Our Love

Our Love
Part 62



Livia tersenyum tak bersalah malah sibuk fokus akan laporan OJT (On The Job Training)-nya yang tak kunjung selesai dan mengatakan, "Aku rasa Tiara memang sengaja begitu hanya untuk mengertak Jimmy." Gumam gadis itu pelan dan itu terdengar jelas oleh ketiga temannya.


"Apa maksud ucapanmu itu ? Kau juga menyembunyikan sesuatu hal dari kami ?" Tanya Narul menatap tajam ke arahnya.


Oh ya ampun...


Kenapa hari ini sepertinya semua orang menyembunyikan segala sesuatu dari mereka ?


Tenang..


Tenang Livia..


Jangan berpikir aneh-aneh..


Berpikir lah positif.


Mungkin saja mereka memang memiliki suatu rahasia. Bukankah semua orang punya rahasia sendiri yang tak harus diungkapkan ke orang lain ?


Sadarlah Livia...


Sekarang pikir positif...


Ayo pikirlah positif...


Jika gadis itu berpikir positif, maka akan ada hal baik yang datang ke kehidupannya.


"Oh, aku belum pernah cerita ya ke kalian semua ? kalau aku dan Jimmy sudah dari kecil bertemanan. Orang tuanya dulu adalah orang kepercayaan papaku di perusahaan." Jelas Livia dengan polosnya.


Akhirnya gadis itu mengungkapkan salah satu rahasianya pada mereka.


Semoga..


Semoga tidak menimbulkan masalah baru.


Amin...


"Apa ?" Teriak mereka serempak.


Semua orang di perpus menatap mereka, merasa terganggu.


Teman-teman Livia tidak menyangka akan mendapatkan hal seperti itu.


Mereka tidak salah mendengar 'kan ?


Tolong siapapun katakan bahwa ini hanyalah sebuah lelucon belaka.


Namun, melihat reaksi wajah Livia yang serius sepertinya itu memang benar.


Bukanlah sebuah lelucon belaka.


Wow.


Sungguh sebuah fakta yang mengejutkan.


Sangat mengejutkan Ai Chan, Nia, dan Narul.


"Kenapa kau merahasiakan ini dari kami ?" Tanya Ai Chan penasaran.


"Karena baru sekarang waktu yang tepat untuk mengatakannya." Jawab Livia membuat mereka terdiam sejenak.


Kini semua masuk akal.


Kenapa Livia mudah sekali diterima di perusahaan Sapphire Blue Corp ?


Ternyata Livia dan Jimmy adalah teman sejak kecil.


Pantas saja. Begitu mudah gadis itu diterima di kantor tersebut.


"Kenapa kau tidak tanya langsung akan dimana perusahaan orang tuamu pada mereka ?" Tanya Nia sambil menutup laptop miliknya dan memasukkannya dalam tas.


Rasa ingin segera menuntaskan laporan OJT (On The Job Training) nya sudah hilang. Kabar yang diberikan Livia lebih menarik.


"Jika aku tanya mereka pasti akan menjawab tidak tahu. Entahlah, hanya merasa mereka mengetahui sesuatu jadi, aku tidak bisa membicarakan langsung akan hal itu. Aku merasa ada hal yang mereka sembunyikan. Sudahlah, sekarang aku mau fokus dulu akan laporan OJT (On The Job Training) agar bisa cepat selesai. Belum lagi jadwal bimbingan skripsi juga minggu depan akan segera dimulai 'kan ?" Jelas Livia panjang lebar.


Semoga dengan Livia mencoba mengalihkan topik pembicaraan membuat teman-temannya berhenti bertanya.


Gadis itu merasa tak nyaman.


"Ya. Livia benar. Lebih baik sekarang kita fokuskan pikiran untuk mengerjakan laporan OJT (On The Job Training) hingga selesai." Ujar Narul menyetujui perkataan temannya.


Tak terasa hari sudah sore, "Makan dulu yuk di kantin baru ke kelas." Ajak Ai Chan sembari membereskan barang-barangnya.


"Akhirnya laporanku sudah selesai" Kata Narul merenggangkan tubuhnya yang sudah kaku.


"Sama aku juga sudah selesai, Rul." Ujar Livia sudah berberes menunggu teman-temannya, "Kalian pada mau makan apa ?" Tanyanya.


"Ntar dulu aku belum selesai nih." Ujar Nia. "Kalian ngapain dulu gitu."


"Ya sudah aku putar lagu kau tidak masalah kan ?" Tanya Narul.


"Iya ga apa-apa. Ruangan diskusi perpus ini juga kedap suara kok." Jawab Nia yang masih fokus menatap laptop miliknya. Setelah mendapatkan ijin, Narul membuka lagu sambil menunggu Nia menyelesaikan tugasnya.


