Achievement System

Achievement System
Bab 157 : Belum terlambat buat balas dendam



“Ayo, kita segera menemui ketua sekte, dan menyerahkan mereka berdua.”


Mereka membuat beberapa segel dan memasuki formasi pelindung sekte.


Sekte ini ternyata sangat besar!


Memiliki ratusan gedung dan memiliki luas ribuan meter persegi.


Chu Xian menebak berapa banyak orang yang ada di sekte ini.


Mungkin ribuan!


Apakah kali ini aku akan membunuh ribuan orang!


Chu Xian diam-diam mendeteksi orang terkuat di sekte ini.


Benar saja, jumlah murid sekte ini jumlahnya ribuan, ada 10 orang tingkat Prajurit Puncak, mungkin itu adalah ketua sekte dan para penatua, Prajurit Menengah ada 3 orang, dan tingkat Awal ada 1 orang.


Sedangkan yang lainya Chu Xian terlalu malas untuk menyelidiki, karena rata-rata orang hanya memiliki tingkat antara Master dan Grand Master. Keberadaan orang-orang ini tidak cukup untuk Chu Xian memperhatikan nya.


Tapi panen kali ini pasti cukup besar.


Chu Xian diam-diam tersenyum.


Cheng Hai melihat Chu Xian yang tersenyum dan menebak-nebak rencana Chu Xian sebenarnya.


Tanpa banyak bicara lagi, mereka berdua segera di bawa masuk ke dalam sekte, di dalam terdapat banyak orang yang sedang berlatih, ada berbagai macam teknik latihan yang mereka lakukan tapi yang paling banyak adalah melatih tubuh dengan berbagai gerakan bela diri.


“Hei, bukankah itu adalah senior dari murid inti. Kenapa mereka membawa dua orang itu masuk ke sekte. Dan melihat arahnya, sepertinya mereka menuju ke tempat ketua sekte!”


“Entahlah, mungkin mereka menemukan penyusup, jadi membawanya ke tempat ketua sekte. Sudah, sudah, jangan dihiraukan lagi, ayo lanjutkan pelatihan kita.”


Baru saja mereka ingin berlatih tiba-tiba terjadi ledakan dari dalam sekte.


Boom!


“Apa, apa yang terjadi? Kenapa tiba-tiba ada ledakan di ruangan tempat ketua sekte berada!”


“Ini, sepertinya ada yang sedang bertarung!”


“Lihat itu!”


Orang-orang melihat di atas atap bangunan sekte.


“Bos, kenapa kamu tiba-tiba menyerang?!” Cheng Hai yang berada di samping Chu Xian mau tak mau bertanya dengan panik. Bukankah rencananya mereka akan melihat situasi baru bergerak, kenapa baru saja masuk bosnya tiba-tiba menyerang.


“Sialan, kita salah, orang itu sama sekali tidak di ranah Prajurit tingkat Puncak, tapi seorang Legenda tahap Menengah!” Chu Xian berkata dengan sungguh-sungguh dan mau tak mau mengucapkan "sialan!"


Kenapa ada karakter seperti itu di sekte kecil ini. Dan juga, kenapa ia tidak bisa mendeteksinya tadi, apakah orang ini bisa menyembunyikan tingkatan ranahnya!


Chu Xian memegang bajunya yang robek akibat dari serangan orang itu.


“Anak muda, kenapa kamu menyerang ku tanpa alasan?” Bicaranya tenang, tapi mengandung paksaan yang begitu kuat.


“Hehe” Chu Xian terkekeh sebentar, lalu ia berkata, “Awalnya aku ingin menghancurkan sekte ini, tapi tak menyangka ada karakter yang begitu kuat di sini, jadi itu saja untuk kali ini, kami akan meninggalkan tempat ini.”


Setelah berkata seperti itu, tanpa basa-basi lagi, Chu Xian dengan cepat menyeret Cheng Hai dan melompat sejauh ratusan meter, dan menghilang di antara hutan.


Baginya pertarungan ini tidak sepadan, karena menghadapi seorang yang sudah memasuki ranah Legenda akan menyulitkan baginya. Waktu itu juga, kalau saja tidak ada Penatua Agung yang membantunya bertarung, mungkin dia tidak akan menang melawan dua orang Legenda itu. Sekarang dia sendiri, walaupun dia bertarung, tapi dia tidak yakin akan menang. Pertahanannya memang kuat, tapi serangannya tidak bisa menyeimbangkan nya.


