambil menepuk bahu Cheng Hai.
“Lama tidak pulang, apakah bos ingin pergi ke suatu tempat dulu, atau langsung pulang ke rumah?”tanya Cheng Hai menyarankan dengan senyuman.
“Mm...”Chu Xian memikirkan nya sejenak, sebelum memutuskan, “Antar aku pulang dulu...”katanya dengan tenang.
“Bos, bagaimana perjalanannya?” tanya Cheng Hai.
“Cukup baik, dan bagaimana keadaan orang di rumah?”Chu Xian berkata sambil memasuki mobil.
“Mereka baik-baik saja bos, tapi selama bos pergi, mereka sering bertanya kapan kamu akan pulang, dan sepertinya kamu harus menjelaskan nya langsung kepada mereka.”Cheng Hai berkata sambil membawa mobilnya menuju ke villa Chu Xian.
“...”(Chu Xian terdiam)
Sekarang kenapa punggung nya dingin ya?
Apakah ada sesuatu yang buruk yang akan terjadi kepadaku?
Membuang firasat-firasat itu, Chu Xian duduk dengan tenang di dalam mobil, dan tak lama mereka pun sampai di depan villa Chu Xian. Lalu Chu Xian turun dan memasuki rumahnya, sedangkan Cheng Hai pamit untuk pulang.
“Kenapa pintunya di tutup?” Chu Xian bertanya dengan memegang dagunya.
Ada apa ini?
Bukannya Cheng Hai mengatakan bahwa mereka ada di rumah. Jadi kenapa pintunya di kunci dari dalam. Chu Xian benar-benar bingung mau berpikir apa.
Baiklah...
Ting-tong!
Chu Xian menekan bel yang ada di samping pintu.
Hening~
Ting-tong!
Masih hening~
Aku tak percaya!
Ting-tong! Ting-tong! Ting-tong!
Chu Xian memencet bel beberapa kali, tapi masih tidak ada jawaban dan yang membukakan pintu untuk nya.
“Xia! LingJi! Ini aku sudah pulang! Apa kalian tidak ingin menyambut ku?” teriak Chu Xian memanggil mereka berdua.
Tapi masih tidak ada jawaban!
“Huhu... Kenapa pintunya masih tidak di bukakan sih?”Chu Xian berjongkok di depan pintu dengan sedih.
Lalu Chu Xian seperti mengingat sesuatu.
Bukankah dia masih ada telpon!
Chu Xian mengeluarkan ponsel dari ruang sistemnya, dan melihat ternyata banyak sekali panggilan tak terjawab dari LingJi, dan juga Rukia, yang mungkin jumlahnya ratusan.
“...”(Chu Xian benar-benar terdiam)
“Pantas! Pantas saja tidak ada yang membukakan pintu untuk ku, LingJi sekarang pasti sangat marah!”Chu Xian sekarang sudah tau.
Setelah menunggu selama 1 jam lama nya. Tapi pintu nya masih juga tidak di buka juga, saat ini Chu Xian sudah berjamur karena menunggu.
“Cheng, jemput aku!”Chu Xian mau tak mau menghubungi Cheng Hai untuk datang menjemputnya.
“Ada apa bos? apakah kamu tidak bisa masuk kedalam rumahmu sendiri, hehe...”terdengar suara Cheng Hai yang tertawa di dalam telpon.
“...”(Chu Xian sangat terdiam)
Apakah ini perlu di tanyakan! Dia yakin Cheng Hai hanya ingin menertawakan dirinya saja.
Aku...
Di dalam rumah.
“LingJi, apakah tidak apa-apa membiarkan Chu di luar?”tanya Xia merasa iba.
“Tidak, kita tidak bisa membiarkan kakak Chu masuk! Kak Xia ingat, kata kakak dia ingin pergi sebentar, tapi liat sekarang, sudah berapa lama baru dia kembali! Kali ini kita harus menghukum nya...”jelas LingJi berusaha untuk mengubah pikiran Xia.
“B... Baiklah”Xia dengan menghela nafas berat akhirnya menyetujui saran LingJi.
“Liat kak, sepertinya kakak Chu ingin pergi lagi!”seru LingJi yang melihat Chu Xian dari jendela.
“Dia di jemput?” Xia yang melihat Chu Xian di jemput oleh Cheng Hai.
“Huh, dia pasti ingin pergi jalan-jalan lagi!”LingJi berkata dengan tidak puas. “Ayo kak, hari ini kita biarkan saja dia tidur di luar...”
Aku...
Di dalam mobil.
Chu Xian duduk di kursi depan, dengan rokok di tangannya, dia menghisap nya perlahan.
“Kemana kita akan pergi bos?” tanya Cheng Hai yang menyetir mobilnya.
“Cari tempat makan dulu,”Chu Xian mengingat sesuatu, “Aku sudah lama tidak makan enak...”katanya sambil membayangkan makanan yang enak-enak.
“Oke bos...”
Cheng Hai lalu membawa mobilnya menuju ke sebuah tempat makan yang mewah di pusat kota ini. Setelah memarkirkan mobilnya di depan restoran, Chu Xian dan juga Cheng Hai turun dari mobil dan segera memasuki restoran itu.
Tapi baru saja masuk.
“Ada apa ini?”tanya Chu Xian yang melihat di dalam restoran saat ini banyak orang yang berkerumun seperti terjadi sesuatu.
“Entahlah bos, mari kita lihat dulu, atau bos bisa mencari restoran yang lain...”
kata Cheng Hai menyarankan.
“Tidak perlu,”Chu Xian melambaikan tangannya, dan berkata, “Mari kita lihat dulu situasinya...”
Lalu Chu Xian dan juga Cheng Hai mengikuti kerumunan itu dari belakang, dan melihat apa yang terjadi di sini. Dan ternyata ada seseorang sedang berkelahi di sini. Yaitu dua orang laki-laki muda yang saling tinju-meninju, berkelahi seperti anak kecil.
“Ayo Cheng, kita tinggalkan tempat ini...”kata Chu Xian dengan bosan.
Apa-apaan!
Hanya perkelahian anak kecil, dia tidak ingin ikut campur, dan juga mereka kan tidak saling berhubungan, jadi apa hubungannya dengan dia. Chu Xian yang bosan pun keluar dari kerumunan, lalu duduk di salah satu meja di dalam resto ini.
Dengan Cheng Hai yang memesan makanan untuknya, Chu Xian makan dengan lahap tanpa menghiraukan orang yang sedang berkelahi di sana. Dan benar saja, tak lama datanglah polisi untuk mengamankan mereka.
“Ada apa ini sebenarnya?”tanya seorang polisi kepada salah satu pria yang berkelahi tersebut.
“Dia pak! Dia yang sudah memulainya!”pria itu menunjuk kepada pria di seberangnya sambil memegangi pipinya yang bengkak.
“Kamu yang sudah mengambil wanitaku!”kata yang satunya tidak mau mengalah.
“...”(polisi itu terdiam)
Ini hanya kasus anak-anak!
“Ayo kita bawa mereka berdua ke kantor...”kata polisi itu kepada temannya. Lalu mereka pun membawa kedua orang itu keluar dari restoran. Barulah restoran ini menjadi tenang.
Chu Xian yang mendengar semua itu pun menghela nafas lega. Sekarang baru dia bisa makan dengan tenang, karena jika orang berdua tadi masih berkelahi, maka Chu Xian akan turun tangan dan melemparkan orang itu keluar.
Tidak memikirkan nya lagi, Chu Xian dan Cheng Hai makan dengan tenang, dan Chu Xian juga sudah beberapa kali menambahkan makanannya.
(Akhir bab ini)