(Lagu : Westlife - Beautiful In White)


Not sure if you know this


But when we first met


I got so nervous


I couldn't speak


In that very moment I found the one and


My life had found its missing piece


So as long as I live I'll love you


Will have and hold you


You look so beautiful in white


And from now to my very last breath


This day I'll cherish


You look so beautiful in white


Tonight


What we have is timeless


My love is endless


And with this ring I say to the world


You're my every reason


You're all that I believe in


With all my heart I mean every word


So as long as I live I'll love you


Will have and hold you


You look so beautiful in white


And from now to my very last breath


This day I'll cherish


You look so beautiful in white


Tonight


Oh, oh


You look so beautiful in white


Na na na na na


So beautiful in white


Tonight


And if our daughter's what our future holds


I hope she has your eyes


Finds love like you and I did, yeah.


When she falls in love we let her go


I'll walk her down the aisle


She'll look so beautiful in white...


You look so beautiful in white


So as long as I live I'll love you


Will have and hold you


You look so beautiful in white


And from now to my very last breath


This day I'll cherish


You look so beautiful in white


Tonight


You look so beautiful in white tonight.


"Ciee. iya deh yang sebentar lagi mau menikah." Goda Ai Chan pada Narul. Memang diantara mereka ber-enam hanya Narul yang sudah lama mempunyai kekasih sampai sekarang. Tak heran, mereka begitu suka menggodanya dan menagih kapan gadis itu akan segera menyebarkan undangan ke mereka.


"Ash.. kalian ini." Ujar Narul tersenyum sendiri. "Masih lama tahu."


"Lagian kenapa kalian tidak cari pasangan juga agar kalian tidak sendirian terus." Ujar Narul pada mereka. "Kau juga Livia."


Mata Livia membulat dan mengatakan, "Apa hubungannya denganku ?"


"Kau pilih diantara Jimmy atau Robert untuk kau jadikan pasangan." Ujar Narul.


"Tentu saja Robertlah." Timpal Ai Chan.


"Nah, itu tahu." Jawab Livia.


Ai Chan, Narul dan Nia membulatkan matanya menatap Livia, "Sungguh ? Cieee..." Seketika itu pula mereka menggodanya. "Ada yang CLBK (Cinta Lama Bersemi Kembali) lagi nih bentar lagi."


Livia hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala melihat kelakuan teman-temannya itu. "Iya doakan saja. Siapa tahu aku ama dia memang berjodoh. Lagi pula selama ini memang aku belum bisa melupakannya juga. Masih ada rasa cinta. Entah apakah dia merasakan hal yang sama atau tidak." Gumamnya.


"Ya pasti lah dia masih cinta banget ama kau. Lihat saja, kau kemana-mana selalu ada dia. Aku yakin banget dilihat dari gerak gerik juga tatapan matanya dia itu masih cinta banget ama kau Livia. Cieee..." Goda Ai Chan, Nia dan Narul.


Ada-ada saja.


"Ya sudah aku putar lagu lain saja." Gerutu Narul sambil mencari lagu lain.


"Jangan lagu cinta lagi, nanti kesannya kau yang lagi curhat tahu." Tegur Nia.


"Iya Nia. Aku tahu." Jawab Narul


(Lagu  : Maroon 5 - Sugar)


I'm hurting, baby, I'm broken down


I need your loving, loving, I need it now


When I'm without you


I'm something weak


Begging, I'm on my knees


I don't wanna be needing your love


I just wanna be deep in your love


And it's killing me when you're away


Ooh, baby,


'Cause I really don't care where you are


I just wanna be there where you are


And I gotta get one little taste


Your sugar


Yes, please


Won't you come and put it down on me


I'm right here, 'cause I need


Little love and little sympathy


Yeah you show me good loving


Make it alright


Need a little sweetness in my life


Your sugar


Yes, please


Won't you come and put it down on me


My broken pieces


You pick them up


Don't leave me hanging, hanging


Come give me some


When I'm without ya


I'm so insecure


You are the one thing


The one thing, I'm living for


I don't wanna be needing your love


I just wanna be deep in your love


And it's killing me when you're away


Ooh, baby,


'Cause I really don't care where you are


I just wanna be there where you are


And I gotta get one little taste


Your sugar


Yes, please


Won't you come and put it down on me


I'm right here, 'cause I need


Little love and little sympathy


Yeah you show me good loving


Make it alright


Need a little sweetness in my life


Your sugar (your sugar)


Yes, please (yes, please)


Won't you come and put it down on me


Yeah


I want that red velve


I want that sugar sweet


Don't let nobody touch it


Unless that somebody's me


I gotta be a man


There ain't no other way


'Cause girl you're hotter than southern California Bay


I don't wanna play no games


I don't gotta be afraid


Don't give all that shy shit


No make up on, that's my


Sugar


Yes, please


Won't you come and put it down on me (down on me)


Oh, right here (right here),


'Cause I need (I need)


Little love and little sympathy


Yeah you show me good loving


Make it alright


Need a little sweetness in my life


Your sugar (sugar)


Yes, please (yes, please)


Won't you come and put it down on me


Your sugar


Yes, please


Won't you come and put it down on me


I'm right here, 'cause I need


Little love and little sympathy


Yeah you show me good loving


Make it alright


Need a little sweetness in my life


Your sugar


Yes, please


Won't you come and put it down on me


(Down on me, down on me)


"Itu kan lagu kesukaan kekasihmu, Narul." Ujar Nia.


