Our Love

Our Love
Part 80



"Aku turut sedih dengan apa yang sudah terjadi." Ucap Robert berusaha meneangkan Jimmy.


Bagaimana pun Jimmy adalah teman kuliahnya.


Meskipun dia tahu bahwa orang tua Jimmy adalah dalang dibalik kematian orang tua dari gadis yang dicintainya.


Sekarang, Robert bingung.


Pada siapa dia harus berpihak sekarang ?


"Ya. Terima kasih." Ujar Jimmy sambil tersenyum.


"Kalau begitu aku permisi dulu ya. Mau istirahat." Ujar Robert yang dijawab dengan anggukan kepala Jimmy. Setelah memastikan pria itu keluar. Ponsel Jimmy berdering ternyata mamanya yang menelpon, "Ada apa 'Ma ?" Tanyanya.


"Kau masih ada di Villa ?" Tanya mamanya di sebrang telepon sana.


"Ya. Kenapa ?" Tanya Jimmy lagi.


"Pasti ada Livia 'kan ? Kau tidak mencoba untuk mendekatinya atau membujuknya agar dia mau menerima perjodohan ini ?" Tanya mamanya.


"Ma, Livia sudah kembali berpacaran dengan Robert." Jawab Jimmy dengan pelan.


"Sungguh ? Sayang sekali." Ujar mamanya sedih.


"Iya. Mama katakan saja hal itu pada papa besok di penjara. Bukanlah lebih baik jika kita mengangkatnya jadi anak angkat ?" Saran Jimmy.


Mama Jimmy mendesah pelan, "Baiklah. Besok akan mama bicarakan pada papamu."


"Ma, kenapa sih kalian ingin sekali mengangkat Livia sebagai calon isteriku ataupun anak angkat kalian ?" Tanya Jimmy. Walaupun dia tahu alasannya.


Namun, rasanya ada yang aneh.


Dulu pria itu bertanya hal yang sama, akan tetapi orang tuanya  menjawab bahwa mereka ingin mengembalikan apa yang memang sejak awal menjadi milik Livia.


Jimmy tidak habis pikir.


Kalau orang tuanya sebaik itu kenapa dulu mereka membunuh orang tua Livia demi uang.


Saat mereka mendapatkan baru sekarang mereka bertobat ?


Jimmy sungguh tidak habis pikir akan apa yang direncakan oleh orang tuanya.


Ya.


Dia tahu bahwa seorang anak itu tidak boleh berpikir negatif akan apapun yang dilakukan oleh orang tuanya.


Entahlah.


Dia merasa tidak masuk akal akan semua ini.


Setengah sisinya yang baik mengatakan, mungkin saja orang tua Jimmy sudah menyesal sekarang lalu mereka bertobat dengan cara mengembalikan perusahaan pada Livia.


Setengah sisinya yang jahat mengatakan, bisa jadi ada suatu alasan tertentu yang ingin mereka kejar. Ingat, salah satu sifat manusia itu adalah tidak pernah puas. Kau kira setelah mendapatkan kekayaan lalu dengan mudahnya mereka mengatakan akan mengambalikannya. Hah, jangan bermimpi.


"Kau tidurlah ini sudah malam. Besok mama akan menelepon lagi." Ujar mama Jimmy yang terdiam cukup lama langsung mematikan panggilan telepon secara sepihak.


Ah..


Jimmy sungguh pusing akan semua ini.


Dia tidak tahu harus berbuat apa lagi.  Lebih baik dia bernyanyi saja. Dengan segera dia mengambil gitar yang berada di kamar lalu terduduk di balkon sambil menyanyikan sebuah lagu.


(Lagu : Samsons - Bukan Diriku)


Setelah kupahami


Ku bukan yang terbaik


Yang ada di hatimu


Tak dapat ku sangsikan


Ternyata dirinyalah


Jimmy teringat akan masa kecilnya saat pertama kali bertemu dengan Livia, awalnya dia begitu membenci gadis kecil cengeng dan manja itu. Semakin lama, mereka berteman justru membuatnya tak sadar menyukai gadis kecil itu. Walau sering sekali dia  mengejeknya dan galak padanya. Akan tetapi, gadis kecil itu selalu menempel padanya kemana pun dia pergi.