Gunakan Rantai Matahari.


Memang itu hanya bisa membantu, tapi efeknya sangat sedikit, karena setelah dia menggunakan rantai itu, dia juga memerlukan serangan yang bisa mengatasi lawan dengan cepat. Jika tidak, orang itu juga bisa terlepas, karena ada waktu penggunaan Rantai ini.


Setelah menimbang pro dan kontra, Chu Xian memutuskan untuk mundur terlebih dahulu. Belum terlambat untuk nya bisa balas dendam. Dan dia juga dia tidak berniat untuk pergi dari pulau ini, yang harus dia lakukan adalah memperkuat dirinya terlebih dahulu. Chu Xian punya firasat, jika ia menerobos sekali lagi, maka ia pasti bisa menghadapi orang itu dengan seimbang, nanti belum tentu dia yang akan kalah.


“Ketua, apakah perlu bagi kami untuk mengejarnya!?” Seorang wanita berpakaian hijau bertanya dengan nada yang dingin.


Ketua sekte mengangkat tangannya dan berkata, “Tidak perlu, mereka akan kembali lagi, dan di waktu itulah yang akan mereka dapat adalah kematian.”


“Benar, Ketua sekte begitu hebat, apa yang perlu di khawatirkan dari seorang Petarung Hebat dan seorang Prajurit belaka.”


“Tapi apakah baik untuk membiarkan mereka, apakah kita benar-benar tidak perlu menyuruh para murid untuk memburu mereka?”


“Huh, jangan khawatir, ikuti saja apa perkataan Ketua sekte, jika mereka memang benar-benar kembali, itu artinya mereka mengantarkan nyawa mereka sendiri.”


Orang-orang berbisik dan berbicara secara diam-diam, mereka tidak khawatir tentang penyerangan Chu Xian terhadap Ketua sekte, karena mereka yakin Ketua sekte adalah orang terkuat yang pernah ada.


Mereka tidak menyadari bahwa tangan Ketua sekte terkepal erat-erat. Dalam pikirannya: Siapa dia? Kenapa orang itu bisa menghancurkan pertahanan ku dan berhasil melukaiku walaupun itu hanya sedikit. Tapi tetap saja orang itu bisa mengancam ku.


Dia melihat orang-orang dan para muridnya: orang-orang bodoh ini, mereka tidak menyadari sesuatu yang janggal, walaupun aku kuat, tapi saat ini sedang terluka.


Jika Chu Xian tau bahwa pria tua ini terluka, saat ini dia pasti akan kembali lagi dan menyerang dengan habis-habisan: hahaha, kesempatan, orang ini sedang terluka, jadi membunuhnya akan lebih mudah bukan.


Dia adalah Ketua sekte ini, sudah lama dia mencapai ranah Legenda, tapi suatu hari dia harus menghadapi sesuatu yang mengerikan dan membuatnya terluka parah, jadi sekarang dia hanya bisa bersembunyi di sekte dan berusaha untuk memulihkan diri. Dan untuk memulihkan dirinya dengan cepat, dia memerlukan para murid untuk di tumbal kan, dan menyerap esensi spiritual mereka. Semakin kuat orang itu, maka akan semakin baik untuk dirinya.


Sekarang dia merasakan krisis, jadi yang harus dia lakukan adalah mempercepat pemulihannya dan untuk itu dia memerlukan lebih banyak tumbal.


Dia memberikan perintah, “Segera kumpulkan beberapa orang dengan tingkat kultivasi Prajurit ke atas, nanti aku akan membimbing mereka secara pribadi.”


Orang-orang itu tentu saja langsung merasa senang, dan merasa ini adalah kesempatan yang diberikan oleh Ketua sekte.


Setelah mengatakan itu dia lalu pergi tanpa menoleh kebelakang, dia hanya melirik sedikit ke arah kepergian Chu Xian dan Cheng Hai.


Arah kepergian Chu Xian dan Cheng Hai itu adalah tempat di mana sesuatu yang mengerikan itu berasal!


Mungkin dia tak perlu bertarung dan kedua orang itu akan mati di sana.


Dia tersenyum diam-diam.


(Akhir bab ini)