Our Love

Our Love
Part 25



Dan sekarang Yeni tersenyum menatap Tiara yang kaget mendengar ucapannya. Untungnya tadi pagi sebelum ke kantor ia sudah memberitahukan rencananya. Tapi, tidak dengan fakta kakak Yeni yang menyukai Nia. Biar itu jadi urusan mereka. Nia hanya tersenyum, "Pacaran aja belum, Yen." Ia mulai berakting.


"Kalian cocok tahu, Nia. Dari pada yang onoh." Ai Chan melirik sinis ke Tiara.


"Lebih cantikan dan seksi aku dari pada temanmu itu." Tiara berjalan ke arah Yeni, "Aku tidak akan menuntut bayaran ganti rugi. Bagaimana jika kita ngobrol di ruanganmu ?"


Yeni tersenyum, "Saya sibuk." Ia pun pergi.


Sapphire Blue Corp....


Livia merenggangkan kedua tangannya, "Lelah sekali." Gadis itu berjalan ke arah Jimmy yang sibuk membaca dokumen. "Pak, video yang saya edit sudah selesai."


"Nanti akan saya lihat. Kau edit saja video yang lain."


"Sudah semua pak. Tinggal tunggu rekaman dari devisi Multimedia."


"Ya sudah terserah kau mau ngapain asalkan diam. Jangan ganggu saya."


Livia mengecurut dan berbalik menuju mejanya. Pesan Chat masuk..


**Robert : mau makan apa hari ini ?


Livia: pengen Hokben.


Robert : ayo.. nanti akan aku antar..


Livia : sipp...Ditunggu 😄**


**Robert : lagi sibuk kah ?


Livia : baru kerjaan kelar dan tidak tahu mau ngapain masih ada 1 setengah jam lagi sebelum makan siang. Kau sendiri ?


Robert : sibuk urus administrasi di ruang kesehatan ini. mana sendirian pula 😢**


Livia : semangat 😀


"Sibuk sekali main hpnya."


"Ash.. jangan suka muncul tiba-tiba kenapa sih ? buat kaget aja."


Mengabaikan ucapan gadis ituJimmy menarik kursi duduk disebelahnya, "Saya mau liat hasil video editing kamu."


2 menit kemudian, Jimmy terlihat mengganguk-ngangguk. "Ulangi lagi saya tak suka." Ujarnya kembali ke meja.


"Bagian mana yang bapak tak suka ?"


"Effeknya kurang menarik."


"Baik pak."


Tok.. Tok.. Tok..


"Masuk."


"Permisi pak. Saya datang membawakan hasil rekaman hari ini." Staff devisi Multimedia dibantu dengan 2 office Boy membawakan 6 kamera untuk dipindain datanya. "Livia, kalau sudah selesai pindahin datanya dibalik lagi ya ke saya."


"Baik pak."


"Pak Jimmy, saya permisi."


"Ya." Jawab Jimmy. Tanpa ia sadari, Livia memindahkan data dari kamera ke komputer sambil mengedit. "Sudah selesai belum ?"


"Belum lah pak."


"Lama sekali."


"Saya baru pindahin data dari kamera ke computer."


"Ya ini kan sambil nunggu pemindahan data pak nanti akan saya edit kok."


Livia bergumam, "Sabaran dikit napa. ck."


30 menit berlalu, Livia telah memindahkan semua data dari kamera ke komputer sekaligus pekerjannya. "Pak.. sudah selesai."


"Setelah jam makan siang akan saya cek."


Gadis berkacamata itu tersenyum masam, "Baik pak."


Dari tadi aja buru-buruin.. dasar...


"Pak, saya ijin mengembalikan 6 kamera ini dulu dibantu 2 OB."


"Ya." Livia keluar untuk meminta bantuan 2 OB yang ada di pantry. Mereka masuk ke ruangan Jimmy lalu keluar sambil memegang kamera menuju lantai bawah ke devisi Multimedia.


"Makasih ya Livia." Ujar seorang staff Multimedia.


"Sama-sama pak. Kita permisi dulu." Livia dan 2 OB itu kembali ke lantai atas. Lift terbuka, mereka masuk bersamaan dengan Pak Rahmad selaku Direktur Humas (Ada di part 1). "Siang pak.." Ucap mereka bertiga kompak.


"Siang. Kamu Livia ya ? yang berada di ruangan Pak Jimmy. Perkenalkan saya Pak Rahmad selaku direktur Humas disini."


"Senang bertemu dengan anda. Saya Livia." Pintu lift terbuka di lantai 6. "Saya keluar dulu ya. Lain kali kita mengobrol lagi."


"Iya pak." Pintu lift tertutup.


"Dia itu orang paling lama berkerja disini."


"Oh ya ? sudah berapa lama ?"


"15 tahunan." Jawab Joko membuat Livia terdiam.


Pria itu mungkin saja mengetahui apa yang aku cari...


"Kalau Bu Jasmine juga orang kedua yang sudah lama kerja disini kalau tidak salah 12 tahunan." Lanjut Joko. Mereka bertiga berbincang tak sadar sudah di lantai paling atas.


"Mba Livia, nanti mau makan siang apa ? akan saya belikan."


"Tidak usah makasih mas Joko. Nanti saya makan di luar saja."


"Baiklah kalau begitu saya permisi mau ke pantry dulu." Joko berlalu meninggalkan Livia dan Bu Jasmine.


"Kau tidak masuk ke dalam?" Jasmine menatap Livia yang duduk disebelahnya.


"Malas. Lagi pula kerjaanku sudah selesai."


Bu Jasmine tersenyum, "Kau orang pertama yang berada di ruangan itu. Ayah Pak Jimmy tak pernah mengijinkan seorangpun bekerja disana selain dirinya."


"Bu Jasmine memang sudah berapa lama berkerja disini ?" Walau Livia sudah tahu jawabannya namun, tak ada salahnya memancing pertanyaan sehingga siapa tahu ia akan mendapatkan suatu informasi mengenai apa yang ia cari.


"12 tahun tepat saat perusahaan ini berganti nama."


"Oh ya ? memang sebelumnya apa namanya ?"


"Entahlah. Tidak ada satupun karyawan sini yang tahu."


"Saat ibu Jasmine berkerja disini Pak David (Papa Jimmy) sudah menjadi CEO disini ?"


Bu Jasmine tersenyum, "Ya iyalah. Kan dia yang punya perusahaan ini."


"Oh gitu.." Livia terdiam. Jika ia bertanya langsung pada om David akan sangat mencurigakan. Apa yang harus ia lakukan untuk mencari informasi itu?


-To Be Continue-