
**O U R L O V E
Cerita ini hanya karang fiksi semata.
Warning ! Typo, kata-kata kasar.
*Selamat membaca***
.
.
Tania sudah mulai syuting drama terbarunya dua hari lalu. Putri dari Reynaldo Scarlet itu begitu antusias menjalani syuting bersama idolanya. Meskipun Farel Mahendra terkenal mesum tapi dalam hal akting pria berparas rupawan itu tak perlu diragukan lagi.
Gio pun disela kesibukannya sendiri menyempatkan diri berkunjung ke lokasi syuting Tania dengan membawakan makanan yang dibuatnya sendiri untuk Tania. Farel yang melihat kedekatan mereka sempat mengira mereka berpacaran. Namun segera diluruskan oleh mereka.
" Kau tahu tadi Farel terjungkal tersandung kakinya sendiri. Hampir saja ia berciuman dengan aspal." celetuk Tania.
"Benarkah ? Aku harusnya melihat hal memalukan itu lalu merekamnya. Kemudian mempostingnya di akun sosial mediaku." Timpal Gio.
" Bersikaplah sopan dengan seniormu ini !" Canda Farel.
"Tua bangga." Balas Gio disambut tawa Tania.
"Minta dijahit itu mulut." Farel mencibir.
"O,ya. Aku sudah lama tidak melihat Gray bersama kalian." Farel mengalihkan topik pembicaraan lain.
Ups, Farel yang sadar atmosfir yang berbeda meruntuki ucapannya sendiri. Ia melirik ke arah Tania. Dan dapat ia lihat perubahan raut wajah Tania yang menjadi murung.
"Aku tidak bermaksud mengingatkanmu tentangnya, Tania." Jelas Farel.
Tania tersenyum kecut.
" Kau tidak perlu minta maaf. Em. Bagaimana jika kita berfoto bersama saja. Gosip tak baik untuk hatimu." usul Tania. Sedang Gio menyeringai saat tiba-tiba mendapatkan sebuah ide.
" Boleh. Aku pasti akan memposting di akun sosial mediaku." Jawab Farel semangat.
.
.
.
.
.
Kebetulan Inari dan Sakhira menjadi bintang tamu disebuah acara talkshow. Selama proses syuting, Sakhira selalu diabaikan oleh Inari. Setiap kali Sakhira mengajak bicara Inari memilih menghindar. Jika menjawab pun sekenanya.
Kini keduanya tengah di ruang make up.
" Jangan abaikan aku seperti ini, Inari." pinta Sakhira.
Inari hanya diam.
" Aku juga sahabatmu, bukan ? Kenapa kau bersikap seperti ini padaku. Yang ada masalah hanya aku dan Tania tak seharusnya kau ikut membenciku. Semua berada dipihak Tania tak ada yang membelaku. Mereka menatapku penuh benci. Kumohon, kau mau berada dipihakku dan Gray, Inari." kata dan pinta Sakhira penuh emosi.
" Jangan bicara seolah kau yang paling tersakiti, Sakhira." hardik Inari.
" Dan jangan harap aku mau membelamu. Aku sangat kecewa denganmu. Semua ini terjadi karena ulahmu sendiri. " Tambah Inari
menatap sinis Sakhira yang terlihat kacau menghadapi masalah yang dibuat olehnya sendiri.
"Lalu aku harus bagaimana saat kami saling mencintai, Inari." Gumam Sakhira.
Apa benar kalian saling mencintai? Atau hanya terbawa suasana saat rasa bosan menyerang ?
Entahlah.
.
.
Di lain tempat. Gray juga tengah menjalani syuting salah satu variety show.
" Kau sepertinya tidak sehat ? Wajahmu pucat sekali. Istirahatlah, Gray." kata salah satu staf acara.
"Aku baik-baik saja." Jawab Gray.
Sembari menunggu dimulainya syuting Gray iseng browsing internet. Tanpa sengaja ia melihat sebuah judul artikel yang menarik perhatiannya.
*Foto Teaser Drama terbaru Farel & Titania . Ciuman manis yang menggoda*
Melihat dua buah foto yang ada dalam artikel tersebut. Rasa marah menghinggapi hati Gray. Disudut hatinya, ia tidak rela jika Tania berciuman dengan pria lain. Bahkan jika itu hanya akting.
