
Setelah menunggu dua jam lamanya, akhirnya anggota enam orang lainnya pun kembali ke markas tempat Chu Xian dan yang lainnya sekarang berada.
"Hallo, apakah ini bantuan dari negara kita?" tanya dan sapa seorang pria muda yang memakai pakaian dan senjata yang lengkap.
"Yah, ini teman kita namanya Chu Xian, dan Wang Zi." Lie Yang memperkenalkan mereka berdua.
Chu Xian dan Wang Zi hanya tersenyum dan mengangguk pelan.
"Apakah hanya mereka berdua saja?" orang itu berkata dengan tidak puas.
Apa tempat ini?
Ini adalah medan perang!
Kenapa hanya mengirim bantuan yang hanya dua orang saja. Orang itu sekarang tidak dalam suasana hati yang baik.
"Cao Ren! Ini adalah keputusan dari pusat! Dan kita tidak bisa berbuat apa-apa tentang itu." Lie Yang berteriak memarahi orang yang di panggil Cao Ren tersebut, karena dia sangat tidak puas dengan sikap dari anggota yang seperti itu.
Chu Xian dan Wang Zi saling memandang, dan tersenyum diam-diam.
Siapa mereka?
Yang satu adalah Grandmaster tingkat pertengahan dan yang satu ranah nya masih belum di ketahui, karena sewaktu mereka menghadapi Jendral Gala dulu, hanya Chu Xian saja yang maju, sedangkan Wang Zi hanya menonton saja.
Percaya atau tidak, mereka berdua bisa menyapu bersih seluruh kota ini dalam satu hari!
"Huh!" Cao Ren hanya mendengus dingin dan tidak berkata apa-apa lagi, lalu pergi dari sana menuju keruangan pribadi nya.
Melihat kepergian Cao Ren, pak tua Lie Yang pun menggelengkan kepalanya.
Lalu seorang wanita muda maju dan memperkenalkan dirinya, dengan berkata: “Salam kenal, saya Lie Niu! Dan saya adalah ahli dalam menembak...”
Ya, wanita ini adalah anak dari Pak tua Lie!
Chu Xian mengangguk, merasa Lie Niu cukup cantik dan besar.
"Baik, cukup untuk perkenalan nya, sekarang kalian semua silahkan untuk beristirahat sebentar, nanti baru kita akan membahas tentang rencana kita selanjutnya." kata Lie Yang menginterupsi.
Lalu, masing-masing dari mereka pergi ke ruang pribadi yang sudah di persiapkan untuk mereka.
Di dalam kamar.
"Hei Pak tua! Apakah kita akan bergerak bersama dengan orang-orang ini?" tanya Chu Xian tidak mengerti.
Hanya karena, jika mereka berdua saja mungkin sudah cukup untuk menyelesaikan misi ini dengan sempurna, karena tanpa bantuan dari mereka, Chu Xian merasa orang-orang ini hanya beban saja, mengingat orang-orang dari tim ini hanyalah orang biasa dengan kemampuan saja, dan paling tinggi hanyalah seorang master setengah langkah, seperti Pak tua Lie.
"Hehe, kamu tidak mengerti nak!" Wang Zi berkata sambil tersenyum misterius.
Siapa yang anakmu?
Wajah Chu Xian langsung menghitam, karena Wang Zi yang memanggilnya anak, tapi dia tetap diam karena ingin mendengar penjelasan dari Wang Zi.
"Oke, kamu tau apa tugas kita sebenarnya?"
"Bukankah itu tentang kotak atau sesuatu seperti itu?"
Chu Xian semakin bingung.
Melihat Chu Xian yang bingung, Wang Zi pun melanjutkan penjelasannya.
“Ya, memang yang menjadi misi utama kita adalah untuk mengambil kotak tersebut.” Wang Zi mengangguk dan membenarkan jawaban Chu Xian, “Tapi, kita di sini juga untuk melindungi orang-orang ini, karena orang-orang ini adalah tim yang sedang di uji oleh yang di atas, dan anggap saja kita berdua sebagai juri yang langsung memantau para peserta ini...”
Juri?
Kalau dia yang jadi jurinya, maka hehe...
Chu Xian tersenyum memikirkan yang tidak-tidak.
"Hei, aku tau apa yang kamu pikirkan! Jangan berbuat macam-macam dengan mereka, dan kita juga harus menyembunyikan kemampuan kita untuk sementara!" Wang Zi langsung berteriak, karena curiga dengan apa yang akan dilakukan oleh Chu Xian.
"Memang nya apa yang kupikirkan?" Chu Xian mengelak dan tidak mengakui nya.
Wang Zi jadi terdiam di buatnya: "..."
Sedangkan Chu Xian sekarang tengah memikirkan untuk memberikan sedikit pelajaran kepada bocah Cao Ren yang sombong itu.
