Achievement System

Achievement System
Bab 15 : Memulai aksinya!



Hari yang lain di pagi hari, sekarang Chu Xian baru selesai mandi, dia memakai pakaian kasual nya. Lalu ia memanggil pelayan hotel untuk mengantarkan makanan untuknya sarapan.


Tak lama setelah makan, Chu Xian mengambil jaket dan sepatunya, bersiap-siap ingin pergi.


“Xia, saya mau pergi dulu ya kesuatu tempat, dan kamu sendiri saja dulu di sini," memakai sepatunya berkata kepada Xia, “Dan saya akan kembali secepatnya.”


"Baik, tapi bolehkah saya ikut denganmu?" tanya Xia ingin mengikuti Chu Xian.


“Hmm.." memikirkan nya sejenak, "Saya ada urusan bisnis, dan nggak baik membawa kamu." Menatap Xia.


"Yah, baiklah." kata Xia sedikit tidak senang.


"Saya janji, nanti malam kita akan pergi ke taman hiburan."


"Benarkah, jika begitu baiklah," kata Xia senang dan sedang hal yang indah-indah.


Chu Xian tersenyum, berjalan mendekati Xia yang tengah asyik menghayal, dan.


Cup..


Xia tersadar, matanya terbuka lebar, “Mmph..” ingin mengatakan sesuatu, tapi tertahan oleh mulut Chu Xian.


Setelah beberapa saat berciuman, Chu Xian pun melepaskannya.


"Hah.. Hah.. Kamu! Kamu!" menunjuk Chu Xian dengan nafas yang terengah-engah.


Tidak melanjutkan perkataannya lagi, Xia yang wajahnya merah padam pun langsung berlari masuk kedalam kamar mandi, dengan menembus tembok. Tidak ingin melihat Chu Xian lagi karena malu setengah mati.


Melihat itupun, Chu Xian tertawa, membuka pintu lalu pergi keluar dari kamar hotel.


Memegang mulutnya dengan sedikit heran, berpikir mengapa bibir Xia begitu hangat, sedangkan Xia itu adalah seorang hantu, dan bukankah hantu itu dingin, Chu Xian menggelengkan kepalanya tidak mengerti.


Keluar dari hotel, Chu Xian menuju ke mobil Richard yang sedang menunggu dirinya di dalam mobil, dan memasukinya.


"Ke Perusahaan Terpadu Gusu!"


"Baik bos."


Tanpa basa-basi, Richard membawa mobilnya ke arah yang disebutkan.


Dua jam kemudian, mereka pun sampai di depan perusahaan tersebut, turun dari mobil, dan Chu Xian berpesan kepada Richard untuk tidak mengikutinya dan segera pulang.


Memasuki gedung perusahaan, Chu Xian berjalan dengan santai tak memperdulikan penjaga keamanan di sana, dan penjaga keamanan yang melihat itu pun tak memperdulikannya mengira Chu Xian hanya salah satu karyawan di sana.


Setelah menaiki lift menuju ke atas, Chu Xian keluar dan mencari kantor dari CEO dari perusahaan ini yang katanya merupakan anak dari pemilik sebenarnya.


Melihat di depan pintu kantor yang tertulis nama CEO, Chu Xian masuk dengan menendang pintunya.


"Siapa yang sedang mengganggu perbuatan baik tuan muda ini!" teriak seorang pria yang sedang melakukan hal yang tak terkatakan kepada sekretarisnya.


Melihat Chu Xian yang memasuki kantornya, “Siapa kamu?” tanya pria itu waspada karena Chu Xian masuk dengan sombongnya.


“Aku, kakek mu!” tanpa basa-basi mencekik leher pria itu dan melemparkannya ke lantai, “Apakah kamu mengerti sekarang!” kata Chu Xian sambil menginjak pria itu.


"Ahh, ada pembunuh!" teriak wanita itu disamping dengan ketakutan.


"Diam!"


Wanita itu pun diam setelah dibentak oleh Chu Xian dan meringkuk disudut dengan tubuhnya yang menggigil.


"Siapa kamu, berani-beraninya kamu berbuat seperti ini kepada saya, apakah kamu tidak tau saya siapa!" kata pria itu mencoba bangkit, tapi ditekan dengan kuat oleh Chu Xian.


“Saya!” menunjuk dirinya, “Siapa saya, itu tidak penting, sekarang kamu hanya harus mengikuti saya.” mengangkat pria itu dan menyeretnya keluar.


Turun dengan menggunakan tangga, Chu Xian membawa pria itu pergi dari pintu belakang perusahaan.


Tak lama, Chu Xian membawa pria itu sampai ke sebuah bangunan kosong dibelakang perusahaan tanpa ada yang mengetahuinya.


Melemparkan pria itu ke tanah, berjongkok Chu Xian pun menampar wajah pria itu.


"Saya tanya sekali lagi, siapa kamu?"


Plak..


"Diam!"


"Saya.."


Plak..


“Apakah kamu tidak bisa diam!” bentak Chu Xian, mengangkat tangannya, “Atau kamu ingin ditampar lagi?” kata Chu Xian ingin sekali menampar pria ini lagi.