Memang selama mereka menjalin hubungan asmara sebisa mungkin Tania tidak diizinkan untuk melakukan adegan seintim itu. Karena Gray sangat mudah cemburu jika melihat Tania beradu akting mesra dengan lawan mainnya. Namun sekarang apa haknya ?
Belum beberapa menit yang lalu ia membaca kabar yang menyulut emosinya kini Gray justru dibuat menganga saat melihat foto yang diupload sahabatnya sendiri, Giovani Fernandes.
Gio memposting sebuah foto bersama Tania. Di foto tersebut keduanya terlihat mesra, Gio merangkul hangat mantan kekasihnya. Apalagi komentar dari orang-orang terdekat mereka yang menyetujui jika Gio dan Tania jadian.
" Apa-apaan ini, mereka ingin mengatakan pada dunia jika mereka tengah berkencan. Menjijikan." umpat Gray.
Ada apa denganmu, Gray Alphanius ?
Suasana hati Gray yang sedang tak baik semakin buruk usai mengetahui kabar mantan kekasihnya.
.
.
.
Dorm Fairy Girls
" Hei, Inari. Berhenti memakan jatah makan Tania." tegur Tera sang karateka sekaligus kekasih dari saudara laki-laki Tania. Yang kebetulan tengah berkunjung.
" Aish, kau mengganggu saja Aunty. Aku yakin sekarang Tania tengah makan malam dengan Gio." Sungut Inari dengam makanan yang penuh di mulutnya.
" Kau bilang apa ? Tania tengah bersama Gio ? Mereka dimana ?" Tanya Sakhira.
" Untuk apa kau menanyakanya. Untuk kembali menghancurkan hidup mereka. Sudahlah urusi saja kehidupanmu, Sakhira Amira." ketus Tera.
" Bukan seperti itu. Aku harus menyelesaikan sesuatu dengan Gio" ujar Sakhira.
"Dia datang ?"
"Hm."
" Kenapa tidak disuruh masuk ?"
Sakhira memandang jengkel kekasih Narayyan Zhao.
" Haram bagi dia itu memasuki area ini." Kali ini Inari yang menyambar.
Sakhira merasa sangat sedih diperlakukan demikian oleh sahabatnya. Tapi, ia sadar semua yang di dapatkanya belum sebanding dengan luka di hati Tania yang harus mengalah untuknya. Cairan bening mulai turun dari pelupuk mata Sakhira.
" Kau tak perlu menangis. Bahagialah diatas luka hatinya." kata Ema lalu masuk ke kamar. Diantara mereka, Ema lah yang sangat marah mengetahui perselingkuhan Sakhira dan Gray. Adik bungsu dan sahabatnya terluka. Dan Ema tak bisa mentolerir perbuatan dua biang kerok itu.
" Pergilah. Pangeranmu sudah menunggu." Ujar Inari.
Sakhira melangkahkan kakinya menuju pintu keluar.
Sedang keadaan diluar tak jauh
menegangkan dari keadaan di dalam.
Tiga tokoh utama kita tengah berkumpul tanpa sengaja. Gray, Tania dan Gio kini tengah berbicara serius.
Tatapan penuh amarah dan cemburu terpancar jelas diwajah Gray saat melihat Gio tanpa segan merangkul pundak Tania.
"Selamat malam, Gray " sapa Tania.
" Kalian mesra sekali." sindir Gray penuh aura gelap.
" Tentu. Kau juga mesra dengan pacar barumu itu." jawab Gio datar.
" Tak seharusnya kau berkencan dengan sahabatku, Scarlet. Kau tidak bisa mencari pria lain selain para sahabatku." kata Gray tajam.
"Apa karna kau masih mencintaiku makanya berusaha mendekati orang - orang terdekatku agar bisa dekat denganku lagi." sambungnya dengan nada mengejek.
Tangan halus Tania mendarat di pipi Gray.
Kali ini ucapan tajam pemuda bermarga Alphanius mendapatkan sebuah hadiah dari Tania. Gio yang melihatnya menatap tak percaya.
" Jaga bicara anda, Tuan Gray Alphanius. Kau salah jika mengira aku masih mencintaimu dan mengharapkanmu kembali, kau tidak pantas lagi menempati hatiku. Dan masalah aku dekat dengan Gio itu dari dulu kami sudah dekat. Kau tidak ada hak melarangku dekat dengan mereka."