"Memang nya berapa lama?" Chu Xian mau tak mau bertanya.
"Jika kita sudah menemukan kotak itu, baru kita pulang!" Wang Zi mengingatkan kepada Chu Xian dengan lemah.
"Heh, baiklah-baiklah." Chu Xian melambaikan tangannya dengan tersenyum.
Lalu dia pergi kedalam kamar mandi yang ada di ruangan ini, dan keluar lagi setelah beberapa saat.
Chu Xian keluar dengan menggunakan pakaian yang biasanya dia pakai, karena mengingat dia akan pergi jauh, makanya dia menyimpan bajunya di dalam ruang penyimpanan Sistem.
Hehe, ruang Sistem memang serbaguna!
Menatap Chu Xian yang sudah berganti pakaian, Wang Zi pun mau tak mau menjadi heran dibuat nya, dia bertanya, “Dari mana kamu mendapatkan pakaian yang kamu pakai itu?”
Wang Zi bertanya, karena tadi seingat nya, dia tidak melihat Chu Xian membawa apapun di dalam kamar mandi.
"He he he! Kamu pikir aja sendiri!" Chu Xian tersenyum dan tidak menjawab pertanyaan dari Wang Zi.
Lalu dia pergi keluar dari ruangan itu dengan santai, dan menuju ke tempat berkumpul nya orang-orang yang sudah duduk menunggu mereka.
Di dalam ruangan, ternyata Wang Zi masih terdiam: "..."
.....
Di meja perundingan, Chu Xian langsung duduk di samping Lie Niu yang tersenyum melihat dirinya.
“Baik,” Pak tua Lie Yang mengangguk kepada Chu Xian, “Sekarang tinggal menunggu Wang, agar kita bisa memulai diskusinya...” katanya.
Sebenarnya orang-orang yang di sini tidak tau dengan identitas yang sebenarnya dari Chu Xian dan juga Wang Zi, selain dari Meng Di yang merupakan anggota dari Kerajaan Tersembunyi milik Wang Zi, dan karena itulah sewaktu mereka berdua baru sampai di sini, ada beberapa orang yang tidak puas.
Jika mereka tau yang sebenarnya?
Mungkin perlakuan terhadap mereka berdua akan sangat berbeda.
Chu Xian hanya tersenyum cuek, dan tidak peduli dengan tatapan orang-orang ini yang tidak puas karena Chu Xian sangat dekat dengan Lie Yang.
Para laki-laki muda di sini sebenarnya sangat mendambakan Lie Niu, tapi hanya karena dia adalah anak dari ketua mereka, jadinya mereka tidak berani berbuat macam-macam.
"Niu, nanti setelah kita menyelesaikan misi ini dan pulang ke negara kita, apakah kamu ingin makan bersamaku di sebuah restoran mewah?" Chu Xian bertanya sambil memegang tangan Lie Niu dengan santainya.
Menarik tangannya kembali, Lie Niu menggeleng, “Mari kita bicarakan itu nanti ya.” berkata dengan senyuman yang manis.
Di antara orang ini, Cao Ren menggigit giginya, dan merasa sangat jengkel terhadap Chu Xian yang sangat dekat dengan Lie Niu. Padahal dia yang ingin mengajak makan Lie Niu jika misi ini sudah selesai.
Chu Xian melirik Cao Ren sedikit dan tersenyum memprovokasi nya.
Ayo tatap semaumu!
Chu Xian kembali memegangi tangan Lie Niu, sengaja untuk menggoda Cao Ren agar semakin kesal.
Hehe, semakin kesal semakin baik!
"Hei Chu Xian, apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Wang Zi yang baru sampai dan duduk di sebelah Chu Xian.
Melihat Cao Ren yang menatap mereka dengan penuh kebencian, Wang Zi pun jadi mengerti.
Menggeleng kan kepalanya, Wang Zi merasa Chu Xian seperti kekanak-kanakan. Tidak sadar jika dirinya juga seperti itu, di waktu-waktu tertentu.
"Ehm, mari kita mulai diskusinya." Lie Yang sedikit berdehem dan berkata dengan serius.
Lie Niu yang mendengar perkataan ayahnya pun segera melepaskan tangannya dari genggaman Chu Xian, dengan malu-malu, karena ayahnya tiba-tiba menatap dirinya dengan tajam.
Chu Xian hanya tersenyum saja.
Wang Zi diam, dan siap untuk berdiskusi.
Orang-orang lain yang ada di ruangan ini pun juga diam, dan mendengarkan perkataan dari Pak tua Lie.
Lalu mereka mulai berdiskusi tentang rencana mereka untuk pergi berperang, mulai dari persiapan siapa yang akan menjadi pengintai, medis dan pertarungan langsung.
(Akhir bab ini)