Achievement System

Achievement System
Bab 67 : Jangan salahkan aku!



Langkah Petir~


Dengan kecepatan super, Chu Xian mulai mencari di mana keberadaan orang-orang yang sedang sekarang bersembunyi, dan itu di mulai dari sebuah gedung yang berada paling dekat dengan tempat dia berada.


"Hei, ada orang yang mendekat!" seorang Praktisi yang menyadari Chu Xian mendekati mereka pun memperingati temannya.


Apa-apaan!


"Kecepatan ini..." teman nya yang juga menyadari itu pun sangat terkejut melihat kecepatan Chu Xian.


Pedang~


Tanpa bicara apa-apa Chu Xian langsung saja mengayunkan Pedang Naga Petir yang ia miliki, dan dengan sekali tebasan, kepala dari orang itu langsung terputus begitu saja.


!


"Apa!?"


"Hei, apa kesalahan kami kepadamu? Sehingga kamu membunuh teman kami!"


Seorang teman, yang melihat rekannya terbunuh pun, langsung bertanya dengan ekspresi ketakutan.


Chu Xian yang di tanyai pun hanya diam saja, dan menjawabnya dengan sebuah tebasan.


Crash!


Sebuah kepala terpenggal lagi.


"Lari!"


"Orang ini orang gila!"


"Selamatkan dirimu sendiri!"


Hanya tinggal beberapa orang lagi yang tersisa, dan mereka langsung berhamburan, karena melihat Chu Xian sepertinya tidak akan melepaskan mereka juga.


Langkah Petir~


Pedang~


Crash!


Tanpa ampun, Chu Xian membunuh mereka semua sekaligus.


“Tch, Jangan salahkan aku karena kejam!” Chu Xian menggelengkan kepalanya. “Salahkan kalian yang berada di tempat ini. Sudah tau di sini adalah medan perang, dan kalian harusnya sudah siap untuk mati...” katanya sambil berjalan keluar, dan meninggalkan tempat ini segera.


Sekarang dia harus mencari target yang selanjutnya.


Di tempat lain.


Crash!


Agh!


"Ampuni kami!"


Ahhh!


Sebanyak dua puluh orang lagi tewas di tangan Chu Xian.


Selanjutnya!


Di tempat ketiga.


"Kamu jangan meremehkan kami!"


"Ya, benar."


"Walaupun kamu sudah membunuh beberapa teman kami, tapi itu hanyalah yang terlemah!"


"Dari mana kamu?" tanya Chu Xian yang mendengar orang-orang ini berteriak menggunakan bahasa yang sama dengan dirinya sendiri.


"Kami dari Timur, dan sekarang kami sedang mendukung orang luar untuk mendapatkan kotak itu!"


Pengkhianat?


Chu Xian langsung marah mendengar orang ini yang berkata mereka mendukung orang luar, yang dia tau orang-orang ini adalah pengkhianat negara.


Tak ingin bicara apa-apa lagi, Chu Xian mulai membunuh mereka tanpa ampun!


Pedang~


Dalam beberapa menit, orang-orang ini tewas di tangan Chu Xian.


Dan sekarang, target selanjutnya.


Selama hampir satu jam, Chu Xian sudah mengelilingi kota ini, dan sudah cukup terbiasa untuk membunuh musuh.


Di tengah jalanan, Chu Xian dengan pakaiannya yang penuh dengan darah, berjalan dengan sangat santai, dengan membawa pedang di tangannya.


"Sudah 400 orang! Sekarang tinggal mencari 600 orang lagi." katanya sambil melihat ke kanan-kirinya, dan mencari dimana orang-orang yang lainya sekarang bersembunyi.


!


Chu Xian menghentikan langkahnya, karena tiba-tiba ia merasakan di belakangnya ada banyak orang yang sedang menuju kearah dirinya.


"Itu dia!" kata seorang pria sambil menunjuk Chu Xian yang berada di tengah jalan.


"Benar, kami melihatnya membunuh teman-teman kami" kata seseorang lagi menganggukkan kepala.


"Ya, orang seperti itu sangat berbahaya bagi kita."


"Maka dari itu, kita harus bergabung untuk berurusan dengan orang ini!"


Terlihat ada banyak sekali orang yang sedang menuju ke arah Chu Xian, dari segala arah mereka langsung mengelilingi Chu Xian di tengah.


"..." (Chu Xian terdiam)


Betapa susahnya dia untuk mencari orang-orang ini, dan sekarang bagus, mereka semua sekaligus langsung mendatangi dirinya.