"Ihh.. kamu sudah selesai belum sih ?" Tanya Narul.


"Sabar kasih waktu 3 menit lagi ya. Tunggu," Ujar Nia mulai mengebut untuk mengetik.


"Ya sudah aku mau matiin laptop dan pinjam buku dulu untuk dikerjakan di rumah nanti." Ujar Narul lalu pergi dari ruangan diskusi.


"Bingung nih mau makan apa ?  Enaknya apa ya ?" Ai Chan bertanya balik setelah berberes, mereka pun keluar dari perpustakaan. Sepanjang mereka menuju kantin semua mahasiswa/mahasiswi sibuk membicarakan akan Tiara yang mengakui dirinya merupakan penerus terakhir keluarga Wijaya.


Narul merangkul Livia, "Biarin aja kita tahu kok siapa yang asli. Kau tak berniat untuk mengakuinya pada publik ?"


Livia menggeleng, "Tidak ada gunanya juga. Lebih baik aku fokus pada tugas akhir kuliahku. Aku sudah cukup pusing akan semua masalah ini."


Satu sisi mungkin kalian ingin berteriak 'kenapa kau malah diam saja saat ada orang lain mengaku-ngaku dirimu ?'


Tapi perkataan Livia memang ada benarnya juga.


Diantara sekian banyaknya masalah yang datang.


Mungkin memang lebih baik mereka fokus pada dua tugas akhir yang menunggu di depan mata dan harus segera diselesaikan dalam satu semeter ini yaitu, OJT (On The Job Training) dan skripsi.


'Kenapa kau tidak melakukan sesuatu ? bukannya bersantai-santai seperti sekarang ?'


Livia tahu teman-temannya mungkin akan berpikir seperti itu. Namun, apa yang diucapkan biasanya tidak mudah untuk dilakukan. Ia juga harus memikirkan resiko atau dampak apa jika hal tersebut ia lakukan. Bukan hanya dirinya yang akan dicap pembohong, tapi teman-temannya juga akan ikut terseret karena membelanya. Sudah cukup, Livia menyusahkan orang-orang yang ada disekitarnya.


"Hai Livia." Sapa Yeni dan Hanna datang menghampiri mereka. "Kami kira kau sudah pulang."


"Tidak. Aku dan yang lain baru saja selesai mengerjakan laporan OJT (On The Job Training)." Jawab Livia pada Yeni dan Hanna.


"Livia, ayo pergi. Males kalau ada mereka." Ajak Nia menarik tangan temannya.


"Kau jangan bersikap kanak-kanak lah, 'Ni." Ujar Yeni menahan tangan Livia agar tidak pergi.


"Yang kekanak-kanakan siapa ?" Kata Nia menaruh kedua tangannya di dada, "Kalian yang tidak mau mengatakan sejujurnya pada kami."


"Kami punya alasan kenapa kalian tidak boleh tahu !" Jelas Hanna. "Ayolah masa pertemanan kita bertahun-tahun hanya hancur karena masalah seperti ini."


"Eh, lihat bukankah itu yang mengakui dirinya penerus terakhir keluarga Wijaya yang masih hidup." Ucap salah seorang mahasiswi pada temannya. Perdebatan Nia dengan Yeni dan Hanna terhenti ketika mendengar ucapan dari salah satu mahasiswi mengalihkan mereka lalu menatap Tiara berjalan menghampiri mereka.


Lagi-lagi mereka jadi pusat perhatian.


Mereka sangat tidak suka jadi pusat perhatian seperti itu.


Apalagi dengan hadirnya Tiara yang entah mau ada urusan apa dengan mereka.


Kenapa wanita yang tak diharapkan kedatangannya bisa berada disini ?


"Mau apa kau kemari ?" Tanya Yeni menatap tajam kearahnya.


"Calon adik ipar jangan marah begitu. Ada yang ingin aku bicarakan dengan Livia." Ujar Tiara pada mereka.


"Kau bisa mengatakannya disini." Saran Hanna.


"Tidak. Aku hanya ingin bicara berdua saja dengannya." Kata Tiara menatap tajam ke arah teman-teman Livia.


-To Be Continue-