"Baik.. Baik," takut dipukul lagi.


“Sekarang kita bisa berbicara dengan tenang,” bersandar di tembok, dan menyalakan sebatang rokok, “Berikan ponselmu!” kata Chu Xian dengan santai.


Mengambil ponsel pria itu, Chu Xian mencari nomor ayah dari pria ini, dan langsung menghubunginya.


"Ada apa nak?"


"Hei pak tua, saya bukan anakmu, sekarang anakmu berada ditanganku, dan jika kamu ingin menyelamatkan nya, kamu bisa datang kesini."


"Apa yang kamu perbuat kepada anakku?"


"Haha, anakmu sekarang.. Yah, lebih baik kamu melihat sendiri nanti."


"Kamu! Kamu tunggu saja!"


Menutup telpon, Chu Xian membuang ponsel itu ke samping, lalu ia berniat untuk lanjut menghajar pria yang berada ditanah itu.


“Hei nak,” berjalan mendekati pria itu, “Ayahmu akan datang ke sini untuk menolongmu, apakah kamu senang?” menendangnya dengan keras.


Krack..


"Aghh!"


Terdengar suara tulang punggungnya yang patah, pria itupun berteriak kesakitan, dan karena tak sanggup menahannya pria itupun pingsan.


“Huh!” mendengus, dan meninggalkan pria itu ditanah, “Lemah!” cibir Chu Xian sambil duduk bersandar di tembok.


...----------------...


Di rumah keluarga Hai.


"Siapa yang bisa memberitahukan kepadaku siapa pihak lain?" tanya seorang pria paruh baya dengan wajahnya yang tenggelam.


Dia adalah kepala keluarga Hai, pemilik Perusahaan Terpadu Gusu dan merupakan ayah dari pria yang dihajar oleh Chu Xian.


Sekarang dia sedang mendiskusikan tentang penangkapan anaknya oleh Chu Xian, bersama dengan orang-orangnya. Tapi orang-orang itu semua menggelengkan kepalanya tidak tau.


"Kenapa dia menangkap anakmu, apakah baru-baru ini kamu ada menyinggung seseorang?" tanya seseorang di samping Hai Zhang.


"Bukankah ini jebakan!" kata salah satu dari mereka lagi.


Mendengar asumsi mereka, wajah Hai Zhang tenggelam, berpikir sekarang anaknya berada di pihak lain, akan tetapi orang-orang ini tidak membawakan solusi yang tepat untuknya.


"Tak perduli apakah ini jebakan atau tidak!Yang terpenting sekarang adalah menyelamatkan Hai Su terlebih dahulu." kata Hai Zhang memutuskan.


Orang-orang yang disana itu pun diam mendengar keputusan kepala keluarga mereka, dan tidak melanjutkan perdebatan lagi.


"Siapkan pasukan bersenjata lengkap, hari ini kita akan pergi berperang!" Hai Zhang memerintahkan.


Mereka segera menyiapkan pasukan berjumlah seratus orang menuju ketempat Chu Xian berada sekarang.


...----------------...


Di tempat Chu Xian.


“Apakah orang tua itu tidak datang!” menatap jam tangannya, “Saya sudah menunggu selama satu jam, apakah dia tidak percaya dengan apa yang kukatakan?" Chu Xian berpikir begitu.


Bruum..


Terdengar banyak mobil berhenti didekat lokasi tempat Chu Xian, iapun menatap ke luar dan tersenyum, berpikir akhirnya mereka tiba juga.


Turun dari mobilnya, Hai Zhang segera masuk bersama para pasukannya.


"HaiSu!"


Berteriak keras, Hai Zhang melihat anaknya yang sudah tidak dikenali lagi sedang diduduki oleh Chu Xian di atas tubuh anaknya, sedang menghisap rokok.


Mengerutkan keningnya, Hai Zhang melihat sekeliling dan tidak melihat siapapun kecuali Chu Xian sendiri.


"Kamu sudah datang pak tua!" tersenyum menatap Hai Zhang, Chu Xian berdiri.


"Siapa kamu?" tanya Hai Zhang dengan wajah tenggelamnya, berpikir beraninya Chu Xian menantangnya seorang diri.


“Saya,” menunjuk dirinya sendiri, “Perkenalkan saya Chu Xian, ketua dari Perusahaan Abadi Realestat!" kata Chu Xian mengenalkan dirinya dengan tersenyum.


...----------------...


Di sebuah paviliun yang kuno tapi terasa mewah.


“Changan!” memanggil seorang pria yang sedang duduk di bangku, “Sekarang Pak Tua Hai, tidak tau mau berbuat apa, membawa seratus orang bersenjata lengkap menuju ke arah perusahaannya sendiri.” katanya.


"Sudahlah Bai, saya tidak terlalu peduli dengannya, yang penting sekarang adalah cari tau siapa pihak lawannya, yang bisa membuat pak tua itu mengeluarkan pasukan yang begitu besar, pastinya orang yang hebat." jawabnya tersenyum ringan.


"Baik, saya akan memeriksanya."


(Akhir bab)