"Bahkan jika aku berkencan dengan salah satu dari mereka. Bukannya kau juga berkencan dengan sahabatku." Marah Tania dengan menekankan pada kata terakhir.
"Gray ! Apa kau tak apa ?" Teriak Sakhira menghampiri ketiga orang yang tengah berdebat.
" Kau jahat sekali menamparnya, Tania. " bentak Sakhira.
"Lebih jahat mana dengan pengkhianatan kalian lakukan." Timpal Tania enteng.
Sakhira tidak bisa menjawabnya.
" Kau tidak bisa menjawabnya ?" Tanya Tania dengan nada sinis.
"Masuklah, Tania. Tidak perlu kau urusi mereka hanya membuang energimu."perintah Gio.
" Em. Aku sebaiknya masuk. Kau juga langsung pulang dan istirahat." jawab Tania menuruti Gio.
Gray menatap tajam pemandangan didepannya tidak menghiraukan adanya Sakhira disampingnya. Sakhira menyadari arti tatapan Gray. Tatapan cemburu.
Dan sejak kejadian malam itu perang dingin semakin memanas diantara Gray dan Gio maupun Tania dan Sakhira.
Para sahabat merasa prihatin dengan keadaan ini. Untuk itu mereka berinisiatif membahas permasalahan ini.
Terlihat mereka minus pihak yang berseteru mengadakan pertemuan di sebuah cafe yang sudah disewa oleh Sai untuk membahas permasalahan cinta sahabat mereka.
Kedua belah pihak Badboys dan Fairy Girls melakukan genjatan senjata demi menyelesaikan pertikaian ini.
" Keadaan tidak boleh seperti ini terus" ujar Luffy yang terlihat sudah frustasi.
" Aku juga tidak ingin seperti ini terus. Tapi, mereka sama-sama merasa yang jadi korban sulit untuk mendamaikan mereka." jawab Ema.
" Semua tidak akan terjadi jika Si brengsek kesayangan kalian tidak bermain api dengan Sakhira." kata Tera jengkel.
" Aku rasa tak adil jika menyalahkan Gray saja." seru Luffy yang tidak terima sahabatnya disalahkan.
" Si brengsek saja yang tidak bisa menjaga hatinya. Pria tidak berpendirian seperti dia tidak pantas disandingkan dengan wanita sebaik Titania-ku. Aku menyesal pernah merestui hubungan mereka." Kali ini Inari yang bersuara.
"Begitu juga Sakhira. Dia tak bisa menjaga hati. Dia menuruti egonya sendiri." Balas Sai.
" Ck ! Kalian jangan bertengkar. Kita disini untuk mencari jalan keluar bukan untuk memperkeruh keadaan. Merepotkan." Lerai Ray.
Inari menatap sengit Sai begitu juga sebaliknya.
.
.
" Kerja yang bagus, Tania. Aktingmu begitu natural. Apalagi saat kau berakting melihat Farel tengah berciuman dengan gadis lain." ujar salah satu staf yang tengah membenahi tatanan rambut Tania.
"Terimakasih." jawab Tania singkat.
Ingatan gadis cantik itu kembali melayang ke peristiwa tiga bulan lalu saat manik indahnya melihat kekasihnya tengah berciuman mesra dengan sahabatnya sendiri. Di waktu yang sama juga Gray memutuskan hubungan mereka usai mengakui perselingkuhan yang dilakukanya.
Sungguh mengingat hal itu membuat hati Tania terasa tersayat dan tanpa sadar setitik air mata mulai turun dari matanya. Segera ia menyekanya.
" Akan kutunjukan jika kau salah sudah mempermainkan hatiku." batin Tania.
Sudah cukup ia tersakiti. Sudah cukup air matanya terbuang sia-sia karena pria brengsek itu. Sudah saatnya ia membalas rasa sakit hatinya. Tania bertekad akan
mematikan hatinya jika berhadapan dengan Gray .
" Ayo, Tania. Kita akan mulai scene selanjutnya." ajak Farel menyadarkan Tania dari lamunanya.
"Baiklah" jawab Tania menyambut uluran tangan Farel.
Tania hanya bisa bertekad tanpa tahu rencana Tuhan untukmu akan seperti apa.
Akankah ia memberimu pria lain untuk mengobati luka hatimu atau pria yang menorehkan luka dihatimu yang akan mengobatinya.
Bersambung