Dan dia terkejut karena orang-orang ini ada sejumlah 500 orang!


“Haha... Kali ini aku untung besar!” Chu Xian tertawa di dalam hatinya. Tapi dia tidak mengatakan apa-apa kepada orang-orang ini.


Mengingat waktunya semakin sedikit, dan hanya tinggal 20 menit lagi, Chu Xian merasa sangat senang di dalam hatinya, karena orang-orang ini mengantarkan nyawa di depan pintu. Dan Chu Xian pun sama sekali tidak menolak nya, hehe.


Baik...


"Hei, kamu!" panggil seorang pria dengan keberanian yang besar, sambil menunjuk Chu Xian yang berdiri diam di tengah.


"Siapa kamu? Dan mengapa kamu membunuh tanpa pandang bulu?" tanya orang itu lagi, mencoba untuk berbicara dengan Chu Xian.


"..." (Chu Xian masih diam)


"Hei, apakah kamu mendengarkan ku?" tanya orang itu yang sudah kesal, karena Chu Xian yang tidak menjawab pertanyaan nya.


"Sepertinya orang ini tidak bisa di ajak bicara." orang itu menoleh dan berkata dengan orang yang di sampingnya.


"Udah, jangan basa-basi lagi, kita hajar aja langsung!"


"Ya-ya, ayo kita bunuh dia!"


"Baik..."


Orang-orang itu mulai berseru, lalu ada seorang pria tua yang maju duluan, dan ingin mencoba untuk menghadapi Chu Xian secara langsung.


Mati!


Pria tua itu menggunakan pukulan yang disertai dengan energi batin, dan meninju kepala Chu Xian.


Chu Xian yang melihat itupun hanya memiringkan kepalanya ke kanan, sehingga membuat pukulan orang tua itu jadi meleset, dan membuat orang tua itu hanya memukul udara kosong.


???


"Aku tidak percaya!" orang itu berusaha untuk memukul Chu Xian lagi.


Chu Xian mengelak lagi dengan santai, tapi kali ini dia langsung menendang bokong orang tua itu.


Bugh!


Karena tendangan Chu Xian, orang tua itu langsung terjungkal ke depan.


"Sialan!" orang tua itu berkata dengan kesal sambil memukul tanah, dan berusaha untuk bangkit kembali.


???


Chu Xian memandang orang tua ini dengan heran, dan tak bisa bertanya-tanya apakah orang tua ini bodoh, dan mengapa juga tidak ada satupun dari orang-orang ini yang membantunya.


Tak ingin basa-basi lagi, Chu Xian mulai mengangkat Pedang Naga Petir yang di tangannya tinggi-tinggi!


Langkah Petir~


Pedang~


Crash!


Dengan sekali tebasan, kepala orang tua itu langsung terputus, dan berguling-guling di tengah-tengah, dimana orang-orang itu sedang menonton pertunjukan.


Tadi mereka semua hanya bersantai saja, karena mereka begitu percaya diri dengan jumlah mereka yang banyak.


!


"Gawat! Orang ini sudah serius!"


"Ayo kita hadapi bersama..."


Crash!


Sebelum orang itu menyelesaikan perkataan nya, Chu Xian langsung memotong kepalanya dengan Pedang.


Chu Xian mengambil nafas dalam-dalam!


Langkah Petir~


Crash!


Ting!


Agh!


Ahh!


"Tolong!"


"Tidak-tidak-tidak, jangan bunuh aku ahhh..."


Dalam 10 menit kemudian, Chu Xian sudah hampir membunuh mereka semua, dan sekarang hanya tinggal satu orang lagi yang tersisa.


"Kenapa?" tanya seorang pria dengan menangis, dan mulai menyesali kenapa dia ikut kemari bersama orang-orang itu, sehingga membuatnya mem-provokasi seorang Monster Pembunuh Berdarah Dingin ini.


"Karena membunuh kalian adalah sebuah misi!" jawab Chu Xian dengan santai.


Sedari tadi, baru kali inilah Chu Xian membuka mulutnya untuk bicara.


???


Orang itu langsung memandang Chu Xian dengan tatapan bingung, dan tidak mengerti.


Lalu Chu Xian mengangkat Pedang nya, dan tanpa ragu untuk menebas kepala orang yang sudah pasrah ini.


“Fyuh...” menghembuskan nafas nya dengan panjang, “Akhirnya selesai...” katanya dengan lega, sambil melihat ke atas.


Ting!


(Akhir bab ini)