Yang mengerti kamu


Bukanlah diriku


Kini maafkanlah aku


Bila kumenjadi bisu


Kepada dirimu


Puncaknya saat kematian kakeknya bersama orang tua Livia dalam kecelakaan mobil membuat Jimmy kecil begitu membenci Livia, teman kecilnya. Dia menggangap kakeknya meninggal akibat ulah  gadis itu. Selama bertahun-tahun bahkan dia beranjak remaja rasa benci itu semakin menjadi-jadi.


Bukan santun kuterbungkam


Hanya hati kuberbatas


Maafkanlah aku


Walau kumasih mencintaimu


Ku harus meninggalkanmu


Ku harus melupakanmu


Menjelang Jimmy beranjak dewasa, baru dia ketahui bahwa insiden yang menyebabkan kakek dan orang tua Livia meninggal itu bukanlah murni kecelakaan dan bukan salah gadis itu. Melainkan, ulah orang tuanya sendiri bersama teman-temannya hanya demi mendapatkan harta juga perusahaan keluarga Wijaya. Jimmy sangat terpukul pada awalnya mengetahui hal itu. Tapi, dia tidak bisa berbuat apa-apa.


Meski hati kumenyayangimu


Nurani membutuhkanmu


Ku harus merelakanmu


Dan hanyalah dirimu


Yang mampu memahamiku


Yang dapat mengerti aku


Pertama saat pria itu kembali ke Jakarta,  dia bertemu dengan Livia yang sudah dewasa. Walau sudah bertahun-tahun lamanya mereka tidak bertemu namun, papa Jimmy selalu memberikan foto-foto Livia padanya. Ketika di kampus Livia dengan mudahnya Jimmy mengenalinya. Gadis itu sangat cantik. Sungguh di luar dugaannya.


Ternyata dirinyalah


Yang sanggup menyanjungmu


Yang dapat menyentuhmu


Bukanlah diriku


Hari keduanya berada di Jakarta, Jimmy sangat pusing karena harus mengurus acara ulang tahun perusahaannya dan dia harus mencari karyawan. Kebetulan sekali dia mengetahui bahwa Livia melamar pekerjaan di perusahaannya. Tanpa meunggu lama, akhirnya Jimmy memutuskan untuk segera menerimanya. Karena dia ingin kembali dekat dengan gadis kecilnya itu. Juga meminta maaf padanya.


Walau kumasih mencintaimu


Ku harus meninggalkanmu


Ku harus melupakanmu


Meski hati ku menyayangimu


Nurani membutuhkanmu


Selama beberapa hari Livia berkerja membuatnya sangat senang menjahili gadis itu, dia memang sengaja menempatkan Livia agar berkerja di ruangannya. Tak bisa dia pungkiri kalau dia sangat merindukan gadis itu. Namun, satu hal mengejutkan menghampirinya. Jimmy baru mengetahui jika teman kuliahnya selama di Singapore bernama Robert adalah mantan pacar Livia saat SMA dulu. Ada rasa takut kalau mereka akan kembali menjalin hubungan di masa depan.


Ku harus merelakanmu


Ho, Walau kumasih mencintaimu


Ku harus meninggalkanmu


Ku harus melupakanmu


Meski hati kumenyayangimu


Nurani membutuhkanmu


Ku harus merelakanmu


Dan begini lah sekarang, apa yang Jimmy takutkan selama ini terjadi. Livia telah menjadi milik orang lain. Walau kata orang-orang sebelum janur kuning melengkung kita bebas mengambil punya orang. Tapi, entahlah. Jimmy bukanlah tipe pria seperti itu.


Dia sadar.


Dia sangat tidak pantas untuk Livia.


Orang tuanya merupaka dalang dibalik kecelakaan yang mengakibatkan orang tua Livia meninggal.


Jimmy merasa tidak pantas bersanding dengan Livia di masa depan.


Lagi pula...


Mana ada gadis yang mau menikah dengan pria yang merupakan anak dari pembunuh orang tuanya sendiri.


Tidak ada gadis itu di muka bumi ini.


Haruskah Jimmy merelakan Livia untuk selamanya ?


Meski terlambat, pria itu menyadari bahwa dia mulai..


Ah tidak..


Mencintai gadis itu..


Entah sejak kapan..


~To Be Continue~